SATRIA (PININGIT), PRESIDEN KE-7 ADALAH JOKO LELONO

Download Artikel

SATRIA (PININGIT), PRESIDEN KE-7 ADALAH JOKO LELONO
Oleh: Cakra Ningrat

Bangsa Indonesia sebentar lagi akan melaksanakan perhelatan akbar, pesta demokrasi berupa penyelenggaraan pemilihan umum (pemilu) untuk memilih wakil-wakil rakyat yang akan duduk di DPR, DPD, DPRD Tk.I Propinsi dan DPRD Tk. II Kabupaten/ kota. Tanggal 9 April 2014 kemudian setelah itu bangsa Indonesia kembali mengikuti pemilihan umum tanggal 9 Juli 2014 untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. Itu berarti bangsa Indonesia akan mengikuti pemilihan umum sebanyak 2 (dua) kali.
Tentu saja hal itu bertentangan dengan Undang-Undang Dasar 1945 oleh karena dalam pasal 22E disebutkan:

1)      Pemilihan umum dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil setiap lima tahun sekali

2)      Pemilihan umum diselenggarakan untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Presiden dan Wakil Presiden dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah

Setelah diadakan uji materi (judicial review) UU no. 42 Tahun 2008 tentang pemilihan Presiden dan Wakil Presiden terhadap UUD 45 oleh Mahkamah Konstitusi maka hakim konstitusi  di satu sisi berpandangan, berberapa Pasal UU no. 42/2008 tentang pemilu Presiden dan Wakil Presiden bertentangan dengan UUD 1945, sehingga pasal-pasal tersebut tidak mempunyai kekuatan hukum yang mengikat. Namun di sisi lain Mahkamah Konstitusi berpandangan bahwa pemilu serentak baru akan diberlakukan tahun 2019 dan seterusnya.

Keputusan MK No. 14/PUU-XII/2013 tanggal 23 Januari 2014 menyatakan bahwa pasal-pasal dalam UU N0. 42 Tahun 2008 tentang pemilu Presiden dan Wakil Presiden dilaksanakan setelah pemilu legislatif dianggap tidak berlaku lagi. Namun di sisi lain MK memutuskan pemilu serentak baru bisa dilaksanakan 2019. Jelas keputusan MK ini bertentangan dengan UU MK Pasal 4F yang memerintahkan keputusan MK berlaku sejak keputusan hakim dibacakan. Keputusan tersebut bersifat mengikat.

Bila keputusan MK ditunda pelaksanaanya ke tahun 2019 maka keputusan itu tidak mengikat. Siapapun pemimpin (Presiden) yang dihasilkan dalam pemilu kali ini sifatnya tidak mengikat, tidak legal dan tidak kontitusional. Ini semua disebabkan oleh ulah segelintir orang yang haus akan kekuasaan. Terlena oleh pangkat dan kedudukan yang menyilaukan mata. Terlena dengan empuknya duduk di kursi dan menikmati fasilitas jabatan.

Kenikmatan hidup yang berkecukupan. Kemewahan fasilitas yang termanjakan dipersembahkan dan disediakan oleh rakyat yang sebagian besar masih hidup dalam derita dan penderitaan. Rakyat yang sabar dan lugu. Rakyat yang serba salah dan bingung dalam memilih buah simalakama. Bila ikut pemilu maka ikut serta memilih pemimpin inkonstitusional. Bila tidak ikut pemilu maka membiarkan pemimpin yang inkonstutisional terpilih dan berkuasa. Namanya pesta demokrasi, maka rakyatpun tahunya ikut serta larut dalam pesta meski tidak tahu akan adanya bahaya di depan mata.

Ratusan tahun lalu, leluhur-leluhur kita sudah memprediksi bakal terjadinya bahaya yang bakal menimpa anak-cucunya. Leluhur kita menyebut bahaya besar itu sebagai GORO-GORO yang menyebabkan bangsa ini chaos. GORO-GORO atau GARA-GARA dapat diartikan sebagai sebuah kasus hukum atau perkara hukum yang keputusannya menyalahi hukum dan pelaksanaannya berdasarkan ketetapan hukum yang salah. Kita akan memilih pemimpin (Presiden) yang inkonstitusional. Kelak pemimpin yang salah akan memimpin rakyat yang salah. Inilah goro-goronya.

Oleh karena kesalahan kita sudah sangat mendasar dan menyeluruh maka leluhur-leluhur kita akan bangkit dari kuburnya. Tuhan akan membangkitakan leluhur kita dengan dasar hukum:

  1. Kita telah salah memilih pemimpin sebagai mana yang diamanahkan oleh UUD 1945 yang dibuat oleh leluhur kita. Kemerdekaan bangsa ini bukan hadiah atau pemberian akan tetapi perjuangan panjang para leluhur yang telah mengorbankan nyawa dan hidupnya dimasa lalu.
  2. Kita telah menyia-nyiakan dan mempermain-mainkan nasehat leluhur seakan-akan kita lebih tahu segalanya. Kita ingin mendapatkan pujian meski itu hanya sesaat sementara kita tidak tahu bahwa sesungguhnya kita salah dalam menerjemahkan nasehat leluhur.

Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Republik Indonesia tidak akan mampu mengatasi dan mengamankan keadaan sebab mereka juga punya leluhur. Leluhur kita sangat banyak. Mereka seperti benang kusut karena adanya ikatan kawin-mawin di masa lalu sampai kita ini ada sekarang. Jumlah mereka lebih banyak di banding kita yang hidup saat ini.

Mereka semua merasa berhak atas diri kita. Mereka memperebutkan kita untuk dibawa ke jalan yang benar. Yaitu jalan untuk menemukan pemimpin yang benar. Tidak dapat dibayangkan kekacauan yang ditimbulkannya. Tidak ada lagi hukum yang dapat mengatur dan menertibkan keadaan itu. Sungguh mengerikan!.

Keadaan mengerikan itu sudah lama diwasiatkan oleh leluhur kita, akan tetapi kitalah yang mengabaikannya. Kita terlalu sombong dan sok tahu dalam menafsirkan nasehat-nasehat mereka. Nasehat mereka saya sebut sebagai PESAN LELUHUR. Pesan ini saya copy-paste dari blog SPTM seperti berikut ini:

Pakem yang kami uraikan ini hampir tidak pernah didengar atau dibicarakan oleh publik karena tidak pernah dipublikasikan. Pakem ini hanya diketahui oleh orang-orang tertentu yang jumlahnya pun sangat terbatas karena penyampaiannya hanya dilakukan secara temurun dari orangtua kepada anak-anaknya. Pakem ini disampaikan oleh Imam Masdariyanto, seorang mantan Kepala Desa di Jember, Jawa Timur. Ia memperoleh pakem ini dari ayahnya, Syamsul, seorang carik (sekretaris desa) Desa Srengat Blitar, pada 1972.
 
ROJO HERU COKRO KASIO-SIO
 
Timbule Rojo Kapisan, Besuk ing tanah Jawa ono rojo tanpa serat kang paring asma Heru Cokro, yaiku Raja kang isa ngangkat martabate bangsa. Lengsere Heru Cokro besuk yen ono gunung-gunung padha jugrug wong wadon angger wani.
 
Munculnya Raja pertama, besok ditanah Jawa ada raja tanpa serat yang bernama Heru Cokro yaitu Raja yang bisa mengangkat martabat bangsa. Lengsernya Heru Cokro kalau ada Gunung-gunung pada meletus dan wanita menjadi berani.
 
ROJO ASMORO KINGKIN ANGKORO ARTO
 
Timbule Raja Kapindho, Gara-gara anane udan salah mangsa, lintang kemukus ing wetan parane, yen parak esuk nagtanake sunare. Patondho Jawa bakal ana perkara kang luwih gede saka pagebluk wulan sura bareng karo metuni macan loreng aran Asmara Kingkin.
 
Munculnya raja kedua gara-gara adanya hujan salah musim, komet disebelah selatan pada saat hampir pagi hari memunculkan cahayanya pertada jawa akan ada perkara yang lebih besar daripada kelaparan (krisis pangan) dibulan suro bersamaan dengan keluarnya Macan belang bergelar Asmoro Kingkin.
 
Asmara Kingkin dadi raja ing tanah Jawa akeh kawula kang ora ngerti apa-apa dadi tumbaling Negara, lampus saka tangane Asmara Kingkin. Asmara Kingkin dadi raja ing Tanah Jawa misuwur tumekane monco negara.
 
Asmoro Kingkin menjadi raja ditanah jawa banyak masyarakat yang tidak tahu apa-apa menjadi tumbalnya Negara yang dilakukan oleh tangannya sendiri Asmoro Kingkin. Asmoro Kingkin menjadi raja ditanah jawa tersohor sampai keluar negeri.
 
Besuk yen wis teko titi mangsa lengsere Asmara Kingkin yo kuwi soko turune dhewe. Lan yen wis ono wong kang kerokan lan glindingan. Senuk-senuk padha mlaku yaiku pratandha lengsere Asmara Kingkin.
 
Besok pada waktunya, lengsernya Asmoro Kingkin disebabkan oleh turunan (anaknya) sendiri. Dan kalau sudah ada orang yang mengeruk dan menggilas. Senuk-senuk berjalan, itulah pertanda lengsernya Asmoro Kingkin.
 
ROJO SOKO SEBERANG
 
Timbule Raja Katelu, Besuk ing Tanah Jawa ono raja anyar kang ora disangka-sangka pawongan iku saka tanah sebrang peparap Mak Kasar. Dadi raja ing Tanah Jawa suwene mung sak umur bayem, nanging Tanah Jawa ora malah tenterem mung ndadekne kocar-kacire bangsa lan negara. Akeh wong Jawa padha keplayu metu saka negarane dewe. Raja Mak Kasar nyuwil negara kang ana sisih wetan panggone. Yoiki pratandha lengsere Raja Mak Kasar.
 
Munculnya raja ketiga, kelak ditanah jawa ada raja baru yang tidak disangka. Orang tersebut dari seberang (luar jawa) bernama Mak kasar. Menjadi Raja ditanah jawa Umurnya hanya sebentar (tanaman bayam), namun Tanah jawa jadi tidak aman (tentram) malah menjadi kacau balau, banyak orang jawa berlarian meninggalkan Tanah jawa karena Raja Makkasar Minta negara bagian Timur. sebagai pertanda jatuhnya Raja Makkasar. (Lengser keprabon)
 
ROJO TANPO NETRO
 
Timbule Raja Kapapat, Ono raja saka tanah Arab kang peparab Samsudin. Raja tanpa netra bisa maca, tanpa suku bisa mlaku ngupadi turune Heru Cokro.
 
Munculnya raja keempat, ada raja dari Arab yang bernama Samsudin. Raja tanpa mata bisa membaca, tanpa kaki bisa berjalan mencari keturunan Heru Cokro.
 
Samsudin dadi raja para kawula alit lir kados medale laron sing kurang duga, tumpang suh mabure. Opo wae digampangake. Para manggalaning praja mantra bupati ora ana ajine. Ya kuwi lengsere Samsudin.
 
Samsudin menjadi raja rakyat kecil bagaikan keluarnya laron yang berserakan, terbang tak beraturan. Apa saja digampangkan. Para abdi Negara tidak menghormati ucapan bupati. Itulah lengsernya samsudin.
 
ROJO TUNO WICORO
 
Timbule Raja Kaping Limo, Raja Samsudin nuli nimbali mego ingkang sampun kacandhak. Ature Raja Samsudin, “Panjenengan sejatine turune Heru Cakra kang bisa nentremake negara ing Tanah Jawa. Aku enggal pamit marang sliramu, aku arep bali nang negaraku. Iki wis rampung anggonku ngupadi sliramu. Ayo padha samat-sinamatan, kajen-kinajenan. Sliramu wis jumeneng dadi ratu ing Tanah Jawa, kula semanten ugi mugi-mugi saged damel sireping negari sak mentawis.
 
Munculnya raja kelima, samsudin kemudian memanggil mega/awan yang sudah didapatnya. Raja samsudin berkata “anda sebenarnya adalah keturunan Heru Cokro yang bisa mententramkan Negara tanah jawa. Aku segera pamit kepadamu, aku akan kembali ke negaraku. Ini sudah selesai pencarianku terhadapmu. Mari kita saling memperhatikan dan saling menghargai. Anda sudah menjadi ratu di tanah jawa, demikian juga saya semoga bisa menjadi damainya Negara ini sementara.
 
ROJO NOTO KUSUMO
 
Timbule Raja Kaping Enem, Bebarengan karo ki dhalang mundhut lakone lahire Batharakala, ana satriya kang sulistya ing rupa kang gentur tapane akeh prihatine anduweni gegaman saka wong tuwane jejuluk Kyai Samber Nyawa, ya kuwi raja ing Tanah Jawa peparap Nata Kusuma kang bebarengan satriya saka Tanah Sebrang sing kasusupan sukmane batharakala. Jumenenge Natakusuma dadi raja ananing negara akeh prahara. Kawula padha kaweden, yaiku pratandha lengsere Natakusuma.
 
Munculnya raja keenam, bersamaan dengan kidalang mengambil lakon lahirnya Batharakala, ada satria yang berwajah tampan yang rajin bertapa banyak prihatinnya (tingkat spiritual yang tinggi) mempunyai senjata dari orangtuanya yaitu kiyai Sambar Nyawa, inilah raja ditanah Jawa bergelar Noto Kusumo yang bersamaan dengan satria dari seberang yang ke susupan sukmanya Bhatarakala. Pada saat Noto Kusumo menjadi raja Negara banyak terjadi prahara, rakyat pada ketakutan, itulah pertanda lengsernya Noto Kusumo.
 
ROJO JOKO LELONO PRANOTO NUSWANTORO
Raja Pemuda Pengembara Penata Nusantara
 
Timbule Raja Kaping Pitu, Ing Tanah Jawa ana sawijining padepokan sisih kulone Gunung Jamur Dipo. Ana Begawan kang apeparap Begawan Srikilokilo. Begawan Sriklokilo kagungan putra kakung aran jaka Lelana.
 
Munculnya raja ketujuh, ditanah jawa ada suatu padepokan disebelah barat gunung Jamur Dipo. Ada guru bernama Begawan Srikilokilo. Begawan Srikilokilo mempunyai anak lelaki bernama Joko Lelono.

Begawan Srikilo-kilo mlayu saka Tanah jawa , kalunta-linta uripe ing negara manca. Ora pati-pati bali ing tanah Jawa yen during Raja Heru Cakra lengser kepabron saka Tanah Jawa. Sak lengsereipun Raja heru Cakra, begawa Sriklokilo bali ing Tanah Jawa madhepok ing sukuning Gunung Jamur Dipo. Nggulawentah kang putra jaka Lelana kagambleng wonten kawah candradimuka dadiyo satria pilihan kang besuke ngabdi marang Asmara Kingkin.

Begawan Srikilokilo lari dari tanah jawa, hidup terluntah-luntah diluar negeri. Tidak akan kembali ketanah jawa sebelum raja Heru Cokro lengser dari tanah jawa. Setelah lengsernya Heru Cokro, Begawan Srikilokilo kembali ketanah jawa mendirikan padepokan dikaki gunung Jamur Dipo. Mendidik sang putra Joko Lelono sehingga menjadi satria tangguh yang kelak mengabdi kepada Asmoro Kingkin.

Uripe Jaka Lelana ora beja, malah nemuhi rubida lan tansah urip kalunta-lunta kasiya-siya. Ananging Gusti Kang Maha Kuwasa kang njangkung satindake Jaka Lelana kang besuke bakal dadi Raja ing Tanah Jawa ngganti lengsere Raja Natakusuma.
Hidup Joko Lelono kurang beruntung, selalu menemui halangan, terluntah-luntah dan selalu tersia-siakan, tetapi Tuhan Yang Maha Kuasa yang membimbing perjalanan Joko Lelono yang kelak akan menjadi Raja ditanah jawa menggantikan Raja Noto Kusumo.

PENAFSIRAN CAKRA NINGRAT
Rojo Heru Cokro Kasio-sio adalah presiden ke-1 Ir. Soekarno
Rojo Asmoro Kingkin Angkoro Arto adalah presiden ke-2 Soeharto
Rojo Soko Seberang adalah presiden ke-3 B.J. Habibie
Rojo Tanpo Netro adalah presiden ke-4 Abdul Rahman Wahid
Rojo Tuno Wicoro adalah presiden ke-5 Megawati Soekarno Putri
Rojo Noto Kusumo adalah presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono

Pesan leluhur mengatakan:

Munculnya raja keenam, bersamaan dengan kidalang mengambil lakon lahirnya Batharakala, ada satria yang berwajah tampan yang rajin bertapa banyak prihatinnya (tingkat spiritual yang tinggi) mempunyai senjata dari orangtuanya yaitu kiyai Sambar Nyawa, inilah raja ditanah Jawa bergelar Noto Kusumo yang bersamaan dengan satria dari seberang yang kesusupan sukmanya Bhatarakala. Pada saat Noto Kusumo menjadi raja Negara banyak terjadi prahara, rakyat pada ketakutan, itulah pertanda lengsernya Noto Kusumo.

Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (Rojo Noto Kusumo) dilantik dan diambil sumpahnya tanggal 20 Oktober 2004 di depan sidang paripurna Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Bersamaan dengan itu kidalang mengambil lakon lahirnya Batharakala. Bersamaan dengan itu pula ada satria dari seberang yang kesusupan sukmanya Batharakala.

Apa yang dimaksud Batharakala dan siapakah yang dimaksud satria dari seberang yang kesusupan sukmanya Batharakala. 

Dalam pewayangan Jawa. Batharakala disebutkan sebagai putera Bathara Guru dengan istrinya Dewi Uma. Hubungan terlarang keduanya terjadi di atas kendaraan Lembu Nandini. Sadar dengan apa yang baru saja dilakukannya, Bathara Guru menyumpah-nyumpah bahwa tindakannya seperti perbuatan “Butho” (bangsa raksasa) seketika itu juga Dewi Uma yang tengah mengandung berubah menjadi raksasa dan berganti nama sebagai Batari Durga. Batara Guru mengusir Batari Durga dari kayangan kemudian Batari Durga melahirkan anak yang juga raksasa dan dinamakan “kala.”

Dalam dunia raksasa tidak dikenal adanya norma-norma perkawinan. Batharakala pun menjadikan Batari Durga sebagai isterinya. Keduanya selalu membuat onar marcapada (bumi) karena mereka dendam pada Bathara Guru. Karena khawatir dengan kerusakan yang ditimbulkannya maka Bathara Guru mengakuinya sebagai anak dan memberinya nama sebagai Batharakala. Batharakala meminta makanan dan Bathara Guru memberinya makanan yaitu manusia dengan aturan-aturan dan ketentuan yang diatur oleh Bathara Guru. Untuk menghindari diri dari dimangsa oleh Batharakala harus diadakan upacara-upacara ruwatan. Di dalam pedalangan untuk lakon-lakon seperti itu disebut lakon murwakala atau lakon ruwatan.

Raksasa Batharakala memiliki wajah yang sangat menyeramkan dan menakutkan. Suka memakan manusia. Bila ada manusia yang akan mendapatkan karma jahat maka pasti dia berurusan dengan Batharakala. Batharakala bersifat memaksa semua orang untuk tunduk pada batas usianya. Dimana ada kematian, di situ ada Batharakala. Selain sebagai waktu “kala” juga berarti hitam.

Kembali kepada para leluhur yang mengatakan “munculnya raja ke enam bersamaan dengan ki dalang mengambil lakon lahirnya Batharakala.” Pesan ini mengandung nilai kebenaran universal. Fakta hukumnya; Hanya dua bulan setelah dilantik, tepatnya tanggal 26 Desember 2004, di luar perkiraan semua orang gempa dan tsunami Aceh terjadi. Bencana itu disusul dengan bencana-bencana lainnya. Sampai saat ini bencana terus berlanjut hingga berakhirnya kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono. Sudah ratusan ribu nyawa melayang, baik di Indonesia maupun di belahan dunia lain mati begitu saja menjadi santapan lezat Dewa Batharakala.

SATRIA DARI SEBERANG KESUSUPAN SUKMANYA BATHARAKALA.

  • Satria dimaksud adalah seorang pemuda. Pemuda bukan berarti anak muda. Umur 20 ke bawah dianggap anak-anak. Umur 20-40 disebut anak muda. Umur 40-60 digolongkan Pemuda. Usia 60-80 dinamakan orang tua. 80-up disebut manula atau sepuh. Satria diartikan sebagai seorang laki-laki yang gagah, berani, cerdas dan kuat.

Dari seberang diartikan sebagai tempat Satria itu berasal. Kita tidak tahu di seberang laut mana Satria itu berada. Kita hanya bisa memastikan bahwa Satria itu tidak berada di pulau Jawa sebagai asal munculnya pesan leluhur ini. Bisa saja Satria itu berasal dari tempat yang sama dengan ROJO SOKO SEBERANG, yaitu MAKASSAR.

  • Satria yang berada di seberang pulau Jawa itu kesusupan sukmanya Batharakala. Sukma diartikan sebagai jiwa atau roh. Jiwa Satria disusupi oleh jiwa atau roh Batharakala. Bila Batharakala yang menang maka yang disusupi akan mati dimakan oleh raksasa kejam, seram dan menakutkan. Bila Batharakala yang kalah maka yang mengalahkannya disebut SATRIA (Yang Tak Terkalahkan). Kemenangan Satria disebabkan karena dia bersenjatakan TRISULA WEDA. Senjata itu milik Bathara Guru (Dewa Siwa), atau ayah dari Batharakala.

Batharakala harus menjalani karmanya sendiri. Jika awalnya dia berulah membuat onar di muka bumi untuk menarik perhatian dan diakui sebagai anak oleh Bathara Guru (Dewa Siwa), maka sekarang Batharakala harus terus berulah membuat masalah dan memakan korban untuk menarik perhatian orang agar orang-orang mengakui SATRIA DARI SEBERANG SEBAGAI SATRIA (PININGIT) SEJATI yang telah mengalahkannya.

ROJO JOKO PRANOTO NUSWONTORO.

Munculnya raja ketujuh, di tanah Jawa ada suatu padepokan di sebelah barat gunung Jamur Dipo. Ada guru bernama Begawan Srikilo-kilo. Begawan Srikilo-kilo mempunyai anak lelaki bernama Joko Lelono.

Gunung Merapi yang kita kenal sekarang ini awalnya hanya tungku perapian. Di dekatnya ada dua orang empu kakak beradik bernama Empu Rama dan Permadi membuat keris pusaka Tanah Jawa. Para dewa sudah memperingatkan pada kedua empu tersebut agar memindahkan kegiatannya, tetapi keduanya bersikeras menolak. Keduanya teguh pada pendiriannya untuk membuat pusaka di tengah pulau Jawa. Karena sudah diperintahkan dan mereka tetap menolak maka para dewa mengangkat gunung Jamur Dipo yang berada di laut selatan dan dijatuhkan ke perapian. Empu Rama dan Empu Permadi terkubur hidup-hidup. Untuk mengenang peristiwa itu maka gunung Jamur Dipo yang jatuh di perapian disebut dengan nama GUNUNG MERAPI. Roh kedua empu yang mati diangkat sebagai raja terhadap mahkluk-mahkluk halus yang menempati gunung merapi.

Gunung Jamur Dipo adalah intisari (saripati) yang merupakan cikal bakal atau asal muasal Gunung Merapi. Dapat dikatakan Gunung Jamur Dipo merupakan Gunung Sari (inti)daripada Gunung Merapi. Di sebelah barat GUNUNG SARI (Gunung Jamur Dipo) itulah berdiri sebuah padepokan yang merupakan tempat tinggal Joko Lelono. Joko Lelono adalah putera tunggal atau titisan dari Guru Agung yang bernama Begawan Srikilo-kilo. Begawan Srikilo-kilo adalah  nabi Hidir alaihissalam. Mahaguru dari guru segalanya.

Begawan Srikilo-kilo lari dari tanah Jawa, hidup terluntah-luntah di luar negeri. Tidak akan kembali ke tanah Jawa sebelum raja Heru Cokro (Soekarno) lengser dari tanah Jawa.

Begawan Srikilo-kilo tidak suka bahkan sangat membenci Heru Cokro (Soekarno) karena Presiden Soekarno membiarkan orang-orang atheis (tidak mempercayai Tuhan) yaitu Partai Komunis Indonesia (PKI) menguasai tanah Jawa dan orang-orang Jawa.

Setelah lengsernya Heru Cokro, diperkirakan antara tahun 1967-1969, nabi Hidir alaihissalam (Begawan Srikilo-kilo) sudah berada di Indonesia mendirikan padepokan di kaki Gunung Jamur Dipo atau di kaki GUNUNG SARI.
Begawan Srikilo-kilo mendidik sang putera Joko Lelono sehingga menjadi satria tangguh yang kelak mengabdi kepada Asmoro kingkin.

Asmoro Kingkin diartikan sebagai “gemar berperang.” Kegemaran ini melekat dalam diri pribadi Presiden Soeharto. Karir militernya mulai menanjak sejak perang melawan agresi kedua Belanda Tahun 1948 di Yogyakarta bersama-sama dengan Panglima Jendral Soedirman. Tahun 1962, Presiden Soekarno mengangkat Soeharto sebagai panglima perang Operasi Mandala untuk merebut Irian Barat dari tangan Belanda. Pusat Komando Operasi bertempat dan berkedudukan di Makassar. Menetapkan dirinya selaku panglima perang menumpas G 30 S/PKI hingga ke akar-akarnya. Saat menjabat presiden memerintahkan perang untuk merebut Timor-Timur. Memerintahkan perang melawan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Sejarah mencatat, Soeharto akan membungkam, menumpas dan memerangi siapapun yang bersebrangan atau tidak mendukungnya. Pemerintahannya disebut fasis otoriter yang dikemas dalam sebuah sistem yang disebut “demokrasi pancasila.”

Pengabdian Joko Lelono kepada Asmoro Kingkin dimaksudkan sebagai satu bentuk kepribadian yang melekat dan menyatu dalam kehidupannya yang senantiasa diwarnai dengan aroma perang sejak masa kecil, dewasa hingga Joko Lelono dapat mengalahkan Batharakala. Selain sebagai dewa waktu, Batharakala juga diartikan sebagai hitam. Dalam iman kristiani, Batharakala diartikan sebagai MALAIKAT KEGELAPAN. Oleh karena Satria tangguh telah mengalahkan malaikat kegelapan (penguasa kegelapan) maka di suatu waktu kelak segalanya menjadi terang benderang. Saat itulah kita akan mengenal siapa yang sesungguhnya satria kebanggaan seluruh dewa-dewa, Maha Putra, Putra Tunggal Begawan Srikilo-kilo (titisan nabi Hidir alaihissalam).

“Hidup Joko Lelono kurang beruntung, selalu menemui halangan, terluntah-luntah dan selalu tersia-siakan.”

Itu disebabkan karena semua orang memusuhinya. Tidak ada yang mendukungnya. Segala bentuk-bentuk penghinaan telah diterimanya. Segala bentuk-bentuk penderitaan telah dirasakannya. Namun begitu Joko Lelono tetap tangguh, kuat, tabah, dan sabar dalam menjalani takdir hidupnya. Dia sangat cerdas, banyak akal dan panjang akal dalam bersiasat. Disebut Joko Lelono (pemuda pengembara) karena kegemarannya mengembara. Dia gemar berpindah-pindah dari suatu tempat ke tempat lain, dari satu alam ke alam lain. Dia tidak piningit (bersembunyi), justru sebaliknya dia aktif dan sangat reaktif. Dia memiliki naluri yang sangat bagus, insting yang sangat tajam terhadap pergerakan siapapun yang dianggapnya musuh atau memusuhinya. Dia selalu memberi sinyal-sinyal tentang kehadiran dan keberadaanya, akan tetapi hanya anak-anak indigo saja yang mampu menangkap sinyal gelombang elektromagnetik yang dipancarkannya.

  • Dikatakan hidupnya kurang beruntung tapi selalu untung pada akhirnya
  • Selalu menemui halangan tapi semua aral yang merintangi jalannya bisa dilaluinya dengan selamat
  • Dianggap hidupnya terluntah-luntah tapi tinggal di dalam mahligai istana dengan penuh fasilitas dan segala kemewahan
  • Disebut selalu tersia-siakan tetapi mendapatkan pelayanan dan penghormatan melebihi pejabat apapun
  • Itu semua disebabkan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa selalu membimbing perjalanan Joko Lelono yang kelak akan menjadi Raja di tanah Jawa menggantikan Raja Noto Kusumo.

Dia disebut ROJO JOKO LELONO PRANOTO NUSWANTORO
Pemuda pengembara penata Nusantara
Pemuda pengembara pembawa sifat Keagungan Tuhan
Pemuda pengembara pembawa sifat Kemuliaan Tuhan
Pemuda pengembara yang mengabdikan dirinya hanya pada Tuhan.

Demikian penafsiran kami terhadap PESAN LELUHUR sebagaimana yang Admin blog SPTM harapkan. Diduga pesan leluhur yang kami kaji dan tafsirkan di atas sudah berusia ratusan tahun melebihi usia ramalan Ronggowarsito yang kita kenal selama ini. Cakra Ningrat berpendapat, pesan leluhur tersebut berasal dari leluhur kita yang memiliki latar belakang keyakinan agama Hindu atau sinkretisme Syiwa-Buddha. Terkesan pesan ini “terpinggirkan” padahal di dalam pesan itu banyak terpendam mutiara hikmah yang dapat kita petik untuk kita jadikan pelajaran yang sangat berharga. Pesan ini menjadi aktual untuk diperbincangkan mengingat banyaknya pendapat-pendapat orang-orang yang menyebut dirinya memiliki keahlian akan tetapi kajian dan penafsirannya terkesan seperti hand phone usang yang berganti casing.

Demi menjunjung tinggi asas rasionalitas dan obyektifitas artikel ini, dianggap patut tentunya bila “pesan leluhur” kita sandingkan dan perbandingkan dengan Ramalan Ronggowarsito.

Raden Ngabehi Ronggowarsito (1802-1873) seorang pujangga besar dan terlahir di tanah Jawa. Nama aslinya adalah BAGUS BURHAM, di masa mudanya pernah nyantri dan berguru agama islam pada Kiyai Imam Besaire, di pondok pesantren Gerbang Tinatar, Tegalsari-Ponorogo. Mendapat pencerahan di sungai Kedungwati sehingga dikenal sebagai pemuda alim yang pandai mengaji. Puncak karir Bagus Burham saat diangkat sebagai Carik Kadipaten Anom bergelar Raden Ngabehi Ronggowarsito.

Sebagaimana yang telah kita ketahui bersama bahwa BAGUS BURHAM (Ronggowarsito) meramalkan ada 7 Satrio yang dikemudian hari memimpin wilayah seluas wilayah bekas kerajaan “Majapahit” yaitu:

  1. SATRIO KINUNJURO MURWO KUNCORO. Ditafsirkan sebagai Soekarno
  2. SATRIO MUKTI WIBOWO KESANDUNG KESAMPAR. Ditafsirkan sebagi Soeharto
  3. SATRIO JINUMPUT SUMELAATUR. Ditafsirkan sebagai B.J Habibie
  4. SATRIO LELONO TAPA NGRAME. Ditafsirkan sebagai Abdul Rahman Wahid
  5. SATRIO PININGIT HAMONG TUWUH. Ditafsirkan sebagai Megawati
  6. SATRIO BOYONG PAMBUKANING GAPURO. Ditafsirkan sebagai Susilo Bambang Yudhoyono. Semua penafsir memiliki pandangan yang sama bahwa Presiden dapat saja selamat memimpin bangsa ini bilamana dapat bersinergi dengan Satrio Piningit.

Cakra Ningrat berpendapat penafsiran mereka sungguh sangat keliru. Bagaimana mungkin presiden dapat bekerja sama dengan sosok yang tidak diketahuinya. Penafsir terjebak dengan kata-kata “pambukaning Gapuro” menuju zaman keemasan. Mereka menganggap kemunculan Satrio (piningit) sebagai satu perkara mudah dan gampang.

PAMBUKANING GAPURO diartikan sebagai pembuka pintu gerbang. Gerbang yang dibuka itu bukan di awal masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono, akan tetapi di ahir masa jabatannya atau 20 Oktober 2014, barulah gerbang itu terbuka yang menandakan bangsa Indonesia telah memasuki suatu masa atau zaman yang disebut sebagai zaman Kalabendu.

“Jaman Kalabendu werdinipun, estu Bebendu wahananeki, keh Jalma saluyeng rembug, dumadya prang lair batos.”

Jaman Kalabendu (diartikan) seNYATAnya seperti hukuman atas perbuatan buruk atau kekalutan keadaannya, banyak manusia saling bertengkar, menjadikan perang lahir dan bathin.

Jaman Kalabendu inilah yang ditafsirkan sebagai GORO-GORO. Aroma bau busuk goro-goro sudah mulai terasa sekarang ini dengan torehan segudang prestasi yang dilakukan oleh Komisi Pemberantas Korupsi dengan menangkapi para pembual, penipu, dan perampok uang rakyat. Menarik untuk dicermati prestasi yang telah diukir oleh putera dari MAKASSAR (Ketua KPK) yang telah menangkap dan memenjarakan:

  • JENG PUTRI INDONESIA (Angelina Sondakh)
  • SANG PENGADIL TERTINGGI YANG PEMADAT (Akil Mochtar, Ketua Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia)
  • SANG RATU (Ratu Atut Chosyiah, Gubernur Banten & dinastinya)
  • SANG PUTRA YANG MAU JADI PRESIDEN (Anas Urbaningrum)

Silahkan pembaca tafsirkan sendiri hikmah apa atau misteri apa yang terkandung di balik simbol-simbol atau julukan yang saya berikan terhadap keempat orang itu. Silahkan pembaca gothak- gathik- gathuk dan simpulkan sendiri.

7.   SATRIO PINANDITO SINISIHAN WAHYU

Pinandito diartikan sebagai seorang yang sangat alim seperti begawan namun bukan begawan, seperti ulama namun bukan ulama, seperti pendeta namun bukan pendeta, seperti pastor namun bukan pastor, seperti bikku namun bukan bikku, tegasnya seseorang yang sangat dekat kepada Tuhan Yang Maha Esa, mewakili Tuhan (khalifatullah) didampingi (sinisihan) wahyu.

Dengan demikian dapat kita simpulkan bahwa yang dimaksud SATRIO PINANDITO SINISIHAN WAHYU adalah: SATRIA (PININGIT) SEBAGAI REPRESENTASI (MEWAKILI) TUHAN, DIDAMPINGI WAHYU. Setiap perkataan dan perbuatannya adalah wahyu. Semua yang dia lakukan semata-mata atas kehendak dan perintah Tuhan. Pemimpin itu tidak memiliki kepentingan kecuali apa yang dianggap penting oleh Tuhan. Pemimpin itu adalah Wahyu Tuhan, yang berjalan.

Pemimpin itu adalah Satria tangguh. Dia adalah Joko Lelono. Putera Begawan Srikilo-kilo. Satria perkasa andalan para dewa. Satria pandai dan pemberani yang dikagumi oleh para malaikat. Padepokannya disebelah baratnya GUNUNG SARI (Gunung Jamur Dipo). Dia akan memimpin bangsa Indonesia memasuki Jaman Kalasuba, Jaman Kalasumbaga dan Jaman Kalasutara. Gambaran suasana atau keadaan nusantara dan bangsa Indonesia yang akan ditata oleh Joko Lelono dapat diuraikan sbb:

a.   Jaman Kalasuba tegesipun, jaman suka wahananira keh jalmi, antuk kabungahan estu, rena lejar sakehing wong.

Jaman Kalasuba yang artinya, jaman suka ria keadaannya banyak orang mendapat kegembiraan, semua orang lega dan bahagia.

b.   Jaman Kalasumbaga puniku, werdi jaman misuwur wahananineki, keh jalma gawe misuwur, mrih kasusra ing kalakon.

Jaman Kalasumbaga itu artinya, jaman terkenal keadaannya, banyak orang mendapatkan nama, tercapai keinginan menjadi terkenal.

c.   Jaman Kalasutara rannipun, werdi jaman Alus wahananoreki, akeh jalma sabiyantu, ing budining karahayon.

Jaman Kala sutara artinya jaman halus keadaannya, banyak orang membantu, agar bertingkah laku menuju keselamatan.

Ketiga jaman di atas itulah yang dimaksud dengan jaman keemasan. Jaman keemasan hanya dapat terjadi apabila bangsa Indonesia sudah melalui jaman Kalabendu (goro-goro). Jaman keemasan itu dapat terwujud oleh karena Joko Lelono telah mengalahkan Batharakala, sang penguasa “Waktu Kegelapan.”

Interval waktu antara Kalabendu, Kalasuba, Kalasumbaga dan Kalasutara dapat dikatakan relatif singkat. Rentang waktunya tidak begitu lama sebagaimana yang selama ini kita bayangkan oleh karena Joko Lelono telah berhasil mengalahkan Batharakala (Dewa Kegelapan).

Dalam hukum sebab-akibat, bila “penguasa kegelapan” telah tersingkir maka dipastikan “penguasa terang” akan muncul menerangi kita. Saat itulah kita semua akan mengetahui, melihat dan menyaksikan siapa sesungguhnya Joko Lelono-Satrio Pinanditho Sinisihan Wahyu. Pemimpin Masa Depan Indonesia Jaya. Pemimpin yang akan menata nusantara menuju masyarakat adil dan makmur, masyarakat yang damai dan sejahtera di dalam Kasih Tuhan, baldatun thoyyibatun wa rabbun ghafur, toto tentrem kerto raharjo.

Demikian penafsiran kami terhadap Pesan Leluhur dan Ramalan Bagus Burham (Ronggowarsito). Semoga artikel ini dapat memberi kebaikan, membawa manfaat yang positif serta dapat mencerahkan kita semua. Amin.

Penutup:
Penulis bersikap skeptis dan masih menyisakan beberapa pertanyaan sbb:

  1. Leluhur kita berpesan, hanya 7 (tujuh) orang raja yang akan memerintah Indonesia. Jumlah ini sama dengan umlah yang diramalkan oleh Bagus Burham (Ronggowarsito) dengan sebutan 7 (tujuh) orang Satrio. Kenapa harus tujuh, bukan delapan, sembilan, atau sepuluh dan seterusnya.
  2. Jika BENAR memang hanya 7 (tujuh) orang raja atau Satrio, berarti saat ini kita sudah berada di dalam era “menjelang ahir zaman.” Kemunculan Raja atau Satrio ketujuh nanti, berarti sekaligus menandakan masa Ahir zaman.
  3. Jika BENAR saat-saat sekarang sudah masuk masa menjelang ahir zaman, lantas kapan waktu kemunculan tokoh yang dinanti oleh seluruh agama? Masing-masing agama sudah memiliki pakem tersendiri terhadap kemunculan tokoh pujaan mereka yang selama ini mereka nanti-nantikan. Ummat islam menanti kemunculan IMAM MAHDI, ummat Kristiani menanti turunnya YESUS KRISTUS (Isa Al-masih), ummat Hindu menunggu DEWA KALKI dan ummat Buddha menanti kehadiran BUDDHA METTEYYA.

Beberapa ahli yang memiliki kompetensi di bidangnya berpendapat: Satrio (piningit) merupakan personifikasi perwujudan nyata dari semua tokoh pujaan yang dinanti oleh ummat manusia. Setelah kemunculannya, Satrio (piningit) diberi julukan sebagai RATU ADIL oleh karena dalam kepemimpinannya dia mengaplikasikan sifat-sifat feminim Tuhan. Sifat-sifat feminim Tuhan diartikan sebagai sifat KASIH. KASIH TUHAN tidak diperuntukkan untuk satu golongan saja, tapi untuk seluruh ummat manusia yang dikehendaki Tuhan. Karena itulah Dia dijuluki RATU (sifat feminim Tuhan). Satrio (piningit) akan memperlakukan manusia secara ADIL tanpa melihat latar belakang agama mereka sebab Satrio (piningit) memiliki kedudukan/ tempat di atas semua agama-agama dan aliran kepercayaan.

Pendapat para ahli mendapat pertentangan dari sebagian kecil orang-orang spiritual dan orang-orang dangkal pengetahuan. Umumnya mereka membatasi bahwa Satrio (piningit) hanya sebatas duduk sebagai presiden saja, sementara orang-orang yang dangkal pengetahuannya menolak Satrio (piningit) dengan alasan nama atau gelar atau julukan Satrio (piningit) tidak dikenal dalam keyakinan agama yang mereka anut.

4.   Cakra Ningrat akan melakukan hipotesa sendiri terhadap sosok fenomenal Satrio (piningit) guna menjembatani perbedaan pendapat yang tengah berkembang. Satrio (piningit) bukan hanya milik suku Jawa, Madura, Makassar, Dayak, Sunda, Papua, dsb, tapi menjadi milik dan masalah bagi seluruh suku-bangsa yang ada di bumi dengan berbagai macam latar belakang agama dan kepercayaan mereka. Kajian dan penafsiran Cakra Ningrat akan ditulis dalam bentuk artikel dan diposting di blog SPTM ini.

Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberi kemudahan dan kekuatan kepada kami guna mengungkap misteri sosok fenomenal sejagad raya dengan harapan agar kita semua  memiliki visi yang sama dalam memandang kebenaran-Nya. Amin. (Kamis, 13-2-2014).

Iklan

43 thoughts on “SATRIA (PININGIT), PRESIDEN KE-7 ADALAH JOKO LELONO

  1. Aku selalu menunggu artikel baru di blog ini. Hanya sekedar ingin mengetahui lebih dalam mengenai ramalan SATRIO PININGIT/IMAM MAHDI.

  2. Sudah sangat banyak buku-buku yang mengulas tentang sosok IMAM MAHDI, demikian pula artikel-artikel tentang Imam Mahdi begitu mudahnya kita temukan di internet. Satu-satunya rujukan utama untuk membahas Imam Mahdi adalah Hadits nabi Muhammad SAW. Hadits nabi mengandung kebenaran, akan tetapi manusialah yang salah menafsirkan hadits tersebut. Ummat islam terbelenggu pada ego keyakinannya sendiri sehingga menampik nilai-nilai universalitas sebuah kebenaran.

    Sebagai seorang muslim yang cukup memahami alqur’an dan al-hadits, dipandang perlu membuat kajian khusus untuk menafsirkan hikmah-hikmah dan pesan-pesan yang tersirat di dalam hadits nabi Muhammad. Cakra Ningrat memiliki ciri khas yaitu: logis, rasional, obyektif, dan original. Dipastikan penafsiran Cakra Ningrat akan jauh berbeda dengan apa yang selama ini pembaca ketahui.

    JABER BOLUSHI, seorang penulis muslim syiah menulis buku yang berjudul “Oktober 2015 Imam Mahdi AS Akan Datang”. Ramalan Bolushi merujuk pada rahasia bilangan 19, seperti yang ditemukan Sayyid Bassa Jarrar dan menggunakan perhitungan angka dengan metode al jumal al taqlidi dan al jumlah al shaqir. Bilangan 19 adalah jumlah huruf yang terdapat pada kata “basmallah”. Bilangan 19 merupakan bilangan primer dalam sistem matematika, karena terdiri dari angka terkecil 1 dan angka terbesar 9. Beberapa keistimewaan bilangan 19 dalam alqur’an, diantaranya kata “Allah” terulang dalam alqur’an sebanyak 2698 kali (19 x 142), kata “Rahman” terulang dalam alqur’an sebanyak 57 kali (19 x 3) dan kata “Rahim” terulang dalam alqur’an sebanyak 114 kali (19 x 6).

    Menurut Jaber Bolushi, Imam Mahdi AS akan muncul 2015, berdasarkan rujukan surat Al Isra ayat 1-7 dan 104 yang jumlahnya 1.383 kata. Jika ditambah dengan tahun wafatnya nabi 632 M maka 1.383 + 632 = 2015. Dari berbagai hadits riwayat yang bersumber dari keluarga Nabi, Imam Mahdi akan datang pada hari jum’at atau sabtu tanggal 10 Muharram. Jika dihitung penanggalan di tahun 2015, maka bertepatan pada tanggal 23 Oktober 2015.

    Islam Syi’ah meyakini bahwa Imam Mahdi adalah Muhammad Putranya Hasan al Askari lahir pada hari Jum’at 15 sya’ban 255 H atau 869 M. Pada masa hidupnya, Imam Mahdi telah mengalami dua kali gaib. Gaib yang pertama terjadi pada tahun 265 H atau 879 M ketika beliau berusia sepuluh tahun. Gaibnya ini disebut gaib singkat (as sughra) lalu hidup lagi. Kemudian gaib kedua disebut gaib panjang (al kubra) dimulai tahun 329 H atau 941 M dalam usia 72 tahun. Gaib panjang itu dimulai tahun 941 M sampai dengan sekarang. Ummat islam syi’ah meyakini Muhammad Putranya Hasan al Ashari ini akan bangun lagi dari gaib panjangnya (ghaib al kubra) menjelang akhir zaman dan bergelar sebagai Imam Mahdi.

    Cakra Ningrat berpendapat; wafatnya Muhammad bin Hasan al Askari di usia sepuluh tahun (879 M) adalah MATI SURI. Di masa lalu ketika kuda, onta, dan keledai sebagai alat transportasi mewah dan peradaban manusia masih sangat terkebelakang, “mati suri” dianggap sebagai satu keajaiban Tuhan, apalagi peristiwa itu menimpa seorang anak yang masih kecil, Putra Imam besar kala itu. Di usianya yang ke72 tahun (tahun 941 M), Muhammad bin Hasan al Askari wafat karena ajalnya sudah tiba. Cakra Ningrat memastikan dia tidak mengalami gaib panjang (gaib al kubra) akan tetapi wafat untuk selama-lamanya. Dia tidak akan pernah hidup kembali apalagi mau muncul tanggal 23 Oktober 2015.

    Meskipun saya tidak sependapat dengan Jabel Bolushi, akan tetapi buku yang dia tulis dan diterbitkan dalam versi bahasa Indonesia, September 2007 oleh penerbit Papyrus memberi inspirasi kepada saya untuk menulis artikel sanggahan. Artikel itu akan saya beri judul: SATRIO (PININGIT) IMAM MAHDI MUNCUL 2015? (Tanggapan Kritis Terhadap Jaber Bolushi).

    Saya tetap menggunakan kata Satrio (Piningit) untuk menggambarkan sosok IMAM AL MAHDI sebab menurut logika dan keyakinan saya SATRIO dapat kita lihat namun PININGIT (bersembunyi) di dalam diri Satrio dan tidak mungkin dapat terlihat. Seperti halnya dengan Imam Mahdi, sebagai Imam (pemimpin) kita dapat melihatnya, akan tetapi Mahdi-nya tetap saja piningit (bersembunyi) di dalam diri Imam. Mahdi inilah yang berkaitan dan berhubungan langsung, erat, dan tidak terpisahkan dengan Messiah (Isa Almasih atau Yesus Kristus).

    Artikel Cakra Ningrat akan diposting di blog SPTM. Dipersembahkan secara spesial dan khusus buat warga setia blog ini.

    Wassalam,
    Cakra Ningrat

  3. Kalau dianalisa dengan teliti maka tulisan di atas ada yang rancu. Bagi mereka yg teliti mungkin tidak bingung, tapi yg tidak teliti dan tidak memiliki dasar pengetahuan tertentu dalam menelaan tulisan/tafsiran tersebut maka akan bingung, alurnya kurang beraturan dan banyak yg terulang-ulang untuk memahaminya harus membaca kaitannya dengan paragrap yg di atas, apalagi bagi yg tidak tidak pernah mendengar cerita run temurun, mempelajari sejarah, wayang kulit/orang, ketroprak dll, pasti bingung menafsirkan tulisan di atas.

    • Cakra Ningrat memiliki gaya penulisan yang cukup khas dengan segmen pembaca yang spesial dan setia. Pemikiran Cakra Ningrat original, logis, aktual dan kontradiktif dengan pendapat orang lain. Memang dibutuhkan kecermatan, ketelitian dan kecerdasan akal untuk memahami pemikiran dan pesan yang disampaikan. Kadang pembaca dibuat penasaran karena Cakra Ningrat mudah mengubah-ubah alur tulisan meski tetap konsisten pada tema yang telah ditetapkan. Pada ahirnya pembaca tidak dapat menyimpulkan kecuali menerima kebenaran yang disampaikan secara utuh dan apa adanya. Terima kasih buat Arman Puspa. Salam saya untuk keluarga anda.

  4. Bung Cakra Ningrat,
    Saya Baru Baca Tulisan Anda ttgl 15/2/2014, SATRIO (PININGIT), PRESIDEN Ke 7 ADALAH JOKO LELONO; melalui posting Alam Pertiwi – Spiritual Indonesia di FB Saya Herralito Amarez pada tgl 17/2/2014. Yg menjadi perTANYAAan Saya APAKAH PAKEM tersebut diatas PESANAN CAPRES 2014? Karena Sejak Presiden Pertama hingga Presiden ke 6 Gambarannya SANGAT JELAS, BEGITU PULA PRESIDEN yg ke 7 NANTI.
    Saya Pernah memPOSTING diFB ttgl 28/10/2013, dalam rangka PERINGATAN 85 Thn SUMPAH PEMUDA, PHOTO SULUK dan 3 TRISULA WEDHA dimana dibawah SULUK terdapat NAMA2 PRESIDEN & WAPRES 2014 yg disamarkan dalam Bhs Inggris. Sebelumnya saya Pernah Melayangkan Surat Pada yg bersangkutan ttgli 29/8/2013, tetapi tidak ada Respon. Adapun Nama2 Tersebut adalah :
    ” Before Bringing The Suluk it’s Wise You’re Tolerance. Suluk Isn’t It To Obey The Lord.”
    Email Saya : herralito_2009@yahoo.com

    Mohon Tanggapannya. Terima Kasih.

    Herralito Amarez.

    • Cakra Ningrat tidak memiliki ikatan primordial dengan partai apapun, begitu pula dengan calon presiden manapun dan siapapun orang itu. Artikel “SATRIO (PININGIT) PRESIDEN KE 7 ADALAH JOKO LELONO” ditulis untuk menjawab pertanyaan salah seorang warga setia blog SPTM bernama Sudirman.

      Cakra Ningrat tidak memiliki pengetahuan tantang photo suluk dan 3 Trisula Weda dimana di bawah suluk terdapat nama-nama presiden dan wapres 2014.

      Cakra Ningrat tertarik dengan kalimat dalam bahasa Inggris yang anda sampaikan yaitu: “Before bringing The Suluk It’s wise You’re Tolerance. Suluk Isn’t to Obey the Lord.” Kalimat itu memiliki arti: SEBELUM KEDATANGAN SULUK ADALAH BIJAKSANA JIKA KITA MENYIKAPINYA DENGAN TOLERANSI. SULUK TIDAK MEMATUHI RAJA (PRESIDEN).

      Cakra Ningrat mengacungkan dua jempol kepada anda, Herralito Amarez. Kalimat itu bermakna PERINGATAN (warning) buat kita semua.

      Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia “suluk” diartikan sebagai jalan ke arah kesempurnaan bathin. Dalam alqur’an surah An-Nahl (16:69) difirmankan “Tempuhlah Jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan bagimu.”

      Joko Lelono akan menjadi Presiden RI ke 7 bukan lewat jalan pemilu dan pilpres, tetapi lewat jalan “suluk” atau jalan Tuhan yang telah dimudahkan. “Suluk, tidak mematuhi Raja (presiden).” Siapapun presiden yang terpilih dianggap tidak legitimated dan inkonstutisional, karena itu suluk tidak mau mematuhinya. Mungkin saja foto-foto yang anda maksudkan salah satunya akan terpilih jadi presiden di pemilu 2014, akan tetapi suluk tidak mau mematuhinya. Trisula Weda akan menghancurkan mereka, Goro-goro akan terjadi sebagai jalan mudah bagi Joko Lelono untuk menjadi Presiden.

      Dalam kepemimpinannya, Joko Lelono tidak mau bertanggung jawab kepada rakyat, tidak mau patuh pada keinginan rakyat karena bukan rakyat yang memilihnya. Joko Lelono hanya patuh pada Tuhan yang telah memilihnya dan selalu menolongnya, sejak dulu, sekarang dan selamanya.

      “Sebelum kedatangan suluk, adalah bijaksana jika kita menyikapinya dengan toleransi.”

      Dalam konteks interaksi sosial, budaya, dan agama, kita harus menjunjung tinggi sikap toleransi. Suluk, (Joko Lelono) tidak membeda-bedakan agama. Suluk (Joko Lelono) berada di atas semua agama. Dia disebut dan dinubuatkan oleh semua agama-agama dengan berbagai macam nama dan julukan. Suluk, (Joko Lelono) adalah Satrio Pinanditho Sinisihan Wahyu. Dia akan memimpin dan menata ulang nusantara sebagaimana dan sesuai dengan apa yang diperintahkan Tuhan kepadanya. Dia akan membawa Indonesia menuju masa keemasannya. Adil dan makmur. Damai dan sejahtera.

      Cakra Ningrat berpesan hususnya kepada seluruh warga setia blog SPTM ini, BERSABARLAH… Mari kita pererat ikatan tali Persaudaraan dan Kebersamaan kita yang telah kita bina selama bertahun-tahun. Kita adalah SahabaT. Mari kita nantikan kedatangannya… SANG JURU SELAMAT. Kita semua.

      Terima kasih kepada saudara Herralito Amarez. Anda orang cerdas. Penglihatan bathin anda mengandung nilai kebenaran dan tepat. Sampaikanlah salam saya kepada keluarga anda.

      • Dear Cakra Ningrat,
        Terima Kasih atas Tanggapannya dan Salamnya. Ini adalah Ketikkan yg keTIGA, Ketikkan Pertama dan KeDua yg Panjang Lebar Berisikan Kajian2 atas Pakem-Blitar Presiden ke 7, Entah Mengapa Selalu ter Delete. Mungkin Tidak Boleh diSiarkan karena HANYA Merupakan IMAJINASI SAYA yg BELUM JELAS KEBENARANnya. Saya hanyalah seOrang yg meNyenangi & Pemerhati Pakem2, Serat2 atau Ramalan2 baik itu JOYOBOYO, RONGGO WARSITO, PRABU SILIWANGI maupun NOSTRADAMUS, Tanpa Punya Kemampuan Mata Ketiga ataupun Six Sense. Mungkin Kalau Boleh MemPaskan Terjemahannya, Before = Sebelum/Pra, Bringing = Bawa dan Isn’t It = Bukannya / Ra iYA.
        Dan juga Mungkin ada Persamaan dengan CUPU KYAI PANJALA-Gn KIDUL yg dibuka tgl 8/10/2013, Kain ke 26. Sisih Lor ono gambar wayang WERKUDARA, KUMBAKARNA, KRESNA. Mung Werkudara Lan Kumbakarna kaling-Kalingan Kresna. Saya Interprestasikan Sisih Lor itu MERDEKA UTARA, walaupun yg Lainnya Berpikir Sebelah Utara Gn. Kidul.

        Salam Sejahtera Bagi Anda dan Keluarga.

  5. Assalammualaikiumm wr.wr.
    Yth.Bapak Cakra Ningrat.

    Maaf saya agak sedikit kebingungan memahami artikel diatas,kalau berkenan saya ingin mengajukan sedikit pertanyaan…
    Disebutkan bahwa hadirnya Raja ke -6 (sby) adalah bersamaan dengan pemuda dari seberang,..seberang disini apa bisa diartikan dr Mekkah sebagaimana dijelaskan dalam hadist bahwa imam mahdi lahir di Mekkah?
    Yg kedua,apakah sosok Joko Lelono ini sama dengan Pemuda dari seberang tsb,karena disebutkan bahwa Joko Lelono lahir di padepokan di P.Jawa…

    Sudi kiranya Bapak Cakra yth memberi sedikit pencerahan kepada saya yang masih bodoh ini…

    Terimakasih..wassalammualaikum wr wb

    • Maaf saya ralat kalimat ” bahwa joko lelono lahir di tanah jawa” …maksud saya tidak disebutkan joko lelono lahir dimana,hanya disebutkan besar di padepokan di p.jawa…mohon pencerahannya..

      • Assalamu Alaikum Wr. Wb.
        Yth. Mas Sapto Adi.

        BENAR, yang dimaksud satria dari seberang adalah JOKO LELONO. Leluhur kita memberi julukan Joko Lelono (pemuda pengembara) kepada beliau karena kegemarannya mengembara. Pengembaraan beliau tidak boleh diartikan sempit dengan menafsirkan berpindah-pindah tempat untuk kehidupannya, akan tetapi lebih luas dari yang kita bayangkan. Beliau mengembara di dua alam yakni alam nyata dan alam gaib. Ketika kita mencari beliau di alam nyata ternyata beliau sudah berpindah ke alam gaib. Tatkala orang-orang spiritual mencarinya di alam gaib, ternyata dia sudah berpindah ke alam nyata. Tidak akan mungkin bisa ketemu. Tidak akan mungkin bisa diketahui sebelum waktunya.

        Beliau juga gemar mengembara dan melanglang buana ke dalam belantara keyakinan-keyakinan ummat beragama. Kadang dia berada di belantara keyakinan agama islam, lain waktu dia mengembara di belantara agama kristen. Kapan waktu dia berada di belantara buddha kemudian berpindah ke belantara hindu, Kong Hu Chu, zoroaster, shinto dsb. Itulah sebabnya leluhur kita menyebut; “hidupnya Joko Lelono kurang beruntung, selalu menemui halangan, terluntah-luntah dan selalu tersia-siakan, tetapi Tuhan yang Maha Kuasa selalu membimbing perjalanan Joko Lelono yang kelak akan menjadi raja…”

        Joko Lelono dicari dan ditunggu oleh seluruh ummat manusia dan tidak terbatas hanya orang Indonesia saja. Dia memiliki gelar dan julukan di semua keyakinan agama-agama manusia. Di dalam agama islam dia bergelar Imam Mahdi, di agama kristen dia disebut Mesiah Sang Juru Selamat, di agama buddha dia dinantikan sebagai Buddha Metteyya Yang Penuh Welas Asih, di dalam agama hindu dia dinamakan Kalki Sang Penghancur dan di agama zoroaster dia dinamakan Bahramsyah (Barhamsah). Sungguh, betapa terluntah-luntahnya dan selalu tesia-siakannya dia tetapi Tuhan Yang Maha Kuasa selalu menolong perjalanan Joko Lelono yang kelak akan menjadi raja atau pemimpin.

        BENAR mas, yang dimaksud satria dari seberang adalah Joko Lelono yang bergelar IMAM MAHDI. Kata “seberang” maksudnya seberang pulau Jawa, entah Sulawesi atau Kalimantan atau lainnya dan yang pasti bukan Mekkah. Banyak ummat islam yang keliru dalam menafsirkan hadits-hadits nabi berkaitan dengan Imam Mahdi, untuk jelasnya, tunggu artikel saya yang berjudul SATRIO (PININGIT) IMAM MAHDI MUNCUL 2015 ? (Tanggapan Kritis terhadap Jaber Bolushi).

        Artikel tersebut ditulis berdasarkan hadits nabi Muhammad dan ditafsirkan sendiri oleh Cakra Ningrat dengan mengenyampingkan seluruh pemikiran dan penafsiran ummat islam yang pernah ada. Ditulis dengan gaya bahasa yang sederhana namun serius. Pemikiran Cakra Ningrat selalu originil dan murni serta jauh dari segala macam tendensi apapun yang dapat mengurangi nilai-nilai rasionalitas dan obyektivitas sebuah karya tulis.

        Khusus untuk Mas Sapto Adi saya ucapkan terima kasih atas pertanyaannya dan sampaikan salam saya pada keluarga anda.

        Wassalam.

        • Assalammualaikum wr wb

          Alhamdulillah,puji syukur kehadhirat Allah SWT stas limpahan rahmatNya..
          Terimakasih dumateng Bpk Cakra yth yang telah sudi membagi pengetahuannya bagi kami yang bodoh ini.
          Dengan senang hati saya akan menunggu artikel Bapak selanjutnya.Insyaallah dapat memberikan pengetahuan yang lebih kepada kami.

          Wassalammualaikum wr wb

        • Om maaf cuma ikut nyimak, dan sedikit share yg terfikir oleh saya, begini saya banyak mebaca artikel tentang Imam Mahdi dan Satria Piningit, yang saya coba ingin luruskan sepertinya tidak benar bahwa satria piningit / imam mahdi akan muncul di tahun 2015, dan menurut saya tidak benar juga bahwa presiden ke 7 sebagai ksatria piningit, soalnya di pilpres tahun 2014 ini kan masih tidak legitimated dan inkonstitusional, dan perencanaan pemilihan presiden secara serentak langsung itu di tahun 2019, jadi mungkin menurut perhitungan saya presiden ke 7 ditahun 2014 belum masuk dalam hitungan real artikel diatas, bisa jadi tahun 2019 yang pemilu nya akan di rancang langsung tidak 2 kali seperti 2014 saat ini, dan mungkin di saat pemilihan langsung itu satria piningit baru muncul, saya juga mengarah “pernah membaca maaf dalam sebuah artikel yg merujuk kepada hadits, bahwa kehadiran Imam Mahdi di Umur tatkala umur Nabi Muhammad SAW memenangkan Perang pertama nya yaitu 55 Tahun…, dengan akal logika saya merujuk adakah capres yang berumur pas 55 tahun di 2014 ? Dan pemilihan presiden 2014 masih tidak legitimated dan inkonstitusional, sedangkan 5 tahun kedepan baru akan direncanakan pemilihan secara legitimated, mungkin saja 2014 umur Ksatria Piningit masih 50 Tahun, dan memang belum di gariskan untuk muncul, dan mungkin saja 5 Tahun kedepan beliau Baru akan muncul, soalnya secara hitungan, pemilihan presiden yang berlandaskan peraturan negara ini akan di mulai kembali 2019 nanti…, tetapi saya sepaham dengan Amanah Leluhur, saya juga pernah mendengar tentang “sebuah kitab yang di dalam nya tertulis perjalanan negara Indonesia, kalau tidak salah NOTONEGORO atau NOTONOGORO,ada kemiripan dengan artikel yang om tuliskan, namun dalam kisah kitab ini hanya di akui 5 kepemimpinan saja, yaitu soekarNO, soeharTO, susilobambangyudoyoNO, dan GO= Goib, yaitu merujuk pada KSATRIA PININGIT, dan akhir RO= Roib, yaitu Hilang atau diartikan Akhir Zaman atau Kiamat…, masuk di akal kalau untuk saya hampir sejalan semua cerita2 masalalu, dan kebenaran yg telah dituliskan dari dahulu kala mulai terjadi di masa kini, betapa MULIA nya TUHAN, sebenarnya telah memberikan Petunjuk bagi kita Untuk selalu mengingat Kebesaran Nya…, layak nya seperti dejavu padahal suratan dunia memang sebernarnya sudah dituliskan hanya seglintir orang yang terkadang terfikir dan mulai memahami yang lain hanya menunggu WAKTU yang menjawab…. Mohon maaf bila ada salah kata, saya hanya menyimak dan mencoba mengeluarkan pendapat, kita kan negara demokrasi bebas berpendapat dan terus memahami serta menambah wawasan… Hehehehe

          • Kita sependapat bahwa Imam Mahdi tidak akan muncul tahun 2015. Yang mengatakan Imam Mahdi akan muncul 2015 adalah Djaber Bolushi, seorang muslim syiah. Saya menanggapi buku Djaber Bolushi dengan artikel “IMAM MAHDI MUNCUL 2015? (TANGGAPAN KRITIS BUAT DJABER BOLUSHI). Artikel tersebut bisa anda baca di blog SPTM ini.

            Kita sependapat bahwa siapa pun presiden yang terpilih dalam pilpres 9 Juli 2014 yang lalu tidak bisa disebut sebagai Presiden RI ke-7 sebagaimana yang diramalkan oleh Ronggowarsito, oleh karena pilpres kali ini dianggap inkonstitusional. Untuk selengkapnya, silahkan baca artikel saya “PRESIDEN KE 7 RI ADALAH JOKO LELONO.” Artikel tersebut bisa anda baca di blog SPTM ini.
            Saya tidak tahu apakah Satria Piningit akan muncul di saat beliau berusia 55 tahun atau di tahun 2019.

            Saya juga tidak tahu tentang kitab NOTONOGORO. Karena itu saya tidak akan menyampaikan pendapat saya terhadap suatu hal yang tidak saya ketahui sebab-musababnya.

  6. mohon dicamkan, bila itu mmg akan terjadi maka kita harus bersiap dengan gejolak alam yang lebih dari yang kita bayangkan…. klau semua itu penggenapan dari semua yang tersurat, salam.

  7. Semua artikel di blog ini yang menggambarkan tentang IMAM MAHDI adalah benar dan sama dengan keadaan IMAM MAHDI.

    IMAM MAHDI hanya dapat di ketahui oleh orang yang memiliki ilmu indera keenam atau indigo.

  8. Sesuai dan sebagaimana yang telah diperjanjikan sebelumnya, maka pada hari Rabu 2-4-2014 jam 2 siang, Admin telah menerima artikel yang ditulis oleh Bapa Cakra Ningrat berjudul:

    SATRIO (PININGIT) IMAM MAHDI MUNCUL 2015 ?
    TANGGAPAN KRITIS TERHADAP JABER BOLUSHI.

    Banyak hikmah dan pelajaran berharga yang sangat bermanfaat untuk kita ke depan yang tentu saja kita jadikan pegangan setelah membaca artikel yang panjangnya terdiri atas 72 halaman tersebut. Ditulis dengan gaya penulisan”khas” Cakra Ningrat; berani, lugas, rasional, dan obyektif.

    Siapa pun yang membaca artikel di atas akan berfikir bahwa Cakra Ningrat akan menguliti Jaber Bolushi. Ternyata Cakra Ningrat hanya menulis tanggapannya terhadap Jaber Bolushi, tidak lebih dari satu halaman saja namun dengan argumentasinya yang sangat kuat sehingga dapat mementahkan seluruh materi yang ada dalam buku Jaber Bolushi.

    Dalam menafsirkan hadits-hadits nabi Muhammad SAW yang berhubungan dengan Imam Mahdi, Ad Dajjal, Almasih Ad Dajjal, dan Yesus Kristus (Isa Ibnu Maryam), Cakra Ningrat menggunakan pendekatan: Linguistik, nalar burhani, logika, dan filsafat. Selain hadits nabi Muhammad, alqur’an, dan alkitab, Cakra Ningrat juga menafsirkan wahyu-wahyu Tuhan yang pernah diturunkan kepada nabi Zarathustra yang selama ini diimani oleh orang-orang majusi atau orang-orang yang menganut faham zoroasterianisme.

    Sebuah kewajiban bagi Admin untuk mengingatkan warga setia blog SPTM dan pembaca yang budiman dalam membaca artikel Cakra Ningrat agar mewaspadai kehadiran Ad Dajjal yang tiba-tiba saja datang mengganggu konsentrasi anda. Beberapa anggota tim Admin mengalami pengalaman unik ketika asyik-asyiknya mereka membaca artikel, tepat di halaman 21 yang membahas “DEFENISI AD DAJJAL” secara tidak terduga tiba-tiba Ad Dajjal datang dan berbisik di hati Tim Admin dengan “mencampuradukkan, merancukan, dan mengaduk-aduk” kebenaran yang disampaikan oleh Cakra Ningrat. Tentu saja Tim Admin merasa tidak nyaman dengan keadaan itu. Puncaknya Ad Dajjal memfitnah Cakra Ningrat dan menuduh Cakra Ningrat dengan mengatakan Cakra Ningrat adalah Ad Dajjal.

    Admin mengingatkan apabila warga setia blog SPTM dan pembaca mengalami hal serupa dengan yang dialami oleh Tim Admin, kami anjurkan kepada anda agar melanjutkan terus bacaannya sampai ke halaman 34 pada sub tema “IMAM MAHDI ADALAH ISA (YESUS KRISTUS). Pada bagian ini Ad Dajjal akan hancur dengan sendirinya.

    Berdasarkan pengalaman unik dan aneh tapi nyata sebagaimana yang dialami oleh beberapa orang anggota Tim Admin, maka Admin menyimpulkan artikel Cakra Ningrat kali ini terasa hidup, mendebarkan, mengejutkan dan memiliki dimensi ilahiah. Simpul terpenting dari semua itu, artikel Cakra Ningrat dapat memberi solusi atas ketidaktahuan kita selama ini sekaligus sebagai jawaban kongkrit atas pencarian kita terhadap kebenaran universal yang selama ini didambakan.

    Wassalam: Admin

  9. Assalamualaikum wr wb..

    Salam hormat pd Yth Bpk Cakra Ningrat n Bpk Admin n tim serta wargablog..

    Terlebih dahulu dimohon ribuaan maaf sekiranya berlebihan..

    Amali n fahamilah Rejab Istighfar, Doa Akasyah n Saiyidul Istighfar karna sesungguhnya menjadi benteng bg ‘musibah’ yg mendatang..

    Sekian dulu..

    Assalamualaikum wr wb..

  10. Kepada Yth. seluruh warga SPTM
    Assalamu Alaikum Wr. Wb.
    Salam sejahtera buat kita sekalian.

    Pada tanggal 22 April Admin telah menerima email dari npiningit@gmail.com, pengirim mengirimkan Alkitab Roma 6 1-14 sebagaimana yang pernah dia kirimkan Alkitab Yesaya (tanggal 14 April) dan Alkitab Mazmur 21 (tanggal29 Maret). Tim Admin TIDAK AKAN MENAMPILKAN apa yang dikirim oleh npiningit@gmail.com oleh karena kami anggap tidak mencerdaskan warga sebab tidak ada kajian dan penjelasan lebih lanjut. Perlu kami tegaskan bahwa warga setia blog SPTM adalah orang yang sangat terhormat, sangat cerdas, intelek dan rasional yang tidak boleh disuguhkan dengan kiriman-kiriman atau tanggapan yang tidak masuk akal dan kekanak-kanakan sebagaimana yang selama ini dikirim oleh npiningit@gmail.com.

    Admin juga mendapat email dari Sahibuzaman (angsahitam@inbox.com) yang intinya berupa undangan untuk berjihad dari Gubernur Militer Khilafah Islam Pasukan Komando Bendera Hitam Wilayah Asia Tenggara Negara Khilafah Islam Ad Daulatul Islamiyah Melayu.

    Admin menegaskan bahwa Sahibuzaman salah alamat masuk di blog SPTM. Warga blog ini adalah orang cerdas dan pintar. Mungkin undangan anda lebih cocok ditujukan kepada orang-orang yang bodoh dan buta, yaitu orang-orang yang tidak memahami alqur’an dengan akal fikirannya. Tim Admin terdiri dari beberapa orang yang ahli dan pakar di bidangnya termasuk sangat kuat dalam ilmu kebatinan dan spiritual tinggi yang memiliki kemampuan untuk mendeteksi segala bentuk infiltrasi yang ingin membelokkan blog ini ke jalan yang tidak benar.

    Tim Admin akan menangkal segala bentuk dakwah atau misi apa pun yang bersifat sektaria yang menodai prinsip-prinsip universalitas blog ini. Blog SPTM menganut prinsip BENAR, LURUS, DAN JUJUR. Blog ini hanya menyajikan pendapat-pendapat atau pandangan yang rasional dan obyektif tanpa memihak pada salah satu agama atau kelompok apa pun.

    Demikian permakluman ini dan atas perhatiannya diucapkan terima kasih.
    Wassalam.

  11. di seberang artinya tidak hanya di indonesia saja… bisa jadi di belahan dunia lainnya…eropa amerika afrika asia…. kiasan leluhur tidaklah mudah untuk dipahami, hanya saja inti dari nasehat leluhur yang pasti, agar kita sebagai penerus, selalu lah berbuat kebaikan dan menjauhi kemungkaran…

  12. Yth. tania, Maksopati, Djokolawe 212, Cahsunda, dan Tim Admin.
    Assalamu Alaikum Wr. Wb.

    Menentukan apakah Imam Mahdi sudah lahir atau belum, menebak jika telah lahir umurnya berapa atau dimana keberadaannya agar bisa kita telusuri ibarat mencari jarum di bawah tumpukan jerami. Bukan hanya susah sekali menemukan jarum tersebut, namun bila menemukannya bisa-bisa jari kita yang berdarah terkena tusukan jarum itu.

    Warga setia sangat mengetahui awal keberadaan Cakra Ningrat di blog ini, mulanya hanya ingin menyampaikan LEGAL OPINION tentang perjanjian-perjanjian Tuhan berdasarkan alqur’an dan alkitab (perjanjian lama). Di belakang hari muncul pertanyaan kepada kami tentang Trisula Wedha. Pertanyaan ini memaksa kami untuk mencari referensi bacaan tentang Satrio Piningit. Dari sekian banyak daftar bacaan dan literatur yang kami pelajari ternyata bacaan yang paling logis, rasional, dan masuk dalam logika kami adalah artikel SATRIO PININGIT TELAH MUNCUL (SPTM) yang ada di blog ini. Kita semua (termasuk Admin) tidak pernah mengetahui siapa sesungguhnya penulis artikel tersebut.

    Fikiran-fikiran Cakra Ningrat tentang Satrio Piningit, Imam Mahdi, dan Yesus Kristus (Isa Almasih) bersumber dari artikel SPTM. Pertanyaan Maksopati tidak bisa kami jawab karena apa yang anda tanyakan bukan fikiran kami tapi, kami hanya mengutip dari artikel SPTM, namun penulis artikel itu tidak kita ketahui karena tidak pernah muncul di blog ini.

    Hikmah terbesar buat saya pribadi setelah membaca artikel SPTM, saya telah menerima ALKITAB dan membenarkannya. Dasar hukumnya adalah alqur’an. Hati saya sedih, miris, muak seakan hendak memuntahkan isi perut bila membaca tulisan-tulisan di internet dimana orang islam menghujat kristen dan orang kristen yang menghujat islam. Mereka saling hujat-menghujat dengan didasari oleh kedengkian, kesombongan dan keangkuhan.

    Saat ini Cakra Ningrat sedang menulis artikel terbaru berjudul: Ya’juj dan Ma’juj (Gog dan Magog). Selamat menanti, semoga anda menjadi orang-orang yang sadar dan tercerahkan.

    Dan waspadalah! Jangan pernah percaya kepada orang-orang yang mengakui dirinya sebagai Satrio Piningit atau Imam Mahdi atau Yesus Kristus. Jangan pernah percaya bila ada yang mengatakan baik dengan lisan ataupun tulisan bahwa Satrio Piningit (Imam Mahdi dan Yesus Kristus) ada di sini atau di sana. Yakinlah semua itu bohong dan menyesatkan!

    Tidak ada yang mengetahui siapa dan dimana Satrio Piningit (Imam Mahdi dan Yesus Kristus). Beliau adalah “rahasia” yang dirahasiakan oleh Tuhan Semesta Alam. Kemunculan beliau bersamaan dengan tersingkapnya keajaiban langit.

    Cakra Ningrat hanya sebatas menyampaikan pendapat atau pandangan berdasarkan logika dan akal sehat. Segalanya berpulang kepada pembaca, entah mau menerimanya atau mengingkarinya.

    Wasslam.

  13. Artikel yang luar biasa, kalau saya sebut, maka penulis sangat jeli dan sangat peka dalam menganalisa. Saya memang kesulitan dalam menerka setiap kejadian yg tertulis, tapi, penjelasan selanjutnya membuat saya bisa memahaminya, trimakaih Bapak Cakra Ningrat, salam sejahtera

  14. Pertanyaannya, dengan semua ramalan besar mengenai akhir zaman yang hampir serupa dari belahan dunia manapun, adakah sumber utamanya?

    Ramalan terjadi saat kita menyadari kebaikan yg terpaparkan dan kita menginginkan hal tersebut menjadi nyata, lalu peramal bilang saat datang waktunya.

    Saya terganggu dengan istilah indigo yg semata diartikan sebagai kemampuan six sense padahal lebih luas dari itu, mencakupi kemampuan memaksimalkan fungsi otak yang seimbang dengan kedewasaan spiritual.

    Dan ini blog lintas agama atawa kultur Jawa saja krn rasanya semua ditarik menuju sudut pandang budaya Jawa?
    *no sara kok cuma tanya, maklum saya masih termasuk kategori sebelun pemuda.

    Menarik tulisannya, Pak Dhe.

  15. Pak Cakra Ningrat,
    Disampaikan bahwa seorang Joko Lelono ada lah seorang pengembara yang tinggal di laut seberang, yang pastinya tidak berada di pulau jawa, dan diyakini adalah pewaris terakhir dari 7 raja yang akan memimpin republik ini. apakah ini berarti bahwa kemunculan beliau sudah sangat dekat sekali, dikarenakan pemilu kali ini 2014 adalah pemilu yang akan memilih presiden ke 7.

    Berarti dalam hemat saya, bahwa meskipun cuma ada pasang capres yang bersaing sekarang, tetapi diantara keduanya tidak ada yang akan dilantik menjadi presiden RI ke 7, dikarenakan sudah pakemnya menyebutkan bahwa presiden ke 7 adalah milik Joko lelono, apakah demikian??

    Kalau benar demikian adanya, apakah akan muncul keajaiban yang bisa mengantar Joko lelono di kenal rakyat dan dipilih langsung oleh rakyat yang tidak melalui pemilu.

    Kita semua tentunya berharap bahwa kemunculan joko lelono sang staria pengembara, mampu memberikan tatanan kehidupan baru bukan cuma Indonesia tetapi juga tatanan dunia baru.

    Apakah yang dimaksud munculnya sosok ini sejalan dengan keyakinan bahwa di akhir zaman akan muncul cahaya pembaharuan yang dibawah oleh seorang anak muda dari timur. Kemunculannya tidak hanya ditunggu oleh manusia, bahkan alam semestapun menantikan kedatangan beliau. Konsep ratu Adil yang lahir bersama perjuanagan Joko lelono adalah benar tidak saja sebagai konsep feminisme, tetapi memang benar kenyataan bahawa Joko lelono yang sangat religious memilki hubungan perjuangan dengan seorang wanita yang merupakan sosok seorang Ibu yang religious, dan keduanya sangat dekat hubungannya dengan Tuhan alam semesta. Sang Ibu inilah yang bergelar sang Ratu Adil yang mempunya kekuatan dan keberkatan Tuhan dalam mengatur manusia dan alam semesta. namun pertanyaannya apakah sosok ibu ini akan juga wujud sebagaimana manusia biasa dan ikut mengatur dunia?? wallahu alam bissawab, cuma allah yang mengetahuinya.

    Pak Cakra Mohon tanggapan dan pencerahaannya.

    Lasrimeijah.

    • Saya dapat memastikan kedua orang Capres yang akan dipilih oleh rakyat pada pilpres 9 Juli 2014 BUKAN Joko Lelono. Siapa pun presiden yang terpilih sangat berpotensi untuk disebut cacat yuridis oleh karena UUD 45 telah mengatur pemilihan umum dilaksanakan sekali dalam lima tahun, sementara yang kita lakukan sebanyak dua kali yaitu pemilihan umum legislatif dan pemilihan umum presiden. Karena cacat yuridis maka alam semesta dan leluhur kita tidak merestui. Diprediksi setelah pilpres nanti, entah kapan waktu pastinya, akan terjadi gejolak alam yang luar biasa yang kelak akan memicu terjadinya apa yang disebut goro-goro atau huru-hara.

      Bila benar goro-goro telah terjadi maka saat itulah rakyat Indonesia akan mengetahui siapa Joko Lelono sebenarnya. Joko Lelono (pemuda pengembara) bukan nama seseorang. Joko Lelono adalah sifat dan tabiat seseorang yang gemar mengembara. Tidak ada yang mengenal atau mengetahui sosoknya oleh karena Tuhan merahasiakannya. Segala perbuatannya semata-mata atas perintah dan kehendak Tuhan dan bukan atas kemauannya sendiri.

      Leluhur kita memberi istilah pada sosok itu sebagai SATRIO PININGIT. Dia akan muncul setelah alam memunculkan dirinya. Ketika dia muncul, leluhur memberi gelar kepadanya sebagai RATU ADIL oleh karena dia berlaku adil terhadap seluruh ummat manusia tanpa membedakan mereka berdasarkan agamanya . Dia akan menghapus semua agama. Semua manusia akan tunduk pada SATU TUHAN.

      Oleh karena Tuhan hanya satu dan tidak memiliki sekutu maka Satrio Piningit (Joko Lelono) tidak akan bersekutu dengan siapa pun, apalagi dengan seorang ibu (perempuan) sebagaimana yang anda maksudkan.

      Joko Lelono (Satrio Piningit) adalah representasi Tuhan. Dia adalah Imam Mahdi, Yesus Kristus, Buddha Meitreya, dan Dewa Kalki. Dia adalah Al Masih atau Messiah. Kemunculannya sekaligus pertanda masa menjelang akhir zaman. Alam semesta akan memperbaharui dirinya. Tidak ada yang kekal kecuali Tuhan Semesta Alam, Yang Maha Pencipta.

      Demikian penjelasan saya, semoga dapat mencerahkan anda.

  16. Menurut ahli sejarah Kediri, Ki Tuwu, selain itu masih ada beberapa ciri-ciri zaman Kalabendu. Berikut ini wawancara merdeka.com dengan Ki Tuwu untuk mengupas tentang zaman Kalabendu:

    1. Zaman Kalabendu yakni zaman sukar atau sengsara.

    Zaman Kalabendu artinya zaman sukar atau sengsara dan angkara murka. Ialah sebuah zaman dimana tanah Jawa berada di bawah lambang atau semboyan Ratu Hartawati, yaitu ratu yang hanya mengutamakan uang dan harta benda atau kekayaan lahir belaka.

    2. Banyak bapak lupa anak dan keluarga bercerai berai

    Zaman itu terjadi ketika batin manusia banyak tidak teguh, imannya mudah luluh, dan pendiriannya gampang runtuh. Rakus serakah. Setiap saat dapat dibilang manusia hatinya panas karena terbakar oleh nafsu angkara murka.

    Selain itu, manusia juga hanya berpikir bagaimana lekas menjadi kaya, serta saling berlomba hidup dalam kemewahan.

    “Digambarkan juga dalam ramalan Jangka Jayabaya, banyak bapak lupa anak, anak melawan orang tua, saudara melawan saudara, keluarga saling cidera, dan murid melawan guru,” imbuhnya.

    3. Banyak orang kecil mencari kesalahan pejabat

    Masih menurut Ki Tuwu, zaman Kalabendu juga digambarkan dengan banyak bawahan melawan atasan, orang kecil mencari kesalahan orang besar, kemudian merebut jabatannya. Banyak orang berkhianat terhadap kawan, bahkan terhadap saudaranya sendiri.

    “Penetapan zaman Kalabendu itu dari waktu mendiang Sultan Pakubuwono IV hingga zaman kiamat kubro. Dan dalam sabda Prabu Jayabaya itu, dijelaskan bahwa Allah segera menghukum manusia atas perbuatan-perbuatan yang dilanggarnya,” ujarnya.

    4. Orang berpengaruh muncul karena suaranya lantang dan berani

    Selain itu, Zaman Kalabendu juga digambarkan ketika ada hidangannya orang besar dan orang kecil (Hiku lire sesuguhe si Hadjar marang ingsung) adalah “Kembang Seruni”, yaitu kata-kata samara dari kata seru dan berani. Dimana di zaman Kalabendu siapa yang bisa mengeluarkan suara seru dan berani pasti orang itu akan mendapat pengaruh luar biasa, tidak peduli ia berasal dari tingkatan apa, mempunyai cukup pengertian dan pengalaman atau tidak.

    5. Orang berpangkat tapi jahat, orang kecil terpencil

    Dalam Jangka Jayabaya juga digambarkan pada zaman Kalabendu banyak orang berpangkat makin jahat, orang kecil makin terpencil. Orang kecil banyak yang lupa asalnya. Banyak wanita hilang rasa malunya, banyak laki-laki hilang kehormatannya.

    Di zaman itu juga banyak bayi-bayi mencari ayahnya, banyak perempuan jalan di pinggir jalan. Mungkin memang sudah menjadi kodrat Tuhan, Tanah Jawa mesti mengalami “wolak waliking zaman (terjadi perubahan).”

    6. Presiden mengangkat kawan jadi pejabat dengan cara tak adil

    Ketika ada raja atau presiden mengangkat kawannya yang tidak adil, juga menjadi tanda zaman Kalabendu. Selain itu, tanda lain ketika banyak pejabat makin jahat, penduduk makin terpencil. Orang yang curang semakin garang, orang jujur semakin ajur.

    “Orang mulia makin tersia-sia, orang jahat mendapat derajad. Yang jahat kelebihan berkat. Suap makin meluap,” tegas Ki Tuwu.

    Jika semua itu masih ada, menurut Ki Tuwu berarti masih berada di zaman Kalabendu. Namun jika semua itu sirna maka akan memasuki zaman mulia, di mana Jawa akan makmur. Itu akan disertai kemunculan Ratu Ginaib, artinya pemimpin yang menjadi utusan Tuhan yang mengutamakan ketuhanan, perikemanusiaan dan perikeadilan.

  17. Assalamu’alaikum wr wb.
    Saya cuma mau menambahkan pengalaman admin situs ini, ketika merujuk pembahasan dajjal, maka terjadi chaos….tetapi terus lanjut pada kajian Imam Mahdi …dan akhirnya selamat/chaosnya kabur. Dari sini dapat diambil pelajaran bahwa dajjal itu memang ada dan Imam Mahdi pun memang benar adanya. Saya membenarkan adanya manakala disebut Imam Mahdi dajjal akan ngabur atau kalah.

    Saya nggak sependapat bahwa Imam Mahdi hanya bisa dideteksi/ditangkap/disingkap/dilihat oleh mereka yang punya indra keenam saja. Bisa yang punya hidayah orang biasa pun bisa tahu siapa Imam Mahdi tersebut…..cuma waktu menyingkapannya saja masih dalam rahasia ALLAH….perlu pengakuan seluruh jagad terutama sekali umat Islam sejagad yang menobatkan berdasar kinerja akbar yang dihasilkan di dalam mengatasi segala kekacauan dunia. Wallahu ‘alam bishawab.

    • Anda benar Pak Dwi. Dalam penulisan artikel tentang Imam Mahdi dan Dajjal, satu-satunya referensi saya adalah hadits nabi Muhammad SAW. Kalau tidak ada dasar hadistnya lebih bagus kita chaos. Banyak penulis yang menulis buku tentang Imam Mahdi dan Dajjal, meski manggunakan dasar hadist nabi namun caranya mengembangkan tema cenderung berlebih-lebihan, sehingga terkesan mengada-ada dan tidak rasional. Lebih bagus chaos pak daripada mengembang ke arah fiksi.

      Anda benar Pak Dwi. Imam Mahdi akan dilihat dan diketahui oleh ummat manusia sejagad apabila waktu yang ditentukan Allah telah tiba. Yang saya maksudkan bahwa Imam Mahdi hanya dapat dideteksi oleh mereka yang memiliki indera keenam adalah saat “sebelum waktu ummat sejagad mengetahuinya.” Sebagai contoh; sebelum nabi Muhammad diangkat sebagai rasul (sebelum wahyu pertama diturunkan) atau sebelum manusia kala itu mengetahuinya ternyata Pendeta Buhaira lebih dulu mengetahuinya berdasarkan penglihatan indera keenamnya.

  18. Salam sejahtera pak cokro..
    Sya komen sja bagian pertanyaan ya…

    Menurut saya akhir zaman itu hanya bagian periode akhir dari siklus besar zaman atau menutup zaman kegelapan ke zaman terang. bukan hancurnya bumi or peradaban manusia atau semacamnya..
    Kalau bahasa arab biasanya menyebut sbb: “yaumul qiyamah = hari kebangkitan
    Yaumul qiyamah bukan hari kehancuran
    Yaum = hari , qiyamah dari kata dasar qum=bangkit/bangun”
    Jadi sbenarnya sah2 aja ada akhir jaman
    Karena hidup ini hanya putaran siklus yg saling terkait satu sama lain,
    Hari,minggu,bulan,tahun,musim,lahir,mati
    Semuanya hanya siklus..
    Hemat saya satrio lelono memang mengakhiri zaman tapi juga membuka zaman baru yg artinya di mulai dari awal fitrah manusia kembali

    Salam.

    • Blambangan menafsirkan “akhir zaman” sebagai penutup kegelapan zaman terang. Seharusnya lebih dikonkritkan pak; “kegelapan” dalam konteks apa dan apa yang dimaksud zaman “terang.” Jika yang anda maksud dulunya Indonesia berada di zaman kegelapan karena sumber energi listrik masih sangat terbatas, tentu saja anda benar. Indonesia sekarang akan masuk zaman “terang” pak karena sumber energi sudah semakin banyak, termasuk solar cell yang sangat membantu masyarakat, utamanya yang tinggal di pedesaan. Hidup ini hanya putaran siklus yang saling terkait satu sama lain. Hari, minggu, bulan, tahun, musim, lahir, mati, semuanya hanya siklus. Anda lupa mengatakan tidur malam hari dan bangun di pagi hari juga hanya siklus. Tidur di malam hari adalah masa terang karena mata Blambangan sudah membelalak! He..he..he.

      Yaumul qiyamah adalah bahasa Alqur’an (Arab) yang berarti “Hari Kebangkitan” atau “ Hari Berbangkit.” Oleh karena Yaumul qiyamah adalah bahasa Alqur’an yang juga merupakan surah ke-75 Alqur’an yaitu “al-qiyamah” maka penafsirannya harus relevan dan berkaitan dengan Alqur’an.

      Blambangan mengatakan Yaumul qiyamah artinya hari kebangkitan. Pertanyaan saya “Bangkit” dari apa pak? Kebangkitan tidak akan terjadi sebelum terjadi “kehancuran.” Karena itu secara istilah Yaumul Qiyamah (hari kebangkitan) sering diartikan sebagai hari kiamat (kehancuran alam semesta beserta isinya).

      Nama-nama lain dari HARI KIAMAT adalah Hari Kebangkitan (Yaumul Qiyamah), Hari Pemisah (Yaumul Fashl), Hari Perhitungan (Yaumul Hisab), Hari Pertemuan (Yaumul Thalaq), Hari Berkumpul (Yaumul Jam’i) Hari Perhitungan Amal (Yaumul Mizan) Hari Pembalasan (Yaumul Jaza), Hari yang menentukan (As-Sa’ah), Hari Pembalasan Agama (Yaumul Din)

      Hari Kiamat atau Hari Kebangkitan adalah “HARI Tuhan.” Cakra Ningrat memiliki pengetahuan yang sangat terbatas tentang hari tersebut. Pengakuan yang jujur ini jauh lebih bagus dibanding Blambangan yang sok tahu, sehingga tidak lagi mempertimbangkan bahwa ada ummat yahudi, nasrani, dan islam yang beriman kepada “Hari Kiamat.”

      Satrio Lelono memang mengakhiri zaman, tapi juga membuka zaman yang baru yang artinya dimulai dari awal fitrah manusia kembali. Itu maunya Blambangan tho. Pertanyaannya, lantas kapan berakhirnya pak?

      Satrio Lelono itu hanya “penamaan” dari leluhur kita. Bisa saja yang dimaksud dengan Satrio Lelono adalah MESSIAH atau ISA ALMASIH sebagai pertanda kita telah memasuki masa menjelang akhir zaman. Dalam Alqur’an Tuhan berfirman:
      Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus. (QS. 43:61).

      Demikianlah penjelasan saya, semoga anda menjadi sadar dan tercerahkan. Amin.

  19. Ass. Mualaikum bpk cakra ningrat. Rahayu wilujeng.
    Saya ingin menjawab dan menyampaikan pesan untuk pertanyaan bpk yg ke 1 dan ke 2.
    Leluhur kita berpesan, hanya 7 (tujuh) orang raja yang akan memerintah Indonesia. Jumlah ini sama dengan jumlah yang diramalkan oleh Bagus Burham (Ronggowarsito) dengan sebutan 7 (tujuh) orang Satrio. Kenapa harus tujuh, bukan delapan, sembilan, atau sepuluh dan seterusnya.
    Kenapa harus 7. Dari tulisan bapak disebutkan yg perlu di garis bawahi. Nanti ada 7 ( tujuh) orang satrio ( raja/presiden) yang memimpin kerajaan dengan seluas bekas kerajaan Mojopahit. Itu artinya Indonesia merdeka dengan jumlah wilayah seluas bekas kerajaan Mojopahit yang akan di pimpin sampai 7 raja ( satrio), sesuai yang bapak sebutkan. Setelah satrio ke 7 BISA jadi ada raja ke 8 tetapi cakupan Wilayah yang tidak seluas bekas kerajaan Mojopahit. Wilayahnya bisa bertambah atau berkurang karena ada yang merdeka seperti Timor-timor. Atau adanya kesuksesan otonomi daerah yang menghasilkan satu daerah di pimpin oleh satu raja saja.
    Untuk ciri-ciri raja itu adalah penggambaran rajanya. Tidak bisa mencakub semua sifat dan fisiknya. Tapi dengan adanya ciri tersebut kita bisa mengenali keberadaan para raja ( satrio).

    Jika BENAR memang hanya 7 (tujuh) orang raja atau Satrio, berarti saat ini kita sudah berada di dalam era “menjelang ahir zaman.” Kemunculan Raja atau Satrio ketujuh nanti, berarti sekaligus menandakan masa Ahir zaman.

    Untuk pertanyaan ke 2 ini. Dengan kemunculan satrio ke 7 bukan berarti menandakan akhir zaman ( seluruh alam semesta hancur) tapi hanya di khususkan untuk zaman kerajaan yg luasnya seperti kerajaan Mojopahit saja. Setelah berakhirnya kepemimpinan 7 raja itu tidak di sebut dalam ramalan. Hanya Allah lah Yang Maha Tahu. Kita cuma di kasih sedikit anugerah pengetahuan oleh-Nya. Kejadian di dunia ini bisa berulang ulang selayaknya perputaran jam yang terus berulang 24jam. Tetapi dengan takaran jangka waktu yang berbeda. Sehingga muncullah suatu kumpulan waktu bulan’ tahun, penanggalan aboge, perputaran dasa warsa. Perputaran windu. Perputaran ramalan bintang (seperti adanya bintang : sagitarius. Scorpio). Perputaran shio ( tahun kelinci, tahun kuda dll). Rangkaian perputaran dari nabi Adam sampai Nabi muhamad. Perputaran reingkarnasi dewa wisnu. Perputaran kerajaan dalam ajaran hindu di perang Mahabarata ( dari munculnya kerajaan astina pura sampai hancurnya kerajaan kuru maka akan muncul sebuah kerajaan besar lagi). Dari cerita itu Selalu ada kejadian yang berulang tapi dengan nama yang berbeda. Tetapi para PELAKU dan PEMAIN pasti mempunyai kesamaan, dari satu kerajaan ke kerajaan berikutnya. Ada masa awal pembentukan ada masa sulit ada masa jaya ada masa… dan selalu ditutup dengan masa keruntuhan, maka dari situ munculah pengulangan terjadinyakerajaan.

    Tertutup dalam satu waktu besar kekuasaan Allah Yang paling Awal dan Yang terakhir. Allah lah yang mengawali dan Allahlah yang mengakhiri.
    Wallahu aklam.

    Saya ingin mengikuti kajian dari website ini. Terutama ingin berdiskusi dengan Bpk Cokro Ningrat. Salam Rahayu Rahayu Rahayu sekeluarga.

    Wasalam. Wr. Wb

  20. Salam rahayu, Bapa Cakraningrat, tim admin dan saudara-saudara semuanya pemerhati blog ini… Banyak sekali catatan-catatan yang terangkum disini, rasanya setelah berkunjung disini serasa terobati dahaga setelah lama berjalan… Sayapun ingin sedikit bisa berbagi, ikut urun tulisan juga… meski belum bisa saat ini… semoga apa yang disini menjadi semakin lengkap dan setelah saya menerima banyak hal, saya bisa membalasnya meski hanya sedikit…

  21. Salam sejahtera, puji syukur pada-Nya. Saya kembali berkesempatan untuk bertandang diforum terhormat ini. Sebelumnya akan saya sampaikan disini bahwa Melacak Satria Piningit bukan berarti melacak keberadaannya, saya sama sekali tak punya kemampuan untuk itu. Namun yang saya maksud adalah saya sekedar melacak kabarnya, melacak tulisan-tulisan tentang beliau saja. Oleh karenanya saya merasa beruntung dapat menemukan blog ini. Seperti yang telah saya sampaikan pada waktu yang lalu kali ini saya sedikit akan berbagi cerita.

    Sebuah cerita, tetapi dari mana sumbernya dan dimana catatan tersebut telah coba saya cari lagi belum ketemu. Sehingga yang saya tulis disini adalah sebatas yang dapat saya ingat saja. Catatan singkatnya kira-kira demikian :

    Akan ada tiga raja yang akan memerintah ditanah Nusantara
    Muncul raja yang pertama adalah raja yang baik namun dilengserkan.
    Lalu muncul raja yang kedua (……..maaf tentang raja yang kedua ini tidak disebutkan cirinya tetapi pada masa tersebut disebutkan tatanan mulai dirusak, catatan yang saya dapat juga cuman seperti ini)
    Selanjutnya Raja yang ketiga adalah raja yang buta

    Saat kemunculan raja ketiga suasana negara dalam keadaan yang kacau. Sebelum berakhir jabatan raja ketiga akan muncul satria kembar. Sama-sama piawai dan sama-sama dicintai. Kalian akan sulit untuk membedakannya. Tetapi waspadalah dan jangan sampai terkecoh. Akan ada bahaya yang dibawa oleh salah satu dari ksatria itu. Banyak orang bertengkar karenanya. Menjadikan negara semakin kacau. Tetapi itu tak akan berlangsung lama, akan muncul lagi satria yang ketiga. Inilah yang kalian tunggu dan kalian cari. Satria sejati yang kemampuanya melebihi dari ksatria kembar tersebut. Hanya ditangan satria inilah nusantara bisa dibawa kepada kejayaannya. Sayangnya, tidak semuanya akan langsung mempercayainya. Bahkan sebagian rakyat memusuhinya. Tetapi beruntunglah mereka yang dengan tulus mengikutinya, mereka itulah yang akan selamat. Sing Eling lan waspada.

    Begitulah sebagian isi catatan itu yang dapat saya sampaikan saat ini, selanjutnya adalah tulisan yang lebih banyak berdasarkan pendapat saya sendiri mengenai catatan tersebut. Catatan cerita tersebut terasa erat kaitannya dengan yang telah di sampaikan oleh Eyang Prabu Jayabaya, Gusti Prabu Siliwangi dan Eyang Ronggo Warsito. Catatan tersebut lebih menekankan pada kemunculan pemimpin nusantara dan pesan nasehat agar senantiasa waspada.

    Berdasarkan catatan tersebut hanya ada 3 raja bagi Nusantara saja bagi Nusantara ditambah satu pemimpin sejati atau satria sejati atau raja sejati. Tetapi pada kenyataannya hingga sekarang Indonesia sudah memiliki tujuh presiden. Lantas apakah catatan ini salah?

    Suatu kenyataan memang bahwa ada tujuh presiden di NKRI namun yang dikatakan disitu adalah raja. Dengan demikian, bisa jadi hanya ada 3 dari presiden kita saja dianggap sebagai raja. Mengapa begitu? Untuk pertanyaan ini tidak perlu dibahas dulu. Kita mencoba mengenali ketiga raja yang dimaksud.

    Kembali pada catatan tersebut, ciri raja yang pertama adalah raja yang baik namun dilengserkan. Mari kita simak, hingga saat ini dari ketujuh presiden yang pernah memimpin NKRI, jika kita nilai yang terbaik adalah Bung Karno. Bung Karno turun dari jabatan presiden juga karena diturunkan. Yaitu saat pencabutan mandat kepada beliau untuk menjadi presiden seumur hidup. Hal ini bisa dikatakan bahwa beliau turun tahta karena dilengserkan.

    Raja yang kedua kita kesampingkan dahulu. Karena keterangan yang ada masih sulit untuk memunculkan sebuah nama. Kita mencoba menebak siapakah raja yang ketiga yang dimaksud. Disebutkan bahwa raja ketiga adalah raja yang buta. Raja yang buta, sepintas kita akan menyangkanya kalau yang dimaksud adalah Gus Dur. Apakah seperti itu? Mari jangan buru-buru menebaknya, sesuai pesan dalam catatan ini, kita harus teliti.

    Memang, masih sulit juga untuk menentukan tebakan siapakah raja yang dimaksud. Kita lanjut dulu ke catatan berikutnya, tentang munculnya satria satria kembar. Ciri-ciri dari kesatria tersebut adalah sama-sama piawai, sama-sama dicintai. Agak lama saya mencoba memahami maksud dari catatan ini. Secara tidak sengaja saya membuka buku pewayangan. Di situ ada beberapa kisah tentang satria kembar. Kembar dalam arti mungkin secara fisik sama-sama ganteng atau dalam kemampuan. Bambang Ekalaya dan Arjuna bisa dikatakan sebagai pasangan satria kembar. Tetapi dalam catatan tersebut disebutkan lebih lanjut bahwa keduanya sama-sama dicintai. Terkait hal ini, Bambang Ekalaya tidak masuk kategori, karena dia tidak memiliki pengikut. Pertarungan antara Arjuna dan Bambang Ekalaya bukan pertarungan soal negara. Meskipun Bapa Resi Dorna memandang itu sebagai politik.

    Pasangan satria kembar yang lain adalah Dewa Srani dan Gathotkaca. Keduanya mungkin tidak cocok dengan satria kembar yang dimaksudkan. Tetapi sepertinya punya kaitan. Pertarungan kedua satria tersebut adalah untuk medapatkan Tahta Kahyangan. Bisa jadi ini adalah perwujudan satria piningit di alam gaib. Sebagaimana disebutkan dalam tulisan-tulisan di blog ini bahwa ada pertarungn satria piningit dialam gaib. Dewa Srani adalah satu-satunya Putra Batari Durga yang berwajah tampan. Ayah dari Dewa Srani adalah Batara Guru. Sebagai anaknya Dewa Srani menuntut tahta para dewa untuk diberikan kepadanya. Akan tetapi para dewa telah menjagokan Gathotkaca untuk menduduki tahta, sebagai raja para dewa. Terjadilah pertarungan diantara keduanya. Dewi Durga adalah ratu kegelapan, oleh karenanya bisa saja pertarungan ini terjadi dialam gaib. Pertarungan dimenangkan oleh Gathotkaca dan selanjutnya dinobatkan sebagai raja di kayangan menggantikan batara guru.

    Dua satria yang dapat dikatakan sebagai satria kembar yang selanjutnya adalah Arjuna dan Karna. Kedua satria tersebut sama-sama ganteng. Sama-sama hebat soal kemampuan, sama-sama dikasihi dewa. Sama-sama punya pengikut dan punya teman. Bedanya, Karna terlanjur salah mengambil teman. Hal inilah yang membawa karna pada jalan bahaya bahkan sampai menemui kematiannya.

    Jika kita saksikan keadaan sekarang ini, terlihat adanya dua kubu. KMP dan KIH. Dari beberapa periode kemunculan presiden, sepertinya baru sekarang ini saja muncul dua kubu yang sama-sama kuat dengan icon seseorang yang dijadikan sebagai figur yang kuat. Bisa saja kedua satria kembar yang dimaksud adalah Bapak Prabowo dan Bapak Jokowi. Tetapi masih sulit untuk mempercayainya. Lama saya memikirkan ini, siapakah yang Arjuna dan siapakah yang Karna, dari kedua orang tersebut? Masalahnya, Pak Jokowi sepertinya gak ada tampang. (maaf, Pak Jokowi tidak ganteng kelihatannya)… Begitulah sulitnya teka-teki, tetapi ketika kita lihat sepak terjang beliau berdua ini maka akan terlihat, siapakah sosok dari beliau berdua.

    Keduanya memang sulit dibedakan, sama-sama piawai, sama-sama punya pendukung. Kemampuanya juga dapat dikatakan relatif sama. Lantas catatan tersebut memberikan pesan kepada kita untuk waspada dari antara kedua satria tersebut. Waspada dari apakah itu? Jika dalam kisah Karna dan Arjuna, kewaspadaan yang harus dilakukan adalah justru dari teman-teman mereka. Para kurawalah yang membawa kehancuran untuk orang lain dan juga untuk diri mereka sendiri.

    Keterangan yang lain lagi adalah bahwa karena kedua satria ini banyak yang menjadi musuh atau bertengkar. Kenyataannya tak ada ujung pangkalnya banyak yang menjadi bertengkar karena KIH dan KMP meskipun pemilu sudah berlalu. Hal ini terlihat dari adanya kubu KIH dan KMP, hingga sekarangpun masih terus bersaing. Dari beberapa hal tersebut terlihat bahwa kedua satria kembar yang dimaksud adalah Bapak Prabowo dan bapak Jokowi.

    Jika benar beliau berdualah kesatria kembar tersebut. Hal ini yang dapat kita jadikan sebagai petunjuk, terhadap hal apakah kita harus waspada. Bahaya dari kedua satria kembar bisa datang dari teman-teman atau orang-orang disekeliling mereka. Dengan siapa sajakah keduanya berteman? Manakah kubu kurawa, dan manakah kubu pandawa? Dengan rasa hormat saya kepada beliau berdua, maka kupersilahkan saudara-saudaraku menyimpulkan sendiri siapakah kedua tokoh kita ini, dan jangan sampai salah pilih untuk mendukung.Maka waspadalah, waspada dari tipuan Paman Sengkuni. Seolah menolong, tapi sebenarnya sedang menghancurkan.

    Jika tentang kedua satria kembar yang dimaksud telah terjawab, ternyata bisa kita temukan garis penghubung dengan raja ketiga yang dimaksud. Dikatakan bahwa kedua satria kembar muncul saat raja ketiga masih bertahta. Jika demikian raja yang ketiga adalah bapak SBY. Kita akan salah terka dengan menduga bahwa raja buta yang dimaksudkan adalah Gus Dur. Tetapi ternyata raja buta yang dimaksudkan adalah Pak SBY. Buta yang dimaksudkan bukan berarti buta secara fisik. Buta yang dimaksudkan adalah buta terhadap nasib rakyat-nya. Kemiskinan dan kesengsaraan rakyatnya terabaikan.

    Lantas siapakah raja kedua yang dimaksudkan? Ada petunjuk yang lain mengatakan bahwa yang menjadi presiden Indonesia adalah No-To-Na-Goro. Pembacaan dengan di eja seperti itu akan mendapatkan sebuah penggalan suku kata. Sebuah periode kejadian, kejadian untuk mengeja Indonesia menjadi satu kata yang utuh. No adalah mewakili satu nama Soekar-No, To mewakili sebuah nama Soeharto, sedangkan Na mewakili nama Soesilo Bambang Yudhaya-Na. Bahasa Jawa na dan no bisa dianggap sama. Namun jika ini dianggap memaksakan maka Na-goro bisa juga di baca sebagai a-Na (ono) goro-goro. Maksudnya adalah ada goro-goro. Jika dibaca demikian maka raja yang ketiga adalah masa munculnya goro-goro atau masa akan terjadinya goro-goro.

    Kitapun telah menggunakan istilah reformasi. Istilah inipun muncul setelah ada dua raja yang bertahta. Yaitu presiden RI yang pertama dan presiden RI yang kedua. Mengacu kejadian ini maka Notonagoro lebih tepat untuk dieja menjadi No-To a-Na-Goro goro. Dalam hal ini pemerintahanan yang sekarang juga memakai istilah pemerintahan transisi. Hal ini menandakan bahwa era reformasi telah berakhir. Akankah transisi dengan munculnya raja ke-empat yaitu Sang Kesatriya Piningit? Jika istilah yang digunakan Pak Jokowi sudah tepat maka hati-hatilah, jangan sampai salah melangkah.

    Selanjutnya, dari sumber yang lain menyebutkan bahwa masa kedatangan setelah satria kembar akan muncul ksatria hitam. Kemunculannya juga diberengi dengan munculnya ksatria bayangan hitam. Ksatria hitam tersebut maksudnya adalah satria piningit. Sedangkan ksatria bayangan hitam adalah ksatria gadungan. Ksatria gadungan inilah yang akan selalu menyesatkan dan memusuhi Satria piningit. Dialah yang akan membuat sebagian rakyat tidak percaya atau bahkan memusuhi. Hal inilah yang patut diwaspadai. Masa satria kembar, orang-orang disekitar satria tersebutlah yang berusaha menyesatkan. Sedangkan Satria gadungan benar-benar orang yang akan menyesatkan. Dia seorang yang tangguh. Hanya satria peningit sejati atau satria hitamlah yang akan sanggup mengalahkannya. Oleh karenanya berhati-hatilah.

    Saudara-saudara semua, demikianlah sedikit catatan yang bisa saya sampaikan. Kepada Bapa Cakraningrat dan para guru, saya persilahkan meluruskan jika ada yang salah dengan apa yang saya tulis ini. Matur nuwun, rahayu… rahayu… rahayu..

  22. Selamat malam Bapak Cakra Ningrat.
    Saya sangat tertarik dg artikel Bpk yg sangat menarik , karena saya juga suka dg sejarah Nusantara yg kita cintai ini.

    Dari komentar2 di atas juga saya sangat terkesan dg semua jawaban , begitu juga balasan dari anda.
    Saya juga membaca salah satu artikel di word press , bahwa kemunculan satrio piningit ini akan terjadi ketika dunia sudah GORO-GORO.
    The Man from east , iya ini ada hubungannya sangat kuat dg apa yg di tuliskan salah satu penulis di word press tsb.
    kemunculan sosok satrio piningit ini secara tiba2 ,dan akan membawa perubahan yg signifikan dalam menata kembali Nusantara , juga akan membawa keemasan Nusantara.
    Dia di gambarkan dg sosok Hitam , di telapak Tanggannya terdapat lambang Garuda , cawan majapahit & Tunas kelapa.
    The man from east ini adalah keturunan langsung prabu Brawijaya , dan lahir di salah satu sudut bekas kerajaan Majapahit , dan akan datang menagih janji beliau , karena Nusantara adalah Tanah terjanji.
    Dan beliau memang dari Timur , tp bukan dari makasar , namun Timor-Timur yg juga termasuk kerajaan majapahit di masa lampau.
    karena yg di sampaikan oleh seorang penulis bernama ‘Rama.cristo.wordpress’ atau alamat akun dg nama Alamasi Rafael Rama cristo di facebook , sudah beberapa kali memberikan informasi penting sekali.
    Mohon tanggapannya bapak Cakra ningrat , Terima kasih

    • Yth SriUwah Sandi

      Untuk menjawab pertanyaan saudara, maka terlebih dahulu saya harus membuka blog Rama Cristo.wordpress artikel-artikel di blog itu ditulis oleh Alamasi Rafael Rama Cristo. Setelah membaca, menelaah, dan mengkritisi seluruh tulisan yang ada di blog itu, Cakra Ningrat berpandangan:

      1. Satrio Piningit yang dijuluki Pangeran Surya alias Anak Domba Israil oleh Rama Cristo memiliki ciri-ciri terdapat lambang garuda atau tombak pataka kerajaan wilwatika di telapak tangan kanannya, cawan Majapahit dan tunas kelapa adalah TIDAK BENAR.

      Cakra Ningrat berpendapat; tidak ada satu pun manusia yang dapat mengetahui ciri-ciri fisik Satrio Piningit. Oleh karena Satrio Piningit sangat dirahasiakan oleh Tuhan.

      2. KAKEK MISTERIUS berjanggut putih, berambut putih, berjubah putih yang selalu muncul dalam mimpi Alamasi Rafael Rama Cristo dan memberi petunjuk / bimbingan dan pengajaran kepada Alamasi adalah sosok yang amat sangat berbahaya. Kakek misterius itu adalah SANG PENYESAT, SANG PENDUSTA alias ANTI KRISTUS. Bila kakek itu menyesatkan orang kristen / katolik maka dia akan bicara dan berlindung di balik alkitab dengan tujuan memutarbalikkan segala makna rahasia yang terkandung dalam alkitab.

      Cakra Ningrat berpendapat; orang-orang yang pernah melihat kakek misterius (berjanggut putih, berambut putih dan panjang, berjubah putih) dalam mimpi-mimpinya maka dapat dipastikan orang tersebut akan mengalami gejala psikotik berupa ilusi, delusi, halusinasi, dan waham kebesaran.

      Demikian penjelasan saya, semoga anda tercerahkan.

      • sy tertarik dgn tulisan Cakra Ningrat ,,, tgl 23 Oktober 2015 adlh malam jum’at kliwon, kita lihat kebenaran ramalan tsb ,,, dari sy Jaka Surya/jaka lelana sukma ngumboro ,,,

  23. assalamu a’laikum wr wb, pak cakra ningrat, semoga bpk sehat slalu dan dalam lindungan ALLAH SWT saya senang membaca artikel bpk semoga bermanfaat buat kita semua.aaamiiin ya robb. assalamu a’lakikum wr wb

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s