SATRIO PININGIT SANG MANUSIA SEMPURNA

The Seeker: “ada artikel yang nyambung dengan tulisan Satrio Piningit”

SATRIO PININGIT SANG MANUSIA SEMPURNA

Oleh: Gusti

 

SANG PEMIMPIN (artikel pertama)

Oh Negeriku Tercinta
Keadaanmu sakit dan menderita
Baik alam dan rakyat serta pemimpinnya
Rakyat sakit lahir ,batin ,pikiran, perasaan
Pemimpin dipilih dari rakyat untuk rakyat
Maka pemimpin adalah pilihan rakyat, karena dari rakyat
Jadi lah memimpin yang sakit yang memimpin rakyat negara sakit
Sakitlah semuanya keadaan negaraku, tanah airku

Tidak akan sembuh negaraku oleh sistem manusia sakit????
Negara , rakyat akan sembuh, Jika di pimpin oleh pemimpin yang sehat lahir batin

Hanya pemimpin, pilihan Tuhan yang mendapatkan wahyu dari-Nya yang dapat menyembuhkan, memakmurkan, menjaga negeriku rakyat nusantara……..adil, makmur, bahagia

Negeri para dewa tidak akan mencontoh kemakmuran negerinya hanya semua dengan bentuk kenikmatan ragawi dan nafsu?

Melainkan dapat mengangkat harkat martabat manusia ke tingkat yang lebih tinggi??Sebagai manusia sempurna yang sesuci dengan ciptaan kreasi dari yang maha sempurna?

Sekarang negeriku, rakyat nusantara lagi menderita sakit parah,masih dalam UGD menunggu  Mujizat dari Tuhan untuk di sembuhkan……

Tidak akan sembuh negeriku, rakyatku jika dengan cara sistem yang di ciptakan oleh manusia manusia sakit…..

Negeriku tidak mengenal demokrasi, negeriku mengenal kekuasaan tunggal (karena pemimpinnya manusia sempurna)  negeriku , negeri para dewa, para manusia adi luhung, yang kekuatannya bukan dari kecerdasan, materi ilmu pengetahuan duniawi saja.melainkan dari kesadaran yang tercerahkan, kesadaran tertinggi sempuna lahir batin.

Sempurna yang diajarkan oleh para manusia sempurna maka negeri ini akan berubah jika di pimpin dan diatur oleh manusia sempurna …… maka sempurnalah, makmurlah, adilah, sejahteralah negriku jika manusia yang tercerahkan , pilihan Tuhan, pengejewatahan Tuhan tidak muncul di permukaan bumi nusantara tercinta ini apa yang terjadi?????

Gelap, gelap, gelap selamanya….

Sungguh miris melihat keadaan ini yang bakal terjadi apakah negara ini akan dimusnahkan , termusnahakan , rata, diratakan, oleh karma buruk bangsa ini keadaan kehancuran di depan mata, apakah kalian masih sakit dan buta, tidak mengenal hal itu??????

Adakah dari sekian banyak rakyat yang sakit, segelintir orang yang  masih sehat lahir batinnya????

jika masih ada? masih ada setitik harapan untuk negeriku agar tidak hancur.

Sekarang ini pemimpin lahir dari sistim kekacauan ,Bukan pemimpin dari kehendak rakyat

Pemimpin yang tumbuh dari, propraganda untuk mengendalikan suara rakyat, Suara rakyat yang terkibuli, terpasung, oleh sistim yang datang dari luar.

Rakyat tidak berkuasa apapun atas negrinya? Inilah negri yang terjajah oleh sistim.

Suara rakyat  yang terbeli, tertipu, dipermainkan oleh sistim, dimana kuasamu, kamu tidak akan sadar karena sakit-sakit.

Pemimpin yang terpilih dari kemulyaan kesucian yang datang dari Tuhan

Di kawal oleh para leluhur mulya bangsa ini Itulah pemimpin yang sanggup mengembalikan kejayaan bangsa ini Baik lahir batin, kesempurnaan, kemakmuran, keadilan, kesejahteraan dll

Jadi berharap agar pemimpin semacam itu ada Untuk mengatur, memimpin, menjaga, negeri ini beserta rakyatnya, agar sehat dulu, baru makmur, adil , terakhir sempurna sebagai manusia.

Yang memancarkan cahaya kemulyaan, kesucian, kebijaksanaan, kecerdasan, keadilan, kedamaian, kebahagian dari dalam dirinya ?.

Tidak ambisius, tidak dapat dikendalikan oleh apapun, apalagi oleh harta, kekuasaan, uang, kepentingan pribadi, karena dia telah mencapai kesempurnaan sejati Menyatu dalam alam kenyataan sebenarnya ,menyatu dalam keabadian yang haqiqi, dialah yang memiliki bumi dan langit sebenarnya?

Memimpin dunia terlalu kecil bagi dirinya? Tidak mungkin dia memunculkan dirinya Kecuali jika manusia memohon kepadanya? Harapan begitu???????

Jika rakyat yg tersadarkan memohon kepada yang Maha Kuasa agar hadir manusia Sempurna itu di negeri ini, maka cepat atau lambat pasti muncul jika rakyat indonesia memerlukannya?

Dia tidak memerlukan gelaran, kekuasaan, nama baik, pujian, harta, termasuk pengabdian, dia telah melampaui segalanya dalam pencapaian kesempurnaan diri yang tertinggi,

Dia itu manusia yang sempurna, telah melampaunya semua, termasuk agama, kepercayaan, pikiran dualitas, keimanan, kepercayaan.

Dia telah bersaksi akan jati dirinya yang sebenar benarnya?

Dia melampaui semuanya(kesaktian, kesucian, alam cahaya, alam dualitas, agama, kepercayaan, pokoknya keadaan manusia) menyatu dengan yang abadi…… berada di alam yang sunyaluri, hening, yang sebenarnya, karena semuanya hilang ????? ada apa gerangan di alam ini ????? tidak ada yang sanggup mengutarakan? (bukan hening turunnya gelombang pikiran Lo) yang tidak ada gambaran, bentuk, suara, rasa energi, cahaya, kenangan,dia mencapai ke suatu keadaan, yang tidak dilahirkan di ciptakan.

Semoga negeriku, duniaku Negriku di-Pimpin olehnya dan ada di dunia ini, manusia semacam  itu , dia telah menyatu melebur  dengan sang pencipta, penghancur dan pemelihara dalam dirinya, dia yang bisa menggerakan kuasanya itu karena dia berkuasa atasnya…….

Dialah yang melampaui…. Tidak ada kata kata, gambaran lagi……..

Dia telah mengalami semua perjalanan sebagai manusia yang menuju ke alam sempurna, hening sunyaluri, ada dan tiada, semoga manusia semacam ini membimbing dan hadir serta berada pada masa kehidupanku agar aku sebagai manusia tercerahkan terbimbing olehnya, dari semua dogma, ajaran, kepercayaan, agama, keyakinan yang semuanya hanya dibicarakan katanya, menjadi jelas dan nyata

Karena dialah yang sanggup menerangkan, dia yang berhak untuk memberikan pencerahan , dia cahaya kehidupan untuk manusia , dunia ini memerlukan pemimpin yang betul mengalami setiap perjalan menuju kesempurnaan jati dirinya….

Dia yang di tunggu dan diharapkan…..

Dialah senyatanya Sang –HUUUUUUUU-mmmmmmmmmmm

Dia manusia tapi bukan manusia

Dia Maha Terang tapi bukan cahaya

Dia Ada tapi samar dan gaib

Manusia semacam ini tidak akan muncul dari kelompok agama, kepercayaan, atau kelompok macam apalah yang ada di dunia, dia telah meliputi alam semesta. Dia-lah yang telah mengESAkan dirinya, dia ada dimana mana? Dia yang terasing dan terpingit dari pandangan manusia sakit, rendah. Tak terjangkau oleh sebagian besar umat manusia 99.999999% jumlah manusia di bumi tidak mengenalnya??????? Kali hanya yang Maha Kuasa saja yang mengenalnya . mungkin-mungkin?

Yang masih mengandalkan, dogma, pikiran, baik buruk, benar salah, agama dll yang masih bingung, sakit, mencari, belajar,menghayati, mana bisa mengenalnya.

Dia rahasia dari yang ter-rahasia, dia gaib dari ter-gaib, dia samar tapi sangat nyata, dia manusia tapi bukan manusia karena pencapaiannya? Pasti ada dia- pasti ada dia, karena alam semesta masih ada karena dia ada juga.

 

NEGARAKU SEDANG SAKIT (artikel kedua)

Negaraku sedang sakit

Suatu negara ditentukan oleh rakyatnya, rakyatnya ditentukan oleh kualitas manusianya, manusianya ditentukan oleh kualitas pendidikan, pendidikan ditentukan oleh kualitas gurunya, gurunya di tentukan oleh kualitas ilmunya, ilmunya di tentukan oleh yang menciptakan ilmunya, kualitas ilmunya ditentukan oleh manusia yang telah mencapainya, kualitas pencapaian ditentukan oleh kualitas dirinya dalam pencapaian, pemahaman, pengertian, dan pengamalannya. Dialah ujung dari semua nya ? siapa dia yang sebenarnya, adalah pembimbing sempurna.

Jika pembimbing sempurna ada , maka akan mengajarkan kesempurnaan.
Membuktikan kesempurnaan, membuktian alam perbuatan nya.
Pembimbing sempurna dia yang telah sampai ke tujuan yang Haqiqi.
Hanya dialah yang mengetahuinya.

Karma perbuatan bisa terjadi karena diri sendiri, kelompok, organisasi, masyarakat, rakyat suatu negara dan manusia dunia, semua karmanya akan mempengaruhi dunia, negara lingkungan dan keseluruhan yang ada di sekitarnya? Semua berdampak. Dari tanaman karma dan pasti akan berbuah karma itu, buahnya akan sama dengan apa yang mereka tanam perbuat. Jika tanaman yang ditanam bibit unggul pasti buahnya uanggul dan lezat atau sebaliknya.

Manusia dalam hidupnya tidak akan mengetahui tujuan hidup yang  sebenarnya, jika tidak ada yang menghantarkan dan menunjuki kearah itu… manusia sebagai rakyat hanya-lah pengikut, mengikuti apa yang diajarkan dan mereka percayai…..

Masyarakat tidak untuk menjadi penentu, yang menjadi penentu adalah yang mereka percaya, yakini, imani, nah siapa yang menciptakan semua itu agar di ikuti, di yakini, di imani oleh rayat? Rakyat hanya mengikuti, membela dengan membabi buta, semua bisa dikendalikan, di hipnotis massal, apa melalui media, cetak, TV, radio, film, propaganda apapun bentuk caranya, agar mereka menjadi tertib? Terkendali , terkuasai oleh mereka yang mengendalikan,

Hanya segelitir orang yang memberontak menolak pengendalian itu, mereka menginginkan kebebasan dari pengendalian, propaganda, dogma yang mencekokinya, mereka mencari pencerahan agar mereka tercerahkan jika berhasil, jika tidak mereka yang terasing di dunia asing ini.

Keadaan negaraku ditentukan oleh karma rayaknya sendiri,  pemimpinnya, ini ditentukan oleh kualitas dirinya masing masing manusia sebagai penghuni. Apapun yang dirasakan sekarang adalah hasil dari tindakan, perbuatan karma masa lalu bangsaku, jika terus terpuruk dan jatuh rendah kualitas bangsaku, berarti bangsaku dan rakyatnya pada masa lalu menanam bibit yang jelek, buruk sekaranglah panennya?

Negara dan rakyatnya akan berubah keadaannya jika semua penghuninya rakyatnya, manusianya berubah, maka karma perubahan itu akan merubah nasib, kualitas negara dan bangsa , rakyatnya.

Rakyat hanya mengikuti perintah pemimpinnya, negaraku dari dulu menganut sistim negara tunggal otoriter, karena yang memimpin manusia adiluhung, sempurna, telah mengenal dirinya, maka dia mengenal rakyat, negara dan alamnya, bisa dilihat dari tata cara adat istiadatnya, seperti tumpengan, kerucut bukan?, hanya satu yang diatas, karena kebijaksana-annya pembagian kekuasan berdasarkan keahliannya antara para pandita yang mengurus apa? Raja mengurus apa, dsb, akan tetapi jika raja sempurna dialah yang bertanggung jawab secara penuh lahir batinnya kepada negara bangsa, rakyat, dunia, baik dunia tumbuhan, binatang, mahluk gaib, semua yang ada di daerah kekuasaan-nya dia sanggup memimpin.

Itu kalau bedasarkan manusia yang sempurna, karena dia mengetahui  semua alam, dia harus memimpin, tetapi rakyat biasa tidak mengetahuinya hanya sang raja yang sempurnalah yang tahu akan itu.

Begitu besar kuasa dan tanggung jawabnya, semuanya akan sanggup di jalani, karena dia telah sempurna…. Dengan sendirinya kekuatan, cahaya energi kesempurnaan yang ada pada dirinya akan terpancar keluar menerangi negara, rakyat, dan alamnya, untuk menghilangkan kekuatan kegelapan, kebodohan, keliaran, kekacauan negara dan rakyatnya….. karena Dia telah menyatu dengan dirinya, Dia telah sempurna dengan dirinya, apapun yang ia ucapakan langsung terjadi, apapun yang ia dengar ..mendengarkan semua getaran mahluk hidup, apa itu suara hati manusia, binatang, tumbuhan, alam gaib dsb…

Dia menjadi pemimpin untuk semua mahluk yang ada di dalam kuasanya, semuanya tunduk kepadanya karena pancaran cahaya Kesucian dan pengalaman hidupnya yang tersurat tersirat dari kekuatan energi cahaya yang terpancarkan dari dalam DiriNya……

Sungguh enak tenan memiliki pemimpin semacam itu, karena negara , rakyat akan diurus dengan sempurna, telaten, karena negara dan rakyat alam-nya merupakan perwujudan diri si pemimpin sempurna itu sendiri, pasti tidak akan mengecewakan yang di pimpinnya, semua akan terangkat terselamatkan termakmurkan terlindungi karena keberadaan dirinya itu. Pantas lah dunia kan menjadi surga karena penuh kenyamanan, kedamaian, kebahagiaan, karena pemimpin sudah mencapai keadaan itu semua.

Jika pemimpin semacam itu ada, apa perlu rakyat memberikan masukan kepada sang pemimpin, ya enggalah, dia berada jauh dari tingat kecerdasan rakyat, rakyat hanya diam saja pasti akan di sajikan keadaan, situasi, yang menyenangkan.

Bagaimana rakyat yang masih rendah kesadaran , ilmunya akan memberikan masukan kepada pemimpin yang telah sempurna, makanya jika ada pemimpin semacam ini tidak perlu ada demokrasi, wah kalau demokrasi semua rakyat berbicara tanpa sadar kualitas dirinya, ingin didengar padahal mereka lagi ngigau sakit…. Kacaulah keadaan dunia……..

Serahkan pasrahkan kepadanya, karena dia tidak memerlukan apapun dari keadaan dunia, dia telah tercukupi segala galanya, jadi perhiasan keadaan dunia tidak mungkin mengotori ,menarik dirinya???? Dan tidak menarik lagi dunia ini bagi beliau.

Kita sebagai manusia, negara, rakyat yang sangat beruntung memiliki pemimpin semacam itu. Hanya susah dan amat susah, tapi dia ADA, hanya kita yang tidak tahu saja, bagaimana akan tahu hal itu , manusia  telah di sibuk-kan oleh masalah hidupnya sendiri,tidak sempat untuk berbenah mensucikan diri, mengusir kegelapan diri, maka tidak akan berjumpa dan menjumpainya.

Kalau ingin berjumpa semua harus serempak masyarakat, manusia untuk berdoa mengharap sambil berbenah diri, merubah diri, mensucikan diri, dengan sadar tanpa paksaan, dengan kualitas meningkat masyarakat, manusia, maka gelombang keadaan sang pemimpin itu akan ketahuan ter-deteksi, dan bisa mendeteksi dimana keberadaanya, ibarat radio, tv, Hp dengan repeater dan operatornya…..

Kalau kita tidak ada hp, radio, tv sebagai alat penangkap signal-nya tapi operator memancarkan gelombang energinya, ya dablek ga tau apa apa.

Saya berharap untuk merubah keadaan suasana negeri, negara, bangsaku dan rakyatnya, dengan di pimpin dan di kendalikan oleh manusia semacam itu, barulah negara akan makmur menjadi negara yang berdasarkan kesempurnaan se-suci dengan maksud tujuan diciptakan tercipta manusia dan alam ini oleh Sang Pencipta, hanya sang pemimpin yang sudah melebur dengan Sang pencipta-lah yang sanggup merubah semuanya itu, jika tidak, ya ada masa gelam ada masa maju, ada masa gelam lagi, ada masa kebodohan lagi semuanya akan turun dengan sendirinya dan naik jika sudah mentok, dan berputar terus semacam itu, itulah keadaan bangsa yang berputar di antara karma bangsa dan rakyatnya?

Semoga ada perubahan agar kita dapat mandiri dari kesadaran sempurna bukan pandangan nilai yang di dapati dari manusia yang memuja duniawi, akan berbeda pandangan jika ada manusia sempurna karena kesempurnaan itulah yang akan diterapkan di sampaikan kepada kita semua….

Kalau ada yang mengatakan dimana ada manusia sempurna???? Ah itu karena dia tidak sempurna dan bodoh, jadi untuk membela dirinya itulah kata kata yang di ucapkan?

Ada katanya, Sebutan-nya, pasti ada wujudnya, hanya kita tidak tahu saja.

Keberadaan manusia sempurna selalu ada, kalau tidak ada, dunia ini sudah hancur, siapa yang memelihara dan menjaganya??? Ya DIA….. Yang di Pingit

Dari dunia rendah, paham rendah, pikiran rendah,tidak akan tahu, hanya manusia yang tercerahkan terpilihlah bisa mengetahuinya.

Saya harap, tunggu, mohon, pemimpin semacam ini yang tersembunyi disembunyikan dirahasiakan oleh kemulyaan kesucian kesempurnaannya dapat muncul memperkenalkan dirinya agar saya yang mengharap kehadirannya merasakakan manfaat , mengerti, memahami,sebagai manusia yang diciptakan sesuai maksud tujuan dari sang pencipta, hanya dialah yang sanggup membuka buku rahasia itu.

Buku rahasianya itu berada dalam dirinya, karena dirinya yang mengalami menulis semua kejadian pengalaman dalam perjalanan menuju kesempurnaan itu sendiri, dia menghidupi, menghayati, memahami, mempraktekan ilmunya sampai dia sampai ke tujuan yang rahasia ter-rahasia dari rahasia yang ada, bagi dia yang mencapainya sudah tidak rahasia lagi, karena dia sudah mengetahuinya.

 

MANUSIA SEMPURNA (artikel ketiga)

Negara , maju, makmur , adil, ditentukan oleh manusianya sebagai penghuninya, jika penghuninya bodoh, bebal, masing menggunakan sifat binatang (makan, main, tidur sex, hanya sejengkal dari pusar ke atas dan sejengkal dari pusar kebawah ) mana bisa dunia menjadi surga, yang ada sifat binatang , saling menghancurkan seperti di hutan. Siapa yang kuat kebuasannya dia menjadi raja.

Apa agama kepercayaan yang sudah ribuan tahun dapat mengantarkan manusia menuju pencapaian sempurna ?? berapa banyak orang beragama berkepercayaan telah lulus dalam agama-nya ( sampai ke Illahi) NoLLL …selama ini hanya sampai melihat cahaya sudah hebat. Akan tetapi dirinya masih terjebak terpenjara, oleh akal pikiran, dualitas (baik buruk, senang susah, Tuhan Hamba)

masih mencari kebenaran menurut dualitas, hanya kebenaran nisbi karena benar dan salah menyatu saling tarik menarik, manusia pada umumnya hanya baru sampai sana? Masih nyaman dengan kebenaran ilusi,…padahal apa yang mereka cari, kumpulkan dalam kehidupan ini akan menjadi kenangan belaka. Sayangnya kenangan yang mereka kumpulkan terbanyak adalah kenangan buruk,

gelap, menjadikan mata batin, hati menjadi gelap.

Coba anda pikirkan jika pada saat terjaga seakan akan nyata semuanya, ramai dunia ini dengan seakan akan nyata, tapi pada saat tidur dimana kenyataan tadi hilang sirna, termasuk diri anda sirna, dimana kenyataan tadi. Disinilah ke-fana-an dan ilusi. Apakah kebenaran ilusi yang dicari.???

Manusia awam senang dengan dogma yang di tanamkan pada dirinya. Dan senang dengan perbuatan debat kusir, semua masih dalam perjalanan tidak ada yang benar dan salah yang jelas belum sampai dan belum tahu benar sebanar benarnya itu kaya apa?

Kecuali ada yang telah sampai, maka dialah yang benar sebenarnya ? tapi siapa, kalau dia ada juga di depan anda tidak akan percaya anda, karena anda mengaku benar sendiri padahal anda masih di perjalanan? Repot kalau tertutup hati, kesadaran.

Bagaimana kalau ada sekelompok orang buta mau lari maraton di pimpin wasit buta, pada saat peluit di bunyikan dan mereka berlari, seperti ayam bubar mencari jalan sendiri sendiri, tidak sesuai dengan arah jalan menuju finish, mereka mencari jalan masing–masing, dan merasakan serta mengaku dirinya sudah ada di jalan yang telah ditentukan, padahal jalan pertandingan sepi dari pelari yang mengikuti petunjuk, maklum orang buta. Begitu pula kita dalam perjalanan jika buta pasti mengambil jalan masing masing, dan mengaku benar masing masing. Bagaimana dengan manusia sempurna ? dia tahu jalan matanya melek, cuman kasihan dia sendirian larinya tidak ada saingan, sampai ke finish pun tidak ada yang mengakui, hanya dirinya saja dan tulisan Finish menjadi saksi.

Jaga pikiranmu, karena akan menjadi perkataanmu, jaga perkataanmu karena akan menjadi perbuatanmu, jaga perbuatanmu karena akan menjadi kebiasaanmu, jaga kebiasaanmu karena akan membentuk nasibmu, dan nasibmu berawal dari pikiranmu.

Nah jika semua orang yang beragama, berkepercayaan sudah menguasai dirinya berarti bisa mengusai hidupnya? Apa sudah bisa hal ini saja? Bagaimana akan mengenal tuhan, diri sendiri saja tidak bisa dikenali? Bagaimana bisa mengenal kebenaran hakiki ? dualitas saja masih jadi raja,

Tuhan itu gaib, tidak serupa dengan ciptaan, makanya jangan dilogikakan, biarlah yang gaib itu tidak memiliki nama, malah dikasih nama oleh manusia jadi ribut, biarlah yang gaib itu tidak ada sifat, malah di-sama-kan sifatnya seperti ciptaan manusia jadi ribut-lah, semua di logika-kan, coba logikanya pake saja untuk yang logika yang dapat dicerna di dunia. Gunakan alat lain untuk mencapai yang gaib, jangan memakai logika tidak akan sampai. Pakai-lah yang gaib juga.. apa itu Roh anda?

Cuman sayang anda sendiri tidak kenal diri, tidak kenal roh, tidak kenal kesadaran, banyak tidak kenalnya akan diri bagaimana bisa kenal sama yang maha gaib? Buta buta

Bagaimana anda akan memanggil manusia sempurna dalam kehidupan anda jika anda pada buta tuli, apalagi otak dijejali dengan dalil dogma yang macam macam, dan semua itu sudah membentuk anda jika manusia sempurna ada dan hadir di sekeliling anda, pasti tidak akan percaya dan di percayai, pasti banyak pertanyaan? Apa benar dia? Mana buktinya? Dan buktinya itu harus sesuai dengan yang buta? Seakan akan yang buta yang menentukan dia manusia sempurna atau bukan. Atau guru ditentukan kualitasnya oleh muridnya? Dimana mana juga guru yang menentukan muridnya.

Makanya siap-siap kan diri untuk berubah, ber-bersih diri, dari kebutaan, kebodohan, kotoran, apa saja yang membelenggu diri, agar nanti jika bersih kehadiran sang manusia sempurna dapat merasakan dan meng-iya-kan kehadirannya. Manusia sempurna butuh apa? Manusia selamat dan hancur karena perbuatannya, perbuatannya di-karenakan pikiran, pikiran di-karenakan pendidikannya dan pengalamannya.

Manusia itu di iri dari semua mahluk, karena manusia sanggup mengembangkan dirinya dari begitu kuat melekat sifat binatang, sampai dia bisa membebaskan dirinya dari sifat binatang, terus meningkat sampai dia menjadi manusia, (pikiran perasaan tindakannya manusia), dia terus menguasai dan masuk kedalam dirinya sampai dia dapat mengendalikan dirinya pikirannya, rohnya, nafsunya segalanya yang ada dalam diri, sampai dirinya terang benderang, sanggup melenyapkan semua ilusi, agama ilusi, pikiran ilusi, kepercayaan ilusi,

semua baru sebatas gambaran panca indra sampai menjadi data di pikiran dan itu pun kalau ada neuron (saraf) sampai ke otak, kebenaran sampai data ke otak,kalau otaknya rusak, sarafnya rusak, tidak ada semua kenangan hilang, mana ada orang gila bertuhan, mana ada bayi bertuhan dan beragama, cuman di indonesia saja bayi beragama ( gendeng).

Apakah orang tidur , pingsan, mati suri beragama? Ya tidak. Agama khusus untuk orang waras. Tapi malahan beragama kenapa orang menjadi tidak waras???? Saya tidak tahu itu.

Manusia itu bisa melepaskan dirinya dari semua belenggu, yang manusia buat dan tanamkan sendiri, dia menjadi pemberontak, dia mencari kebebasan, kemerdekaan, dari semua belenggu, tanpa kemauan yang kuat, tanpa kecerdasan yang superjenius mana bisa sampai ketujuan, lihat alam semesta saja segitu besar dan luas apa mampu di tampung oleh otak manusia? Sedangkan manusia sempurna harus sanggup merangkum menciutkan seluruh alam semesta itu, karena dia akan masuk ke dalam alam yang hakiki yang tidak sanggup di jangkau oleh pikiran, kata-kata, ucapan, gambaran visual ? konslet nantinya

Sampailah dia meniadakan semua yang ilusi, seperti hologram, hologramnya mati? Apa yang ada, hening, suwung, blenk, lenyap semua ilusi, yang ada,.. yang abadi?

Dia akan mengembangkan dirinya dan melebarkan dirinya meliputi seluruh alam semesta? Bukannya dia dalam mengembangkan dirinya memegang agama duniawi? Ya enggalah. Agama duniawi itu kecil? Bukan untuk alam semesta, jangankan alam semesta di dunia saja tidak akan bersatu, karena semuanya ngaku yang paling benar, Jikalau semua menyaksikan sebenarnya siapa dia itu ….., dan hanya satu Dia, pasti bersatu. Karena manusia tidak ada yang bersaksi jadi seperti sekarang jadinya.

Kalau memang agama duniawi itu berlaku untuk universal, bawa saja ke alam masing-masing, tanya kenal ga dengan agamanya.? Misalnya ke alam tumbuhan, binatang, makhluk gaib, alam cahaya, terus ke mahluk luar angkasa, kenal tidak?, jawabnya TIDAK kenal. Wong bahasanya juga lain, kecerdasannya lain?

Manusia sempurna itu  sanggup mengembangkan diri dari manusia yang rendah sampai berkembang dengan sempurnanya masuk ke alam yang abadi hakiki, yang tidak dapat di jangkau oleh pikiran,kepercayaan,kesadaran, rupa , suara, agama, dia sudah terbebas. Entah dengan siapa meleburnya dia, alam yang sunyi senyap, tidak ada ilusi, tidak ada siapa siapa, dikatakan juga

salah. Tapi dia mengalami sadar, pencapaiannya, sayang tidak ada pengakuan dan membawa sertifikat dan  tanda tangan cap dari yang ada di alam sunya luri itu. Nah perjalanan semacam ini lah yang susah sekali dan amat terasa berat sekali. Tidak ada yang bisa menerangkan keadaan di alam NOL ini ..juga salah ga bisa di tulis deh…. Semoga saja manusia sempurna ini cepat lahir dan hadir…..

Gimana ya kalau hadir juga manusianya pada buta tuli, mana bisa tahu dan nerima apalagi mau di perintah olehnya……. Satu-satunya jalan, manusia yang memintanya harus melek dulu, sadar dulu, sehat dulu. Biar tidak chaos, baik chaos di dalam diri sendiri atau diluar diri.

Selama manusia buta hati pikiran, manusia sempurna tidak akan dapat menampakan dirinya, walau hadir dan nyata tetap kita tidak tahu. Bagaimana kalau Tuhan berwujud manusia turun ke dunia, ada yang percaya? yaa ga akan ….yang ada dibilang gila .kalau percaya? Benar itu. Benar sekali, karena belum pernah ada yang bertemu dengan Tuhan sebenarnya?

Semua nasib tergantung ditangan manusia-nya, kehidupan hanya pilihan. Manusia sempurna hanya menonton kelakukan orang orang buta tuli.

Sang manusia sempurna sudah menyaksikan dan menyatukan dengan kenyataan ada dan tiada, dia sudah tidak ada lagi perbedaan, dia sudah meng-Esakan dirinya, dia sudah meniadakan dunia alam semesta yang ada sekarang ini, yang hanya bayangan dari diri sang ADA di alam hening sunya luri yang tidak berubah. Maka lenyaplah bagi dirinya semua gambaran ilusi alam semesta dan semua isinya. Entah apa yang ada di dalamnya.

Makanya manusia sempurna muncul kedunia ilusi lagi dengan membawa keadaan yang hakiki, menjadikan dunia dan alam semesta yang kita kenal sebagai alam semesta ilusi hilang di hadapannya. Dia yang ada dan maha hidup abadi, manusia bisa mencapai hal ini, jelas di iri oleh yang lain. Makanya sangatlah kecil dunia alam semesta ilusi bagi dirinya?

Apa yang di ingikan dari alam ilusi,..yang repot manusia buta, alam ilusi dikira nyata, itulah yang harus di lakoni di jalani oleh manusia dalam kehidupan ini agar sampai ke alam yang senyap, hening dari semua ilusi…….

Agamanya apa manusia sempurna? yang jelas islam maksudnya selamat, selamat dari yang ilusi, dimana tinggalnya? yang jelas di jawa, bukan pulau jawa, sifat manusianya….

Saya sendiri tidak akan sanggup mengenalnya karena buta, dan belum mengenalnya. Seandainya kenalan juga entah harus bicara apa benar atau tidaknya, yang ada penolakan daripada percaya, maklum tukang tipu ada dimana mana, pikiran pasti tertipu. Hanya bisa tarik napas saja lah dalam dalam.

 

SANG PENCARI (artikel keempat)

Sang manusia sempurna, sempurna karena pencapaiannya dalam kehidupan di dunia menuju puncak tertinggi dari pencapaian manusia dalam alam hening, awang uwung suwung, beliau telah memperjuangkan segala kehidupannya untuk mencapainya kerena kerinduan yang amat sangat kepada Tuhannya. Dengan segala kepasrahan, keikhlasannya, menjalankan segala upaya perjalanan mulai jalan kepercayaan, agama, dengan bulat dan utuh. Akan tetapi Tuhan menjadi magnit yang begitu kuat bagi dirinya tanpa sadar tertarik, tersedot dalam pusaran cahaya, energi, keimanan kepada Tuhannya, menjadi jalan petunjuk yang pintas untuk menyaksikan sebenar-benarnya sang maha anonimus tak bernama, tak berwujud, yang tidak dilahirkan, tidak diciptakan, tidak sama dengan segala wujud ciptaan. Karena gelombang cinta kehendak kemauan tercurahkan kepadanya….. begitu pula sang anonimus, maha hening mendambakan jalan dan jati dirinya kepadanya,  menjadikan semuanya menjadi mudah, mulus.

Selesailah sang manusia sempurna dalam mewujudkan perjalanan sebagai ciptaan kepada tujuan yang sebenarnya, itulah sempurnanya karena perjalanan menuju ke dalam diri di luardiri untuk berjumpa dengan sang maha ada. Beliau sanggup melampau semua bentuk ciptaan yang ada di dunia, beliau sanggup melampaui kebenaran kenyataan ilusi dengan sebenarnya. Bersemayamlah beliau dalam inti sari pati hidup sebenarnya, bukan hidup berbanding dengan kematian. Dengan peleburan dirinya dengan anonimus , maha hening, blank, beliau telah membuka semua rahasia-rahasia yang ada di dunia alam semesta dan tuhannya tidak ada yang terlewatkan membuat beliau terbuka dengan jelas bagi dirinya tidak ada kerahasiaan dan kegaibannya. Dalam perjalanan hidupnya beliau sanggup meniadakan segala kepemilikannya baik itu dirinya sendiri, harta, agama, kedudukannya, segala kenikmatan duniawi, yang ada hanyalah sang hidup itu sendiri. Beliau berada dalam alam sunya ruri, tak sanggup digambarkan, diucapkan, tidak ada apa-apa tapi ada apa-apa.

Bagi manusia sempurna penguasaan diri adalah perjalan pertama yang harus dilalui. Beliau akan mengenal segala keberadaan bentuk sifat dirinya, sampai Beliau menguasai, mengendalikan dan menjadi raja bagi dirinya, lalu Beliau melewati dan melampaui….. . Terus berjalan sampai ke dalam keheningan, keberadaan yang nyata, bukan ilusi lagi. Di tempat yang abadi, tidak ada bentuk rupa keadaan, sifat, kekuatan, salah juga menyebut dan menguraikan. Maka sekembalinya dari pencapaian di dunia, beliau manusia yang bukan manusia, beliau memiliki kecerdasan tak terhingga, kesadaran tak terhingga, dalam dirinya. Beliau menguasai sebagai pencipta, pemelihara dan penghancur, (mungkin maksudnya trisula) sebagai kekuatan yang mutlak yang beliau bawa dari alam sana. Beliau tidak memerlukan apa-apa lagi, tidak ada yang menarik lagi di alam ilusi ini, karena telah menyatu dengan yang kekal.

Beliau telah melampaui alam fisik manusia,alam cahaya, alam rohani, alam gaib, alam para suci, alam para dewa dan alam-alam lainnya semua di lampaui, ingin tahu bagaimana cara melampauinya maka anda harus bertemu dengannya, bertanya dan minta diajari oleh beliau yang telah mencapainya. Ini hanya tulisan fiksi saja dari saya.

Beliau mengenal manusia dengan utuh dan sempurna sebagai mana beliau mengenal dengan utuh dirinya sendiri sebagai manusia. Apa bedanya dirinya dengan manusia lainnya secara fisik, makanya beliau mengenal bentuk keadaan manusia. Beliau yang telah sempurna, dengan kesempurnaan itulah beliau yang maha kaya, segala sesuatu yang ada adalah miliknya, dengan cahaya terpancar dari dirinya dunia mengetahui bahwa beliau sebagai tuan dan pemilik sebenar-benarnya, Beliau tidak harus memberi cap sebagai miliknya karena tidak akan kemana-mana dan memang miliknya, harta akan berdatangan kepadanya, baik yang tersimpan, yang harus diolah atau harta karun sekalipun akan mendatanginya karena beliau sebgai pemilik tunggal, bukan karena surat.

Apakah manusia semacam ini yang ditunggu oleh umat manusia dari dahulu? Dengan berbagai sebutan dari Satrio Piningit, Maitrea, Imam Mahdi, Mesias, Kalki ? Terserah manusia menyebutnya apa, beliau tidak membutuhkan gelaran, sebutan, kedudukan, apa lagi harta. Apalagi mengharapkan beliau sebagi raja, terlalu kecil kedudukan itu bagi dirinya, beliau telah mencakup alam semesta. Beliau terlindungi dan dilindungi oleh kesempurnaan pencapaiannya, jadi tidak ada manusia yang mengenalnya, kecuali oleh dirinya sendiri. Disini terpingit, terahasia, manusia tidak bisa meraba keberadaannya apalagi mereka-reka.

Apakah manusia semacam itu ada sekarang? Ada. Beliau tidak pernah mati, kita lah yang buta tuli, menjadikan tidak mengenalnya, kita tertutup mata batinnya. Beliau memegang kitab rahasia dari terahasia, kitab gaib dari yang gaib, sebagai pedoman petunjuk pencapaian kesempurnaannya, bukan kitab suci yang dicetak dipercetakan. Kita membicarakan beliau seakan-akan paling kenal, padahal tidak kenal sama sekali itu, hanya mereka-reka saja, jauh dari sebenarnya, itu lah rahasianya. Beliau ada di dalam setiap kepercayaan, agama. Beliau juga telah melampau semua kepercayaan dan agama, karena beliau telah meng-esakan dirinya sendiri dan segala sesuatu yang ada di dunia. Beliau telah meng-esakannya. Beliau memiliki berbagai sebutan, nama dari setiap masa, agama, kepercayaan. Sesungguhnya dari masa ke masa hanya Beliau seorang, orangnya itu itu saja.

Beliau itu kadang hadir di tengah manusia, kadang tidak hadir atau tidak muncul, tidak di setiap masa beliau itu hadir di lingkungan manusia, mungkin kemunculannya akan ditandai dengan chaos yang amat sangat, sampai manusa tidak bisa mengendalikan lagi. Mudah-mudahan sekarang Beliau muncul tanpa ada chaos. Tapi rasanya tidak mungkin juga ya? Aku sendiri tidak berkeingin berjumpa denganNya, abis susah. Jika berjumpa juga suka akal-akalan, bertanya-tanya karena keraguan, walau sudah diberikan jawaban terus saja ragu, takut akan keadaan diri, lebih baik beliau yang mendatangi saya, itu jauh lebih mudah daripada saya yang mencarinya.

 

 

SATRIO PININGIT         (Artikel Kelima)

Satrio Piningit sang manusia sempurna dengan berbagai sebutan, gelaran
yang di kenal di setiap masa dan jaman. Karena pencapaiannya menjadi
terpingit , ter-rahasiakan, sebagaimana ter-rahasiakannya alam
sunyaluri, alam hening, alam yang tidak dilahirkan diciptakan, ada dan
tiada, hanya manusia semacam Beliaulah yang sanggup membuka rahasia
itu.

Berkat penyatuan dan peleburannya dengan kenyataan hakiki, kekal
sebenarnya yang tidak ada bandingannya dengan ciptaan, menjadikan
Beliau berada dalam alam kekal dengan Hidup itu sendiri, bukan hidup
yang ada bandingan dengan kematian, hidup yang sebenarnya, menjadikan
Beliau tidak pernah rusak, mati, hancur, Beliau selalu ada…. Cuman
keberadaanya dirahasiakan oleh kemulyaan keadaan jati dirinya…. Beliau
adalah saksi sejarah dari keberadaan bumi dan isinya…. Mungkin Beliau
pula yang membuat semua yang ada di bumi termasuk kecerdasan,
kepercayaan, agama dan sebagainya.

Beliau tidak ada yang memerintahkan untuk berbuat sesuatu, karena
Beliau telah abadi dalam sari pati hidup yang maha hidup….. semua
sejarah umat manusia yang di agungkan di mulyakan manusia sampai
sekarang itu semua jejaknya. Beliau berada dalam setiap kurun waktu ,
budaya, umat manusia.

Bagaimana sejatinya SP sebagai manusia sempurna, karena pencapaiannya
itu menuju ke asal muasal manusia sebenar benarnya, Siapa Dia? Tidak
bernama, tidak dilahirkan, tidak berbentuk, Beliaulah yang yang tahu
sebenar-benarnya keadaan…

Dimana SP sebagai manusia sempurna itu berada, sungguh dia berada
dimana-mana karena Beliaulah yang meliputi ruang dan waktu, ada di
setiap penjuru dunia. Kalau di dunia, jika Beliau menginginkan Sebagai
SP, maka Beliau akan hadir muncul di Indonesia…. Badan manusia Beliau
bisa pake yang mana saja, akan tetapi jika kemunculannya di Nusantara,
maka akan memakai baju nusantara fisiknya…  dinusataranya dimana?,
harus lihat kebelakang sejarah, apakah jaman atlantis, jaman sunda
land, sampai nusantra, dimana? Mungkin sunda land? Orang sunda mungkin
sekarang, kenapa ?semua cerita jaman ke-emasan manusia ada pada masa
sunda land. Sesungguhnya dirinya bukan manusia biasa kebangsaan dan
jati diri suku tidak masalah, hanya jika tanah nusantra terpilih oleh
Beliau untuk muncul, maka Beliau akan muncul memakai suku dari tempat
yang akan di bangkitkan.

Jadi siapa yang bisa mengenal Beliau sejatinya, sebetulnya hanya diri
sendiri Beliau itu yang faham betul, akan tetapi pancaran cahaya
terangnya, kekuatan energi dsb semua mahluk baik itu mahluk gaib, para
suci para dewa, para nabi, mengenal siapa dia sebenarnya, Beliaulah
yang membuat semuanya ini, Beliau pula yang akan mengakhiri dan
membuat cerita baru……

wajar saja kehadiran Beliau di masa ini di harapkan di tunggu oleh
manusia, para dewa-dewi , para nabi, para suci, para malaikat, semua
alam tahu keberadaannya, hanya manusia yang tertutup kenapa? Keadaan
jati dirinya belum sanggup menerima dan kualitasnya masih di bawah
masih di kuasai ego rendah, di kuasai nafsu, dikuasai dualitas dll…..
ini khusus yang sudah mendalami lebih dalam dan dalam lagi dari
perjalanan manusia baru mengerti. Kalau masih rendah bertanya dan
bertanya ragu dan ragu akhirnya pusing, memang begitu nasibnya kalau
tidak tahu.

Jika anda sudah masuk dan berdiam di alam para dewa, para suci, pasti
mengetahuinya? Maaf bukan manusia yang baru di siapkan? Atau baru
belajar, SP itu tidak ada gurunya dan tidak ada yang sanggup jadi
guru, nah jika Beliau muncul maka semua sebutan manusia yang di tunggu
di wartakan oleh agama dan kepercayaan kepada manusia dari jaman ke
jaman dengan berbagai sebutan akan mengerucut ke 1 orang, orang ya
Beliau itu sendiri, karena Beliau sendiri yang memerintahkan untuk
penyebaran dan menunggu manusia yang sempurna itu…….. kok bisa SP
muncul di indonesia? dari dulu juga Beliau memulai dari sini,
mengakhiri dari sini, membuat cerira baru nanti dari sini, wajar saja
jika mau mengakhiri, semua yang Beliau ciptakan di masa lalu akan di
hancurkan, serta membuat cerita baru lagi untuk masa yang akan datang,
begitulah alam ilusi, Beliaulah yang mengendalikan, menguasai alam
ilusi, ada dan tiadanya? Karena Beliau sudah berada di alam yang
memang ada seadanya yang tidak berubah rubah, alam yang langgeng.
Tanpa chaos ( bencana besar ) Beliau tidak akan hadir untuk muncul di
kenal, serba rahasia.

Bagaimana kok bisa raja jaman dulu tahu akan kedatangan Beliau di
sini? Jawaban nya karena Beliau yang menceritakannya kepada raja itu,
dan raja itulah yang mewartakannya? Tinggal kita yang utak atik gatuk
7 keliling. Ga ada yang mendekati keberadaanya, hanya bisa mereba
dengan warta itu, di tafsirkannya berbagai macam, menjadikan tambah
kacau.

Jika kita berhati suci, berpikiran jernih, memancarkan cahaya sucinya
dari dalam diri, nanti Beliau akan mewartakannya kepada anda dimana
Beliau berada? Mudah bukan. Kalau anda kotor hatinya tertutup dosa,
pikiran liar, kalau ada pun anda sangkal? Itulah masalahnya.

(23/10/2014)

 

AWAL DAN AKHIR SATRIO PININGIT   (Artikel Keenam)

 

Kita sebut saja manusia sempurna Satrio Piningit yang akan muncul di
indonesia, memang dari jaman ke jaman nusantaralah awalnya segala
kebudayaan, roda cakra panggilingan terus berputar, ada jaman yang
tertinggi, ada masa manusia pada jaman kegelapan, ada satu negara
maju, negara lain miskin,dan terus berputar, setiap putaran jika
manusia di setiap negara kedudukannya bagus maka diberikan kesempatan
untuk maju dan berkembang. Demikian dengan keadaan umat manusia. Ada
kalanya di atas ada kalanya di bawah, semua saling mengisi . SP
sebagai sebutan manusia tanah jawa yang di wartakan oleh Raja kediri,
dimana raja sendiri di kasih tau oleh Beliau untuk di wartakan,
demikian dengan agama dan kepercayaan yang ada di dunia sudah
mewartakannya dengan sebutan lain, akan tetapi manusia orangnya hanya
satu orang. Dia yang ter rahasia dan sempurna rahasianya.

Apakah mungkin nusantara jadi pilihan kemunculan manusia sempurna,
jika di lirik sejarah purba dan perkembangannya mungkin,karena awal
dari manusia cerdas muncul dari sini, hanya sejarah belum mengungkap
dengan jujur saja, satu saat sang SP muncul semua kebenaran akan
muncul,karena data sejarah yang sebenarnya di simpan dengan rapi serta
di jaga dari kehancuran oleh waktu dan tangan manusia jahil.. semua
terjaga keasliannya. Satrio Piningit Manusia Sempurna (SPMS) ada di
indonesia itu tergantung apakah manusia sempurna memilih muncul di
Nusantara (indonesia) atau tidak, jika indonesia sudah jatuh pada cara
panggilingan untuk bangkit, tinggal nunggu waktu saja, karena cahaya
perubahan sudah ada dan lahir di sini. Jika tidak kita akan gelap dan
gelap keadaanya.

Saya anggap SPMS lahir di indonesia, dulu sunda land, arti makna dari
sunda ya, berarti masa kegelapan indonesia sudah ber abad-abad akan
kembali pulih dan akan memimpin dunia? Akan tetapi sekarang manusia
nya masih kebelinger, mungkin harus di sucikan dulu dengan musibah
yang besar,menyaring siapa yang bisa melanjutkan dengan tatanan dunia
baru atau yang tersingkir, yang selamat itu yang terbaik. Karena
penyaringan berhubungan dengan hukum karma masing masing manusia
indonesia, tidak ada yang bisa lari dari hukum karmanya itu. Bukan
yang lain yang menghukum akan tetapi semua perbuatannya yang akan
menghukum. SPMS bukan titisan ini itu, dia yang melingkupi semua
bermuara padanya, maka-nya kalau muncul bisa sebutan apa saja sesuai
dengan kebutuhan pada masa itu, apa di sebut dewa, Nabi, atau apa
saja, karena manusia yang lemah rendah memandangnya dia sebagai apa?
Jadilah memiliki julukan dan gelaran agar bisa di pandang beda dengan
manusia awam lemah itu. Sebetulnya bagi dia tidak ada gelaran yang
cocok lagi. Dia menyatu dengan anda semua, kalau Beliau bilang saya ya
kamu, kamu ya saya, menunjuk kemana saja begitu adanya, dia yang sudah
esa.

Mungkin kalau muncul di nusantara Satrio Piningit khususnya di jawa…..
nanti orang timur tengah nyebut apa, terserahlah dari mana
memandangnya dan anda memandangnya bisa dari mana saja, karena semua
menginginkanNya untuk mewakili kelompoknya, dia menyatu dengan
semuanya, hanya itu saja.

Karena Beliau itu terus hidup dari masa ke masa, jadi semua kekayaan
yang mana Beliau pada saat itu tampil di muka umum bisa sebagai  raja,
nabi, manusia suci apa saja, Beliau simpan semua kekayaannya karena
tidak ada yang hilang di dunia dan alam semesta hanya berubah bentuk
saja. Nah yang menjaga harta juga dengan sendirinya kepercayaan
beliau, makanya jika beliau muncul semua penjaga harta Beliau akan
menyerahkan dengan sendirinya, tidak usah dengan surat menyurat
sebagai mana manusia modern, dia dengan pancaran cahaya sudah tahu
semua itulah manusia sempurna abadi telah muncul kembali di dunia.
Akan tetapi kemunculannya itu tidak akan diri dirinya, biasanya
keinginan, jeritan, doa dari manusia yang masih sadar akan keberadaan
dirinya, dengan ketulusan keyakinan kepercayaan keimanan
kepada-nya-lah semua doa permohonan getaran itu yang akan
membangkitkan Beliau untuk muncul walau biasanya dengan huru hara
dulu, itu untuk penyaring-gan saja.

Makanya Beliau mengunakan trisula (pencipta, penghancur, pemelihara)
jadi Beliau pasti kan mengancurkan tatanan yang sudah ada dan tidak
ada manfaatnya lagi bagi kelangsungan hidup manusia yang tidak
berubah, setelah di hancurkan Beliau akan menciptakan tatanan baru,
cerita baru untuk kelangsungan kehidupan manusia, entah bagaimana
rancangannya, setelah tercipta maka Beliau akan memelihara sampai
batas waktunya. Seperti agama kepercayaan yang ada sekarang sampai
ribuan tahun bertahan,karena beliaulah yang menjaga, akan tetapi kalau
muncul dalam kehidupan umat manusia berarti masa waktu tatanan itu
akan ber akhir. Berakhirnya tatanan yang sudah dibuat mungkin manusia
menyebut kiamat, akan tetapi sebetulnya mengakhiri yang lama memulai
yang baru…. Dia yang sudah sampai ke tujuan dan yang tahu jalan cerita
semua ini akan di bawa kemana, apa maksudnya? Tugas manusia untuk
mencapai jaman keemasan harus bisa membebaskan dari semua jebakan
jebakan yang sudah ada, yang akhirnya terbebas dari semua, bisa
membayangkan jika manusia terbebas dari semua belenggu, duniawi,
ego,rasa ketakutan, keyakinan, dan lain lain. Jika bisa terbebas umat
manusia dari segala sesuatu, maka dimensi manusia akan cepat berpindah
dari 3 ke 4 ke 5 dan seterusnya, semoga saja SPMS benar-benar ada dan
muncul di indonesia pada periode sekarang. Kalau tidak muncul ya sudah
nasib bangsa ini akan tenggelam, tetapi jika betul muncul jangan
khawatir negara walau berubah sistem pemerintahannya tempat manusia
alamnya sama, berubahlah bangsaku,berubahlah negriku, berubah
rayatnya, sambutlah jaman kemulyaan,keemasan, kejayaan menjadi pusat
dari perubahan dunia pada masa datang jika SPMS itu hadir dan muncul
untuk memimpin negeri Nusantara ini…….

Bacalah dengan perasaan yang dalam , Rasakan getaran hidupnya dari
cerita ini, rasakan kekuatannya membuka semua tabir ketakutan
keresahan diri, rasakanlah Kerinduan akan kehadirannya, rasakan
pancaran energy-nya, jangan menggunakan logika , nanti saja kalau
membuat tesis. Cukup dengan rasa yang bersih hati yang tenang damai,
emosi yang menggelora merindukannya, saya pastikan anda kan merindukan
dan menangis ,tidak ada kata kata ,aku Rindu.., bimbinglah angkatlah
tunjukan ke tempat yang sangat mulya dan agung nan suci.

Sekian cerita manusia sempurna .

24/10/2014

Iklan

23 thoughts on “SATRIO PININGIT SANG MANUSIA SEMPURNA

  1. Menurut saya pada dini hari sudah ada beberapa orang yang di sentuh oleh BELIAU yang meng-esakan dirinya. Kelompok ini semacam alat mekanisme yang di pakai oleh BELIAU untuk pembersihan dari dalam. Pembersihan bukan berupa menyudutkan yang tidak benar, tapi mengundang meluruskan pemikiran dan tindakan pemimpin dan rakyat. Mereka akan mendapat kesempatan untuk bekerja cara jujur untuk dan bagi rakyat Indonesia dan juga rakyat sesama rakyat. Nanti rombongan yang akan bekerja dibawah pimpinan BELIAU akan menjadi besar dan mangkin besar. BELIAU posisinya tidak terlihat (invisible) , dibelakang layar , tapi kekuatannya maha besar dan kuat dan akan menyebar di seluruh tanah air kita.
    [mohon maaf bila bahasa indonesia saya kurang sempurna dan ada yang tidak pantas]
    Yus.

  2. dia itu bukan anak orang meskin tp bukan juga anak orang yg kaya raya.
    sebagai tanda, jika dia ketemu orang yg lebih rendah derajatnya maka dia akan dihina seperti org miskin,hina sampai sepertinya tidak layak dia hidup dibumi ini padahal mereka tidak sadar bahwa sesungguhnya mereka itu sedang menghinakan diri mereka sendiri seperti apa yg mereka ucapkan/hinakan/tuduhkan/fitnahkan ke dia yg terpilih.

    bagi yg derajatnya hidupnya medium up to high memandang dia itu bisa jadi biasa saja atau sedikit segan/malu karena berbagai hal yg tidak dapat dijelaskan tapi yg jelas tidak akan menghinakan dia.

    (ini berlaku kepada wanita)

    bagi wanita yg hidupnya menjijikan dan penuh hawa nafsu dunia maka wanita itu akan memandang rendah kapada dia yg terpilih karena dia tidak sadar rupanya dia telah menilai dirinya sendiri bukan menilai dia sang terpilih.

    bagi wanita alim dan hatinya indah maka jika melihat sang terpilih maka rasanya akan cendrung malu dan ingin dekat-dekat sang terpilih ini meski sang terpilih susah memahami arti cinta dari wanita-wanita yg telah lama memandangnya dari kejauhan atau berusaha mendekatinya tp nampaknya dia malah menjauh karena merasa tidak ada yg mencintainya atau dia anggap berteman lelaki maupun wanita sama aja.

    dia itu seperti cermin untuk diri sendiri.

  3. Salam damai bp. Cakraningrat..

    Saya sangat terharu sekali membaca tulisan terbaru bp..

    Semoga Tuhan merestui satrio piningit muncul di indonesia.

    • Salam damai untukmu wahai Pengembara.

      Artikel “Satrio Piningit Sang Manusia Sempurna” ditulis oleh Bp. Gusti. BUKAN Cakra Ningrat. Saya juga terharu membaca artikel tersebut, sampai membuat mata ini berkaca-kaca. Barangkali itulah yang dimaksud “getaran” sebagaimana yang dikatakan Bp. Gusti di akhir artikelnya.

      Cakra Ningrat memberi apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bp. Gusti selaku penulis yang mewartakan sekaligus berbagi pengetahuan dan pemahaman dengan kita semua. Apa yang Gusti sampaikan adalah sebuah KEBENARAN yang tidak perlu lagi kita ragukan karena memang benar-benar yang Gusti sampaikan dalam artikel itu adalah BENAR Kebenaran-Nya. Kebenaran Sang Manusia Sempurna. Sebagai orang yang SADAR dan TERCERAHKAN, Cakra Ningrat menerima kebenaran-Nya secara utuh dan sempurna.

      Apa pun agama yang kita anut, keyakinan kita adalah sama bahwa Tuhan itu Satu. Ahad. Tuhan Yang Maha Esa. Bila keyakinan kita memang sama bahwa Tuhan itu Satu, lantas apa akibat yang terjadi? Akibatnya Yang Esa Tidak Bernama. Semua nama-nama yang diimani oleh manusia hanya penamaan yang Dia berikan agar manusia mengenal diri-Nya. Karena itu manusia tidak bisa merasa diri yang paling benar, atau yang paling sempurna dalam hal kedekatan atau keselamatan hanya karena keyakinannya terhadap penamaan-Nya.

      Kita semua meyakini akan adanya Tuhan Yang Menciptakan. Tuhan Yang Maha Pencipta. Segala sesuatu Dia-lah Yang Menciptakan, termasuk penamaan-penamaan atas Diri-Nya. Kenapa Dia menciptakan penamaan-penamaan Diri-Nya? Karena sesungguhnya Tuhan tidak memiliki nama. Tegasnya, TUHAN TAK BERNAMA. Yang membedakan Tuhan dengan segala ciptaan-Nya adalah Tuhan tak memiliki nama, sementara semua yang Dia ciptakan diberi-Nya nama. Termasuk segala macam penamaan yang merujuk atau menunjuk diri-Nya adalah ciptaan-Nya. Kenapa? Karena sesungguhnya Tuhan tidak memiliki nama. TUHAN TAK BERNAMA. Dari sisi mana pun kita memandang-Nya. Andaikan Tuhan memiliki nama, tentu sudah lama manusia bersepakat dan bersatu di dalam nama-Nya itu.

      Jika TUHAN TAK BERNAMA, lantas bagaimana kita seharusnya memanjatkan sembah dan puja kepada Yang Tak Bernama, sebab yang kita sembah dan puja selama ini hanya penamaan-penamaan-Nya saja, sementara yang kita ketahui nama-nama-Nya pun hanyalah ciptaan-Nya? Jawabannya; Cakra Ningrat tidak tahu.

      Dalam artikel SPTM disebutkan “Satrio Piningit adalah dua kata sifat yang menyatu dan melekat pada diri seseorang.” Siapakah seseorang itu? Seseorang itu adalah MANUSIA SEMPURNA. Siapakah Manusia Sempurna itu? Yang Tak Bernama Memberi penamaan-penamaan kepada Sang Manusia Sempurna dengan banyak penamaan antara lain; Imam Mahdi, Isa Almasih, Yesus Kristus, Buddha Meitreya, Dewa Kalki dan masih banyak lagi penamaan lainnya. Di semua tempat di belahan bumi, di masing-masing alam dia diberi penamaan oleh yang Tak Bernama. Karena banyaknya penamaan tersebut, maka sebaiknya kita kesampingkan semua penamaan itu. Kita sebut saja beliau sebagai Manusia Sempurna sebagaimana yang dikatakan oleh Bp. Gusti.

      Dapat dipastikan Manusia Sempurna memiliki nama. Entah nama apa yang diberikan oleh Yang Tak Bernama. Hanya Tuhan Yang Tak Bernama. Manusia sempurna adalah ciptaan-Nya, karena itu Yang Tak Bernama memberi nama kepadanya. Kita tidak mungkin dapat mengetahui nama Manusia Sempurna yang sesungguhnya sebelum tiba waktunya, sebab nama Manusia Sempurna merujuk atau menunjuk kepada Dia Yang Tak Bernama. Manusia Sempuna adalah representasi Yang Tak Bernama. Yang Tak Bernama mengejewantah di dalam diri Manusia Sempurna.

      Artikel “Satrio Piningit Sang Manusia Sempurna” yang ditulis oleh Bp. Gusti telah menginspirasi saya untuk lebih giat lagi melakukan kajian-kajian kritis tentang segalanya dan semua hal. Wassalam.

      • salam tercerahkan semua sahabat
        salam hotmat pak cakra 🙂
        awl saya menemukan artikel GA (penulisnya gaib,no name), sya merasa takjub dengan tata bahasa penulisannya,, banyak hal2 yang saya yakini kebenarannya namun ada pula yang sulit untuk difahami karna logika saya yg sempit terkotak oleh dogma2 agama, namun sya slalu mengikuti perkembangan artikel GA trsbut, hingga menemukan artikel SPTM(penulisnya gaib,no name) , SPMA(bpak cahyo) dan yg terbaru SPMS(bpak gusti) yang bapak kelola dlm blog bapak ini 🙂
        Dan alhamdulillah hal2 (ilahiyah) yg dulunya mngambang dlm benak saya sedikit demi sedikit mulai faham (maklumlah pak pikiran rakyat yg sakit) dan mulai smakin tercerahkan, dan saya meyakini manusia sempurna itu sudah ada disekeliling kita, namun kita masih buta akan kehadirannya.
        jd yang ingin saya tanyakan kepada bapak,, bagaimana agar hati dan pikiran kita melek dan benar2 bisa merasakan akan kehadirannya dlm khidupan kita,?
        trimakasih sbelumnya pak cakra 🙂 salam hormat
        salam tercerahkan smua sahabat.SPTM. wassalam..

        • Yth. Sdr Fatih Al Hasri

          Assalamu Alaikum. Wr. Wb

          “Tuntutlah ilmu dari buaian sampai ke liang lahad.” Kalimat bijak ini masih diperdebatkan, apakah hadits nabi atau bukan. Intinya pendidikan adalah kebutuhan utama manusia. Kita semua sepakat dan sependapat tentang pendidikan seumur hidup. Long Life Education. Pendidikan hukumnya wajib bagi manusia.

          Begitu juga bila kita hendak mendekat atau didekati oleh manusia sempurna, maka kita harus berpendidikan. Syaratnya minimal lulus S2. Maksudnya SABAR, dan SYUKUR.

          Sabar dan syukur bukanlah sebuah ucapan karena ucapan di mulut kadang-kadang gombal bahkan dusta. Sabar dan syukur juga bukan di perasaan karena terkadang tanpa kita sadari ada riya’ yang selalu ingin mengotori kesyukuran itu. Lulus S2 maksudnya memahami hakikat sabar dan syukur dengan akal fikiran kita. Dengan akal itu kita mencapai kesadaran. Dengan kesadaran kita akan tercerahkan.

          Contoh yang sederhana; sebelumnya Fatih berada di blog GA. Fatih berada di blog itu dengan penuh kesabaran sampai Fatih menemukan blog SPTM. Setelah menemukan SPTM maka Fatih harus bersyukur. Selanjutnya Fatih masih harus bersabar untuk terus mengikuti blog ini karena tidak dengan serta merta masuk ke blog ini langsung mendapatkan apa yang diinginkan. Butuh waktu sampai artikel SPMS selesai ditulis oleh Gusti untuk selanjutnya diatur pemajangannya oleh tim admin. Setelah Fatih membacanya ternyata artikel itu cukup mencerahkan. Anda patut bersyukur karena telah menemukan jawaban berkaitan dengan masalah keilahian yang anda ingin ketahui selama ini. Semua itu dapat terjadi berkat kesabaran anda sendiri. Nah sekarang anda perlu bersabar lagi untuk kemudian bersyukur selanjutnya bersabar lalu bersyukur lagi. Begitu seterusnya silih berganti sabar-syukur-sabar-syukur. Cakra Ningrat tidak tahu kapan berakhirnya dan dimana ujungnya. Adalah menjadi kewajiban kita untuk selalu sabar dan syukur dalam hal apa pun dan kondisi / keadaan bagaimana pun. Jika filosofi pendidikan S2 ini dapat difahami dengan baik dan benar, Cakra Ningrat tidak bisa memastikan apakah nantinya Fatih yang mendekat pada manusia sempurna atau sebaliknya justru manusia sempurna yang datang mendekati Fatih. Dia datang dengan caraNya sendiri. Anda akan merasakan getaranNya maski mata anda tidak dapat melihatnya.

          Berpeganglah pada Filosofi S2, jadikanlah S2 sebagai prinsip hidup anda. Terapkanlah secara nyata filosofi S2 dalam hidup dan kehidupan anda. Sepanjang hayat dikandung badan. Sejak dari buaian sampai keliang lahad. Apapun agama yang anda anut maka anda harus berpendidikan S2.

          Dalam alqur’an (2:153) Tuhan berfirman :
          “Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” Dalam keadaan susuah dan senang jadikanlah “sabar” itu sebagai sahabat sejatimu yang selalu setia bersamamu.

          Dalam alqur’an (14:7) Tuhan berfirman ;
          Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.

          Dalam keadaan apa pun hendaklah kita harus bersyukur. Sekecil apa pun kebaikan yang kita dapatkan hendaknya kita syukuri. Bila mendapatkan suatu musibah atau masalah yang cukup pelik untuk diselesaikan, apakah Fatih bisa bersyukur?… Harusnya bisa! Syukurilah karena Fatih masih hidup berarti Tuhan masih memberi kesempatan kepada Fatih untuk mengatasi musibah atau masalah tersebut dengan baik dan mengambil hikmah serta pelajaran dari kejadian itu. Musibah / masalah itu pasti bisa diatasi karena Fatih telah menjadikan “sabar” sebagai sahabat sejatinya. Sebagai sahabat sejati “ sabar “ akan menginspirsi anda dan memberi solusi kepada anda terhadap semua hal demi untuk kebaikan dan keselamatan anda sebagai sahabat sejatinya.

          Berjuanglah dan usahakan lulus S2. Kelak, Fatih akan tahu sendiri betapa enaknya hidup ini jika menjadikan sabar-syukur itu mengiringi nafas kita. Nafas itu berputar-putar silih berganti, dihirup dan dihembuskan maka seperti itulah sejatinya sabar dan syukur.

          • subhanalloh… alhmdulillah….
            trimakasih pak cakra atas pencerahannya yg sngat bermanfaat ini,
            smoga kita semua bisa bersabar dan bersukur dlm pencarian kebenaran yg haqiqi amin…
            salam untuk smua sahabat 🙂
            barokallohu lana 🙂

  4. luar biasa pemahaman nya
    jangan jangan penulis sudah memahami semua kejadian nya
    kalau sudah memahami ,dia bukan manusia lagi
    sungguh beruntung kalau dia ada di indonesia

  5. Sangat mengharukan, membuat saya meneteskan airmata membacanya. Semoga Tuhan ridho dengan kerinduan dan pengharapan para manusia yang tercerahkan yang menunggu kemunculan Yang Dipingit dan kehadiran dirinya di Bumi Nusantara. Astungkara, awighnamastu… Alhamdulillah, aamiin.

  6. Salam kebenaran…
    Salam hormat, Bpk. Cakra Ningrat beserta admin, izinkan saya menyampaikan pesan kepada :
    1. Mereka yang telah mendapatkan kepercayaan dan diberi amanah oleh beliau, semoga kalian tetap berpegang teguh dalam melaksanakan tugas masing-masing hingga akhir hayat.
    2. Mereka yang belum mendapatkan kesempatan bertemu beliau, semoga kalian tetap bersabar karena beliau akan mengunjungi kalian dengan caranya sendiri yang tidak bisa diduga-duga.
    3. Mereka yang sudah pernah bertemu beliau tetapi ragu dan bimbang, semoga kalian tercerahkan.
    4. Mereka yang sudah pernah bertemu tetapi menolak dan menentang beliau, semoga kalian dibukakan kesadaran untuk bertaubat.
    5. Khusus untuk keluarga, sahabat dan pengikut setianya aku ucapkan salam bahagia selalu. Semoga kesetiaan kalian dalam mendampingi beliau hingga akhir hayatnya tetap terjaga. Semoga kalian tetap mendapatkan petunjuk-petunjuknya dalam melaksanakan dan menjalankan tugas, amanat dan wasiatnya. Tetap yakinlah bahwa meskipun raganya tidak bisa ditemui, tetapi bathin beliau tetap bersama kalian, karena tugasnya masih terus berlangsung hingga akhir zaman..
    Salam Wahai Imam Mahdi, Salam Wahai Isa, Salam Wahai Matreya..Salam..Salam..Salam..
    Semoga kelak kita termasuk dalam golongan orang-orang yang selamat dunia dan akhirat..amin.

  7. Wow ada tulisan semacam ini sungguh berbeda dan luar biasa.
    Ini bahasanya mengalir bagaikan air
    Ini bahasanya bahasa pengalaman dan penyaksian
    Ini bahasanya yg reel sebenarnya, bukan katanya
    Benar benar terenyuh kok ada manusia bisa mengutarakan pengalamannya yang tidak ada bayangan
    Kok ada yang menerangkan sejernih dan sejelas ini?
    Kok ada manusia yang bisa melampaui segalanya?
    Yang bisa menulis menerangkan dan menggambarkan dengan jelas apalagi bahasa pengalaman dan penyaksian bukan karena teori, pikiran, dalil, siapa dia ? mungkin ya itu orangnya?
    Kenapa baru sekarang muncul mengabarkan, menjadi tambah jelas dan tambah bingung?
    Jelas tujuan akhir dari perjalanan manusia?
    Bingung bagaimana bisa mencapai itu dalam kehidupan sekarang? Jika usia sudah melewati setengah abad??
    Bagaimana senangnya dan bahagianya membaca pembabaranNya, sungguh sekarang aku terpana menerawang jauh jauh?????
    Hadirlah, mewujudlah, wahai sang penulis, karena bahasamu bukan bahasa sekolahan, bukan bahasa intelek, itu bahasa pengalaman penyaksian, yang membuat saya berhenti berfikir, hanya air mata bercucuran dengan perasaan menambah galau, senang, bahagia, ah susah di ceritakan, seakan tertarik masuk kepusaran kekuatan yang tak ada wujudnya… terimakasih, terimakasih penulis….. pancarkan kekuatan energy kesucianmu kepada diriku, agar aku bisa menyaksikan , mengalami , merasan sebagai mana engkau alami, rasakan, saksikan. Huuuuuuu ='(

  8. assalamualaikum, trima kasih untuk admin dan bapak cakra ningrat, saya sudah menunggu nunggu lagi artikel selanjutnya.

  9. Suatu saat nanti sebagian manusia terutama mereka yg percaya dan meyakini tentang kedatangan manusia pilihan akan terperangah bila berita kemunculan manusia pilihan telah terkuak, bila kemunculannya ternyata sudah berlangsung puluhan tahun silam. Akan saling bertanya satu dengan yang lain dengan berbagai pertanyaan. Mereka yang sudah mengetahui akan memilih diam karena belum tentu jawabannya bisa diterima. Karena mereka yang sedang menunggu hanya berharap kemunculannya berasal dari golongannya, agamanya, kepercayaannya dan lain-lainnya. Beliau tidak mencari pengikut, salah satu tugasnya adalah mempersembahkan mahakarya untuk manusia. Leluhur kita sudah ada yg memberi wangsit tentang kedatangannya membawa mahakarya, namun lebih banyak yang tidak menyadari akan mahakaryanya karena menganggap isyaratnya dalam wangsit tersebut hanya sebagai bentuk simbol semata. Padahal simbol tersebut sudah beliau wujudkan di alam nyata. Artikel yang ditulis saudara Gusti dan saudara Cakra Ningrat beserta team Admin sangat bermanfaat bagi saya dan para pembaca yang lain, hanya rasa terima kasih yang dapat saya ucapkan. Semoga selalu mendapatkan petunjukNYA untuk menulis artikel berikutnya, terutama artikel tentang Ya’juj Ma’juj, Dzulqarnain, Akhir Zaman dll. Disadari atau tidak disadari zaman tersebut sedang berlangsung, mau tidak mau kita akan berada pada roda perputarannya. Mungkin saja kita akan mengalami zaman akhir karena waktu terus mendekat. Kalaupun kita tidak sampai mengalaminya, setidaknya anak cucu kita yang akan menghadapinya, bekal apa yang akan kita wariskan kepada anak cucu kita untuk menghadapinya?. Zaman Imam Mahdi-Isa-Dzulqarnain sedang berlangsung. Salam damai dan kasih untuk kita semua.

  10. Admin saya termasuk follower dari blog ini sudah lama mengikuti sejak awal tulisan tulisan yg terpajang, oh Bapak Cakra Ningrat betapa rinduku atas artikel Bapak , dan kesempatan ini saya mengucapkan banyak terima kasih Yang mulia Bapak Cakra Ningrat yang telah bamyak memberikan pencerahan sekali lagi terima kasih banyak mudah2an tidak berlebihan jika saya mengatakan engakaula Bapakku sekaligus Guruku.

    • Terima kasih dan salam _/\_ kepada Saka. Admin juga mengucapkan salam kepada Arif Darma, Pulpy, Gendis Sukmaningsih dan Rifsya. Dan tidak lupa Admin sampaikan salam kepada seluruh warga setia blog SPTM. Admin mengajak kepada kita semua untuk tetap berpegang teguh pada “kebenaran” dan tetap menjaga kebersamaan, persaudaraan dan persahabatan kita semua. Admin dan kita semua mengharapkan Cakra Ningrat hadir kembali memberi wejangan-wejangan atau pencerahan kepada kita semua, namun barangkali justru saat ini Cakra Ningrat sedang mengajari kita untuk “SABAR.” …

  11. Salam damai dan kasih untuk kita semua..

    BERITA KEPADA KAWAN (untuk kita renungkan)
    PERJALANAN INI TERASA SANGAT MENYEDIHKAN
    SAYANG ENGKAU TAK DUDUK DISAMPINGKU KAWAN
    BANYAK CERITA YANG MESTINYA KAU SAKSIKAN
    DI TANAH KERING BEBATUAN
    Ditengah perputaran roda zaman dan di setiap keadaan yang serba memperihatinkan pasti akan muncul sosok pemimpin, betul bukan?
    Diperkirakan sang pemimpin itu telah lahir sekitar setengah abad lebih kebelakang. Kabarnya beliau dilahirkan di Indonesia, di tanah leluhur dimana nabi adam diturunkan. Dan rumahnya setinggi batu sebagaimana isyarat raja siliwangi..

    TUBUHKU TERGUNCANG DI HEMPAS BATU JALANAN
    HATI TERGETAR MENAMPAK KERING RERUMPUTAN
    PERJALANAN INI PUN SEPERTI JADI SAKSI
    GEMBALA KECIL MENANGIS SEDIH
    Perjalanan hidupnya banyak menemui sejarah, sejarah masa lalu dan sejarah yang akan datang. Lahir dan batinnya bergetar menerima wahyu. Dan salah satu perintah dari Tuhannya adalah perintah menggembalakan rumput kering seperti yang diisyaratkan dalam wangsit siliwangi. Ya, rumput kering dan ranting kering beliau kumpulkan untuk dijadikan obat mujarab, obat untuk menyembuhkan penghuni bumi yang sedang sakit lahir dan batin. Kelak obatnya akan menjadi bukti. Dan para pengikutnya yang menjadi saksi akan terus meneruskan perjuangannya dalam menggembala. Wajah sang penggembala terlihat seperti menangis tapi seperti tertawa, terlihat seperti tertawa tapi seperti menangis, bagaikan wajah ki semar..

    KAWAN COBA DENGAR APA JAWABNYA
    KETIKA IA KU TANYA MENGAPA?
    BAPAK IBUNYA TELAH LAMA MATI
    DITELAN BENCANA TANAH INI
    Beberapa pertanyaan diajukan kepada para ahli agama tapi tak ada yang memuaskan. Hanya beliau yang mengetahui banyak hal penting dan mendasar. Pengetahuan beliau sudah sampai kepada ruh, karenanya beliau tidak bisa dibohongi. Setiap menerima wahyu disertai kejadian-kejadian alam, seperti kejadian bencana alam..

    SESAMPAINYA DI LAUT KU KABARKAN SEMUANYA
    KEPADA KARANG, KEPADA OMBAK, KEPADA MATAHARI
    TETAPI SEMUA DIAM, TETAPI SEMUA BISU
    TINGGAL AKU SENDIRI TERPAKU MENATAP LANGIT
    Perintah dari Tuhan sudah beliau laksanakan, beliau tidak membawa agama baru, tetapi meluruskan ajaran-ajaran para rasul yang telah diselewengkan. Tetapi hanya sedikit saja yang mau menerimanya. Meskipun begitu beliau tetap bersabar dan tetap berupaya untuk keselamatan umat manusia..

    BARANGKALU DISANA ADA JAWABNYA
    MENGAPA DITANAHKU TERJADI BENCANA
    MUNGKIN TUHAN MULAI BOSAN MELIHAT TINGKAH KITA
    YANG SELALU SALAH DAN BANGGA DENGAN DOSA-DOSA
    ATAU ALAM MULAI ENGGAN BERSAHABAT DENGAN KITA
    COBA KITA BERTANYA PADA RUMPUT YANG BERGOYANG
    Dimanakah sekarang beliau berada? Jawabnya ada di wangsit siliwangi, yaitu di lebak cawene. Dimanakah letak lebak cawene? Jawabannya saya tidak tahu. Yang saya rasa beliau sudah meninggalkan raganya satu tahun lebih beberapa bulan yang lalu. Apakah yang akan terjadi dibumi ini sepeninggal beliau? Jawabannya adalah kiamat. Tahun berapakah kiamat itu tiba? Kalau ada yang menjawab nanti ada yang berusaha lari ke planet lain, hehe.. Menurut beliau, sebelum kiamat iatu terjadi bumi akan mencapai puncak kemakmuran. Waduh, sebentar lagi dong? Kalau kita lihat tanda-tandanya sih sudah dekat.
    Sudah tidak gunanya lagi untuk saling berdebat tentang perbedaan dan hal-hal kecil lainnya karena waktu semakin mendekat. Karena masalah terbesar umat manusia adalah tentang ‘bumi’ sebagai tempat tinggal kita. Kita tidak mungkin menghindari kiamat, baik kiamat kecil maupun kiamat besar. Menurut saya posisi terbaik saat kiamat kecil atau kiamat besar itu tiba adalah saat kita berada pada posisi sebagai khalifah sebenar-benar khalifah yang sedang berjuang mempertahankan bumi, bukan sebagai perusak bumi.
    Mohon maaf bila bahasa saya tidak berkenan, bila bahasa saya seperti bahasa jalanan. Karenan memang saya anak jalanan lagi kampungan yang tidak mengenyam pendidikan tinggi. Mohon dimaklumi.
    Salam wahai bumi beserta isinya..

  12. Assalamualaikum” kepada ADMIN yang telah memperkenankan saya untuk mengucapkan terima kasih dan bersyukur kepada penulis artikel SPTM..kemarin(saya menemukan blog ini)”..dan saya print alhamdulillah jumlahnhya mencapai 86 halaman pada kertas F4 dan saya baca semuanya dari jam 08 sampai buka puasa” tepat waktu adzan tepat pada pukul 17.40 WIB pas adzan berkumandang (istirahat pada waktu solat dhuhur dan ashar)”..dan hati saya terbuka dengan artikel ini(dan semoga artikel ini tetap bisa kita jaga sampai yang kita tunggu muncul ditengah kita)”..aminn”..dan saya minta keikhlasanya kepada penulis SPTM dan admin karena saya telah mencopynya dan di print untuk pegangan saya”..sekali lagi mohon keikhlasanya” trima kasih Wassalam…

  13. Assalamualaikum”..salam sejahtera tuk semuanya (“saya telah membca beberapa artikel yang lain)”..ada yang saya mo tanyakan”??..kenapa satrio di sebut lahir dimakasar”..apa dalil tuk itu??karena klo itu memang di benarkan”..apa arti dari sebuah kata piningit yang artinya tersembunyi”..karena keterangan yg berlaku sekrang bagi semua agama (bahkan dari kaaum muslim)itu munculnya dari arah timur “yang tidak ada penjelasan lain tuk menentukan kejlasan tempat itu)”..dan apakah klo seandainya satrio itu muncul bukan dari makasar atau terlahir dimaksar apakah teman2 blog sptm akan menerimanya”..

    • Yth Dudi Awaludien
      Assalamu Alaikum

      Pertanyaan saudara sangat logis dan rasional. Pertanyaan itu hanya bisa dijawab secara pasti dan benar oleh penulis artikel tersebut. Hanya saja kita tidak pernah mengetahui siapa sesungguhnya penulis artikel tersebut karena beliau tidak pernah muncul di blog ini untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan pembaca. Andaikan penulis artikel pernah memunculkan dirinya atau menyebut bahwa dirinya penulis artikel tersebut, tentu hakikat dan jati diri beliau sebagai “piningit” (bersembunyi) akan gugur dengan sendirinya. Karena penulis artikel SPTM tidak pernah kita ketahui maka sampai saat ini dan Insya Allah sampai kapan pun juga warga setia blog SPTM tetap pada keyakinannya meyakini bahwa penulis artikel SPTM adalah Satrio Piningit yang sejati. Kita tidak perlu mencari tahu siapa beliau dan dimana beliau berada karena kita tidak akan mungkin bisa mengetahuinya. Biarkanlah beliau tetap misteri bagi kita. Kelak “waktu” akan mengungkap segala rahasia dan jati diri beliau.

      Hal pertama yang saya rasakan saat pertama kali membaca artikel SPTM adalah BERSYUKUR kepada Tuhan. Dengan rasa SYUKUR itu membuat saya dapat WASPADA dalam menyikapi semua gejala-gejala alam dan tingkah laku umat manusia yang menurut Prabu Jayabaya “seperti gabah ditampi. Mana yang benar mana yang asli.” Artikel SPTM halaman 19 point 4 (kesimpulan) tertulis: “Satrio Piningit memiliki dua ibu kandung. Yang pertama; ibu Rukmini (orang Jawa) adalah ibu yang melahirkan jasad raganya. Kedua; ibu pertiwi (negara Indonesia) adalah ibu yang melahirkannya sebagai penguasa jagat raya.”

      Dalam kajian saya, penulis artikel merahasiakan kata ibu pertiwi. Kemungkinan yang beliau maksudkan dengan ibu pertiwi sesungguhnya adalah BUNDA SUCI MARIA (Siti Maryam). Dengan begitu dapat kita simpulkan bahwa jasad-raga (manusia)nya di lahirkan oleh Rukmini (wanita Jawa) akan tetapi jiwanya adalah Yesus Kristus (Isa Almasih) yang dilahirkan oleh Bunda Suci Maria (Maryam). Andaikan ibu pertiwi bermakna Indonesia, tentu beliau menulis “sebagai penguasa Indonesia.” Akan tetapi yang beliau tulis “sebagai penguasa jagat raya” (alam semesta), tentu yang beliau maksud “ibu pertiwi” itu adalah Bunda Suci Maria (Maryam).

      Tentang Ibu Rukmini juga masih menimbulkan tanda tanya bagi kita, apakah Ibu Rukmini adalah wanita Jawa yang bernama Rukmini ataukah Ibu Rukmini bermakna Dewi RUKMINI, penjelmaan DEWI LAKSMI (Dewi kekayaan, kesuburan, kemakmuran, keberuntungan, kecantikan, keadilan, dan kebijaksanaan) yang merupakan istri dari Dewa WISNU. Sangat beralasan jika yang dimaksud Ibu Rukmini adalah Dewi Rukmini mengingat Satrio Piningit adalah penjelmaan kesepuluh (terakhir) dari Dewa Wisnu, yaitu Dewa Kalki. Kembali pada hakikat dan jati diri Ibu Rukmini sebagai wanita Jawa, tentu yang lebih mengetahui hanya Satrio Piningit sendiri (penulis artikel SPTM), karena ibu Rukmini adalah ibu yang melahirkan jasad-raganya.

      Pada point 5 artikel SPTM dituliskan. Satrio Piningit adalah keturunan Jawa yang berasal dari pulau seberang (Makassar). Untuk menganalisis makna “Makassar” saya mencoba menelusuri di google dan mengutip dari blog: https://mhs.blog.ui.ac.id/muhammad.reza11/2011/04/07/arti-kata-makassar/

      “Menyambut usia ke-400 tahun (09 Nopember 2007), Kota Makassar masih terbilang muda jika dibandingkan sejarah nama Makassar yang jauh menembus masa lampau. Tapi tahukah Anda muasal dan nilai luhur makna nama Makassar itu?

      Tiga hari berturut-turut Baginda Raja Tallo ke-VI Mangkubumi Kerajaan Gowa, I Mallingkaang Daeng Mannyonri KaraEng Katangka yang merangkap Tuma’bicara Butta ri Gowa (lahir tahun 1573), bermimpi melihat cahaya bersinar yang muncul dari Tallo. Cahaya kemilau nan indah itu memancar keseluruh Butta Gowa lalu ke negeri sahabat lainnya.

      Bersamaan di malam ketiga itu, yakni malam Jum’at tanggal 9 Jumadil Awal 1014 H atau tanggal 22 September 1605 M. (Darwa rasyid MS., Peristiwa Tahun-tahun Bersejarah Sulawesi Selatan dari Abad ke XIV s/d XIX, hal.36), di bibir pantai Tallo merapat sebuah perahu kecil. Layarnya terbuat dari sorban, berkibar kencang. Nampak sesosok lelaki menambatkan perahunya lalu melakukan gerakan-gerakan aneh. Lelaki itu ternyata melakukan sholat. Cahaya yang terpancar dari tubuh Ielaki itu menjadikan pemandangan yang menggemparkan penduduk Tallo, yang sontak ramai membicarakannya hingga sampai ke telinga Baginda KaraEng Katangka. Di pagi buta itu, Baginda bergegas ke pantai. Tapi tiba-tiba lelaki itu sudah muncul ‘menghadang’ di gerbang istana. Berjubah putih dengan sorban berwarna hijau. Wajahnya teduh. Seluruh tubuhnya memancarkan cahaya.

      Lelaki itu menjabat tangan Baginda Raja yang tengah kaku lantaran takjub. Digenggamnya tangan itu lalu menulis kalimat di telapak tangan Baginda “Perlihatkan tulisan ini pada lelaki yang sebentar lagi datang merapat di pantai,” perintah lelaki itu lalu menghilang begitu saja. Baginda terperanjat. la meraba-raba matanya untuk memastikan ia tidak sedang bermimpi. Dilihatnya telapak tangannya tulisan itu ternyata jelas adanya. Baginda KaraEng Katangka lalu bergegas ke pantai. Betul saja, seorang lelaki tampak tengah menambat perahu, dan menyambut kedatangan beliau.Singkat cerita, Baginda menceritakan pengalamannya tadi dan menunjukkan tulisan di telapak tangannya pada lelaki itu. “Berbahagialah Baginda. Tulisan ini adalah dua kalimat syahadat,” kata lelaki itu. Adapun lelaki yang menuliskannya adalah Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wassallam sendiri. Baginda Nabi telah menampakkan diri di Negeri Baginda.

      Peristiwa ini dipercaya sebagai jejak sejarah asal-usul nama “Makassar”, yakni diambil dari nama “Akkasaraki Nabbiya”, artinya Nabi menampakkan diri. Adapun lelaki yang mendarat di pantai Tallo itu adalah Abdul Ma’mur Khatib Tunggal yang dikenal sebagai Dato’ ri Bandang, berasal dari Kota Tengah (Minangkabau, Sumatera Barat). Baginda Raja Tallo I Mallingkaang Daeng Manyonri KaraEng Katangka setelah memeluk Agama Islam kemudian bergelar Sultan Abdullah Awaluddin Awawul Islam KaraEng Tallo Tumenanga ri Agamana. Beliau adalah Raja pertama yang memeluk agama Islam di dataran Sulawesi Selatan.”

      Kita tidak dapat memastikan apakah Satrio Piningit adalah orang Jawa yang lahir (berasal) dari Makassar atau pernah tinggal di Makassar. Yang dapat memastikan hanya beliau sendiri. Saya pribadi memahami sebutan “Makassar” hanya sebuah analogi tentang jati diri sebagaimana orang yang berperahu yang berlayarkan sorban dalam sejarah penamaan Makassar. Orang yang berperahu itu dapat dianalogikan juga sebagai Joko Lelono atau pemuda pengembara. Joko Lelono dapat juga diidentikkan dengan Nabi Hidir yang termasyhur dengan julukan Sang Pengembara Abadi.

      Sampai kapan pun Satrio Piningit tidak bisa kita temukan sosoknya. Syukur-syukur beliau telah mempermaklumkan bahwa beliau telah ada di tengah-tengah kita agar kita bersikap “waspada.” Jika beliau berkenan, beliau bisa saja mengunjungi kita dan membimbing kita pada jalan yang benar meskipun kita tidak melihatnya secara kasat mata. Dia dapat datang dan pergi sekehendak-Nya tanpa ada yang dapat mencegah atau melarangnya. Hanya waktu jualah yang dapat mengakhiri dan membatasi pengembaraannya. Sekian dan terima kasih.

  14. waalaikum salam “bapak cakra ningrat”..
    sebelumnya saya ucapkan terima kasih banyak kepada bapak cakra(yang telah menjawab lgsg pertanyaan saya, saya sangat setuju dengan jawaban yg bapak cakra yang di berikan kepada saya)”..tadinya saya takut dengan artikel yang berbunyi kurang lebihnya seperti ini.. “….BELIAU TERLAHIR DIMAKASAR….” kalau nggak salah seperti itulah yang saya baca di “ARTIKEL STPM mnrt umat HINDU”..mnrt saya itu akan merusak ke kesucian artikel ini” karena bagi keyakinan saya beliau sebagai orang yang terpilih tidak mungkin menulis di mana dia dilahirkan dan dimana dia akan memulai kemunculanya”..karena itu adalah rahasia beliau dan tuhan”(walau mungkin bisa jadi kebenaranya beliau terlahir disana)”..klo yang tertulis atau arah yang diberikan kepada kita sebagai petunjuk dimana dia akan muncul”..cukuplah kita mengacu pada sebuah hadits “BELIAU AKAN MUNCUL DARI SBELAH TIMUR, seperti yang bapak cakra uraikan di artikel ini”..yang secara kebetulan arah timur itu mengarah ke INDONESIA”..dan kebenaranya hanya Allah yang tahu.

    “kalau selain dari itu (saya tidak punya pertanyaan apa2 selain rasa syukur kepada Allah karena telah diberi penerangan melalui artikel ini, yang membukakan hati saya kepada kebenaran Al Quran dan kitab lain yang Allah turunkan melalui nabi2nya dari nabi adam hingga Nabi terakhir Muhammad SAW)”..dan saya juga sangat setuju pendapat bapak cakra, yang menjelaskan kekeliruan pemahaman umat islam di indonesia yang disampaikan para tokoh islam yang membuat masyakat islam tumbuh sifat kesombongan dan hilangnya rasa toleransi antar umat beragama..”yang smestinya islam itu rahmatallillalamiin”

    “..tak ada kata2 lagi yang bisa saya sampaikan (kecuali bersyukur, bersyukur,..Alhamdulillah)”..salam hormat saya kepada bapak cakra ningrat semoga bapak selalu diberikan kesehatan dan rizki yang penuh barokah” dan selalu memberi pencerahan ilmu bagi kami yang haus akan pengetahuan..

  15. MENGENAL DIRI

    Kitab Suci Qalam Illahi
    Diturunkan untuk penghuni bumi
    Mengandung kekuatan yang sejati
    Untuk insan menjaga diri

    Belajar Kitab Suci sejak dini
    Untuk dipahami dan di mengerti
    Bekal hidup untuk kembali
    Bersiap diri menghadap Illahi

    Wahai insan yang ada kini
    Tuntunlah anak serta istri
    Untuk menjalankan Qalam Illahi
    Dengan ilmu mengenal diri

    Mengenal diri rahmat yang suci
    Mempunyai kedudukan yang hakiki
    Tidak memandang jabatan tinggi
    Semua sama di Mata Illahi

    Allah itu Maha Mengetahui
    Tidak membedakan hitam dan putih
    Ketaqwaan di junjung tinggi
    Hanya percaya pada Illahi

    Mengkaji diri sangat berguna
    Dalam menciptakan akhlak mulia
    Untuk menghindari kesesatan
    Atas bujuk rayu bangsa syaiton

    Bangsa syaiton mahluk durjana
    Diperalat iblis menggoda manusia
    Kita hidup tidak berguna
    Semasa hidup selalu durhaka

    Wahai insan hendaklah berkaca
    Atas kaum-kaum yang dilaknat Allah
    Mereka semua pada musnah
    Mendurhakai Nabi dan Sang Pencipta

    Batam, 15 Muharram 1435 H /19 Nopember 2013
    Karya Hati : Indrawan Mergan ,SE

    • Yth. Sdr. Indrawan Mergan, Admin, dan warga setia blog SPTM.

      Assalamu Alaikum.

      Salam Sejahtera buat kita sekalian.

      Puisi Mas Indrawan, Mantap! Cukup memberi pencerahan. Tentang ruh Nabi Adam dan ruh Siti Hawa yang akan diutus ke bumi untuk insan terpilih, jujur saja saya katakan bahwa saya tidak memahaminya. Saya tidak akan menanggapi pemikiran Mas Indra, sebab saya tidak memiliki dalil kuat sebagai dasar pijak untuk memberi pandangan terhadap komentar anda. Tetapi saya ingin katakan bahwa penghayatan dan wawasan anda cukup bagus, tidak seperti orang-orang yang menanggapi artikel saya tapi ditolak oleh Admin itu!

      Blog SPTM ini dihuni oleh warga setia yang berasal dari berbagai latar belakang agama yang berbeda, tetapi semuanya memiliki “kesamaan” dalam hal kecerdasan intelektual. Sangat ironis memang jika ada orang yang sok tahu dan sok benar masuk ke blog ini lantas ingin menggurui kita semua seperti Sdr. Wordwideweb dan M. Nurhadi.

      Orang islam bisa saja mengklaim dirinya yang paling benar namun di saat yang bersamaan itu juga orang yang beragama lain akan mencibirkan bibir menertawainya, demikian pula sebaliknya. Itu berarti ada sesuatu yang salah. Apa yang salah? Semua agama memiliki “kebenaran” tetapi yang salah adalah manusia penganut agama-agama itu yang di hatinya penuh dengan kedengkian.

      Saya mengapresiasi sikap Admin yang menepis orang-orang dengki yang mengklaim dirinya benar sendiri lalu memaksakan asumsi pribadinya untuk diterima oleh orang lain. Waktu kita akan habis terbuang percuma kalau mau menanggapi orang demikian . biarkan waktu yang akan menggerus habis kedengkian di hati mereka.

      Terima kasih.
      Cakra Ningrat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s