SATRIO PININGIT DALAM FILOSOFI HINDU

Download Artikel

SATRIO PININGIT DALAM FILOSOFI HINDU
Oleh: Cakra Ningrat

PENGANTAR

Sesungguhnya Cakra Ningrat tidak dalam posisi selaku pihak yang harus menjawab pertanyaan Saudara Putra mengingat penulis artikel TRISULA WEDHA adalah Guru Agung Yaman Al Bughury. Oleh karena Admin meminta kami menanggapi atau menjawab pertanyaan Saudara Putra maka dengan niat yang tulus kami berusaha memberi yang terbaik agar kita semua dapat menjadi orang yang “sadar dan tercerahkan”. Jawaban atas pertanyaan Saudara Putra saya tulis dalam bentuk artikel agar dapat dipajang di blog yang terhormat ini sebab bila ditempatkan di kolom komentar akan banyak menggunakan tempat. Terima kasih.

Setelah membaca berulang-ulang artikel “Trisula Wedha” saya dapat menarik sebuah kesimpulan sederhana bahwa penulis artikel itu telah melakukan sebuah kajian khusus dan mendalam terhadap hakikat dan makna pesan-pesan baik yang tersirat maupun yang tersurat sebagaimana yang terdapat dalam ramalan Jayabaya. Diramalkan oleh Jayabaya bahwa akan muncul seorang sosok ksatria yang akan memimpin tanah jawa (nusantara). Gambaran sosok ksatria tersebut terdapat dalam bait N0.159 (Hal.4 artikel) sbb:

Selambat-lambatnya kelak menjelang tutup tahun
Didampingi dewa delapan serta membawa perwira ratu
Akan ada dewa tampil
Berbadan manusia
Berparas seperti Bathara Kresna
Berwatak seperti Baladewa
Bersenjata trisula wedha

Pada bait 162 ramalan Jayabaya (hal 6 artikel) disebutkan:
Yang memimpin adalah putera Bathara Indra
Bersenjatakan trisula wedha
Para asuhannya menjadi perwira perang
Jika berperang tanpa pasukan
Sakti mandra guna tanpa azimat

Dalam artikelnya, Al Bughury menafsirkan ramalan Jayabaya tersebut dapat dianggap sebagai satu upaya dari Al Bughury untuk mempersatukan orang islam dan orang kristen bahwa sesungguhnya yang mereka tunggu-tunggu kedatangannya adalah satu sosok yang sama yaitu SATRIO PININGIT. Ummat islam menanti kedatangan/kemunculan Imam Mahdi untuk memimpin peperangan dan turunnya nabi Isa alaihissalam meluruskan aqidah ummatnya sedangkan ummat kristen menanti turunnya Yesus Kristus sang juru selamat untuk menyelamatkan ummatnya.

Menurut Al Bughury, dalam diri Satrio Piningit terdapat tiga laku dan peran yang sekaligus dia mainkan. Ketiga peran tersebut adalah sbb:

1. Bathara Indra
Dalam agama Hindu Dewa Indra adalah dewa cuaca dan raja kahyangan. Gelaran lain yang disandang oleh dewa Indra adalah dewa petir, dewa hujan, dewa perang, raja surga, dan pemimpin para dewa. Nama lain dewa Indra yang mengandung puji-pujian terhadapnya adalah: Sakra (yang berkuasa), Swarga pati (raja surga), Diwapati (raja para dewa), Meghawahana (yang mengendarai awan), wasawa (pemimpin para Wasu).
Dalam ramalan Jayabaya disebutkan:
Yang memimpin adalah putera Bathara Indra
Bersenjatakan trisula wedha
Ramalan tidak menyebut Bathara Indra atau dewa Indra akan tetapi “putera Bathara (dewa) Indra. Itu berarti sang putera tidak mewakili seluruh gelar atau kedudukan sang Bapak (Dewa Indra). Hanya satu karakter yang diwarisi oleh sang putera dari bapaknya yaitu sebagai DEWA PERANG. Oleh karena itu pada bait No 163 baris pertama disebutkan:

Apeparap pangeraning prang
BERGELAR PANGERAN PERANG

Ummat islam meyakini menjelang akhir zaman Imam Mahdi akan muncul memimpin peperangan. Imam Mahdi akan memerangi seluruh musuh-musuh islam, Al Bughury menafsirkan bahwa yang dimaksud “putera Bathara Indra” dalam ramalan Jayabaya sesungguhnya adalah IMAM MAHDI. Peperangan yang dipimpin oleh Imam Mahdi (putera Bathera Indra) adalah perang di dunia gaib. Perang itu sangat lazim dilakukan oleh para dewa.

Dalam kitab weda dinyatakan bahwa para Dewa juga tidak dapat menganugerahkan sesuatu tanpa kehendak Tuhan. Para Dewa, sama seperti makhluk hidup yang lainnya, bergantung kepada kehendak Tuhan. Para Dewa hanyalah perantara Tuhan. Tuhan Yang Maha Esa melalui perantara Sri Kresna bersabda:

Setelah diberi kepercayaan tersebut,
Mereka berusaha menyembah Dewa tertentu
Dan memperoleh apa yang diinginkannya.
Namun sesungguhnya hanya Aku sendiri
Yang menganugerahkan berkat-berkat tersebut.
(Kitab suci Baghawad Gita 7.22)

Ummat islam tidak perlu membantu Imam Mahdi atau ummat hindu tidak perlu juga membantu Putera Bathara (Dewa) Indra dalam berperang oleh karena perang yang dimaksud adalah perang gaib (bukan di dunia nyata).
Ramalan menyebutkan: jika berperang tanpa pasukan, sakti mandraguna tanpa azimat. Al Bughury menafsirkannya sebagai perang di dunia gaib.

Bahwa dalam ramalan Jayabaya terdapat kalimat “para asuhannya menjadi perwira perang” tidak perlu terlalu kita permasalahkan karena dalam mitologi hindu Sang Bapak (Dewa Indra) memang memiliki pasukan. Beliau memimpin delapan Wasu yaitu delapan dewa yang menguasai aspek-aspek alam. Boleh jadi kedelapan Wasu ini jugalah yang membantu Sang Putera (Imam Mahdi) atas perintah Sang Bapak (Dewa Indra) memimpin peperangan dan kedelapan Wasu ini disebut dalam ramalan sebagai “perwira perang”.

2. Bathara (Dewa) Kresna
Dewa Kresna adalah salah satu dewa yang dipuja oleh ummat hindu, berwujud pria berkulit gelap atau biru tua. Secara umum Dewa Kresna dipuja sebagai awatara (inkarnasi) Dewa Wisnu kedelapan di antara sepuluh awatara Wisnu. Kesepuluh awatara Wisnu disebut Dasa Awatara (Maha Avatar) yaitu: Matsya (sang ikan), Kurma (sang kura-kura), Varaha (sang babi hutan), Narasingha (sang manusia singa), Vamana (Rama bersenjatakan beliung/sang orang cebol), Parasurama (Sang Brahmana-Kshatriya), Rama (Sang pangeran), Kresna (sang penggembala), Buddha (sang pemuka agama), Kalki (sang penghancur).

Di antara sepuluh awatara tersebut, sembilan di antaranya diyakini oleh ummat hindu sudah menjelma dan pernah turun ke dunia sedangkan awatara terakhir atau Kalki masih menunggu hari lahirnya dan diyakini menjelma pada penghujung zaman Kali Yuga. Seluruh ramalan Jayabaya mengacu kepada kemunculan Kalki. Kalki atau inkarnasi Dewa Wisnu yang kesepuluh adalah YANG MULIA SATRIO PININGIT.
Dalam ramalan Jayabaya disebutkan:

Selambat-lambatnya kelak menjelang tutup tahun
Didampingi dewa delapan serta membawa perwiranya ratu
Akan ada dewa tampil
Berbadan manusia
Berparas seperti Bathara Kresna
Berwatak seperti Baladewa
Bersenjata trisula wedha

Secara implisit kita dapat menerjemahkan makna ramalan di atas dalam versi agama hindu bahwa “dewa yang akan tampil berbadan manusia” adalah DEWA KALKI (Satrio Piningit). Dewa Kalki didampingi oleh “dewa delapan”. Dewa delapan adalah delapan wasu, yaitu delapan dewa yang menguasai aspek-aspek dalam semesta. Dewa delapan ini juga yang mendampingi putera Bathara Indra memimpin perang.
Dalam ramalan disebutkan:
         Dewa Kalki (satrio piningit) memiliki paras seperti Dewa (Bathara) Kresna. Penyebutan Dewa Kresna untuk mempertegas bahwa Dewa Kalki dan Dewa Kresna sama-sama inkarnasi Dewa Wisnu.

Guru Agung Al Bughury menafsirkan “berparas seperti Bathara Kresna” adalah peran Satrio Piningit sebagai Yesus Kristus. Al Bughury beralasan terdapatnya kata-kata “selambat-lambatnya kelak menjelang tutup tahun” yang ditafsirkan sebagai hari natal atau peringatan hari kelahiran Yesus Kristus.

Cakra Ningrat MEMBENARKAN penafsiran Al Bughury oleh karena Dewa Kresna dan Yesus Kristus sama-sama dijuluki sebagai SANG PENGGEMBALA dan sama-sama mendapat julukan “JURU SELAMAT UMAT MANUSIA”.

Dewa Kresna digambarkan sebagai sosok penggembala muda yang mahir bermain seruling. Ia juga dikenal sebagai pemimpin yang bijaksana, sakti, dan berwibawa. Ia dikenal pula sebagai tokoh yang memberikan ajaran-ajaran filosofis dan kerohanian. Dewa Kresna disebut dengan berbagai nama sesuai karakteristiknya diantaranya Acyuta (yang kekal, teguh), Arisudana (penghancur musuh), Bagawan (Yang Maha Kuasa), Gopala (pelindung sapi), Gowinda (penggembala sapi), Hresikesa (penguasa indria), JANARDANA (juru selamat ummat manusia), Maha-yogi (rohaniawan agung); Purusottama (manusia utama yang berkepribadian paling baik), Yogeswara (penguasa segala kekuatan batin).

Dalam penggambaran umum Dewa Kresna seringkali menampilkan dirinya sebagai anak kecil, atau seorang lelaki dalam gaya santai, sedang memainkan seruling. Dalam wujud ini, ia biasanya ditampilkan dengan kaki yang ditekuk ke samping. Kadangkala ditemani sapi untuk menegaskan posisinya sebagai penggembala ilahi (Govinda). Dalam keyakinan agama hindu, sapi dianggap suci karena melambangkan ibu pertiwi.

Setiap menjelang tutup tahun, ummat kristiani merayakan natal dan selalu menampilkan Yesus Kristus dalam gambaran sebagai anak kecil.

3. Baladewa
Dalam ramalan Jayabaya disebutkan “berwatak seperti Baladewa”. Guru Agung Al Bughury menafsirkan watak Yesus Krsitus atau nabi Isa alaihissalam wataknya adalah lahir dari rahim perawan suci bernama Maria (Maryam). Perempuan ini tidak pernah disentuh (berhubungan seksual) dengan laki-laki. Meski lahir tanpa ayah akan tetapi Yesus Kristus (nabi Isa) tidak bisa dikatakan sebagai anak Allah.
Menurut kitab “Bhagawatapurana” Kresna lahir tanpa hubungan seksual, melainkan melalui “transmisi mental” dari pikiran Basudewa ke rahim Dewaki. Kresna dibesarkan oleh Nanda dan Yasoda, anggota komunitas penggembala sapi yang ada di Vrindavana.
Dalam kitab “Bhagawadgita” Kresna menguraikan ajaran iswara (ketuhanan), jiwa, dharma (kewajiban), prakerti (alam semesta) dan kala (waktu). Kresna juga menjelaskan bahwa tujuannya berada di dunia adalah untuk menyelamatkan orang saleh dan membinasakan orang jahat. Kutipan yang terkenal adalah:
“Kapanpun dan dimanapun kebajikan merosot dan kejahatan merajalela, pada saat itulah aku menjelma, wahai keturunan Bharata (Arjuna). Untuk menyelamatkan orang saleh dan menghukum orang jahat, serta menegakkan kebenaran, aku lahir dari zaman ke zaman. (Baghawadgita 4: 7-8).

Dikutip bebas dari artikel “Satrio Piningit Telah Muncul” hal.19 point 4 penulisnya (tidak diketahui) sebagai berikut:

“Satrio pinigit berwujud seperti manusia sebagaimana manusia pada umumnya. Bedanya adalah karena Satrio Piningit anak Dewa. Disebut anak Dewa karena dia adalah anak atau titisan nabi Hidir. Nabi yang terkenal memiliki ilmu yang paling tinggi dan tetap misteri hingga saat ini. Satrio Piningit memiliki dua ibu kandung. Yang pertama, ibu Rukmini (orang Jawa) adalah ibu yang melahirkan jasad raganya. Kedua; Ibu Pertiwi (negara Indonesia) adalah ibu yang melahirkannya sebagai penguasa jagad raya.”

Dalam agama hindu, nama Rukmini dikenal sebagai istri dari Dewa Kresna. Rukmini adalah inkarnasi dari Dewi Laksmi. Dewi Laksmi adalah istri Dewa Wisnu. Dewi Laksmi adalah Dewi kekayaan, kesuburan, kemakmuran, keberuntungan, kecantikan, keadilan, dan kebijaksanaan. Dalam kitab purana. Dewi Laksmi adalah ibu dari alam semesta. Mungkin Dewi Laksmi inilah yang dimaksudkan dalam artikel SPTM sebagai Ibu Pertiwi. Dewi Laksmi disebut juga Dewi Uang. Ia juga disebut “widya” yang berarti pengetahuan keagamaan. Ia juga dihubungkan dengan setiap kebahagiaan yang terjadi di antara keluarga dan sahabat, perkawinan, anak-anak, kekayaan dan kesehatan. Dewi Laksmi sangat terkenal di kalangan ummat hindu.
Dalam ramalan Jayabaya disebutkan: berwatak seperti Baladewa. Dalam keyakinan agama hindu kata “Baladewa” tidak dikenal. Cakra ningrat berpendapat secara etimologi kata “Baladewa” dapat diartikan sebagai satu rangkuman atau satu kesatuan seluruh dewa-dewa. Mengambil contoh pada sebutan “Balatentara” yang diartikan sebagai tentara yang sangat banyak jumlah tanpa memerinci lagi nama-nama kesatuannya. Dengan demikian “berwatak seperti Baladewa” dapat diartikan bahwa di dalam sosok Satrio Piningit terdapat seluruh watak-watak dan kesaktian-kesaktian yang dimiliki oleh dewa-dewa yang dikenal oleh ummat hindu.

TRISULA WEDHA
Guru Agung Al Bughury menafsirkan “Trisula Wedha” dalam konteks laku dan peran Satrio Piningit (Dewa Kalki) sebagai Imam Mahdi, Yesus Kristus dan Nabi Isa. Al Bughury menegaskan bahwa sesungguhnya yang ditunggu-tunggu oleh ummat islam dan ummat kristen pada hakekatnya adalah satu yaitu Satrio Piningit.

Dalam menjalankan tugas-tugasnya Satrio Pinigit senantiasa berpedoman pada TRISULA. Trisula diartikan sebagai prinsip-prinsip yang tidak akan dilanggar oleh Satrio Piningit yaitu: tidak akan merugikan orang lain, tidak akan mencuri, dan tidak akan berbuat kejahatan (dalam arti yang luas). Satrio Piningit diramalkan akan membantu masyarakat Jawa (ummat manusia) untuk berpedoman pada “trisula nan suci” yaitu mengaplikasikan perilaku “benar, lurus, jujur” dalam kehidupannya sehari-hari.

Cakra Ningrat sependapat dan MEMBENARKAN penafsiran Guru Agung Al Bughury terhadap ramalan Jayabaya. Dari penafsirannya itu, tergambar dengan sangat jelas akan kecerdasan beliau. Namun begitu Cakra Ningrat akan menyampaikan pendapat dalam konteks filosofi agama hindu agar kita semua dapat menarik benang merah bahwa sesungguhnya kita semua ini adalah satu dan yang kita tunggu-tunggu pada hakekatnya adalah sama.

FILOSOFI HINDU
Dalam kitab suci Reg Weda (Weda yang pertama) disebutkan adanya tiga puluh tiga Dewa, yang mana ketiga puluh tiga Dewa tersebut merupakan manifestasi dari kemahakuasaan Tuhan Yang Maha Esa. Tuhan dalam teologi hindu disebut BRAHMAN.

Sebagai seorang muslim, Cakra Ningrat berpendapat: 33 nama-nama Dewa berikut kekuasaan dan tugas-tugasnya dapat dikatakan sama dengan nama/ sifat-sifat Allah dalam asmaul husna. Pendapat ini akan didukung oleh fakta-fakta hukum yang akan saya sampaikan di akhir tulisan. Jika fakta hukum yang saya kemukakan mengandung kebenaran universal maka tidak ada alasan bagi kita baik sebagai seorang muslim maupun sebagai seorang nasrani atau budhis untuk menolak kebenaran agama hindu.

Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, hipotesa saya tentang kebenaran agama hindu saya lanjutkan.

Dari tiga puluh tiga Dewa ada tiga di antaranya yang diklasifikasikan sebagai DEWA UTAMA yaitu: Dewa Brahma, Dewa Siwa dan Dewa Wisnu. Ketiganya adalah satu di dalam kesatuannya dan disebut TRIMURTI.

1. Dewa Brahma
Menurut ajaran hindu, Dewa Brahmana dipandang sebagai manifestasi Brahman (Tuhan Yang Maha Esa). Dalam mitologi hindu disebutkan Dewa Brahma lahir dari air. Di atas air Brahman (Tuhan YME) menaburkan benih yang menjadi telur emas. Dari telur emas itu lahirlah Dewa Brahma dengan sendirinya (tanpa ibu). Material telur emas lainnya menjadi Brahmanda atau telur alam semesta.

Menurut teosofi islam; nabi Hidir alaihissalam tercipta dengan sendirinya (tanpa ayah dan ibu) bersamaan dengan terciptanya air. Karena itu ummat islam mengenal nabi Hidir dengan sebutan sebagai nabinya air. Setelah nabi Hidir ada barulah Tuhan menciptakan alam semesta. Nabi Hidir adalah representasi Tuhan semesta alam. Nabi Hidir identik dengan Dewa Brahma. Nabi Hidir adalah saksi yang menyaksikan seluruh penciptaan Tuhan karena itu nabi Hidir (Dewa Brahma) disebut juga sebagai Dewa pencipta.

Legenda lain menyebutkan Dewa Brahma lahir dengan sendirinya (tanpa ibu) dari bunga teratai yang tumbuh pada saat penciptaan alam semesta. Menurut cerita kuno, pada saat penciptaan alam semesta Brahma menciptakan sepuluh prajapati yang konon menurut Manusmarti sepuluh prajapati tersebut adalah: Marichi, Atri, Anggirasa, Pulastya, Pulaha, Kratu, Wasistha, Praceta atau Daksa, Briegu, dan Narada. Dewa Brahma memiliki istri yang bernama Dewi Saraswati.

Hipotesa Cakra Ningrat dari sudut pandang teologi islam dan kristen bahwa Dewa Brahma sebagaimana legenda tersebut di atas dapat ditafsirkan sebagai Adam sedangkan istrinya Saraswati adalah Hawa. Adapun sepuluh orang prajapati dapat diartikan sebagai anak cucu keturunan Adam yang selamat di atas bahtera Nuh, setelah terjadinya banjir semesta.

Dalam artikel SPTM, Satrio Piningit menyebut dirinya sebagai titisan nabi Hidir. Hipotesa saya jika Satrio Piningit titisan nabi Hidir berarti SP dapat juga dikatakan sebagai titisan Dewa Brahma. Ramalan Jayabaya menyebutkan SP adalah Dewa berbadan manusia. Subhanallah….

Dewa Brahma memiliki ciri-ciri sesuai karakter yang dimilikinya. Ciri-ciri umum yang dimiliki oleh Dewa Brahma adalah:

a. Bermuka empat yang memandang keempat penjuru mata angin (catur muka) yang mana di masing masing wajah mengumandangkan salah satu dari empat weda.
b. Bertangan empat, masing-masing membawa:
    – Tongkat teratai, kadangkala sendok
    – Weda/ kitab suci
    – Busur
    – Genitri Aksamala
c. Menunggangi hamsa (angsa) atau duduk di atas teratai.

Brahma hidup selama seratus tahun kalpa. Satu tahun kalpa sama dengan 3.110.400.000.000 tahun masehi. Setelah seratus tahun kalpa, maka Dewa Siwa sebagai Dewa pelebur mengambil perannya untuk melebur alam semesta beserta isinya untuk dikembalikan ke asalnya. Setelah itu, Brahma sebagai pencipta tutup usia dan alam semesta bisa diciptakan kembali oleh kehendak Tuhan.

Dalam teosufi islam disebutkan Nabi Hidir tetap hidup sampai pada hari kiamat. Kata “kiamat” tidak dikenal dalam agama hindu. Makna yang sama dengan kiamat adalah melebur alam semesta beserta isinya untuk dikembalikan ke asalnya. Konsep ahirat dalam islam atau hidup abadi dalam kerajaan Tuhan sebagaimana yang dikenal dalam kristen tidak dikenal dalam ajaran hindu. Makna yang sama dengan ahirat adalah alam semesta diciptakan kembali oleh kehendak Tuhan. Tidak ada yang mengetahui kapan datangnya hari kiamat. Agama hindu menyebut seratus tahun kalpa dimana satu tahun kalpa sama dengan 3.110.400.000.000 (tiga trilyun seratus sepuluh milyard empat ratus juta) tahun masehi. Subhanallah…..

2. DEWA SIWA
Menurut ajaran hindu; Dewa Siwa adalah Dewa Pelebur. Tugas Dewa Siwa adalah melebur segala sesuatu yang sudah usang dan tidak layak berada di dunia fana lagi sehingga harus dikembalikan kepada asalnya.

Ummat hindu meyakini bahwa Dewa Siwa memiliki ciri-ciri yang sesuai dengan karakternya yaitu:

a. Berlengan empat, masing-masing membawa trisula, cemara, tasbih/genitri, kendi
b. Bermata tiga (tri netra)
c. Pada hiasan kepalanya terdapat ardha chandra (bulan sabit)
d. Ikat pinggang dari kulit harimau
e. Hiasan di leher dari ular cobra
f.  Kendaraannya lembu Nandini.

Hipotesa Cakra Ningrat tentang Karakter Dewa Siwa
a. Dalam artikel SPTM disebutkan Satrio Piningit muncul dengan membawa senjata Trisula Wedha. Beliau menyebut Trisula Wedha adalah peran beliau sebagai Imam Mahdi, Yesus Kristus dan Nabi Isa Almasih. Dalam ramalan Jayabaya juga selalu menyebutkan kata “bersenjatakan Trisula Wedha” sementara Guru Agung Al Bughury dalam artikel Trisula Wedha menafsirkannya sebagai peran satrio piningit sebagai Imam Mahdi, Yesus Kristus, dan nabi Isa.

Trisula adalah senjata Dewa Wisnu untuk melebur segala sesuatu yang dianggap usang untuk dikembalikan kepada penciptanya yaitu Brahman (Tuhan YME) untuk diciptakan Tatanan Dunia Baru. Tatanan Dunia Baru adalah. Dunia baru. Dunia tanpa agama. Trisula nan sakti akan melebur semua agama-agama yang kita kenal saat ini. Itulah makna trisula pada lengan pertama.

Lengan kedua adalah cemara. Cemara merupakan simbol agama kristen. Ummat kristen menggunakan cemara sebagai pohon terang di setiap perayaan hari natal/ menjelang tutup tahun.
Lengan ketiga adalah Tasbih/ gemitri merupakan simbol agama islam dan agama budha. Sedangkan pada lengan keempat memegang kendi. Kendi adalah simbol agama hindu. Kendi berkaitan dengan air suci di sungai gangga atau mata air suci lainnya yang disakralkan ummat hindu.

Subhanallah…. Ternyata Satrio Piningit benar-benar telah muncul. Dia bersenjatakan “TRISULA WEDHA”. Dia akan melebur semua agama-agama yang ada di muka bumi. Ternyata dia juga adalah titisan Dewa Siwa. Dia ada di dalam kitab suci WEDA. Karena itu Jayabaya menyebutnya sebagai “dewa berbadan manusia, berparas seperti batara kresna, berwatak seperti Baladewa, bersenjatakan Trisula Weda. Subhanallah…. Maha Benar Engkau, ya Allah….

b. Bermata tiga (trinetra)
Apabila seluruh agama telah dilebur maka tidak ada lagi agama yang dijadikan pedoman hidup, baik dalam laku perbuatan sehari-hari maupun yang berkaitan dengan peribadatan dan pelaksanaan acara-acara ritual keagamaan. Satu-satunya pedoman hidup adalah trisula wedha yaitu benar-lurus dan jujur. Manusia tidak boleh melanggar apa yang menjadi pantangan dari trisula wedha. Ketiga pantangan trisula wedha adalah; tidak boleh merugikan orang lain, tidak boleh mencuri dan tidak boleh berbuat kejahatan

Dewa Wisnu yang bermata tiga (trinetra) akan mengawasi manusia secara ketat untuk melaksanakan pedoman hidup trisula wedha dan menjauhi apa yang menjadi pantangan trisula wedha. Setiap pelanggaran akan mendapat hukuman seketika. Nyawa melayang atau dipermalukan.

Menarik untuk kita cermati bersama terhadap apa yang saat ini sedang dan akan dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan kebijakan Operasi Tangkap Tangan (OTT). Dari sekian banyak pejabat negara yang ditangkap, kita fokuskan perhatian kita kepada Ketua Mahkamah Konstitusi, Akil Mochtar dan Gubernur Banten Ratu Atut Chosyiah. Yakinlah ada pesan tersirat dibalik kejadian dipermalukannya kedua orang ini. Yang pasti mereka telah melanggar ketiga pantangan trisula wedha yaitu: merugikan orang lain, mencuri, dan berbuat kejahatan.

Jaman ini adalah jaman yang susah bagi orang jahat sebaliknya jaman ini adalah jaman yang menyenangkan bagi orang yang baik. Orang baik adalah orang yang menjalani hidupnya dengan berpedoman pada trisula wedha nan suci yaitu: benar, lurus, dan jujur.

c. Ardha Chandra (bulan sabit)
Agama islam, hindu, budha, kong hu chu menjadikan bulan sabit sebagai dasar perhitungan untuk melaksanakan ritual keagamaan. Oleh karena agama sudah tidak ada lagi (dilebur) maka hitungan bulan sabit sudah dihapuskan.

d. Ikat pinggang dari kulit harimau
Di bawah pinggang terletak alat kelamin manusia. Disitulah nafsu manusia berpusat. Ikat pinggang dari kulit harimau adalah simbol berakhirnya kekuasaan nafsu yang selama ini menguasai dan mengendalikan manusia.

e. Hiasan di leher dari ular kobra
Simbol untuk menjaga manusia agar tidak memakan apa yang bukan menjadi haknya.

f. Kendaraannya lembu Mandini.
Lembu Mandini adalah simbol yang berkaitan dengan penghormatan dan pemujaan manusia kepada Satrio Piningit.

Dari uraian di atas maka Cakra Ningrat berpendapat bahwa Satrio Piningit adalah titisan Dewa Brahma (nabi Hidir alaihissalam) mewarisi seluruh ilmu dan kesaktian Dewa Brahma, selalu bersama-sama Dewa Siwa (Dewa Pelebur) atau bisa saja Dewa Siwa menjadi satu kesatuan dengan dirinya. Untuk hal ini tentu beliau sendiri yang lebih tau.

3. Dewa Wisnu
Dalam agama hindu, Dewa Wisnu disebut juga Sri Wisnu atau Narayana adalah Dewa yang bergelar sebagai Shtiti (pemelihara) yang bertugas memelihara dan melindungi segala ciptaan Brahman (Tuhan YME). Dewa Wisnu dipandang sebagai Roh Suci sekaligus dewa yang tertinggi. Dewa Wisnu dipandang sebagai salah satu menifestasi Brahman dan enggan untuk dipuja sebagai Tuhan tersendiri yang menyaingi atau sederajat dengan Brahman.

Dalam teologi kristen, Dewa Wisnu dapat diartikan sebagai Roh Kusdus.

Dalam filsafat Waisnawa, Wisnu memiliki enam sifat ketuhanan:
1. Jnana = mengetahui segala sesuatu yang terjadi di alam semesta
2. Aishvarya = maha kuasa, tak ada yang dapat mengaturnya
3. Shakti = memiliki kekuatan untuk membuat yang tak mungkin menjadi mungkin.
4. Bala = maha kuat, mampu menopang segalanya tanpa merasa lelah
5. Virya = kekuatan rohani sebagai roh suci dalam semua mahkluk
6. Tejas = memberi cahaya spiritualnya kepada semua makhluk

Untuk memudahkan penghayatan terhadapnya maka simbol-simbol dan atribut tertentu dipilih sesuai dengan karakternya dan diwujudkan dalam bentuk lukisan, pahatan dan arca.
Dewa Wisnu digambarkan sbb:
a. Seorang pria yang berlengan empat. Berlengan empat melambangkan segala kekuatannya untuk mengisi seluruh alam semesta.
b. Kulitnya berwarna biru gelap atau seperti warna langit. Warna biru melambangkan kekuatan yang tiada batas, seperti warna biru pada langit abadi atau lautan abadi tanpa batas.
c. Di dalamnya terdapat simbol kaki Resi Brigu
d. Juga terdapat simbol srivatsa di dalamnya, simbol Dewi Laksmi pasangannya.
e. Pada lehernya terdapat permata Kaustubha dan kalung dari rangkaian bunga
f. Memakai mahkota melambangkan kuasa sang pemimpin
g. Memakai sepasang giwang melambangkan dua hal yang selalu bertentangan dalam penciptaan seperti ada siang dan ada malam, ada kesedihan ada kebahagiaan, dsb.
h. Beristirahat dengan ranjang Ananta Sesa, ular suci.

Dalam teologi Kristen Ananta sesa (ular suci) dapat diartikan sebagai ular yang membujuk Hawa sehingga Hawa memakan buah dari pohon kehidupan yang menyebabkan Adam dan Hawa terusir dari surga.
Wisnu sering dilukiskan memegang empat benda yang selalu melekat dengannya yaitu:
1. Terompet kulit kerang dipegang oleh tangan kiri atas sebagai simbol kreatifitas
2. Cakram, senjata berputar dengan gerigi tajam bernama “Sudharsana” dipegang oleh tangan kanan atas melambangkan pikiran (logika). Sudharsa berarti pandangan yang baik
3. Gada yang bernama Komodaki dipegang oleh tangan kiri bawah melambangkan keberadaan individual
4. Bunga lotus atau padma, simbol kebebasan. Padma melambangkan kekuatan yang memunculkan alam semesta.

Dalam purana, Dewa Wisnu menjelma sebagai Awatara yang turun ke dunia untuk menyelamatkan dunia dari kejahatan dan kehancuran. Awatara yang umum dikenal oleh ummat hindu berjumlah sepuluh yang disebut Dasa Awatara atau Maha Avatar. Diantara sepuluh Awatara tersebut, sembilan di antaranya diyakini ummat hindu sudah pernah turun ke dunia sedangkan awatara terahir yaitu KALKI diyakini menjelma di penghujung zaman Kali Yuga. Dalam ramalannya, Jayabaya menyebut Kalki sebagai Satrio Piningit.

UNIVERSALITAS HINDU

Agama hindu mengelompokkan masyarakat berdasarkan warna atau kasta yaitu: Brahmana, Ksatria, Waisya, dan Sudra. Kasta ini tidak didapatkan seseorang sejak lahirnya akan tetapi diupayakan secara terus-menerus berdasarkan pilihannya sendiri. Tegasnya: Kasta berkaitan langsung dengan profesi atau pekerjaan seseorang atau pilihan hidup. Kasta (warna) tersebut adalah:

1. Brahmana
Brahmana merupakan golongan pendeta dan rohaniawan dalam suatu masyarakat.
Bila anda seorang pendeta, pastor, bikku, ustadz, kiyai, ulama, dsb. maka anda disebut dengan golongan Brahmana. Untuk berada di golongan itu anda harus berusaha serius dan tekun mempelajari ajaran-ajaran agama yang anda anut. Bila anda berkhotbah entah yang anda katakan benar atau salah, maka ummat anda terdiam menyimak perkataan-perkataan anda. Ajaran hindu menempatkan golongan Brahmana sebagai golongan tertinggi. Anak-anak dan keturunan anda tidak akan ditempatkan dalam golongan Brahmana bilamana anak itu tidak memilih profesi pekerjaan sebagaimana yang anda lakukan.

Presiden SBY akan duduk dilantai bila ustadz sudah menyampaikan khotbahnya. Presiden Obama akan duduk terpaku bila pendeta sudah membacakan khotbahnya. Raja Arab Saudi akan duduk bersila bila ulama sudah naik di mimbar membacakan khotbahnya. Kenyataan ini berlaku dimanapun dan oleh siapa pun. Ini adalah sebuah fakta hukum bahwa kita semua MEMBENARKAN dan MELAKSANAKAN prinsip-prinsip dasar dari ajaran hindu. Entah kita menyadarinya atau tidak!

2. Ksatriya
Ksatriya merupakan golongan para bangsawan atau negarawan yang menekuni bidang pemerintahan atau administrasi negara.
Bila anda seorang presiden, gubernur, bupati, walikota, camat, lurah, politisi, tentara, polisi, jaksa, hakim tegasnya seluruh profesi atau pekerjaan yang anda geluti atau tekuni dan anda digaji dan diberi fasilitas oleh negara maka anda berada di golongan ksatriya. Anda tidak ditempatkan di golongan itu sejak anda lahir, akan tetapi ada upaya serius yang anda lakukan sejak kecil sampai anda bisa berada di golongan itu. Kewajiban golongan ksatriya adalah melindungi golongan Brahmana, Waisya dan Sudra.

3. Waisya
Waisya merupakan golongan para pedagang, petani, nelayan, dan profesi lainnya yang termasuk bidang perniagaan atau segala sesuatu yang bersifat meterial dalam arti seluas-luasnya. Kewajiban mereka memenuhi kebutuhan golongan Brahmana, Ksatriya, dan Sudra. Golongan Waisya akan mendapatkan haknya berupa keuntungan materi dsb.

4. Sudra
Sudra merupakan golongan para pelayan, pekerja, buruh, dsb yang membantu Brahmana, Ksatriya, dan Waisya agar pekerjaan mereka dapat terpenuhi. Tanpa adanya golongan Sudra, maka kewajiban ketiga kasta tidak akan dapat terwujud.

Pengelompokan masyarakat dalam sistem Caturwana (Brahmana, Ksatriya, Waisya, dan Sudra) berlaku universal dimanapun dengan sistem tata negara apapun. Sadar atau tidak, kita semua telah melaksanakan prinsip-prinsip ajaran hindu yang mengandung nilai-nilai kebenaran universal. Inilah ajaran para Dewa. Ajaran yang mengandung kebenaran. Tiada kebenaran selain kebenaran itu sendiri.

TINJAUAN FILOSOFIS SATRIO PININGIT
Tidak diketahui secara pasti sejak kapan Jayabaya menyampaikan ramalannya. Banyak pendapat yang menyebutkan sekitar abad 18. Jika pendapat itu benar maka agama budha, islam, dan kristen sudah ada di Jawa (nusantara) menyingkirkan dominasi agama hindu.

Pertanyaan Putra adalah mengapa ramalan Jayabaya justru bersentuhan langsung dengan ajaran hindu seperti dengan adanya penyebutan Trisula, Weda, Dewa Indra, dan Dewa Krisna. Bukankah di masa Jayabaya hidup agama budha, islam dan kristen sudah ada di nusantara ini ?.

Raden Ngabehi Ronggowarsito menafsirkan semua presiden yang pernah memimpin Republik Indonesia adalah Satrio Piningit termasuk calon presiden Indonesia yang ke 7 nanti. Cakra Ningrat membenarkan apa yang ditafsirkan oleh Ronggowarsito dengan pemikiran bahwa siapa pun presiden yang belum dipilih oleh rakyat dianggap masih piningit (bersembunyi). Satrio (bahasa Jawa) yang artinya Ksatriya adalah warna (kasta) yang merupakan pilihan hidup seseorang yang menekuni pekerjaan di bidang pemerintahan, Gubernur, bupati, walikota, mentri yang belum terpilih atau dipilih untuk menduduki suatu jabatan tertentu di bidang pemerintahan dapat dikatakan sebagai Ksatriya yang masih bersembunyi atau Satrio Piningit. Termasuk camat, lurah, kepala desa sepanjang belum menduduki jabatan itu dapat dikategorikan atau memenuhi unsur untuk disebut sebagai Satrio Piningit.

Cakra Ningrat berpendapat bahwa SATRIO PININGIT yang dimaksud dalam ramalan Jayabaya adalah seorang DEWA YANG BERBADAN MANUSIA Dikatakan berbadan manusia karena di masa lalu Dewa hanya berada di atas kayangan sehingga manusia menganggap mereka sebagai mitos. Dasar filosofinya adalah sbb:

1. Dewa yang mengelompokkan manusia dalam Caturwarna (Brahmana, Ksatriya, Waisya, dan Sudra) maka Dewa pula yang harus merubahnya.

2. Dewa berbadan (berwujud) manusia yang akan muncul nanti adalah DEWA KALKI. Dewa Kalki bukan Dewa yang pertama berbadan manusia. Dewa yang pertama kali berbadan manusia adalah Dewa Kresna. Dewa Kalki adalah penggenapan Dewa Kresna. Dewa ini adalah penjelmaan (inkarnasi) kesepuluh (penggenapan) Dewa Wisnu. Parasnya seperti Dewa Kresna. Dewa Kresna adalah penjelmaan kedelapan Dewa Wisnu. Julukan yang melekat pada diri Dewa Kalki adalah SANG PENGHANCUR. Kalki akan menghancurkan apa saja antara lain:
– Menghancurkan keyakinan manusia terhadap agama yang dianutnya
– Menghancurkan peradaban manusia
– Menghancurkan apa saja yang didewakan atau dipuja manusia
– Menghancurkan catur warna (kasta-kasta)
– Menghancurkan dunia beserta seluruh isinya
Tipikal Kalki sangat menakutkan bagi yang mencoba menghalanginya akan tetapi menggembirakan bagi yang mengikuti kehendaknya.

3. Dewa berbadan (berwujud) manusia memiliki watak seperti Baladewa. Baladewa dapat diartikan dengan seluruh Dewa-dewa yang diyakini oleh manusia baik oleh mereka yang beragama hindu, budha, kong hu chu, Shinto, maupun agama-agama kuno lainnya. Watak-watak seluruh Dewa tersebut terangkum dan terakumulasi menjadi satu di dalam diri Dewa berbadan manusia. Dewa ini menguasai seluruh ajaran (ilmu) dan mengerti garis hidup setiap ummat.

4. Dewa berbadan manusia bersenjatakan Trisula Weda. Trisula adalah senjata Dewa Siwa (Dewa pelebur) yang digunakan untuk melebur segala sesuatu yang usang. Weda adalah kitab suci agama hindu. Trisula Weda dapat diartikan: dengan seluruh kekuatan Baladewa sebagaimana yang terdapat dalam kitab suci Weda, akan digunakan Dewa berbadan manusia untuk melebur semua agama-agmama yang ada di muka bumi ini dan menghapus golongan Brahmana. Bila golongan Brahmanna telah terhapus maka hanya tersisa tiga golongan (Triwarna) yaitu Ksatriya, Waisya, dan Sudra. Dewa berbadan manusia akan memimpin pemerintahan atau memerintah, dan menempati posisi Ksatriya. Dalam bahasa Jawa Ksatriya disebut SATRIO. Selama Dewa berbadan manusia belum dilihat, belum diketahui, belum disaksikan oleh manusia dalam memimpin maka Dewa tersebut dianggap masih bersembunyi yang dalam bahasa Jawa disebut PININGIT (memingit diri) meskipun pada hakekatnya Dewa tersebut sudah dilihat dan sudah diketahui oleh sebagian orang. Selama Dewa belum memimpin ummat manusia maka selama itu pula masih disebut SATRIO PININGIT.

5. Untuk mencapai tujuannya; Dewa berbadan manusia harus berperang melawan Asura (iblis, jin dan syetan). Dalam peperangan Dewa bergelar pangeran perang karena Dewa adalah putra Dewa perang (Dewa Indra). Jika berperang tanpa pasukan Sakti Mandraguna tanpa azimat. Menyerang tanpa pasukan bila menang tidak menghina orang lain. Dewa berbadan manusia juga menyandang gelar sebagai IMAM MAHDI.

6. Dewa berbadan manusia memiliki hak dan otoritas untuk menghapus golongan Brahmana dan melebur agama-agama yang ada di muka bumi agar manusia sepakat di dalam SATU TUHAN. Dewa membawa enam sifat-sifat ketuhanan sebagaimana watak Dewa Wisnu. Karena Dewa membawa sifat-sifat ketuhanan maka Dewa juga disebut sebagai Yesus Kristus atau Isa Almasih.

7. Dewa berbadan manusia membawa kebajikan dan kasih karena itu dewa disebut juga dengan Buddha Metteyya.

8. Dewa berbadan manusia bukanlah seorang nabi akan tetapi dia memiliki kedudukan tertinggi dari yang paling tinggi. Dia adalah representasi Tuhan. Bayangan Nyata, Tuhan semesta alam. Dialah yang akan membawa manusia kepada Brahman, Tuhan Yang Maha Esa.

Demikianlah hipotesa dan tinjauan filosofis saya terhadap artikel TRISULA WEDHA. Harapan saya semoga membawa manfaat dan dapat mencerahkan kita semua. Marilah kita menantikan dia yang dinanti-nanti. Menunggu dia yang ditunggu-tunggu. Ternyata yang kita nanti dan kita tunggu kemunculannya adalah sama. Dia hanya satu. Dia hanya memiliki begitu banyak nama tapi dia tak bernama. Dia yang begitu banyak gelar tapi dia tak bergelar. Karena ketidaktahuan kitalah sehingga kita menyebut dia piningit (menyembunyikan diri atas memingit diri). Karena kesombongan kitalah sehingga kita mengacuhkannya.

Mungkin saja dia tidak seperti dengan apa yang kita katakan atau bisa saja dia tidak bersembunyi sebagaimana yang kita sebutkan. Memang kita semua salah dan hanya dia yang benar. Hanya dia yang suci dari kesalahan, dan kitalah yang jauh dari kebenaran.

LAKI-LAKI DARI TIMUR

Untuk mendukung kebenaran hipotesa ini dan dengan tetap mengedepankan prinsip-prinsip rasionalitas dan obyektivitasnya dianggap perlu mengangkat ramalan Nostrodamus sebagai bahan untuk kompharasi.

Michael Nostrodamus (1503-1566) seorang warga Perancis keturunan Yahudi, tokoh peramal dari Barat yang terkenal karena ramalan-ramalannya dianggap tepat dan akurat. Menurut ramalan beliau yang ditulis oleh V.S Hewitt dan Peter Lorie dalam buku The End of the Millenium, Prophecies: 1992 to 2001, beliau meramalkan pada tahun 2000, disebutkan secara lebih khusus mengenai munculnya seorang pemimpin yang bakal merubah dunia.

Menurut beliau (Nostrodamus):
1. Akan muncul A New World Religion
2. Dipimpin oleh seorang yang dikenali dengan panggilan The Man from the East
3. Dia muncul dari negeri yang terletak di pertemuan tiga buah laut
4. Kemunculannya menggemparkann Timur dan Barat
5. Ketika muncul dia memakai serban biru (The Blue Turban)
6. Dia merayakan hari kamis sebagai hari istimewa bagi dirinya

Cakra Ningrat memberi penafsiran terhadap ramalan Nostrodamus dengan uraian penjelasan sebagai berikut:

1. A New World Religion atau Agama Baru Dunia yang diramalkan akan muncul adalah satu agama baru yang akan menguasai dunia. Agama ini tidak pernah dikenal dan tidak pernah diperkirakan oleh ummat manusia di seluruh dunia. Agama itu adalah agama TRISULA WEDA. Agama ini hanya berisi tiga perintah dan tiga larangan.

Tiga perintah adalah manusia harus melakukan perbuatan yang benar, lurus, dan jujur.
Tiga larangan adalah manusia tidak boleh melakukan perbuatan yang merugikan orang lain, tidak boleh mencuri, dan tidak boleh berbuat kejahatan.

2. The Man from the East atau LAKI-LAKI DARI TIMUR
Itulah julukan yang diberikan kepada pemimpin agama baru dunia. Laki-Laki Dari Timur adalah sebuah julukan yang memberi kesan gagah, berani, kuat, jantan, perkasa, sakti, dan tidak terkalahkan. Julukan ini memberi indikasi adanya peperangan yang telah dilalui oleh sang pemimpin dan peperangan itu telah dimenangkannya.

Satrio Piningit adalah seorang laki-laki. Dia bergelar Pangeran Perang. Jika berperang tanpa pasukan. Menyerang tanpa pasukan. Bila menang tak menghina orang lain. Dia seorang diri mengalahkan musuh-musuhnya. Perang yang dilakoninya adalah perang di dunia gaib. Tidak ada yang mengetahui perang itu kecuali dirinya sendiri.

Dunia gaib adalah dunia tanpa batas yang disebut KEGELAPAN. Siapapun yang berkuasa di dunia gaib maka kelak dia akan berkuasa di dunia nyata. Dunia nyata yang kita tempati sekarang ini adalah dunia yang dikuasai oleh dia yang memenangi pertempuran. Dialah Laki-Laki Dari Timur. Kata Timur dapat dimaknai sebagai tempat terbitnya matahari. Tempat terbitnya terang. Dunia Nyata.

Kelak bila tiba waktunya kita semua akan menyaksikan secara nyata laki-laki itu. Dia adalah Dewa berbadan manusia. Berparas seperti Dewa Kresna. Berwatak seperti Baladewa. Menguasai seluruh ajaran (ngelmu). Mengerti garis hidup setiap ummat. Bersenjatakan Trisula Wedha. Dialah Sang Ksatria. Dialah yang menghapus dan melebur seluruh agama-agama menjadi satu dan mendirikan tonggak sejarah baru peradaban dunia dengan agama baru dunia, yaitu: “TRISULA”.

Nostrodamus meramalkan Laki-Laki Dari Timur muncul tahun 2000. Jayabaya menyebut “selambat-lambatnya menjelang tutup tahun”. Mungkin yang dimaksud Jayabaya adalah menjelang tutup tahun abad XX atau tahun 2000 kemudian dunia Internasional memasuki abad Millenium Baru. Dengan mengamati fenomena alam yang tidak menentu dan kejadian-kejadian lainnya sejak tahun 2000 baik di Indonesia maupun di seluruh belahan dunia. Sepatutnya kita mawas diri dan waspada terhadap kebenaran dua ramalan suci ini. Janganlah jadikan ketidaktahuan kita atau kebodohan kita untuk menguji tentang sebuah kebenaran. Tiada kebenaran selain kebenaran itu sendiri.

3. Pemimpin agama baru dunia yang memakai julukan LAKI-LAKI DARI TIMUR akan muncul dari negeri yang terletak di pertemuan tiga buah laut. Ramalan nostrodamus sangat relevan dengan ramalan Jayabaya, saling mendukung dan saling melengkapi untuk sempurnanya sebuah rencana besar Tuhan. Pertanyaannya dimanakah Satrio Piningit bersembunyi mengingat betapa luasnya Indonesia ini. Nostrodamus mengatakan pemimpin itu akan muncul dari negeri atau wilayah yang terletak di pertemuan tiga buah laut. Satu-satunya negeri atau wilayah yang berada di pertemuan tiga laut adalah SULAWESI (lihat peta).

  SULAWESI

Di sebelah utara pulau Sulawesi adalah Laut Sulawesi, di sebelah selatannya adalah Laut Flores dan di sebelah timurnya adalah Laut Maluku. Ternyata laki-laki dari Timur itu berada di Indonesia Bagian Timur, tepatnya di Sulawesi. Disitulah dia menyembunyikan dirinya sambil menanti waktu terbitnya terang.

4. Dalam kitab suci Alqur’an sangat banyak ayat-ayatnya yang menyebut timur dan barat. Tidak satupun ayat yang menyebut utara dan selatan. Dunia yang kita tempati sekarang berikut peradabannya hanya terbagi dua yakni timur dan barat. Utara dan Selatan adalah daerah kutub yaitu sebuah kawasan yang tidak dihuni oleh manusia.

Kemunculan pemimpin “agama baru dunia” akan menggemparkan Timur dan Barat maksudnya bukan hanya negeri indonesia akan tetapi dia akan menggemparkan dunia beserta seluruh isinya.

5. Ketika muncul dia memakai serban biru (The Blue Turban). Serban adalah selembar kain yang lazim digunakan oleh ummat islam. Serban biasa digunakan oleh orang-orang arab sejak masa pra islam untuk mengatasi hawa dingin atau teriknya panas matahari.

Kebanyakan ummat islam beranggapan bahwa pemimpin yang akan muncul nanti adalah pemimpin islam yang bernama Imam Mahdi. Sebab salah satu ciri Imam Mahdi adalah mengenakan serban. Ciri lainnya adalah menunggang kuda putih.

Tentu saja pendapat ummat islam sangat keliru kalau tidak ingin dikatakan salah. Dalam menafsirkan sebuah ramalan suci hendaknya kita menganalisi kata demi kata. Nostrodamus menyebut “serban biru” (The Blue Turban). “Serban biru” terdiri atas dua kata yang masing-masing memiliki arti tersendiri.

Cakra Ningrat berpendapat “serban biru” adalah kalimat simbolik. Serban adalah penutup kepala. Kepala adalah bagian terpenting dan vital pada tubuh manusia. Akal, fikiran dan logika manusia terletak di kepala sebagai pusat kendali perintah pada tubuh manusia. Warnah biru adalah warnah “dewa” yang melambangkan warna langit tanpa batas dan lautan abadi.

Dengan demikian “serban biru” (the blue Turban) memiliki arti “kekuasaannya yang luas tanpa batas dan bersifat abadi. Hal ini dapat dimaknai bahwa pemimpin yang akan muncul nanti adalah pemimpin yang tidak terbatas hanya di dunia saja tapi juga di akhirat. Dia adalah pemimpin yang abadi dan tak tergantikan. Kekuasaannya tidak hanya di dunia ini akan tetapi juga di akhirat. Pemimpin yang akan muncul ini adalah MESIAS atau AL MASIH.

6. Dia merayakan hari kamis sebagai hari istimewa bagi dirinya. Dia tidak mau menjadikan hari jum’at sebagai hari istimewa oleh karena hari jum’at adalah hari istimewa bagi agama islam. Dia juga tidak mau hari sabtu oleh karena hari sabtu sudah diistimewakan agama Yahudi. Demikian pula hari minggu, dia juga enggan mengistimewakannya oleh karena telah diistimewakan oleh agama nasrani. Karena itu dia menjadikan hari kamis sebagai hari istimewa bagi agama baru dunia “TRISULA”.

Boleh jadi dan mungkin saja hari “penghakiman” akan bertepatan dengan hari kamis. Di hari yang dia istimewakan itu dia akan menghakimi kita. Dia akan memutuskan apakah kita orang baik atau orang jahat. Apakah kita melaksanakan perintah Trisula atau mengerjakan larangan Trisula.

Dialah Dewa berbadan manusia yang dinanti ummat hindu
Dialah Buddha Metteyya yang dinanti ummat buddha
Dialah Mesias yang dinanti ummat kristen
Dialah Almasih yang dinanti ummat islam
Dialah yang memiliki banyak nama tapi tak bernama
Dialah yang memiliki banyak gelar tapi tak bergelar
Dialah yang selalu diingat tapi dilupakan
Dialah yang selalu dilupakan tapi terekam dalam ingatan
Dialah yang dipuja tapi dihina
Dialah yang dihina tapi dipuja-puja

Tiada yang mengetahui dia kecuali dirinya sendiri
Tiada yang sampai pada Tuhan kecuali hanya sampai pada dirinya

Dia bukan Tuhan tapi pembawa sifat Tuhan
Dia bukan Tuhan tapi pembawa cahaya Tuhan
Dia bukan Tuhan tapi pembawa kebenaran Tuhan

Dikatakan dia ada namun tiada
Dikatakan tiada namun bisa jadi dia sudah ada di sekitar kita

Kita menantikan kemunculan dia
Namun dia menanti keputusan Tuhan-nya

——————————————————————————————————————–

Selesai ditulis pada:
Hari Senin tanggal 20 Januari 2014

26 thoughts on “SATRIO PININGIT DALAM FILOSOFI HINDU

  1. Kebahagiaan sejati hanya bisa diperoleh di dalam Tuhan karena Tuhan sajalah yang tidak berubah dan kekal selamanya. Kita seharusnya mengasihi orang di dalam Tuhan dan mengagumi sesuatu demi Tuhan. Kekaguman dan cinta kita terhadap hal temporal seharusnya memimpin kita untuk menikmati Cinta-Nya. Sehingga ketika sesuatu yang kita kasihi hilang, kita tidak akan menjadi pahit hati karena hal tersebut tetap berada di dalam Tuhan dan tidak hilang selamanya. Orang yang memakai segala sesuatu di dalam dunia sebagai sarana untuk menikmati Tuhan (sebagai tujuan akhir) tidak akan pernah kecewa. Kesedihan muncul karena kita mengasihi sesuatu yang tidak kekal, yang berubah dan yang dapat binasa. Kesedihan muncul karena kita percaya bahwa seolah-olah sesuatu yang temporal dapat memberikan kita kebahagiaan yang ultimate atau kekal. Berusahalah mencari pengertian didalam segala ketulusan dan kelemahannya sehingga oleh Anugerah Tuhan kita akan dimampukan untuk melihat benang merah kehidupan kita masing-masing.

    Yohanes 10:17-18

    Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali.

    Tidak seorangpun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali. Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku.”

  2. Diambil dari blog tetangga kutipan mengenai Satrio Piningit. Ijin share.

    http://sandip19ap62.blog.com/2011/11/01/satria-piningit/

    Terima kasih Mas Sandip untuk artikelnya mengenai Satrio Piningit. Menarik sekali.
    Saya hanya ingin menambah masukan saja.

    1. Untuk Satria Piningit bersenjata trisula bisa jadi itu adalah Iman,Pengharapan dan Kasih yaitu senjatanya orang kristen mula-mula.

    2. Lukas 2:40 “Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya” , seperti Yesus, mungkin HIkmat yang ada pada Satria Piningit begitu besar makanya dibilang pendeta tetapi bukan pendeta. Bisa jadi dia memiliki ilmu tentang agama yang tinggi yang diperolehnya secara alami.

    3. Yang ketiga adalah namanya Satria Piningit bisa jadi dia adalah seseorang yang dipingit oleh Allah dan atas kehendak Allah bisa jadi tidak mempunyai keluarga atau menikah. Dipingit oleh Allah untuk menyatakan kemuliaan Allah di bumi Nusantara.

    4. Seperti yang saudara Sandip katakan dari kecil dia akan mengalami hidup yang susah. Mungkin kisah Satria Piningit ini seperti Yusuf yang banyak mengalami saat-saat yang sudah dalam hidupnya sam,pai dirinya selesai dipingit oleh Tuhan, yang mengetahui takdir hidupnya akan menjadi seorang Penyelamat bangsanya tetapi untuk ke depannya masih belum jelas bagi dirinya sendiri sampai Tuhan sendiri yang menyatakan atau piningit Tuhan atas dirinya telah selesai. Bisa jadi dia sudah merasakan bahwa dirinya akan dipingit oleh Tuhan dari pengalaman-pengalaman hidup yang diterimanya. Yang ujungnya seperti Yusuf bahwa dirinya dipilih oleh Tuhan sendiri untuk membebaskan bangsanya dan menyatakan kemuliaan Tuhan di bumi Nusantara ini.

    5. Yang kelima menurut pengamatan saya adalah mungkin awal pertama Satrio Piningit itu muncul pertama kali sesudah terjadi kekacauan yang ada di Nusantara dan seperti Yesus pertama kali di Kana muncul mengadakan mukjizat pertama kalinya di pesta kawin di Kana untuk kesejahteraan banyak orang, bisa jadi Satrio Piningit muncul pertama kali sama seperti keadaan di atas, membuat mukjizat yang pertama terpaksa dilakukan untuk kesejahteraan bangsa indonesia sehingga dirinya baru dikenal.

  3. Ass. Wr, Wb.
    tulisannya mantab membawa wawasan yg sangat sangat luaaas..

    dan saya menyimpulkannya kehidupan ini berputar.. awal menjadi akhir dan akhir menjadi awal dan terus begitu.. karna semua kejadian dari zaman ke zaman hingga sampai sekarang hanyalah pengulangan cerita dengan menyesuaikan atribut pada zaman yg di lakoni..

    kalau di artikan dalam sebuah wadah kehidupan ini bagaikan sebuah bulatan, mau di mulai dari titik mana tapi tetap keberadaannya dalam sebuah bulatan, itu semua berlaku pada semua ciptaannya tidak ada yg terpisahkan dan tidak kemana mana.
    tolong di koreksi..

    • Saya setuju dengan saudara indra.
      Tinggal kita mau menempatkan diri dimana? Dan bersikap seperti apa? Bersifat dan berwatak seperti siapa? Mau jadi duryudana, sengkuni, dursasana, guru drona, bisma yang agung, yudistira, bima, nakula, sadewa, arjuna atau Gowinda ( sri kresna / eyang semar / sebagai perwujudan manusia dewa). Atau tokoh2 yang lain dari perang barata yudha. Disitulah contoh- contoh kongkrit perwatakan dan sifat manusia. Hadir disisi kita dengan nama. Bentuk. Rupa dan di zaman yang berbeda.

      Kalau kita bisa mensifati SEMUA sifat dan sikap baladewa dalam diri kita maka akan munculah satria piningit dalam diri sejati minimal memberi manfaat jagat terkecil diri sendiri.
      Tinggal kita mendalami jati diri terus diwujudkan dalam prilaku dengan berpedoman pada prinsip Benar, Lurus dan jujur (senjata trisula)

  4. Tidak banyak pembaca yang tahu bahwa Bhagavad Gita adalah merupakan bagian terpenting dari cerita Mahaberatha.
    Hinduiseme menganggap Bhagawad Gita sebagai salah satu kitab suci penting selain Weda.

    Bhagavad gita 5.15
    Tuhan yang maha esa tidak mengambil kegiatan yang berdosa atau kegiatan saleh yang dilakukan oleh siapapun. Akan tetapi, makhluk yang membadan dibingungkan karena kebodohan yang menutupi pengetahuan mereka yang sejati
    .
    Bhagavad gita 7.4
    tanah, air, api, udara, angkasa, pikiran, kecerdasan dan keakuan yang palsu- secara keseluruhan delapan unsur ini merupakan tenaga-tenaga material yang terpisah dariku.

    Bhgvad gita 9.4
    Aku berada dimana mana diseluruh alam semesta dalam bentukku yang tidak terwujud. Semua makhluk hidup berada dalam diriku, tetapi aku tidak berada didalam mereka.

    Bgavad gita 9.5
    Namun segala sesuatu yang diciptakan tidak bersandar di dalam diriku. Lihatlah kehebatan batinku! Walaupun aku memelihara semua makhluk hidup dan walaupun aku berada di mana2, namun aku bukan bagian dari manifestasi alam semesta ini, sebab diriku adalah asal mula ciptaan.
    .
    Bhagavad gita 9.8
    seluruh susunan alam semesta di bawah-ku. Atas kehendak-ku alam semesta dengan sendirinya diwujudkan berulang kali. Atas kehendaK-ku akhirnya alam semesta dileburkan.
    .
    Bhagavad gita 9.10
    Alam material ini, salah satu di antara tenaga-tenaga-ku, bekerja di bawah-ku, dan menghasilkan semua makhluk baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak, wahai putera kunti. Di bawah hukum2 alam material, manifestasi ini diciptakaan dan dilebur berulangkali.
    .
    Bhagavad gita 9.11
    Orang bodoh mengejek diri-ku bila aku menurun dalam bentuk seperti manusia. Mereka tidak mengenal sifat rohani-ku sebagai tuhan yang maha esa berkuasa atas segala sesuatu yang ada.
    .
    Bhagavad gita 9.12
    orang yang dibingungkan seperti itu tertarik pada pandangan jahat dan pandangan yang tidak percaya kepada tuhan. Dalam khyalan seperti itu, harapan mereka adalah untuk mencapai pembebasan, kegiatannya yang dimaksud untuk membuahkan hasil atau pahala, serta pengembangan pengetahuannya semua dikalahkan.

  5. Assalammualaikum Wr, Wb
    sy mau nambah dikit aja, kalau boleh.?
    Yang di maksud dengan Ibu pertiwi ( jawa/nyawa/java/Indonesia) adalah Ibu Ratu ( Banten/Banten barat, Banten tengah(jabotabek+kidul, Banten timur).
    Ibu Pertiwi/ Ibu Ratu adalah Istri dari Nabi Dzulkarnaen AS, yang membangun tembok dari utara sampai keselatan wilayah timur Qs Al kahfi.
    Nabi Dzulkarnaen adalah Raja diraja barat dan timur, lalu diteruskan oleh Nabi Sulaiman AS setelah menjadi menantu.

    Simbol, kekuasaan, kekayaan, adalah bumbu penyedap kehidupan, yang patut di syukuri atas Rahman, Rahim ALLAH SWT kpd hambanya yg bersyukur.
    dan yang kufur/ tidak bersyukur di pinta pertanggung jawabannya

    Wassalammualikum Wr, Wb.

    • Bukan hanya Ismetksm, tapi siapa pun bisa mengatakan apa pun. Namun sebagai insan yang diberi karunia akal dan fikiran oleh Tuhan Semesta Alam hendaknya kita senantiasa mengedepankan logika akal sehat kita sebelum menyampaikan pendapat, terlebih lagi jika pendapat itu bernuansa keilahian dan kesemestaan.

      Pertiwi berasal dari bahasa sansekerta “prthvi” adalah Dewi dalam agama Hindu dan juga sebagai “Ibu Bumi.” Sebagai Prthivi (Bahasa Indonesia: Pertiwi) adalah salah satu dari dua sakti Batara Wisnu. Sakti lainnya adalah Laksmi. Laksmi adalah ibu dari alam semesta. Dewi Laksmi dikenal sebagai dewi kekayaan, kesuburan, kemakmuran, keberuntungan, kecantikan, keadilan, dan kebijaksanaan. Dewi Laksmi memiliki ikatan yang sangat erat dengan Dewa Wisnu. Nama lain Prthivi (pertiwi) adalah Laksmi, sedang nama lain Laksmi adalah Rukmini. Dalam artikel SPTM, Satrio Piningit menyebut ayahnya adalah nabi Hidir dan ibunya adalah wanita Jawa bernama Rukmini. Jelas Rukmini yang beliau maksudkan adalah Laksmi (Dewi kekayaan, kesuburan, kemakmuran, keberuntungan, kecantikan keadilan, dan kebijaksanaan) dimana Laksmi dikenal oleh bangsa Indonesia dengan sebutan “Ibu Pertiwi” (ibu bumi / ibu alam semesta). Ibu Pertiwi bukan “ratu,” akan tetapi lebih dari itu, “ibu pertiwi” adalah seorang Dewi. Mengait-ngaitkan ibu pertiwi sebagai Ibu Ratu (Banten, Banten Barat, Banten Tengah, Jabodetabek, Kidul dan Banten timur) adalah sebuah kekeliruan fatal. Lebih tidak masuk akal lagi bila dikatakan ibu pertiwi adalah istri Nabi Zulkarnain yang bermenantukan Nabi Sulaiman As.

      Sampai saat ini ulama masih berbeda pendapat tentang sosok Nabi Zulkarnain. Jika Zulkarnain saja tidak diketahui, apalagi istrinya dan terlebih-lebih lagi putrinya yang menurut Ismetksm diperistri oleh Nabi Sulaiman. Kekeliruan Ismetksm sama saja dengan kekeliruan KH. Fahmi Basya yang menyatakan “Candi Borobudur” adalah peninggalan Nabi Sulaiman.

      • Bener tuh
        Aku sebagai orang bali setuju dengan tanggapannya mas CAKRA NINGRAT.
        Thx. Semoga mereka gk keliru lagi.

  6. Assalammualaikum.wr,wb
    Melihat dari riwayat yang anda postingkan , saya merasa sangat tertarik sehingga dari awal dan akhir sampai selesai saya membaca semuanya.
    Keterangan/Postingan ini Jelas memberikan sumber ilmu pengetahuan bagi kita semua atas dasar dari silsilah kesejarahan yang nyata dan terjadi di muka bumi ini .
    apakah aku dapat mengetahui dengan lebih rinci lagi pak “CAKRA NINGRAT” tentang proses kehidupan selanjutnya yang akan datang …
    Saya hanya memberikan konspirasi dan inspirasi , dengan cara seiringnya waktu yang berjalan dan tiada henti kita harus saling mengingatkan kepada semua umat manusia bahwa kehidupan di dunia adalah sifatnya hanya sementara dan kekal itu abadi di alam akhirat .
    Dan keberadaan yang pasti dengan kenyataan kita semua sudah tau sebagai umat islam bahwa hanya 1Tuhan kita yaitu ( ALLOH SWT )
    maka dari itu aku hanya ingin memberikan saran saja kepada postingan ini yang dikutip dari deskripsi anda .
    Dengan segala hormat serta kekurangan dalam kata saya ucapkan mohon maaf dan terimakasih banyak

    Wassalammualaikum.Wr,wb

  7. Tuhan Yesus Kristus penuh dengan kasih,”jika ditampar pipi kiri mu berikan pipi kanan mu” itulah ajaran Beliau, jadi menurut saya jika Tuhan Yesus adalah satrio piningit yang pandai berperang, kurang tepat.. dan jika dibilang sakti pun saya merasa kurang tepat,sebab Tuhan Yesus adalah anak Allah dia memiliki kuasa bukan lah kesaktian. maaf jika ada salah-salah kata.. saya hanya ingin menyampaikan bahwa Tuhan Yesus itu kasih adanya ,Beliau tidak suka berperang. Dialah sang Penebus, Penyelamat dan Jalan Kebenaran. Terimakasih.. Artikelnya bagus.. Banyak keterangan sesuai dengan kitab suci berbagai agama.

    • Kepada: Anak Yang Hilang

      Bismillahirrahmanirrahim (Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang).

      Pada kesempatan ini Cakra Ningrat ingin menyampaikan firman Tuhan dalam injil Matius 5:38-42 sbb:
      5:38 Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi. 5:39 Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu. 5:40 Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu. 5:41 Dan siapa pun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil. 5:42 Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu.

      Apakah Yesus Kristus (Isa Almasih) merubah hukum Tuhan yang difirmankan kepada Musa sebagaimana dalam Perjanjian Lama (Taurat) Kitab Keluaran 21:24-25; “mata ganti mata, gigi ganti gigi, tangan ganti tangan, kaki ganti kaki, lecur ganti lecur, luka ganti luka, bengkak ganti bengkak.” ?

      Yesus Kristus tidak melakukan perubahan terhadap hukum Tuhan, akan tetapi beliau menawarkan atau mengedepankan satu bentuk ajaran yaitu DAMAI. “Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.” Sungguh sebuah kekeliruan fatal jika perkataan Yesus di atas ditafsirkan sebagai ajaran KASIH.

      Cakra Ningrat membenarkan bahwa Yesus Kristus adalah perwujudan KASIH TUHAN sejak Dia dilahirkan, mati di tiang salib dan bangkit di hari ketiga. Kelak, menjelang akhir zaman Dia akan turun kembali dalam perwujudan sebagai PEMBAWA KASIH TUHAN . Kasih Tuhan tidak hanya sebatas ummat kristiani saja akan tetapi untuk seluruh ummat manusia tanpa membeda-bedakan mereka dari latar belakang agamanya.

      Pikiran Anak Yang Hilang terlalu sempit dan mungkin saja dangkal jika menafsirkan Satrio Piningit tugasnya hanya untuk berperang. Mari kita renungkan bersama; apakah pantas dan apakah masuk akal / logika akal sehat kita jika Yesus Kristus turun kembali ke bumi ini membawa KASIH TUHAN YANG SUCI di tengah-tengah ummat manusia yang hina, kotor, penuh noda dan dosa kesombongan yang nota bene akan menolaknya? Imposibble. Tidak mungkin bung!!!

      Yesus Kristus (Isa Almasih) adalah Raja. Hakim Yang Adil Yang memutuskan perkara-perkara manusia. Dia Bukan Tuhan, tetapi Dia adalah personifikasi, representasi dan perwujudan Tuhan secara nyata di muka bumi dan di akhirat (surga). Oleh karena kita tidak bisa melihat dan mengetahui beliau, maka leluhur kita mengajarkan kita sebutannya sebagai Satrio Piningit (Satrio Yang Bersembunyi).

      Dimana beliau bersembunyi? Kita tidak tahu. Mungkin saja beliau bersembunyi di dalam diri kita. Di hati kita. Entah kita ini beragama katolik, kristen, islam, hindu, buddha, kong fu tse, dan yang lainnya. Kita tidak tahu. Kita hanya bisa memahami sebelum beliau masuk dan menguasai diri kita; akan terjadi gejolak perang di dalam diri kita oleh karena diri kita ini telah dipenuhi dan dikuasai oleh hawa nafsu yang ingin menyesatkan kita.

      Kajian-kajian tentang Satrio Piningit sungguh amat “luas dan dalam” dari sisi mana pun kita memandangnya. Saya menyarankan kepada kita semua agar tidak menjustifikasi diri sendiri sebagai pihak yang paling benar atau paling tahu. Demikian penjelasan saya kepada Anak Yang Hilang, semoga anda tercerahkan.

  8. trisula weda adalah Hikmat, keadilan dan Kasih yang menghasilkan buah sebagai keberadaan dari segala sesuatu,,,,,,hikmat muncul sebgai suatu hal yang mempertimbangkan segala sesuatu dari sisi keadilan dan kasih oleh dasar kebenaran,sehingga menimbulkan kebijaksanaan atas keputusan dalam menyelesaikan setiap masalah…..sama dengan Tuhan,dewa dan manusia…. ruh,jiwa dengan Tubuh,,,,ketika Allah menciptakan segala sesuatu,dimulai dari keberadaan-Nya sebagai Hakekat dari segala sesuatu tergambar jelas sebagai Kehendak,lalu keluar sebagai firman/ucapan,,,dan berakhir sebgai bentuk dari ciptaanNya…. pada hakekatnya segala sesuatu adalah Allah itu sendiri karena segala sesuatu ada dalam diri Allah,ada tidak adanya ciptaan,lenyap tidak lenyapnya ciptaanya pada dasarnya ada dalam diri Allah sendiri,,,,,,Allah adalah tuan dan hamba bagi dirinya sendiri,melayani dan dilayani dirinya sendiri,,,dicipta atau tidak dicipta oleh dirinya sendiri,,,,,,satrio piningit adalah sosok pengemban amanat untuk mengingatkan kembali tujuan hidup kita kembali,dari segala kebenaran ajaran-ajaran kebenaran,,,,, yesus sebgai anak Allah adalah pengungkapan dan Simbol yang jelas tentang semua yang saya katakan… Dialah kebenaran itu,dan kitalah kebenaran nya juga,,,, yesus pernah berkata,AKu didalam mu (manusia) dan kamu didalam Ku (manunggaling) maka apa yang kamu minta akan terlaksanana….yesus juga pernah berkata, kamu akan Melakukan keajaiban lebih dari apa yang aku nyatakan,,,,,
    kabulnya sebuah permintaan terjadidengan pasti bila manusia tinggal didalam Tuhan dan Tuhan didalamnya,,,sebab jika Allah didalam seseorang dan seorang dalam Allah,,,maka Kehendak yang tergambar dari doa n permohonannya tidak lagi berasal dari diri nya secara kemanusiaan,,,tetapi oleh Allah sendiri,,,dan apa yang dikatakan Allah adalah kebenaran yang akan terjadi sebagai sebuaah bentuk kekuasaannya dan Maha mengetahuinya…karena jika yesus disebut anak Allah,maka kita pun adalah anak Allah,,, tunas dengan rantiang adalah sama sebagai suatu pohon……anak Allah memiliki nilai filosofi atas kebenaran jati diri kita bahwa Allah adalah Bapak(sumber dari segala sesuatu) imam dari segala sesuatu…… sama dengan satrio piningit,,,ia adalah kitaa dan kita adalah Ia,,,,,ia adalah kita sebgai pahlawan kebenaran,,,Ia adalah Kekuatan kita dan kita kekuatan Ia,,,karena keduanya Adalah Satu dalam pribadi Allah.
    peperangan satrio piningit,bukan dilandaskan peperangan fisik,,,tetapi mental dan doa,,,dia akan berjuang dalam alam Ruh didalam doa,mentalnya akan memerangi dirinya atas kondisi yang seolah tak mungkin diubah dari orang lain dengan landasan kasih dan bukan peperangan fisik,,,, dia akan memberikan konsep-konsep,prinsip2,dan nilai kebeenaran bagi segala aspek kehidupan atas dasar kebenaran yang sejati,,,,,,,,ia pintar meramal seperti dewa,ramalan adalah prediksi yang kurang akurat karena menyangkut suatu hal yang belum terjadi,kedudukan dari hal ini adalah sebuah gambaran keyakinan dimasa depan. didalam tulisan lain dikatakan bahwa satrio apa yang diucapkan satrio piningit pasti akan terjadi.hal ini jika dihubungkan dengan kalimat pandai meramal,maka kesimpulannya bahwa satri piningit meramalkan sesuatu atas sebuah tindakan untuk mencari kehendak Tuhan sebgai tindakan awal dan berusaha menjalankan prosesnya sebbgai bentuk aplikasi kepada jawaban dari sang pencipta akan pengetahuan mengenai kejjadian masa depan dengan segala esensinya. inipun juga menunjukkan bahwa segala sesuatu yang diucapkan satrio piningit tidak bergantung kepada dirinya tapi kepada perintah dan jawaban dari sang pencipta. melawan sambil tersenyum adalah ciri dari satrio piningit,keadaan terbaik orang dalam tersenyum adalah rasa tenang dan kedamaian dalam hatinya,dalam keadaan seperti apapun manusia,senyum yahng benar-benar sebagai senyum adalah ketika hatinya bersukacita,dan pada umumnya berperang adalah keadaan dimana seorang meresponi sebuah stimulus dengan tindakan yang dipilih (perang) sebagai respon dari sesuatu yang merangsangnya,,, berperang atas hal benar atau tidak,selalu digambar kan dengan keadaan yang serius dan tegang. namun,berbeda dengan ekpresi yang tergambar oleh satrio piningit,,,, beliau melawan dengan tersenyum. darsnya adalah karena satrio telah menemukan arti kebenaran itu sebagai pribadi yangg memberikan kepastian yaitu Allah sebagai landasan dan perisai dari dirinya. ia pun jg telah menemukahn hakekat dari bahagia dan kepedihan bukan lagi sebgai bagian yang dipilah tetapi sebagai hakekat dari pengenalannya Akan Tuhan. satrio piningit telah menunjukkan ketaatan kepada firman yang mengatakan bahwa, manusia harus senantiasa bersukacita dalam keadaan apapun oleh sebab hikmat dan pengertian yang sejati dalam Tuhan.
    rumah susun tiga juga menggambarkan bahwa didalam beliau ada tempat tinggal kebenaran sebagai kekayaan yang tak tertandingi…. dimana dalam pengajarannya akan membagikan nilai dan kesejatian keseluruhan hakekat manusia dalam tiga pengertian mengenai ruh jiwa dan Tubuh sebagai tempat tinggal unsur kehidupan,,, gambaran seperti krisna,atau dari sabda rasulallah berhidung mancung dan berdahi lebar diartikan berpandangan luas dan tampan,tampan bukan diartikan secara fisik,,,sebab krisna adalh gambaran dari ketenangan,ekspresi dari keyakinahn,ekspresi dari ke elokan pribadi. ini lebih kepribadian,,,pemikirannya, dan pembawaannya.
    berkedaton mekah dan tanah jawa,bukan berarti ia islamm,,, mekah adalah jantung hati dari ibadah muslim sebagai rumah suci,,,, dan jawa adalh rumah bagi kesahajaan. rumah suci dari manusia adalah hati nurani terdalam,dan jiwa adalh rumah bagi kelemah lembutan,kesahajaan dan nilai-nilai keselarasan……. jadi satrio pinignit berkedaton kepada hati nurani dan jiwa yang mendasarkan dengan nilai-nilai keselarasan kepada Kasih yang dilandasi Takut akan TUhan (kesadaran tertinggi mengenai hakekat hidup)……

  9. Rahayu
    Trimakasih pak Cakra Ningrat atas pencerahanya. Inilah ajaran yang saya cari-cari selama ini. Inilah rangkuman dari beberapa ajaran agama dunia. Hanya ada satu agama yang benar yaitu kebenaran itu sendiri.
    Izin menyimpan file ini di dokumen saya untuk pembelajaran. Jika berkenan saya akan silaturahmi menemui bapak. Nyuwun pangestune. Kirim nomer telp atau alamat bapak ke kinarto13@gmail.com agar bisa berdiskusi via email. Telepon atau berkunjung ke rumah bapak.

    Trimakasih
    Rahayu sekeluarga

    • Yth. Bp. Kinarto

      Rahayu

      Terima kasih atas sambutan dan apresiasinya. Sejujurnya saya katakan kalau saya sangat sungkan dan sangat menghargai Tim Admin. Rasanya tidak elok kalau saya berkomunikasi secara langsung dengan pembaca tanpa sepengetahuan Admin.

      Blog SPTM ini adalah blog yang terhormat dan mulia. Memiliki banyak warga setia yang berasal dari berbagai latar belakang agama dan etnis yang berbeda-beda. Blog ini kita bangun dan kita bina bersama dalam satu ikatan persahabatan yang memiliki nuansa keilahian.

      Blog ini memiliki sejarah yang panjang. Admin dan warganyalah yang mendiami blog ini yang paling tahu. Saya sendiri masuk di blog ini Tahun 2013 dan tetap eksis sampai sekarang. Artikel yang pertama saya tulis dan mendapat kehormatan dipajang di blog ini yaitu “YANG SADAR,” “YANG TERCERAHKAN” adalah BUDDHA. Selanjutnya saya menyampaikan LEGAL OPINION lalu artikel SATRIO PININGIT DALAM FILOSOFI HINDU, SATRIO PININGIT (IMAM MAHDI) MUNCUL 2015?, dan SATRIA PININGIT PRESIDEN KE-7 ADALAH JOKO LELONO

      Tahun 2014, tim Admin meminta foto saya untuk dipajang di blog ini katanya sebagai bentuk pertanggungjawaban dan sikap konsistensi saya bila terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan berkaitan dengan pernyataan-pernyataan saya yang vulgar terhadap issue- issue dan permasalahan yang sensitif. Awalnya saya keberatan pak tapi Admin mengancam tidak akan menampilkan postingan atau tulisan-tulisan Cakra Ningrat di blog ini jika saya tidak mengirimi mereka gambar.

      Foto pertama yang saya kirim ke Admin sebenarnya cukup bagus dan keren. Saya berpakaian nasional. Berjas hitam. Berdasi dan berkemeja putih bersih akan tetapi ditolak oleh Admin. Katanya; nanti Cakra Ningrat dikira Bapa Pendeta. Foto yang kedua adalah foto saya yang memakai pakaian kebesaran Melayu. Pun mereka tolak pak katanya; nanti Cakra Ningrat dikira Ustadz. Akhirnya saya kirimkan mereka foto saya berpakaian adat Jawa. Itu pun mereka komentari pak katanya; kenapa blankon Cakra Ningrat agak miring? Tapi saya diam aja pak. No comment. Yang terpenting buat saya bagaimana agar tulisan- tulisan saya bisa dimuat dan fikiran-fikiran saya yang memberi inspirasi dan mencerahkan bisa dibaca oleh semua orang. Hitung-hitung mana tahu ada yang penasaran mau mengenal lebih dekat dengan Cakra Ningrat maka itulah aku. Itulah wajahku yang sesungguhnya.

      Uneg-uneg ini sudah lama saya pendam sehingga mohon dimaklumi jika saya curhat pada Pak Kinarto. Makanya pak saya tidak berani berkomunikasi secara langsung dengan pembaca sekali pun dengan warga setia blog ini. Admin blog SPTM sangat tegas dan disiplin pak. Mereka mengontrol ketat semua komentar, pertanyaan dan tanggapan. Maka bersyukurlah karena kita dapat bertemu di blog yang terhormat ini.

      Rahayu Rahayu Rahayu
      Namo Buddhaya

      • Rahayu.
        Tak disangka pak cakra ningrat. Setelah cari info. Kalo benar saya pernah bertemu dengan bapak di Abiyoso. Tampuono tgl 2suro kemarin hari minggu. Bapak berdiskusi dengan 2orang lainya (pemuda) Tapi cuma lihat saja. Besok malam bulan purnama bulan suro saya ke mahkuto romo ten daleme pak riyanto. Bahas jowo dipo. Kale sambang ten mas junaedi. Seandainya memang benar saya ingin bersilaturahmi di sana. Di bawah spilar. Trimakasih
        Rahayu

  10. Tunggu saja jika sudah ada lintang kemukus di arah Timur laut selama 7 hari.. setelah itu selama dua hari matahari tidak akan muncul.. pada hari ketiga akan mucul tapi sudah dari arah barat..
    Pada saat itu banyak orang kaya akan bersedekah, membantu yang lemah.. akan tetapi semua sudah terlambat..Nasi sudah menjadi bubur…

    Rumput Alang-alang Harus di cabut dan bunga mawar harus ditaman..

    Wong seng lali wis akeh (yo lali marang gustine).. nanging kok ora podo gelem nyebut..

  11. Ada banyak hal yang sebenarnya saya ingin perbaiki ,namun saya akan memperbaiki 2 hal penting saja terlebih dahulu 1.Dewa siwalah yang memilika mata ketiga bukan dewa wisnu ,2.Kasta dan Warna itu berbeda ,Warna merupakan pengelompokkan golongan oleh tuhan dalan sebuah tugas dan ini tertulis di Weda ,Sedangkan Kasta itu tidak tertulis di weda ,karena kasta merupakan pembagian derajat seseorang yang sebenarnya disalahkan ,karena semua orang itu sama dimata tuhan. ,Mksi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s