LEGAL OPINION TERHADAP PERJANJIAN LAMA

Download Artikel

PERJANJIAN TUHAN DENGAN ADAM (MANUSIA)

Oleh: Cakra Ningrat

PENGANTAR:

Sesungguhnya Legal Opinion ini sudah pernah kami sampaikan di kolom komentar blog satriopiningitmuncul.wordpress.com pada tanggal 17-1-2013 sampai dengan tanggal 20-2-2013 akan tetapi Tim Admin meminta kami menulis ulang dalam bentuk artikel untuk memberi kemudahan seluruh warga setia dan pembaca mempelajarinya atau membacanya secara berulang-ulang dengan pertimbangan tulisan dalam bentuk artikel dapat dipajang secara permanen di blog tersebut.

Awalnya kami merasa enggan untuk memenuhi permintaan Tim Admin, disebabkan karena banyaknya tugas-tugas rutin yang harus kami kerjakan, yang membutuhkan perhatian dan konsentrasi yang prima. Bukan hanya itu, Legal Opinion yang membahas perjanjian-perjanjian Tuhan memiliki cakupan yang sangat luas yang belum pernah mendapat perhatian para ahli baik dikalangan islam maupun oleh golongan nasrani sehingga tidak ada satupun literatur yang bisa kita jadikan rujukan dalam penulisan artikel ini.

Tuhan menciptakan segala sesuatunya tidak hanya sekali jadi karena tidak sekali jadi, maka Tuhan perlu membuat Perjanjian-Perjanjian antara diriNya dan ciptaanNya. Perjanjian itu bersifat mengikat sejak perjanjian itu disampaikan, sampai kepada hari ini dan waktu yang akan datang hingga perjanjian itu kembali lagi kedalam tanganNya. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa “Perjanjian” adalah produk hukum yang mengikat para pihak. Bila salah satu pihak tidak mentaati perjanjian yang telah disepakati maka pihak yang dirugikan akan mengajukan tuntutan hukum ke pengadilan. Hakim memiliki kewenangan untuk memutuskan perselisihan hukum perjanjian.

Dalam alkitab disebutkan bahwa Tuhan menciptakan langit dan bumi selama enam hari dan pada hari ketujuh Tuhan beristirahat. Alqur’an mengatakan “Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa … (QS. 11:7). Secara lengkap kami kutipkan alkitab sebagai berikut: “Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dengan segala isinya. Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuatnya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang dibuatNya itu. Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuatNya itu (Kejadian 2:1-3).

Ummat islam akan menerima firman Tuhan pada surat Hud ayat 7 tanpa koreksi. Ummat nasrani akan menerima firman Tuhan pada kitab kejadian 2:1-3 tanpa bantahan. Sebagai orang hukum Cakra Ningrat tidak bisa berpihak kepada ummat islam atau ummat nasrani meskipun Cakra Ningrat orang islam. Sebagai orang hukum Cakra Ningrat menerima alqur’an dan alkitab dengan catatan berupa pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:

1.     Apa yang dimaksud dengan “masa”. Jika masa dimaknai sebagai waktu, satuan apakah yang dapat dijadikan sebagai tolok ukur yang bisa diterima secara hukum, apakah jam, hari,  minggu, bulan, tahun atau abad?. Satuan “masa” sangat penting agar kita dapat mengetahui jarak waktu dari satu masa kemasa berikutnya sampai terpenuhi enam masa. Lebih dari semua itu, jika benar satuan waktu sudah ada, siapakah yang berkepentingan terhadap penggunaan waktu tersebut?

2.     Apa yang dimaksud dengan “hari ketujuh”. Dari mana dasar penghitungannya. Apakah kata “hari” yang dimaksud oleh alkitab sama dengan hari yang kita gunakan sekarang yaitu hari Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jum’at, Sabtu dan Minggu. Jika sama kenapa alkitab tidak menyebut nama harinya agar bisa kita terima secara hukum!.

Dua pertanyaan di atas adalah contoh pertanyaan hukum. Apapun jawaban anda maka hukum akan terus mengejar dengan pertanyaan-pertanyaan hukum sampai ditemukan jawaban yang dapat diterima secara hukum untuk kepastian hukum. Artikel ini berjudul “Perjanjian Tuhan dengan Adam (Manusia)”. Pembaca yang sombong dan hatinya culas akan menganggap sepele judul artikel ini seakan-akan dia sudah mengetahui maksud dan tujuannya. Pembaca seperti itu adalah seorang pecundang sejati. Orang pandai yang membaca judul artikel ini merasa ingin mengetahui materi tulisan untuk kemudian menyimpulkannya sendiri. Pembaca seperti ini adalah orang yang bijaksana dan berbudi pekerti luhur. Orang seperti ini adalah orang yang tahu berterima kasih terhadap orang lain yang telah bersusah payah mengerjakan atau memberi peringatan tanpa berharap mendapatkan imbalan apa-apa.

Belum ada  seorangpun ahli yang mampu mengungkap misteri “enam”. (hari atau masa) secara akurat berdasarkan hukum. Misteri angka “enam” berkaitan dengan terdapatnya enam unsur yang ada didalam tubuh manusia. Keenam unsur-unsur tersebut adalah ruh, hati, jiwa, darah, daging dan tulang. Pertanyaannya sekarang adalah; apakah ketika Tuhan menciptakan Adam, keadaannya sudah sama dengan manusia yang hidup sekarang ini?. Logika hukum  penulis mengatakan BELUM!. Fakta hukumnya; banyaknya temuan-temuan arkeologis yang mampu membuktikan bahwa manusia dulunya sebangsa kera (mirip orang utan) yang berjalan dengan dua kaki. Bentuk tubuhnya, tinggi, besar dan kuat. Baru-baru ini dunia digemparkan dengan penemuan bahtera Nuh di atas gunung Arafat-Turki oleh expedisi tim ahli arkeologis berkebangsaan Cina. Orang islam dan nasrani menganggap hal itu adalah hal biasa saja. Penemuan arkeologis penting itu hanya merupakan pembuktian atas apa yang mereka yakini selama ini karena kisah “bahtera Nuh” tertulis jelas didalam kitab suci alqur’an dan alkitab. Kisah Nuh adalah kisah nyata bukan cerita fiksi atau dongeng.

Sebagai orang hukum saya memiliki pandangan yang berbeda dengan orang islam dan nasrani meskipun saya ini seorang muslim. Hukum mempertanyakan; kalau hanya untuk membuat manusia mati kecuali keluarga Nuh dan binatang yang ada diatas bahtera Nuh, kenapa bumi harus ditenggelamkan dengan air pasang setinggi ribuan meter sampai-sampai seluruh puncak gunung tertutup oleh air?. Pertanyaan kedua adalah; kenapa banjir harus berlangsung lama, sampai memakan waktu berbulan-bulan?. Betapa  mudahnya bila hanya untuk mematikan manusia dengan cara menenggelamkannya. Paling lama satu jam mereka akan mati semua mengingat dimasa itu belum ada yang tahu berenang?. Jawabannya sangat sederhana. Dibutuhkan kedalaman air yang tinggi karena manusia saat itu tinggi-tinggi. Dibutuhkan waktu yang lama karena manusia saat itu besar-besar dan kuat-kuat. Fakta hukumnya; Temuan arkeologis tentang binatang  dinosaurus. Manusia lebih tinggi, lebih besar, lebih kuat dan lebih hebat dibanding dinosourus. Dinosourus punah semua saat terjadinya banjir semesta.

Sebagai orang hukum, penulis hanya ingin mengingatkan kita semua bahwa ternyata Perjanjian-Perjanjian Tuhan bukanlah perjanjian masa lalu. Perjanjian-Perjanjian itu masih berlaku hingga saat ini dan mengikat kita semua. Clausul-clausul perjanjian dimaksud disampaikan dalam bentuk Legal Opinion, agar kita faham dan membenarkannya dengan harapan kita tidak perlu panik bila “hari penghakiman” tiba. Tidak ada yang mengetahui kapan datangnya “hari penghakiman” atau “hari pembalasan” tersebut, namun patut diduga waktunya sudah amat dekat. Dugaan ini didasari oleh fakta adanya fenomena alam berupa gempa bumi akibat letusan gunung berapi baik gunung api yang ada di atas permukaan tanah maupun gunung api yang berada jauh di bawah dasar laut secara berurut dan berkelanjutan, yang ikut berdampak terjadinya anomali cuaca yang membingungkan manusia untuk melakukan prediksi akurat. Fenomena sosiologis berupa terbukanya peluang dan kesempatan yang luas sehingga memicu hawa nafsu manusia untuk berlomba-lomba mengejar dunia dengan menghalalkan segala cara. Pada saat yang bersamaan manusia juga berlomba-lomba menyemarakkan tempat-tempat ibadah untuk mencari kedamaian.

Artikel ini ditulis dengan dua tujuan. Pertama; agar manusia SADAR bahwa dirinya terikat perjanjian dengan Tuhan. Kedua; agar manusia mengetahui Rahasia Perencanaan dan Penciptaan Tuhan. Dengan mengetahui Rahasia Tuhan maka manusia akan menjadi orang yang TERCERAHKAN. Orang yang SADAR dan TERCERAHKAN adalah BUDDHA

Semua manusia memiliki kedudukan yang sama di hadapan Tuhan, yang membedakannya adalah tingkat ketaqwaannya.

Apa yang dimaksud dengan taqwa?. Apa yang menjadi tolok ukur atau barometer untuk disebut sebagai orang yang bertaqwa?. Apakah karena orang rajin shalat lima waktu, puasa, berzakat, berhaji dan umrah sudah dapat disebut sebagai orang yang bertaqwa?. Atau apakah karena orang rajin mengikuti misa di gereja, kebaktian dan melakukan pelayanan sudah dapat disebut sebagai orang yang bertaqwa?. Belum bisa karena semua yang disebutkan diatas masih bersifat subyektif. Sebuah kebenaran harus tunduk pada nilai-nilai obyektifitas dan universalitasnya.

Secara intristik (hakiki), taqwa bermakna dekat. Ketaqwaan dapat dimaknai sebagai “kedekatan” manusia kepada Tuhan. Pertanyaannya bagaimana cara “mendekati” Tuhan?. Jawabnya sangat sederhana; Ketahui Rahasia-Nya. Tanpa mengetahui Rahasia-Nya; MUSTAHIL anda bisa dekat dengan Dia dan Dia dekat dengan anda.

Contoh; seorang suami sangat dekat kepada istrinya dan seorang istri sangat dekat kepada suaminya karena mereka saling mengetahui rahasia mereka yang paling tersembunyi. Anda memiliki teman yang banyak akan tetapi diantara teman anda yang dekat dengan anda yaitu mereka yang tahu rahasia anda dan anda mengetahui rahasia dia. Seorang pemimpin baik di instansi pemerintah maupun swasta akan memperlakukan sama semua bawahannya akan tetapi ada bawahan yang paling diistimewakan oleh sang pemimpin yaitu yang mengetahui rahasia pimpinan meskipun bawahan itu memiliki pangkat yang paling rendah di kantor tersebut.

Legal Opinion ini akan mengantar anda semua. Membimbing logika anda untuk mengetahui Rahasia Tuhan dengan pendekatan hukum. Dengan mengetahui Rahasia-Nya maka anda akan dekat dengan Tuhan dan Tuhan dekat dengan anda. Legal Opinion ini diawali dengan artikel yang pertama yaitu “Perjanjian Tuhan Dengan Adam (Manusia)”. Artikel kedua adalah “PERJANJIAN TUHAN DENGAN KAIN (QABIL)”, menyusul artikel ketiga, keempat, kelima dan seterusnya dan selanjutnya.

Hanya mereka yang “SADAR” dan “TERCERAHKAN” yang mampu memahami artikel-artikel yang akan dipersembahkan oleh Cakra Ningrat. Artikel itu akan dipajang secara permanen di blog satriopiningitmuncul.wordpress.com. Blog yang sangat mulia dan terhormat ini.

Legal Opinion

 

LEGAL OPINION

Legal opinion atau pendapat hukum biasa diberikan oleh seorang ahli hukum apabila membedah sebuah kasus atau permasalahan hukum.

Tuhan memiliki hukum sendiri yang disebut SUNNATULLAH. Sunnatullah didasari oleh hukum sebab-akibat. Tuhan menciptakan Adam, lalu dari tulang rusuk kiri Adam, Tuhan menciptakan istrinya Hawa. Setelah itu Tuhan mengikat PERJANJIAN dengan Adam. Tuhan mengizinkan Adam dan Hawa tinggal di syurga dengan perjanjian Adam dan Hawa tidak boleh mendekati pohon itu. Sebuah perjanjian telah mengikat para pihak. Bila salah satu pihak melakukan pelanggaran terhadap apa yang telah diperjanjikan maka pihak itu telah melakukan perbuatan melanggar hukum. Pelanggaran yang dilakukan Adam dan Hawa disebabkan karena mengikuti godaan iblis. Karena itu, Adam dan Hawa dapat didudukkan sebagai saksi pelaku sekaligus sebagai saksi korban, berarti Adam dan Hawa hanya melakukan perbuatan melanggar hukum Bukan melakukan perbuatan melawan hukum. Karena “Perjanjian” telah dilanggar maka Adam dan Hawa diusir dari syurga Tuhan.

Logika hukum kita akan mempertanyakan pohon apakah itu?. Alqur’an menamakannya pohon kayu. Alkitab menamakannya pohon yang berada ditengah-tengah taman Eden (syurga). Siapakah yang menggoda Adam dan Hawa ?. Alqur’an menyebut iblis. Alkitab mengatakan ular. Siapakah yang lebih dulu memakannya? Alqur’an dan Alkitab mengatakan Hawa. Betulkah di syurga ada pohon?. Betulkah di syurga ada ular?.

Guru agung Al Buguri dan Sinuhun Cahyo Nayaswara telah mengajarkan bahwa semua dan segala sesuatunya harus DIGENAPKAN kecuali Tuhan saja yang SATU atau SENDIRI.

Berpedoman pada prinsip prinsip hukum “MENGGENAPKAN” maka saya menetapkan bahwa Adam dan Hawa adalah saksi pelaku dan saksi korban dalam perbuatan melanggar hukum “perjanjian”. Adam dan Hawa BUKAN melakukan perbuatan melawan hukum (Tuhan). Jika Adam dan Hawa bukan melakukan perbuatan melawan hukum lantas siapakah yang melakukan perbuatan melawan hukum?. Alqur’an dan Alkitab mengatakan iblis (ular) yang menggoda. Berarti iblis otak pelaku atau iblis (ular) yang melakukan perbuatan melawan hukum Tuhan. Ini anggapan dan keyakinan semua orang.

Logika hukum saya dengan tegas menolak anggapan ini. Jika iblis (ular) hadir pada saat kejadian itu maka iblis harus ditempatkan juga sebagai saksi. Logika hukum saya mengatakan tidak mungkin dan mustahil Tuhan mau menghadirkan iblis (ular) untuk menyaksikan TUHAN MENCIPTA. Bisa saja alqur’an dan alkitab mengatakan iblis (ular) yang menggoda tapi alibi saya sangat kuat untuk mengatakan iblis (ular) tidak hadir ditempat kejadian perkara. Apa yang disebut dalam kitab suci adalah firman dengan menggunakan bahasa kiasan sebagai pengantar yang sengaja dilakukan oleh Tuhan untuk merahasiakan kejadian yang sebenarnya bahwa TUHAN masih MENCIPTA. Bukti bahwa Dia masih Mencipta dijelaskan pada ayat lain. Iblis (ular) tidak mungkin hadir dan menyaksikan kejadian itu sebab jika iblis (ular) hadir maka secara hukum iblis ditempatkan sebagai saksi yang mengetahui rahasia Pencipataan. Tuhan Maha Suci, Maha Pandai Merahasiakan diriNYA.

Untuk membedah kasus yang menarik ini saya akan menggunakan alqur’an dan alkitab sebagai dalil hukum. Dan saya ingatkan kepada pembaca hususnya yang beragama islam agar tidak memfitnah saya dengan mengatakan saya membanding-bandingkan alqur’an dengan alkitab. Saya melakukan ini karena saya sudah memiliki argumentasi hukum yang sangat kuat yang tidak dapat anda mentahkan yaitu:

1.     Muhammad adalah nabi dan rasul Allah yang terahir. Muhammad adalah hamba Allah juga. Muhammad tidak boleh dikultuskan secara berlebih-lebihan dan membabi-buta agar kita tidak terperangkap dalam kemusyrikan yang tidak kita sadari. Allah melarang kita bersikap berlebih-lebihan dalam beragama. Sebagai hamba, Allah telah MENGGENAPI Muhammad dengan Alqur’an. Jika Alqur’an berlaku hingga ahir zaman maka secara hukum kenabian dan kerasulan Muhammad juga berlaku hingga ahir zaman. Anggapan yang mengatakan nabi dan rasul Muhammad telah mati adalah anggapan yang keliru dan tidak berdasar. Bisa saja dikatakan sebagai sebuah perbuatan melawan hukum. Secara fisik/jasad Muhammad memang telah mati dan di makamkan di raodah ditengah mesjid Nabawi di Madinah akan tetapi kenabian dan kerasulannya tidak pernah mati karena kenabian dan kerasulan Muhammad melekat dan tidak terpisahkan dengan Alqur’an.

Saudara Petrus secara jujur mengakui KEBENARAN alqur’an dengan kekuatan logikanya maka secara hukum sudah dapat disimpulkan bahwa saudara Petrus telah mengakui kenabian dan kerasulan Muhammad, meskipun sdr Petrus tetap saja sebagai seorang yang beragama nasrani.

Legal Opinion ini tidak akan menjadikan Hadits nabi Muhammad SAW sebagai dalil hukum karena hadits-hadits nabi lebih bersifat internal untuk ummat islam saja. Perjanjian Tuhan bersifat universal menyangkut alam semesta dan seluruh ummat manusia tanpa melihat latar belakang agama yang dianutnya.

Seluruh manusia pada hakekatnya sama saja, mereka terdiri atas trinitas gaib dan trinitas nyata. Yang dimaksud trinitas gaib adalah ruh, hati dan jiwa. Apakah anda melihat ruh, hati dan jiwa anda?. Tidak, anda tidak melihatnya. Karena anda tidak melihatnya maka disebut gaib. Trinitas gaib tersebut dibungkus oleh trinitas nyata. Yang dimaksud dengan trinitas nyata adalah tulang, daging dan darah. Apakah anda melihat tulang, daging dan darah anda?. Ya, anda melihatnya. Karena anda melihatnya maka disebut nyata. Trinitas gaib (ruh, hati dan jiwa) dibungkus oleh trinitas nyata (tulang, daging dan darah), itulah manusia. Itulah diri kita.

Muhammad adalah alqur’an dan alqur’an adalah Muhammad. Originalitas alqur’an sebagai wahyu  Allah tidak perlu lagi diragukan kebenarannya, karena itu alqur’an kami jadikan batu penguji untuk membenarkan kitab-kitab Allah yang lain yang diakui kebenarannya oleh alqur’an. Konsentrasi alqur’an kepada hal-hal yang bersifat gaib (ruh, hati dan jiwa) sementara konsentrasi alkitab pada hal-hal yang bersifat nyata (tulang, daging dan darah). Cakupan gaib sangat luas, karena gaib tidak terbatas ruang dan waktu artinya alqur’an tidak hanya sebatas ruh, hati dan jiwa akan tetapi juga mengupas hal-hal sebelum manusia lahir dan setelah manusia mati. Alkitab sebatas hanya saat manusia hidup di dunia ini. Oleh karena perjanjian Tuhan hanya diperuntukkan bagi manusia yang hidup secara nyata di dunia ini maka Legal Opinion ini menjadikan alkitab sebagai dalil hukum.

2.     ALKITAB adalah kisah mengenai Tuhan yang menjangkau ciptaanNYA. Alkitab dibuka dengan penciptaan dunia dan ditutup dengan ahir kehidupan. Alkitab terbagi atas dua bagian yaitu PERJANJIAN LAMA dan PERJANJIAN BARU. Perjanjian Lama terdiri dari 39 kitab yang berbeda. Kitab-kitab ini diilhami oleh Tuhan, tetapi ditulis oleh orang yang berbeda-beda dalam kehidupan yang berbeda dan untuk tujuan yang berbeda-beda namun memiliki satu rencana yang besar dan sama yaitu keselamatan. Perjanjian Lama ditulis sebelum Yesus/Isa lahir ke dunia.

Kitab Perjanjian Lama sebagian ditulis oleh nabi-nabi yang diakui dalam islam. Alqur’an 46:12. “Dan sebelum Al Quran itu telah ada kitab Musa sebagai petunjuk dan rahmat. Dan ini (Al Quran) adalah kitab yang membenarkannya dalam bahasa Arab untuk memberi peringatan kepada orang-orang yang zalim dan memberi kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik”.

Yang dimaksud kitab Musa adalah kitab yang ditulis sendiri oleh nabi Musa. Dalam Perjanjian Lama dapat dikategorikan kitab-kitab: Kejadian, Keluaran, Imamat dan Bilangan. Kitab Bilangan sebagian besar di tulis oleh Musa akan tetapi penutupnya yang menceritakan tentang kematian Musa ditulis oleh Yosua, pendamping terdekatnya. Kitab lain, selain keempat kitab diatas yang dapat dikategorikan sebagai Kitab Musa adalah Kitab Yosua ditulis oleh Yosua, Kitab Hakim-hakim, Samuel 1 dan Samuel 2 yang ditulis oleh nabi Samuel dapat di golongkan sebagai Kitab Musa sebab Yosua dan Samuel segenerasi dengan Musa dan merupakan pelanjut ajaran Musa untuk orang-orang Israil. Seluruh kitab-kitab diatas bila dihimpun jadi satu disebut TAURAT. Firman Tuhan dalam Alqur’an 32 : 23. “Dan Sesungguhnya Kami telah berikan kepada Musa Al-Kitab (Taurat), maka janganlah kamu (Muhammad) ragu menerima (Al-Quran itu) dan Kami jadikan Al-Kitab (Taurat) itu petunjuk bagi Bani Israil”.

Dan alqur’an 17 : 2. “Dan Kami berikan kepada Musa kitab (Taurat) dan Kami jadikan kitab Taurat itu petunjuk bagi Bani Israil (dengan firman): “Janganlah kamu mengambil penolong selain Aku”, 17 : 3. “(yaitu) anak cucu dari orang-orang yang Kami bawa bersama-sama Nuh. Sesungguhnya dia adalah hamba (Allah) yang banyak bersyukur”.

Dalam Perjanjian Lama ada kitab yang disebut Mazmur. Kitab ini ditulis oleh nabi Daud (raja Daud). Kitab itu berisi puisi dan lirik. Tema sentralnya adalah puisi dan nyanyian mengungkapkan pujian, penyembahan dan pengakuan kepada Tuhan. Dalam alqur’an, Kitab Mazmur di sebut ZABUR. Alqur’an 17 : 55. “Dan Tuhan-mu lebih mengetahui siapa yang (ada) di langit dan di bumi. Dan sesungguhnya telah Kami lebihkan sebagian nabi-nabi itu atas sebagian (yang lain), dan Kami berikan Zabur kepada Daud”. Selain kitab Taurat dan Zabur masih banyak kitab-kitab lain yang terdapat dalam Perjanjian Lama yang ditulis oleh nabi-nabi baik nabi yang namanya dikenal dalam islam maupun nabi yang namanya asing ditelinga orang islam. Dasar hukum kitab-kitab tsb ada dalam alqur’an 3 : 184. “Jika mereka mendustakan kamu, maka sesungguhnya rasul-rasul sebelum kamupun telah didustakan (pula), mereka membawa mukjizat-mukjizat yang nyata, Zabur dan kitab yang memberi penjelasan yang sempurna”.

Kitab-kitab yang dimaksud oleh ayat diatas adalah kitab-kitab yang terdapat dalam Perjanjian lama yaitu kitab: Ruth, Raja-Raja, Tawarikh, Ezra, Nehemia, Ester, Ayub. Ada juga 3 kitab yang ditulis oleh nabi Sulaiman yaitu kitab: Amsal, Penghotbah dan Kidung Agung. Kemudian kitab Yesaya ditulis oleh nabi Yesaya, kitab Yeremia dan kitab Ratapan ditulis oleh nabi Yeremia bin Hilkia, lalu kitab Yehezkiel ditulis oleh nabi Yehezkiel, kitab Daniel oleh Daniel, kitab Hosea, Yoel, Amos, Obaja oleh Hosea, kitab Yunus ditulis oleh nabiullah Yunus, kitab Mikha, Nahum, Habakuk oleh Mikha, dan kitab Zefanya, Hagal, Zakharia, Maleakhi ditulis oleh nabi Zefanya.

Nabi-nabi dan kitab-kitab tersebut diatas yang dimaksudkan dalam alqur’an 13 : 38. “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa Rasul sebelum kamu dan Kami memberikan kepada mereka isteri-isteri dan keturunan. Dan tidak ada hak bagi seorang Rasul mendatangkan sesuatu ayat (mukjizat) melainkan dengan izin Allah. Bagi tiap-tiap masa ada Kitab (yang tertentu)”.

ALKITAB beserta seluruh kitab-kitab yang ada didalamnya, dibackup keberadaan dan kebenarannya oleh alqur’an sebagaimana ayat-ayat yang kami sebutkan diatas. TUHAN tidak pernah berdusta. Tuhan mengakui firman-firmanNya dengan caraNya sendiri. Tuhan mengakui kitab-kitabNya. Jika Tuhan berbuat pengakuan dan perkataan yang jujur, akankah kita sebagai manusia mau berlaku sombong dengan menolak Alkitab?. Berhati-hatilah. Janganlah mengandalkan ilmu anda yang sedikit itu bung!. Demi Allah, saya memiliki logika hukum yang cukup kuat untuk mempertahankan Legal Opinion ini.

MATERI PERJANJIAN

Dalam alqur’an ( 2 : 35 ) Dan Kami berfirman: “Hai Adam, diamilah oleh kamu dan isterimu syurga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik dimana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim”.

Dan pada ayat ( 7 : 19, 20 dan 21 ) 19. (Dan Allah berfirman): “Hai Adam bertempat tinggallah kamu dan isterimu di syurga serta makanlah olehmu berdua (buah-buahan) di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini, lalu menjadilah kamu berdua termasuk orang-orang yang zalim.” 20. Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan syaitan berkata: “Tuhan kamu tidak melarangmu dan mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam syurga).” 21. Dan dia (syaitan) bersumpah kepada keduanya. “Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasehat kepada kamu berdua”.

Klausul Perjanjian antara Tuhan dengan Adam dan Hawa adalah “jangan mendekati pohon”. Dalam alkitab (Perjanjian Lama) dituliskan oleh Musa dengan gaya narasi sebagai berikut:

“Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: ” Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?”. Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: “Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan, tetapi tentang buah pohon yang ada ditengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati”. Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: “Sekali-kali kamu tidak akan mati, tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat”. Perempuan itu melihat, Bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagi pula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga pada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya. Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.

Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan istrinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman.

Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: “Dimanakah Engkau?”. Ia menjawab: “Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang: sebab itu aku bersembunyi”. FirmanNya: “Siapakah yang memberitahukan kepadamu bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang KUlarang engkau makan itu?” Manusia itu menjawab: “Perempuan yang Kau tempatkan disisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan.” Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu: “Apakah yang telah kau perbuat ini?” Jawab perempuan itu: “Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan”. (Kejadian 3 : 1 – 13).

Alqur’an ( 7: 22-23 ) 22. Maka syaitan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. Tatkala keduanya telah merasai buah kayu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun syurga. Kemudian Tuhan mereka menyeru mereka: “Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan Aku katakan kepadamu: “Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?” 23. Keduanya berkata: “Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.

Dimanakah “Locus” (lokasi atau tempat kejadian perkara) perbuatan melanggar hukum “perjanjian” yang dilakukan oleh saksi pelaku dan saksi korban Adam bersama Hawa?

Jumhur Ulama berpendapat bahwa syurga yang dikisahkan dalam alqur’an berada dilangit. Syurga itu bernama “jannatun ma’wa” (syurga keabadian). Ahli tafsir alqur’an sependapat bahwa pohon yang dimaksud dalam alqur’an adalah pohon anggur. Orang yahudi menduga pohon yang dimaksud adalah pohon gandum.

Logika hukum saya menolak pendapat ulama sebab locus langit tidak ada tanah. Karena locus langit tidak terdapat tanah maka semua dalil yang menyebut pohon anggur dan gandum gugur dengan sendirinya.

Saya sependapat dengan artikel SPTM yang menyebut syurga yang diceritakan dalam kitab suci “locus” nya dibumi ketika langit dan bumi masih jadi satu. Syurga itu namanya syurga atlantis.

Artikel SPTM dibenarkan oleh Alkitab (Perjanjian Lama, dituliskan oleh Musa)

Selanjutnya TUHAN Allah membuat taman di Eden, di sebelah timur; disitulah ditempatkanNya manusia yang dibentukNya itu. Lalu TUHAN Allah menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; dan pohon kehidupan ditengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat.

Ada satu sungai yang mengalir dari Eden untuk membasahi taman itu, dan dari situ sungai itu terbagi menjadi empat cabang.

Yang pertama, namanya Pison, yakni yang mengalir mengelilingi seluruh tanah Hawila, tempat emas ada. Dan emas dari negeri itu baik; di sana ada damar bedolah dan batu kisopras. Nama sungai yang kedua ialah Gihon, yakni yang mengalir mengelilingi seluruh tanah Kush. Nama sungai yang ketiga namanya Tigris, yakni yang mengalir di sebelah timur Asyur. Dan sungai yang keempat ialah Efrat.

TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu. Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: “Semua pohon dalam taman ini boleh kau makan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat itu janganlah kau makan buahnya, sebab pada hari Engkau memakannya, pastilah engkau mati “. (Kejadian 2:8-17).

Alqur’an yang sangat halus dan santun bahasanya tidak menyebutkan apa nama pohon itu. Alkitab yang bahasanya agak terang namun tetap tunduk pada prinsip-prinsip hukum “penggenapan” menyebutkan nama pohon yang tumbuh di tengah-tengah taman itu sebagai POHON KEHIDUPAN dan POHON PENGETAHUAN BAIK DAN JAHAT.

Dalam ilmu hukum, logika hukum selalu menghendaki keputusan yang tegas dan tidak samar-samar guna menghindari adanya keputusan yang multi tafsir. Karena itu logika hukum saya menegaskan bahwa yang di maksud dengan pohon kehidupan adalah : Alat kelamin Adam (laki-laki) yang hidup (ereksi). Alat itu terdapat (tumbuh) ditengah-tengah tubuh laki-laki (taman). Dengan alat itu, manusia akan dapat melangsungkan kehidupan dengan mendapatkan keturunan (anak). Ular (nafsu) yang menggoda/membujuk adalah hasrat birahi/nafsu syahwat untuk melakukan hubungan sexual. Melakukan hubungan badan harus berposisi seperti mahluk yang melata mengikuti ular (baring terlentang, menindih dan berliuk-liuk). Dengan mengikut sebagaimana ular maka sperma laki-laki dapat masuk dengan mudah untuk membuahi sel telur. Bila pembuahan terjadi maka manusia dapat melanjutkan keturunan. Pohon kehidupan terus berkembang biak. Pohon Pengetahuan baik dan jahat adalah keputusan manusia untuk melakukan hubungan sexual, apakah akan dilakukan antara suami-istri yang sah (baik) atau mau berzinah (jahat). Apapun keputusan yang diambil oleh manusia semuanya mengandung resiko yang harus ditanggung bersama bagi mereka yang menikmati pohon/buah itu.

PERTIMBANGAN HUKUM

Yang dijadikan pertimbangan hukum adalah karena alqur’an dan alkitab sama-sama menyebut Adam dan Hawa “telanjang” saat mendekati dan memakan buah pohon itu. Adam dan Hawa melakukan persetubuhan. Buah pohon itu adalah “kenikmatan” sexual. Dalam alqur’an (7 : 24, 25 dan 27) 24. Allah berfirman: “Turunlah kamu sekalian, sebahagian kamu menjadi musuh bagi sebahagian yang lain. Dan kamu mempunyai tempat kediaman dan kesenangan (tempat mencari kehidupan) di muka bumi sampai waktu yang telah ditentukan.” 25. Allah berfirman: “Di bumi itu kamu hidup dan di bumi itu kamu mati, dan dari bumi itu (pula) kamu akan dibangkitkan. 27. Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari syurga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya ‘auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpim bagi orang-orang yang tidak beriman.

Dalam alkitab (Perjanjian Lama yang ditulis oleh Musa) Lalu berfirman TUHAN Allah kepada ular itu: “Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau diantara segala ternak dan diantara segala binatang hutan; dengan perutmulah engkau akan menjalar dan debu tanahlah akan kau makan seumur hidupmu. Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu dan engkau akan meremukkan tumitnya”. (Kejadian 3 : 14-15)

Apakah benar Tuhan mengutuk ular? Hukum juga tidak membenarkan adanya “permusuhan” antara binatang (ular) dengan perempuan!. Logika hukum saya mengatakan firman Tuhan diatas menggunakan bahasa kiasan atau analogi saja, karena yang dimaksud ular adalah alat kelamin laki- laki. Kepala ular diremukkan oleh keturunan perempuan maksudnya kepala alat kelamin laki-laki dimasukan keliang vagina (diremukkan) agar bisa membuahi sel telur untuk mendapatkan keturunan. Tumit perempuan akan diremukkan oleh ular (laki-laki) maksudnya sekujur tubuh perempuan itu dapat membangkitkan nafsu birahi laki-laki kecuali tumitnya. Permusuhan “abadi” antara ular dan perempuan adalah permusuhan yang direncanakan dan dilegalkan Tuhan, karena dengan permusuhan itulah manusia bisa mendapatkan keturunan. Tuhan melarang permusuhan sesama ular (homosex) dan permusuhan sesama perempuan (lesbian). “Turunlah kamu sekalian, sebagian kamu menjadi musuh sebagian yang lain …. “ (Alqur’an 7:24)

Dalil-dalil hukum yang kami kemukakan diatas dapat memutuskan bahwa SAKSI PELAKU terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan perbuatan melanggar perjanjian. Saksi Pelaku hanya melakukan perbuatan “persetubuhan” untuk melakukan skenario PENCIPTAAN PERKEMBANG-BIAKAN MANUSIA sebagaimana yang dikehendaki TUHAN. Demi KEADILAN TUHAN Saksi Pelaku dinyatakan TIDAK BERSALAH DAN TIDAK BERDOSA karena saksi pelaku hanya melaksanakan rencana Tuhan. Segala faham dan keyakinan yang mengatakan manusia lahir sudah menanggung dosa karena perbuatan saksi pelaku (Adam dan Hawa) menjadi HAPUS dan BATAL DEMI HUKUM.

Dalam alkitab (Kejadian 3 : 16 – 21)

FirmanNya kepada perempuan itu: “Susah payahmu waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu; namun engkau akan birahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu.” Lalu firmanNya kepada manusia itu: “Karena engkau mendengarkan perkataan istrimu dan memakan dari buah pohon, yang telah kuperintahkan kepadamu: Jangan makan daripadanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu: semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu; dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu maka engkau akan kembali menjadi debu.”

Manusia itu memberi nama Hawa kepada istrinya, sebab dialah yang menjadi ibu semua yang hidup. Dan TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk istrinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka.

Sejak awal logika hukum saya sudah menempatkan Adam dan Hawa selain sebagai SAKSI PELAKU mereka juga adalah SAKSI KORBAN. Ayat di atas adalah bentuk HUKUMAN yang Tuhan jatuhkan kepada saksi korban.

Bukan hanya ummat nasrani tapi siapapun yang membaca firman di atas akan mengatakan Tuhan Marah. Tuhan murka. Tuhan mengutuk tanah. Tuhan mengutuk Adam dan Hawa karena telah melanggar hukum perjanjian.

Sebagai orang hukum saya memiliki pandangan yang berbeda dengan kesimpulan yang diyakini orang selama ini. Saya memandang firman di atas dari sudut pandang hukum bahwa PARA PIHAK justru memposisikan tempatnya masing-masing. Tuhan sebagai PERENCANA DAN PENCIPTA di satu pihak dan Adam/hawa dipihak lain sebagai SAKSI PELAKU DAN SAKSI KORBAN, yaitu :

1.     Sebagai Perencana dan Pencipta, Tuhan tidak hadir saat saksi pelaku melaksanakan perbuatannya. Ketidakhadiran Tuhan oleh karena :

a.     Tuhan SUCI dari nafsu. Perbuatan pelaku dapat terjadi karena adanya dorongan nafsu birahi. Alqur’an dan Alkitab sama menceritakan kehadiran syetan (ular) makna yang sesungguhnya adalah NAFSU. Disitu Tuhan ingin berpesan kepada kita bahwa Nafsu Birahi itu juga diciptakan oleh Tuhan. Awalnya memang adalah NAFSU BIRAHI. Konflik-konflik yang diceritakan alkitab antara ular dengan perempuan itu dan pernyataan ayat yang mengatakan ”Manusia itu memberi nama Hawa kepada istrinya, sebab dialah yang menjadi ibu semua yang hidup”. Dari sisi hukum saya memandang bahwa Tuhan menciptakan NAFSU BIRAHI melalui perantaraan perempuan yang Tuhan ciptakan dari tulang rusuk kiri Adam. Adamlah yang memberi nama perempuan (istrinya) itu dengan nama HAWA, bukan Tuhan yang memberi nama perempuan itu kemudian dari nama itu alkitab menggunakan bahasa-bahasa yang indah agar kita dapat menangkap pesan Tuhan bahwa hikmah dari konflik-konflik dan dialog-dialog antara perempuan itu dan ular, antara Hawa itu dan Nafsu sesungguhnya dari situlah Tuhan menciptakan HAWA NAFSU. Alkitab mengatakan Hawa sebagai Ibu semua yang hidup. Bukan sebagai ibu semua orang atau manusia berarti termasuk binatang dan tumbuhan. Dari sisi hukum saya memandang bahwa Tuhan ingin berpesan kepada kita bahwa binatang dapat berkembang biak karena memiliki nafsu birahi tanpa memiliki hawa nafsu dan tumbuh-tumbuhan dapat berkembang biak karena memiliki hawa nafsu meski tidak memiliki nafsu birahi. Manusia, sebagai keturunan Adam memiliki kesempurnaan karena manusia memiliki nafsu birahi untuk berkembang biak dan juga memiliki hawa nafsu untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Selain itu, sebagai anak cucu keturunan Adam manusia juga memiliki pengetahuan untuk membedakan baik dan jahat. Karena itulah segala binatang dan tumbuhan, Tuhan beri kepercayaan kepada manusia untuk mengurusnya, mengendalikan perkembangbiakannya sekaligus mengambil manfaat yang sebesar-besarnya terhadap binatang dan tumbuhan yang telah Tuhan ciptakan dengan sempurna.

Dari sisi hukum dapat dibuktikan secara sah dan meyakinkan bahwa Tuhan dalam kedudukannya sebagai PERENCANA DAN PENCIPTA tidak ada ditempat kejadian perkara terhitung dimulai saat manusia telah mulai dikuasai godaan nafsu kemudian menjadi birahi lalu melakukan perbuat sexual. Meski Tuhan yang menciptakan nafsu birahi dan hawa nafsu akan tetapi TUHAN, menyatakan diriNya bahwa DIA MAHA SUCI DARI SEGALA NAFSU.

b.     TUHAN sebagai PERENCANA dan PENCIPTA, yang telah menciptakan nafsu birahi dan hawa nafsu untuk manusia, binatang dan tumbuhan sebagai sebuah karunia besar TUHAN untuk hamba-hamba ciptaanNya. Sebagai perencana dan pencipta, Tuhan tahu bahwa karunia nafsu birahi dan hawa nafsu selain membawa manfaat yang besar buat hamba-hambaNya, bila penggunaannya melampaui batas-batas kepatutan menurut hukum maka kurunia itu dapat menimbulkan bahaya besar dan malapetaka buat seluruh hamba-hambaNya. Secara tidak langsung, hukum akan menuntut pihak PERENCANA DAN PENCIPTA jika tidak membuat aturan hukum untuk diikuti, ditaati dan dipedomani. Aturan itu hanya diperuntukkan buat manusia saja karena manusialah mahluk terbaik dan paling sempurna yang diciptakan Tuhan untuk mewakili Tuhan mengurus dunia ini. Terbaik; karena manusia dikaruniai akal dan fikiran agar dapat membedakan mana yang baik yang harus dikerjakan dan mana yang jahat yang musti dihindari. Karunia ini dititiskan dari Adam. Manusia memiliki kesempurnaan karena di karuniai nafsu birahi dan hawa nafsu yang dititiskan dari ibu Hawa. Jika manusia tidak mampu mengendalikan karunia yang didapatkan dari ibu Hawa, maka derajatnya akan turun. Dimata hukum manusia yang dikuasai dan tidak mampu mengendalikan nafsu birahinya maka derajatnya sama dengan binatang. Jika manusia dikuasai dan tidak mampu mengendalikan hawa nafsunya maka derajatnya sama dengan tumbuh-tumbuhan. Untuk menghindari akibat-akibat hukum atau tuntutan hukum yang timbul dikemudian hari terhadap perencana dan pencipta maka TUHAN dalam kedudukan hukum sebagai PERENCANA DAN PENCIPTA menganggap perlu menetapkan hukum-hukumNya. Hukum Tuhan untuk ummat manusia diturunkan pertama kali dimasa Musa. Hukum Tuhan mulai berlaku sejak hukum itu ditetapkan dengan masa berlaku sepanjang zaman.

2.     Sebagai SAKSI PELAKU yang telah melakukan perbuatan melanggar hukum perjanjian maka pelaku harus menerima semua risiko-resiko hukum sebagai akibat dari perlakuan perbuatannya. Saat menjalani segala risiko-risiko hukum yang timbul akibat perbuatan pelaku maka hukum menempatkan pelaku sebagai SAKSI KORBAN.

Sebagai orang hukum kami memandang KUTUKAN yang diucapkan oleh Tuhan sebagaimana pada firmanNYA di atas adalah sebuah PRODUK HUKUM TERTINGGI DAN BERKEKUATAN HUKUM TETAP yang tidak lagi memungkinkan diadakan peninjauan kembali. Inkrach Van Gewijsde (Keputusan yang telah mempunyai kekuatan mengikat). Ada dua buah kutukan yang telah dijatuhkan Tuhan yaitu :

a.     Kutukan terhadap ular.

“terkutuklah engkau diantara segala binatang hutan; dengan perutmulah engkau akan menjalar dan debu tanahlah akan kau makan seumur hidupmu”. Dari sisi hukum, kutukan ini bermakna sebagai sebuah keputusan yang memiliki dua tujuan yaitu: Pertama; karena ular yang dikutuk berarti perempuan yang berkuasa atas ular artinya perempuan berkuasa atas nafsu birahi itu. Keberkuasaan perempuan atas nafsu birahi dapat dijelaskan bahwa perempuan dikaruniai Tuhan dapat merasakan nikmat birahi secara dominan, sempurna, utuh dan totalitas bahkan laki-laki dibuatnya tak berdaya untuk mengalahkan (melayani) keberkuasaan perempuan atas birahi. Hanya saja rasa malu perempuan lebih menguasai dirinya. Ini disebabkan karena Adam menjawab pertanyaan Tuhan dengan berkata ” Perempuan yang Kau tempatkan disisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan”. Perempuan itu malu kepada Tuhan. Rasa malu perempuan lebih tinggi, lebih dominan dari nafsu birahinya. Rasa malu adalah karunia Tuhan untuk perempuan.

kedua; posisi hubungan sexual yang dikehendaki Tuhan mengikuti posisi ular yaitu baring terlentang, menindih dan meliuk-liuk (menjalar) agar sperma bisa dengan mudah membuahi sel telur. Posisi ini sangat memungkinkan dan logis untuk menghasilkan keturunan guna perkembangbiakan ummat manusia.

b.     Kutukan terhadap tanah.

“….. terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu. Semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu; dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu”.

Dari sisi hukum kutukan ini memiliki dua tujuan yaitu :

a.     Tanah dikutuk, berarti manusia berkuasa atas tanah, manusia hanya akan hidup bila bertempat tinggal diatas tanah dan bila manusia mati ditanam didalam tanah. Air, api dan udara tidak dikutuk maka secara hukum manusia tidak memiliki kekuasaan atas air, api dan udara.

b.     Meski manusia berkuasa atas tanah, tapi tanah itu harus diolah dan ditanami tumbuh-tumbuhan sebagai sumber makanan pokok manusia untuk menjaga kelangsungan hidupnya. Tanah harus dimanfaatkan dan digunakan sebaik-baiknya agar membawa manfaat sebesar-besarnya untuk manusia.

Alqur’an 15 : 26. “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk”. 20 : 55. “Dari bumi (tanah) itulah Kami menjadikan kamu dan kepadanya Kami akan mengembalikan kamu dan daripadanya Kami akan mengeluarkan kamu pada kali yang lain”, dan 71 : 17. “Dan Allah menumbuhkan kamu dari tanah dengan sebaik-baiknya”, 18. “kemudian Dia mengembalikan kamu ke dalam tanah dan mengeluarkan kamu (daripadanya pada hari kiamat) dengan sebenar-benarnya”.

Keputusan/ketetapan hukum sebagaimana tersebut di atas memberi implikasi langsung terhadap saksi korban. Ada dua implikasi yang ditimbulkan oleh keputusan itu yaitu :

a.     Terhadap perempuan

FirmanNya kepada perempuan itu: “Susah payahmu waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu; namun engkau akan birahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu”. Alkitab (Kejadian 3:16) Alqur’an 7 : 189. “Dialah Yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan dari padanya Dia menciptakan isterinya, agar dia merasa senang kepadanya. Maka setelah dicampurinya, isterinya itu mengandung kandungan yang ringan, dan teruslah dia merasa ringan (beberapa waktu). Kemudian tatkala dia merasa berat, keduanya (suami-isteri) bermohon kepada Allah, Tuhannya seraya berkata: “Sesungguhnya jika Engkau memberi kami anak yang saleh, tentulah kami termasuk orang-orang yang bersyukur.” dan 23 : 12. “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah”. 13. “Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim)”. 14. “Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik”.

b.     Terhadap Adam

Lalu firmanNya kepada manusia itu: ” Karena engkau mendengarkan perkataan istrimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu: Alkitab (Kejadian 3:17) Alqur’an 40 : 64. “Allah-lah yang menjadikan bumi bagi kamu tempat menetap dan langit sebagai atap, dan membentuk kamu lalu membaguskan rupamu serta memberi kamu rezki dengan sebahagian yang baik-baik. Yang demikian itu adalah Allah Tuhanmu, Maha Agung Allah, Tuhan semesta alam”. dan 64:3. “Dia menciptakan langit dan bumi dengan haq. Dia membentuk rupamu dan dibaguskanNya rupamu itu dan hanya kepada Allah-lah kembali(mu)”.

Hukuman Tuhan terhadap saksi korban membawa implikasi hukum terhadap munculnya aturan-aturan hukum berikutnya sehingga hubungan hukum antara satu hukum dengan hukum lainnya terjadi hubungan kausal atau hubungan sebab-akibat. Meskipun wanita merasa menderita saat mengandung dan merasa kesakitan yang banyak saat melahirkan akan tetapi wanita tetap memiliki birahi terhadap suami-suami mereka sebab memang sudah difirmankan oleh Tuhan ” engkau akan birahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu”. Keberkuasaan suami atas birahi istrinya disampaikan secara santun dalam Alqur’an 2:223. Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. Dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu, dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya. Dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman.

Akan tetapi keberkuasaan itu tidak bisa dilaksanakan secara semena-mena karena hukum membatasi suami melakukan perbuatan itu bila istrinya sedang haid Qs.2 : 222. “Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: “Haidh itu adalah suatu kotoran.” Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri”.

Dalam membaca firman-firman Tuhan, baik yang ada didalam alkitab maupun yang terdapat di dalam alqur’an, janganlah terlalu memudahkan atau menggampangkan diri kita untuk menyimpulkan dan menafsirkannya berdasarkan keyakinan kita yang subyektif. Asumsikan diri kita sebagai hakim yang akan memutuskan perkara ini. Coba renungkan dan abaikan semua ajaran-ajaran yang pernah kita dengar baik dari ulama maupun bapa pastor dan bapa pendeta karena apa yang dikatakan oleh mereka hanyalah ajaran yang merupakan warisan dari senior-senior pendahulu-pendahulu mereka. Jika kita mengikuti mereka maka tanpa kita sadari kita sudah melanggar hukum karena kita telah menempatkan diri kita secara sadar dan dengan sengaja sebagai orang yang mengikut kepada ajaran yang dipercayai oleh nenek moyang.

Agaknya dianggap perlu dan mendesak buat kita semua agar sedapat mungkin segera me-reformasi paradigma (model pemahaman) kita terhadap Tuhan. Legal Opinion ini disampaikan secara jujur, obyektif dan ilmiah dalam koridor hukum dengan menggunakan logika hukum. Hal-hal subyektif seperti tata cara peribadatan manusia dalam kedudukannya sebagai hamba kepada Tuhannya tidak akan dijadikan dasar pertimbangan hukum dan tidak mendapat tempat untuk dibahas dalam legal opinion ini, karena dari sisi hukum, keyakinan kita terhadap agama yang kita anut masing-masing sudah dianggap final dan berkekuatan hukum tetap. (Inkrach Van Gewijsde)

Hukum menganut prinsip “promition of innocent” atau azas praduga tak bersalah. Seseorang tidak dapat dikatakan bersalah sebelum ada keputusan yang berkekuatan hukum yang tetap. Prinsip ini dianut oleh seluruh bangsa-bangsa disemua negara. Untuk membedah kasus-kasus yang melibatkan Tuhan maka kita diharuskan juga menggunakan prinsip hukum Tuhan yaitu “penggenapan”. Tanpa kita sadari hukum penggenapan ini telah kita jalani sehari-hari. Sebagai Contoh sederhana; jika anda selesai makan maka anda butuh minum. Anda tidak mungkin makan tanpa minum. Setelah anda tidur beristrirahat maka anda harus bangun untuk beraktifitas. Anda tidak mungkin tidur terus atau bangun terus.

Legal Opinion ini disampaikan agar kita tidak latah dan ikut-ikutan menyalahkan Adam dan Hawa. Menuduh Adam dan Hawa sebagai orang yang bersalah tanpa alasan hukum yang tepat maka secara tidak langsung kita telah menyalahkan Tuhan selaku Perencana dan Penciptanya. Bila paradigma yang kita anut selama ini tidak diadakan peninjauan kembali, maka tanpa kita sadari kita sudah menyebar-luaskan fitnah besar dan perkataan yang tidak menyenangkan terhadap Tuhan. Itu berarti tanpa kita sadari kita telah melakukan pelanggaran hukum.

Alqur’an dan alkitab adalah KUMPULAN HUKUM, UNDANG–UNDANG ATAU PERATURAN TUHAN (GOD’S COMPILATION OF LAWS). Hukum-hukum Tuhan tersebut dikompilasi ke hukum alam dan hukum alam dikompilasi ke hukum positif manusia. Kita semua sebagai anak-cucu Adam tanpa kita sadari telah ikut serta melakukan rekonstruksi kebenaran materil kasus pelanggaran hukum “perjanjian” ini. Masing-masing kita adalah saksi pelaku dan saksi korban kemudian marilah kita hakimi kasus ini sendiri.

Rekonstruksi Kebenaran materil untuk kasus Adam dan Hawa dapat diuraikan sebagai berikut :

Jika anda pria, posisikanlah diri anda sebagai Adam, dan jika anda wanita maka tempatkanlah diri anda sebagai Hawa. Sejak kecil kedua orang tua anda sangat mengasihi dan menyayangi anda. Segala pemintaan anda dipenuhi segala fasilitas yang anda inginkan disediakan oleh orang tua. Anda dibesarkan, disekolahkan dan masa depan anda dipersiapkan dengan baik oleh orang tua anda. Ketika anda sudah cukup umur dan dianggap siap anda mendambakan pasangan hidup. Setelah ketemu dengan calon pasangan hidup yang pas dan dianggap cocok anda dipersatukan (dinikahkan) . Anda merasa senang, bahagia dan hidup terasa lengkap. Semua orang memberi ucapan selamat dan memberkati anda. Kemudian Tuhan berfirman “bersenang-senanglah kalian yang telah digenapkan tapi jangan kalian makan buah pohon itu”. Ternyata kalian berdua memakannya, karena memang buah itu harus dimakan. Setelah anda melakukan perbuatan itu anda akan diperhadapkan kepada hukum Tuhan berikutnya; yang perempuan akan merasakan susah payah saat mengandung (mengidam, sesak nafas dsb) dan rasa sakit saat melahirkan sedangkan bagi pria dituntut tanggungjawabnya untuk mencarikan rezki buat istri dan anaknya karena anak yang dilahirkan istrinya adalah hamba Tuhan yang dititipkan Tuhan kepada anda. Kelak anak anda itu bila tiba waktunya akan menjalani hidup sebagaimana putaran roda kehidupan yang pernah anda jalani.

Hukum Tuhan dikompilasi ke hukum alam. Hukum alam mengatakan bumi ini berputar, maka hukum Tuhan ikut berputar mengikuti hukum alam. Hukum Tuhan berputar dan tetap berlaku saat hukum itu dibuat mulai Adam dan Hawa kemudian turun keanak-anaknya, lalu turun kecucunya, cicitnya sampai kepada kita dan generasi-generasi yang akan datang. Hukum Tuhan berlaku sejak dulu, sekarang dan selamanya.

Asumsikan diri anda sebagai hakim, putuskanlah kasus ini secara adil dan benar. Jika anda memutuskan Adam dan Hawa bersalah maka anda harus juga menyalahkan diri anda sendiri dan katakan sekarang juga bahwa anak-anak yang lahir dari rahim istri anda sebagai anak haram dan bukan anak/hamba Tuhan. Setelah itu bersiap-siaplah, karena hukum dengan sendirinya akan menuntut anda “apakah anda akan mengatakan juga bahwa Tuhan dalam kedudukannya sebagai Perencana dan Pencipta telah ikut serta berbuat kesalahan karena membiarkan Adam dan Hawa melanggar perjanjian itu. Katakanlah bahwa dengan terpaksa Tuhan anda tempatkan sebagai pihak yang bersalah”.

Jika anda memutuskan “pelanggaran perjanjian” Adam dan Hawa dapat dibenarkan secara hukum karena pelanggaran itu telah direncanakan Tuhan maka pembenaran itu berlaku buat anda juga. Anak-anak yang lahir dari rahim istri anda adalah anak-anak Tuhan, hamba Tuhan yang dikasihi Tuhan yang dipercayakan Tuhan kepada anda untuk diajar, dididik, dibimbing dan dibesarkan sebagaimana yang telah anda dapatkan dari orang tua anda dengan harapan kelak anak anda itu juga akan menjalani hukum-hukum Tuhan. Keputusan yang adil dan benar yang telah anda jatuhkan dengan sendirinya akan menempatkan Tuhan dalam kedudukannya sebagai PERENCANA DAN PENCIPTA.

Adalah TUHAN YANG MAHA BENAR, MAHA ADIL DAN MAHA SEMPURNA DALAM SEGALA PERENCANAAN DAN PENCIPTAANNYA.

Anda telah memutuskan Adam dan Hawa tidak bersalah berarti Adam dan Hawa tidak memiliki dosa. Anggapan bahwa Adam mewariskan dosa kepada kita semua adalah anggapan yang bertentangan dengan hukum kewarisan. Yang diwarisikan Adam adalah perbuatan yang telah Adam lakukan bersama istrinya Hawa. Sebab Adam dan Hawa menikmati buah pohon kayu itu (nikmat birahi) maka akibatnya adalah Hawa hamil. Sebab Hawa hamil akibatnya Hawa melahirkan putranya yang pertama yang bernama Kain atau Qabil. Jika anda melakukan perbuatan itu bukan dengan istri anda maka baru bisa disebut anda berdosa karena menyimpang dari apa yang telah diperbuat oleh Adam.

Tuhan “menggenapi” Pohon kehidupan dengan Pohon pengetahuan baik dan jahat. Semua Tuhan serahkan kepada anda. Jika anda menggunakannya dengan baik dan tidak bertentangan dengan hukum-hukum Tuhan maka kebaikan yang akan anda jumpai. Bila digunakan dengan cara yang jahat dan melanggar hukum maka kehancuranlah yang akan anda dapatkan.

Ada dua hak (hukum penggenapan) yang Tuhan berikan kepada manusia yaitu pertama: hak untuk hidup. Untuk hidup manusia perlu makan (hukum sebab-akibat) Kedua: hak untuk memiliki keturunan yang mewarisi. Untuk memiliki keturunan dibutuhkan wanita karena wanita itu yang mengandung dan melahirkan. (hukum sebab-akibat). Wanita bisa mengandung karena Tuhan menciptakan “birahi” melalui wanita (Hawa) kemudian “birahi” itu diberikan kepada manusia. Tergantung sepenuhnya kepada manusia mau memanfaatkannya ke jalan yang baik atau jahat haknya itu.

Cakra Ningrat bertanya kepada pembaca; percayakah anda bahwa Tuhan memiliki sifat Kasih?. Yakinkah anda bahwa Tuhan memiliki sifat Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang?. Anda semua akan menjawab; “Ya, kami percaya dan kami meyakini”. Pertanyaan selanjutnya; Jika benar Tuhan memiliki sifat Kasih, jika betul Tuhan memiliki Sifat Maha Pengasih Lagi Penyayang mengapa bencana alam hususnya di negeri ini dan dunia pada umumnya tidak pernah berahir?. Berapa banyak manusia yang mati secara mengenaskan. Bukan hanya itu, bahkan  dihari “penghakiman” atau hari “pembalasan”, Tuhan akan menghancurkan manusia tanpa bekal kasihan. Jika Tuhan memiliki sifat Kasih untuk apa neraka diciptakan?. Silahkan jawab sendiri pertanyaan ini secara obyektif, universal dan tidak terbantahkan.

Kembali  pada Kitab Kejadian (3:20) “Manusia itu memberi nama Hawa kepada istrinya, sebab dialah yang menjadi ibu semua yang hidup”. Yang dimaksud “Manusia itu” adalah Adam. Adam-lah yang memberi nama Hawa kepada istrinya itu. Bukan Tuhan yang memberinya nama. Itu berarti, dihadapan Tuhan kedudukan Adam dan Hawa tidak sejajar. Adam setingkat lebih tinggi dari Hawa. Hawa adalah ibu semua yang hidup. Mahluk hidup hanya tiga yaitu manusia, binatang dan tumbuhan. Hawa adalah ibu dari ketiga mahluk hidup tersebut oleh karena pada diri Hawa, Tuhan menciptakan nafsu birahi dan hawa nafsu.

Adam bukan bapa semua yang hidup, termasuk bukan bapa manusia. Adam adalah MANUSIA. Penjelasan tentang manusia akan diuraikan pada peristiwa pembuhan Kain (Qabil) dan Habel (Habil). Jika Adam bukan bapa manusia lantas siapakah bapa manusia?. Untuk apa saya menjawab pertanyaan yang suci, mulia dan setinggi itu. Lebih elok jika kita membahas yang rendah-rendah dan kotor-kotor saja dulu kemudian meningkat dan terus meningkat ketempat yang lebih tinggi. Bukankah telah kami katakan dalam pengantar artikel ini bahwa kami akan menulis banyak artikel?. Itu berarti semua dan segalanya akan kami ungkap berdasarkan logika dan fakta-fakta hukum.

Adam dan Hawa sebagaimana yang dikisahkan dalam alqur’an dan alkitab bila dikompilasi kehukum alam kemudian hukum alam dikompilasi kehukum positif manusia maka kisah itu masuk kedalam ranah hukum yang mengikat SUAMI-ISTRI. Locusnya adalah RUMAH TANGGA. Maka marilah kita melakukan self introspeksi kedalam diri kita masing-masing.

RUMAHKU ADALAH SYURGAKU

Apakah di dalam rumah tangga anda telah tercipta ketenangan, kesenangan, kedamaian dan kebahagiaan?. Semua orang mendambakan suasana itu akan tetapi tidak semua orang bisa mendapatkannya. Itulah syurga dunia. Itulah yang dimaksud dengan kerajaan Tuhan, di dunia. Segalanya dalam pengaturan dan pengawasan Tuhan. Segalanya berbuah kebaikan untuk anda bersama istri dan anak-anak anda.

Para ahli agama (ulama, ustadz, kiyai, pendeta dan pastor) selalu menjanjikan syurga Tuhan dikehidupan berikutnya atau setelah kematian. Mereka membaca alqur’an dan alkitab kemudian menafsirkannya sendiri, seakan-akan mereka mengetahui betul dan pernah melihatnya. Jika anda terpikat dengan perkataan mereka, Cakra Ningrat menyarankan agar anda segera mengejar kematian atau berdoalah supaya anda mati sesegera mungkin. Apakah anda mau?. Jika anda tidak mau, berarti kebenaran yang disampaikan oleh ahli agama belum dapat disebut sebagai kebenaran sejati (mutlak).

Tuhan menjanjikan syurga-Nya. Tuhan juga mengancam kita dengan neraka-Nya pada kehidupan berikutnya. Sebuah pertanyaan hukum ditujukan kepada anda semua; apakah anda mengetahui, anda berada dimana sebelum kedua orang tua anda menikmati pohon kehidupan bersama-sama yang menyebabkan anda terlahir di dunia ini?. Tentu anda tidak tahu, anda berada dimana. Dipastikan anda semua juga tidak tahu anda berada dimana nantinya setelah kehidupan berikutnya. Hanya orang bodoh dan buta hukum yang mau mempercayai perkataan ahli agama. Mereka juga tidak tahu, sama saja dengan kita semua. Hanya Tuhan yang mengetahui bagaimana keadaan kita dikehidupan berikutnya. Tuhan yang berjanji maka biarlah semua itu menjadi urusan pihak yang Berjanji. Dia menjanjikan syurga bagi manusia yang baik. Dan Dia menjanjikan neraka bagi manusia yang jahat. Satu-satunya yang kita ketahui sekarang adalah; kita hidup sekarang ini di dunia nyata.

FILOSOFI HUKUM

Awal kehidupan tidak ada agama. Awal penciptaan bukan agama. Pada ahirnya bukan agama yang bisa membuat manusia selamat karena bukan agama yang pertama. Ketahuilah, yang pertama itu adalah yang terahir. Ketahuilah yang pertama itu berdasar firman-firmanNya yang terdapat dalam alqur’an dan alkitab. Yang pertama adalah rahasiaNya. Yang pertama itu pula yang terahir. Dekati Tuhan melalui pendekatan “mengetahui” rahasiaNya.

Sebelum Tuhan menciptakan Adam (manusia) maka yang pertama Dia ciptakan adalah lokasi atau tempat untuk menempatkan manusia yang Dia ciptakan itu. Lokasi itu bernama Syurga atau Taman Eden. Lokasi itu bukan di langit tapi di bumi. Ditengah-tengah Taman Eden ada pohon kehidupan dan pohon pengetahuan baik dan jahat. Selanjutnya yang kedua diciptakan Tuhan adalah Adam. Yang ketiga adalah Hawa. Yang keempat adalah “hukum” berupa larangan mendekati pohon. Yang kelima adalah nafsu birahi dan yang keenam adalah hawa nafsu.

Peran “hukum” sangat penting karena “hukum” mengantarai manusia dengan nafsunya sendiri. Masalah manusia yang pertama adalah MELANGGAR HUKUM, maka masalah manusia yang terahir adalah bagaimana manusia harus MENURUT PADA HUKUM. Legal Opinion ini ditulis dengan sangat hati-hati dengan dasar filosofi hukum bahwa masalah manusia yang pertama adalah masalah hukum maka hukum juga yang bisa dijadikan sebagai solusi penyelamatan manusia.

Jika yang pertama dicipta Tuhan adalah Taman Eden (Syurga) maka yang terahir adalah RUMAH TANGGA. Rumah tangga adalah lokasi kehidupan. Didalam rumah tangga ada pohon kehidupan. Ada pohon pengetahuan baik dan jahat. Didalam rumah tangga ada suami (Adam) ada juga istri (Hawa). Ada hukum yang mengikat suami-istri berdasarkan agama yang mereka anut. Ada nafsu birahi dan ada hawa nafsu. Tidaklah sempurna hidup seseorang sebelum orang itu membina sebuah rumah tangga.

Nafsu birahi adalah nafsu yang diciptakan Tuhan agar manusia dapat memiliki keturunan dan berkembang biak. Hawa nafsu adalah nafsu yang diciptakan Tuhan agar manusia dapat mempertahankan kelangsungan kehidupan dengan tatanan yang baik, benar dan berkecukupan. Nafsu birahi dan hawa nafsu pertama kali diciptakan Tuhan melalui perempuan (Hawa) kemudian perempuan menurunkan nafsu-nafsu itu kepada anak yang dilahirkan. Nafsu birahi dominan kepada laki-laki, resessif terhadap wanita. Resessifitas wanita disebabkan karena hasrat besarnya terhadap nafsu birahi didominasi oleh rasa malu. Ketika rasa malu bisa mereka tepis, dunia adalah saksi betapa kuatnya wanita terhadap nafsu birahi. Hawa nafsu dominan pada wanita, resessif pada laki-laki. Resessifitas hawa nafsu terhadap laki-laki disebabkan karena laki-laki merasakan langsung betapa susah dan beratnya laki-laki mencari dan mendapatkan rezki. Dominasi wanita terhadap hawa nafsu dapat dibuktikan betapa besarnya tuntutan dan keinginan mereka terhadap uang, harta benda dan perhiasan lainnya. Wanita tidak segan-segan menjual dirinya kepada laki-laki lain demi untuk memuaskan tuntutan hawa nafsunya.

RUMAH TANGGAKU OH NERAKAKU

Kehidupan rumah tangga adalah kehidupan yang penuh dengan ujian. Tahapan-tahapan ujian yang dilalui oleh rumah tangga adalah:

a.       Waktu

Kehidupan rumah tangga yang didasari oleh suka sama suka antara seorang laki-laki dan seorang perempuan tanpa mendapatkan ridho Ilahi atau Berkat Tuhan adalah rumah tangga yang dibangun diatas fondasi nafsu birahi. Pilar-pilarnya yang berdiri tegak adalah ukiran indah hawa nafsu. Segala bentuk-bentuk kepalsuan dan penghianatan ada di dalam rumah ini. Kasih-sayang tidak terpancar di rumah ini. Kemarahan, kebencian dan selisih pendapat mewarnai rumah ini. Rumah tangga ini adalah rumah tangga neraka. Waktu akan menguji seberapa lamakah rumah tangga seperti ini dapat bertahan. Jika pemiliknya sudah tidak kuat lagi mempertahankannya maka perceraian atau perpisahan akan terjadi. Jika pemiliknya berhasil mempertahankan dan lolos dari ujian ini maka rumah tangga ini akan meningkat menjadi rumah tanggaku adalah rumah tanggaku. Rumah tangga ini adalah rumah tangga biasa. Kehidupan di rumah ini adalah kehidupan biasa sebagaimana kehidupan manusia biasa pada umumnya.

b.       Alam

Kehidupan rumah tangga yang didasari oleh suka sama suka antara seorang laki-laki dan seorang perempuan dengan mendapatkan ridho Ilahi dan Berkat Tuhan adalah rumah tangga yang dibangun diatas fondasi permanen, kuat dan tahan terhadap goncangan. Alam akan menguji rumah tangga ini berupa goncangan-goncangan hebat. Goncangan itu disebabkan karena alam melakukan pembalasan atas karma-karma jahat yang ada didalam diri mereka baik yang mereka lakukan sendiri maupun yang mereka dapatkan berupa lekatan-lekatan nafsu dari orang tua dan leluhur mereka. Jika goncangan hebat ini telah mereka lalui maka karma jahat telah terbalaskan atau dengan kata lain dosa telah terhapuskan demi hukum. Kehidupan rumah tangga ini meningkat dari rumah tanggaku adalah rumah tanggaku ke rumah tanggaku adalah syurgaku.

c.        Hukum

Kehidupan rumah tangga yang akan meningkat kelevel rumah tanggaku adalah syurgaku akan mengalami lagi satu goncangan hebat. Goncangan itu disebabkan oleh hukum yang ingin memutar balik keadaan. Hampir semua rumah tangga didominasi oleh istri. Istri mewarnai kehidupan rumah tangga baik dengan cara-cara bujuk rayu maupun dengan memaksakan kehendaknya untuk diikuti oleh suaminya. Hal ini disebabkan karena awalnya Hawa yang lebih dulu memakan buah pohon kayu itu kemudian menyuruh Adam untuk memakannya. Fakta hukum ini akan dibalik seratus delapan puluh derajat. Argumentasi hukumnya bukan pada siapa yang lebih dulu memakan buah pohon itu akan tetapi siapa yang lebih dulu diciptakan Tuhan. Adam lebih dulu diciptakan Tuhan kemudian dari Adam diciptakan Hawa. Itu berarti suami (Adam) harus lebih dominan dari pada istri (Hawa). Suami harus berlaku dan diperlakukan sebagai pemimpin didalam rumah tangga secara murni dan konsekwen. Istri harus tunduk dan taat kepada suami. Apabila istri telah tunduk dan taat kepada suami barulah suami dapat merasakan “rumah tanggaku adalah syurgaku”. Di rumah itu ada ketenangan dan kedamaian. Tidak ada lagi yang salah di rumah itu. Tidak ada lagi perseteruan dan perselisihan pendapat. Tidak ada lagi kemarahan dan kebencian. Yang ada adalah kasih-sayang suami kepada istri secara tulus. Istri akan melayani suami secara tulus dan memberinya hiburan yang baik dan benar.

Pada penciptaan awal, hanya Adam yang pernah merasakan kedamaian syurga. Hawa tidak pernah merasakannya. Karena itu yang dapat menyatakan “rumah tanggaku adalah syurgaku” adalah suami karena hanya dia yang bisa merasakannya. Dihadapan Tuhan, derajat laki-laki lebih tinggi dan lebih mulia dibanding perempuan.

Dalam kehidupan di syurga, Adam pernah merasa begitu dekat dengan Tuhan, saat dimana Hawa belum diciptakan. Apabila istri telah tunduk dan taat kepada suami, telah mengikuti segala perkataan, arahan, bimbingan dan keinginan suami maka dihadapan Tuhan sebutan mereka adalah SATU meskipun mereka DUA BADAN. Faktanya karena mereka seia-sekata-seturutan maka mereka dianggap SATU. Bila keadaan ini sudah tercapai maka suami akan merasakan Tuhan begitu dekat dengan dirinya. Suami akan mengatakan “rumah tanggaku adalah kerajaan Tuhanku” di bumi.

Karena dirumah itu hanya ada SATU (seia, sekata dan seturutan istri kepada suaminya) maka Tuhan memerintahkan malaikat-Nya turun ke bumi dan masuk ke rumah itu untuk MENGGENAPI. Kehadiran malaikat tidak dapat dilihat secara kasat mata, akan tetapi suami dengan kekuatan logikanya dapat merasakan kehadiran malaikat didekat dirinya. Selain menggenapi, malaikat juga melakukan PELAYANAN. Fakta bahwa malaikat melakukan pelayanan dapat dibuktikan dengan suasana hati penghuni rumah itu. Hati mereka tenang dan damai. Fikiran mereka terang benderang. Kesejahteraan ada di rumah itu karena segala niat baik dan harapan baik mendapat kemudahan untuk mewujudkan secara nyata didalam hidup dan kehidupan keluarga dalam rumah tangga itu.

SARAN-SARAN

Cakra Ningrat menyarankan:

1.     Jangan pernah ada niat didalam diri anda mau membangun atau membina rumah tangga lebih dari satu. Taman Eden hanya satu maka rumah tangga juga hanya satu.

2.   Jangan pernah berfikir anda sanggup berlaku adil terhadap dua wanita dalam waktu yang bersamaan. Kekuatan nafsu birahi mereka dan kekuatan hawa nafsu mereka adalah kekuatan dunia yang mustahil anda bisa taklukkan. Ingatlah, anda akan tua dan sakit-sakitan. Ingatlah, anda tidak selamanya kuat dan memiliki kelimpahan rezki. Hukum tidak mau tahu apakah anda tua, sakit, lemah dan tidak berdaya. Hukum akan terus mengejar anda karena anda telah berlaku tidak adil. Perbuatan tidak adil adalah perbuatan melawan hukum.

Terhadap laki-laki hebat dan kuat yang sudah terlanjur membangun dua rumah tangga dalam waktu yang bersamaan, Cakra Ningrat tidak mampu memberi solusi. Cakra Ningrat tidak akan mengucapkan kata “selamat” karena Cakra Ningrat telah mengetahui anda akan tergelincir dan terperosok. Lebih bagus Cakra Ningrat berdiri dan berlipat tangan menyaksikan sehebat dan sekuat apakah jurus-jurus yang akan anda mainkan.

Kepada laki-laki yang memiliki keinginan membangun dua rumah tangga atau lebih dalam waktu yang bersamaan, Cakra Ningrat hanya ingin berpesan agar lebih berhati-hati dan kembali berfikir ulang. Manusia SALAH (terutama ummat islam) dalam menafsirkan firman Tuhan dalam alqur’an 4:3 berikut ini:

“Dan jika kamu takut tidak dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi; dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya”.

a.     Perempuan Yatim

Siapa yang dimaksud dengan perempuan yatim sebagaimana ayat tersebut di atas?. Yang dimaksud dengan perempuan yatim adalah ISTRI PERTAMA anda. Faktanya; Ketika anda menikahi/mengawini istri anda dihadapan penghulu/imam/pendeta/ pastor, maka ayah/orang tua/wali menyerahkan anak perempuannya itu kepada anda secara baik-baik untuk anda nikahi/kawini. Itu berarti secara hukum kedudukan anaknya itu adalah PEREMPUAN YATIM, karena hak-hak yang selama ini melekat pada orang tuanya telah dilepaskannya dan diserahkan kepada anda.

Ayat diatas mengatakan perempuan yatim bukan “anak perempuan yatim”. Perbedaan prinsip antara perempuan yatim dengan anak perempuan yatim ialah: Perempuan yatim adalah perempuan dewasa yang hak perwaliannya telah dilepaskan oleh orang tuanya atau walinya dan diserahkan kepada laki-laki yang memperistrikannya sedangkan anak perempuan yatim adalah seorang anak yang berjenis kelamin perempuan yang telah ditinggal mati oleh orang tuanya.

Alqur’an menyinggung anda secara santun “Dan jika kamu tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya) …”. Tahukah anda apa hak-hak perempuan yatim?. Bagaimana mungkin anda akan dapat berlaku adil sementara anda tidak mengetahui apa hak-hak perempuan yatim yang harus anda berikan!.

Sehebat-hebatnya perempuan dan sepintar-pintarnya perempuan, pada hakekatnya dia adalah mahluk yang lemah. Setinggi-tingginya status sosial dan kedudukan perempuan pada hakekatnya dia adalah mahluk yang rendah. Fakta bahwa perempuan adalah mahluk yang lemah dan rendah adalah begitu banyak hak-hak yang harus diberikan kepadanya. Hak-hak yang harus diberikan kepada perempuan yatim adalah hak untuk dilindungi dan dijaga kehormatannya. Hak untuk dibimbing, diarahkan dan dituntun kejalan yang benar. Hak untuk diberi tempat berteduh. Hak untuk diberi nafkah lahir dan bathin. Hak untuk diberi perhiasan dunia yang menyenangkan hatinya. Hak untuk dikasihi dan dikasihani.

Hak untuk dikasihi dan dikasihani sifatnya general dan normatif merangkum seluruh hak-hak yang harus diberikan kepadanya, mengingat perempuan yatim itu telah merasakan susah payah saat mengandung dan merasakan sakit yang banyak saat melahirkan. Perempuan yang mengandung dan melahirkan tapi nama anda yang melekat dibelakang nama anak yang telah dikandung dan dilahirkannya.

b.       Wanita Lain

“…. kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi; dua, tiga atau empat ….”. Wanita-wanita lain yang anda kawini tidak dapat lagi dikategorikan sebagai perempuan yatim. Hanya istri pertama yang dapat dikategorikan sebagai perempuan yatim. TERKECUALI istri pertama anda meninggal dunia dan anda menikah lagi maka secara hukum istri yang anda nikahi itu menempati kedudukan mulia sebagai perempuan yatim dihadapan Tuhan.

Apabila istri pertama anda (perempuan yatim) masih hidup kemudian anda menikahi wanita lain yang anda senangi, itu berarti anda menikah karena didasari oleh KESENANGAN. Perkawinan yang didasari yang oleh kesenangan duniawi adalah upaya pelarian atau pencarian untuk mendapatkan legalitas hukum agama dan norma dimasyarakat dengan maksud agar anda legal melampiaskan  nafsu birahi anda dan hawa nafsu anda. Inilah pernikahan yang tidak akan mungkin mendapatkan ridho Ilahi dan diberkati Tuhan. “….kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi; dua, tiga atau empat …”. Alqur’an tidak menyebut kata “satu”. Alqur’an ingin kita sendiri yang memaknai bahwa Tuhan hanya meridhoi dan memberkati yang “satu”. Itulah istri yang pertama. Itulah perempuan yatim. “Dua, tiga, atau empat” disebut sekaligus menandakan bahwa bagaimanapun perkawinan yang dilandasi oleh dorongan hawa nafsu dan nafsu birahi tidak pernah akan bisa terpuaskan, dan tidak akan pernah diberkati Tuhan.

c.        Budak-budak

“… Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil maka (kawinilah) seorang saja atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya”.

Siapakah yang dimaksud dengan kata “budak-budak”. Yang dimaksud dengan budak-budak adalah wanita-wanita yang kamu senangi. Wanita itu diperbudak oleh nafsu birahinya. Wanita itu diperbudak oleh hawa nafsunya. Alqur’an memberi pilihan kepada anda “Jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil maka (kawinilah seorang saja)”. Artinya cukup istri anda yang pertama atau perempuan yatim itu saja. “Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya”. Maksudnya anda tidak menganiaya perempuan yatim dan anda juga tidak menganiaya diri anda sendiri.

Para ahli agama (ulama, ustadz, kiyai) berpendapat bahwa Allah membolehkan poligami dengan dasar ayat 4:3 tersebut. Mereka berpendapat boleh berpoligami asal tidak lebih dari empat orang istri. Mereka mengatakan nabi Muhammad juga memiliki istri yang banyak. Memiliki istri lebih dari satu dibolehkan dalam syariah islam karena mengikuti sunnah (yang dilakukan) oleh nabi Muhammad.

Cakra Ningrat tidak sependapat dengan mereka. Cakra Ningrat dengan tegas mengatakan “Tuhan melarang!” dengan argumentasi-argumentasi hukum sebagaimana yang kami sebutkan di atas. Anggapan bahwa nabi Muhammad berpoligami adalah anggapan keliru yang dapat dikategorikan sebagai fitnah yang paling keji dan kotor. Nabi Muhammad memiliki istri pertama bernama Khadijah. Dari perkawinannya dengan Khadijah, nabi memiliki enam orang putra-putri akan tetapi semuanya meninggal dunia ketika mereka masih kecil-kecil. Sekitar delapan tahun setelah Khadijah meninggal dunia, nabi Muhammad menikahi/mengawini Aisyah. Dari perkawinannya dengan Aisyah nabi memiliki seorang putri bernama Fatimah.

Seruan islam dilaksanakan dengan jalan perang yang menyebabkan banyak syuhada (pejuang islam) yang gugur dengan meninggalkan janda-janda. Tuhan memerintahkan nabi Muhammad untuk memperistri janda-janda syuhada dengan tujuan untuk melindungi mereka dari fitnah. Jika janda-janda ini tidak diperistri oleh nabi maka janda-janda ini akan menjadi sumber malapetaka karena dapat memecah belah persatuan dan kesatuan ummat islam kala itu. Dalam riwayat ada kurang lebih sembilan orang janda yang diperistri oleh nabi. Perkawinan itu bukan didasari oleh nafsu birahi dan hawa nafsu. Selama dalam ikatan suami-istri, nabi Muhammad tidak pernah sekalipun melampiaskan hasrat biologisnya kepada mereka. Faktanya; tidak seorangpun dari janda-janda itu melahirkan anak dari nabi Muhammad SAW.

Janganlah merendahkan keagungan dan kemuliaan nabi Muhammad. Jika anda ingin mengikuti sunnah nabi, silahkan saja dengan syarat: istri pertama anda meninggal dunia. Jika istri pertama anda meninggal dunia maka kawinilah seorang perempuan. Usahakan sedapat mungkin anda bisa mendapatkan perempuan yang masih perawan dan berusia muda belia. Jika anda masih ingin menyempurnakan pelaksanaan sunnah nabi, tambahkan lagi dengan mengawini janda-janda. Lindungilah janda-janda itu. Ingat jangan anda gauli mereka. Bisakah anda?. Mampukah anda?.

3.       Apapun yang tejadi pertahankan rumah tangga anda meskipun rumah tangga itu adalah Neraka. Yakinlah; tidak ada yang kekal kecuali Tuhan. Neraka didalam rumah tangga juga tidak kekal. Apapun yang terjadi pertahankan rumah tangga anda. Pertahankanlah taman Eden itu meskipun taman itu gersang, meski hanya ditumbuhi tanaman berduri bahkan beracun sekalipun. Masa bodoh, pertahankanlah!.

4.       Terhadap laki-laki yang terlanjur membangun rumah tangga lebih dari satu dalam waktu yang bersamaan, perhatikanlah firman Tuhan berikut ini:

“Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil diantara istri-istri (mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cendrung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (4:129).

Apapun argumentasi yang anda berikan yang pasti, Tuhan telah memastikan bahwa anda tidak mungkin dapat berlaku adil sampai kapanpun meskipun anda sangat menginginkan keadilan itu. Ini dikarenakan perbuatan anda mengawini perempuan yang anda senangi (budak-budak nafsu) adalah bentuk ketidak adilan anda terhadap perempuan yatim (istri pertama) anda.

Cakra Ningrat menyarankan kepada anda agar kembali ke jalan yang benar. Ingat, Taman Eden hanya satu, bro. Itu berarti rumah tangga juga seharusnya hanya satu. Ikutilah jalan keluar yang Tuhan berikan berikut ini:

“Jika keduanya bercerai, maka Allah akan memberi kecukupan kepada masing-masing dari limpahan karuniaNya. Dan adalah Allah Maha Luas (karuniaNya) lagi Maha Bijaksana” (QS. 4:130).

Yakinlah; sepanjang kita mengikut pada jalan yang dikehendaki Tuhan, maka semua akan berahir dengan kebaikan. Anda baik, perempuan yatim (istri pertama) anda juga baik dan wanita/budak-budak nafsu yang pernah anda senangi juga akan baik.

Cakra Ningrat hanya sebatas memberi pendapat hukum (Legal Opinion) saja, urusan selanjutnya masuk pada ranah hukum alam dan hukum karma.

KESIMPULAN

Dalam iman kristiani kita meyakini adanya kerajaan Tuhan di bumi dan kerajaan Tuhan di sorga. Cakra Ningrat berpendapat: Kerajaan Tuhan di bumi bukan di gereja atau di Vatikan tapi di rumah tangga yang tenang, damai, sejahtera dan banyak kemudahan-kemudahan yang didapatkan sebagai bukti adanya malaikat yang melakukan pelayanan meski tidak dilihat secara kasat mata namun dapat diketahui dengan kekuatan logika. Adapun kerajaan Tuhan di sorga, Cakra Ningrat tidak memberi pendapat. Pencapaian di bumi akan berlanjut pada pencapaian di sorga.

Dalam iman islam kita meyakini adanya harapan dan do’a pamungkas yaitu: keselamatan, kebahagiaan di dunia dan keselamatan, kebahagiaan di ahirat serta dijauhkan dari siksaan api neraka. Cakra Ningrat berpendapat kunci keselamatan dan kebahagiaan di dunia bukan di mesjid tapi di rumah tangga. Rumah tangga yang diurus oleh perempuan yatim. Perempuan yang senantiasa tunduk, taat dan patuh pada perkataan suaminya. Rumah tangga yang tenang, seia-sekata dan seturutan. Tentang keselamatan dan kebahagiaan di ahirat serta dijauhkan dari siksaan api neraka, harap dimaklumi jika Cakra Ningrat tidak akan memberi pendapat. Pencapaian di dunia akan berlanjut pada pencapaian di ahirat.

Perjanjian Tuhan dengan Adam (Manusia) bukanlah perjanjian pada masa yang telah berlalu. Perjanjian itu tetap berlaku dan mengikat kita sejak dulu, sekarang dan selamanya. Mudah-mudahan artikel ini dapat menjadikan kita sebagai orang yang sadar dan tercerahkan. ORANG YANG “SADAR” DAN “TERCERAHKAN” ADALAH BUDDHA.

PENUTUP

Legal Opinion ini akan dilanjutkan dengan artikel yang kami beri judul “PERJANJIAN TUHAN DENGAN KAIN (QABIL)”. Artikel itu akan mengungkap rahasia Perencanaan dan Penciptaan Tuhan berikutnya secara sistematis, yaitu:

1.    Dalam artikel “Perjanjian Tuhan dengan Adam (Manusia)”, Adam didudukkan sebagai pelaku dan saksi korban dalam perbuatan melanggar hukum perjanjian. Adam tidak melakukan perbuatan “MELAWAN” hukum. Itu berarti Adam melakukan tiga peran sekaligus dalam waktu yang bersamaan yaitu sebagai korban, pelaku dan pelanggar. Sosok atau figur yang memiliki peran sebagai yang “melawan” hukum (syetan/ular) belum ada karena belum dicipta.

2.       Dalam artikel “Perjanjian Tuhan Dengan Kain (Qabil)”, Cakra Ningrat akan membuktikan bahwa “pohon kehidupan” dan “pohon pengetahuan baik dan jahat” sudah mulai tumbuh dengan lahirnya dua orang putra Adam yaitu Kain (Qabil) dan Habel (Habil). Tiga peran hukum yang awalnya menyatu didalam diri Adam, dilanjutkan oleh kedua orang putranya yaitu Kain (Qabil) sebagai PELAKU dan PELANGGAR (melanggar hukum) sedangkan Habel (Habil) sebagai KORBAN. Sosok atau figur yang berperan sebagai yang “melawan” hukum (syetan/ular) belum ada karena belum diciptakan Tuhan.

3.       Jika dalam artikel “Perjanjian Tuhan dengan Adam (Manusia)” Cakra Ningrat mengatakan bahwa Tuhan menciptakan “nafsu birahi” dan “hawa nafsu”, melalui Hawa maka pertanyaan selanjutnya “apakah yang diciptakan Tuhan dalam tragedi pembunuhan manusia yang pertama?. Semua akan kami ungkap dalam artikel “perjanjian Tuhan Dengan Kain (Qabil).

Sebagai penutup artikel ini kami kembali ingin menegaskan bahwa apa yang kami sampaikan adalah sebuah KEBENARAN yang belum pernah diketahui oleh siapapun. Tolok ukur sebuah kebenaran adalah sifatnya yang mutlak yang tidak akan mungkin bisa terbantahkan dengan dalil apapun. Ibarat air yang mengalir tenang, pelan dan lancar tanpa hambatan. Air itu bersumber dari telaga yang sangat jernih, murni dan suci. Air itu masuk melalui pintu air yang benar. Pintu yang berada ditempat tertinggi. Pintu kemuliaan anda semua. Pintu itu bernama ubun-ubun. Pintu itu tidak pernah dilalui oleh siapapun dan apapun. Air itu masuk dan menundukkan logika anda kemudian masuk dan masuk terus menuju kesebuah telaga suci yang ada didalam diri anda. Telaga itu bernama qalbu. Manusia sering menyebutnya sebagai “hati kecil”. Hati kecil tidak pernah berdusta. Hati kecil selalu berkata benar. Hati kecil itulah yang dimaksud dengan suara Tuhan.

Artikel pertama yang kami tulis berjudul “Orang yang Sadar dan Tercerahkan adalah Buddha”. Tujuan artikel itu untuk menjadikan anda sebagai orang yang sadar dan tercerahkan. Manakala yang kami sampaikan telah diterima dan logika anda telah tunduk membenarkannya maka anda telah termasuk orang yang sadar. Apabila yang kami sampaikan telah sampai kehati kecil anda (telaga nan suci), maka anda telah termasuk  sebagai orang yang tercerahkan. Tugas kami selanjutnya membuat hati kecil anda menjadi besar dengan kata lain meningkatkan volume kecerahannya dari cerah menjadi terang benderang sehingga dapat menerangi jalanNya. Tugas itu akan kami laksanakan dengan hati yang tulus dan ihlas melalui pendekatan berupa panyampaian Legal Opinion.

         25, April 2013

Iklan

19 thoughts on “LEGAL OPINION TERHADAP PERJANJIAN LAMA

  1. Tulisan yang mantap, semoga berkelanjutan dan bermanfaat khususnya untuk pencerahan akal pikiran, daya talar dan logika saya yang tumpul.

  2. Kepada yang saya kasihi.
    Bung Admin dan warga setia blog SPTM.

    Assalamu Alaikum Wr. Wb.
    Salam sejahtera buat kita sekalian

    Perkenankanlah kami memohon maaf lahir dan batin atas keterlambatan kami menunaikan janji kami menuliskan artikel PERJANJIAN TUHAN DENGAN KAIN (QABIL). Hal ini disebabkan oleh karena banyaknya tugas-tugas dan tanggungjawab kami ditempat lain yang juga membutuhkan perhatian dan kehadiran kami.

    Legal Opinion terhadap perjanjian lama yang berjudul “PERJANJIAN TUHAN DENGAN KAIN (QABIL)” terdiri atas dua bagian. Bagian pertama akan diposting hari ini dan bagian yang kedua akan diposting kemudian.

    Tak lupa kami ucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Admin yang telah berbaik hati menjaga kebersihan blog yang terhormat ini. Kami juga ingin menyampaikan rasa syukur dan bangga kami kepada seluruh warga setia blog yth ini atas kesabarannya menantikan tulisan-tulisan kami. Sungguh kalian adalah sahabat-sahabat Cakra Ningrat.

    Damai dan sejahtera selalu
    Wassalam,

    Cakra Ningrat

    • Yang mulia sahabat-ku Cakra Ningrat

      Assalamu Alaikum.

      Atas nama pribadi dan atas nama seluruh warga setia/segenap pembaca blog yth, Tim Admin mengucapkan puji syukur kepada Tuhan Semesta Alam oleh karena Bapak Cakra Ningrat telah mengirimkan tulisannya PERJANJIAN TUHAN DENGAN KAIN/QABIL (BAG.1)

      Admin tidak akan mau membuang-buang waktu sebagaimana yang lalu-lalu. Malam ini atau paling lambat besok pagi tulisan Cakra Ningrat sudah akan dipajang di blog ini. Rasanya sangat sulit untuk menuliskan bagaimana suasana kegembiraan dan kebahagiaan tim Admin saat ini. Betapa tidak; awalnya admin menduga Cakra Ningrat akan meninggalkan blog yth ini sebagaimana yang pernah dilakukan oleh dua orang tokoh yang Maha Misteri yakni; Cahyo Nayaswara dan Yaman Al Bughuri.

      Admin harus mengakui TERNYATA dugaan admin salah bin keliru. Cakra Ningrat adalah Cakra Ningrat. Cakra Ningrat tidak sama atau berbeda dengan Sinuhun Cahyo Nayaswara dan guru Agung Yaman Al Bughuri. Cakra Ningrat bukan tokoh misteri. Mudah-mudahan Tuhan dapat mempertemukan kita dengan Cakra Ningrat. Pertemuan itu dapat kita maknai sebagai perjumpaan antara sesama sahabat.

      Demikianlah tanggapan dan komentar singkat admin. Lebih dan kurangnya mohon dimaafkan.

      Salam hormat kami:
      Admin

  3. Allah pertama kali menciptakan adalah NUR MUHAMAD
    kemudian dari Nur itu Allah menciptakan arasy lauful almahfudz dan pena
    dari satu bagian lagi kemudian Allah menciptakan Alam semesta
    dijelaskan didalam al quran
    makhluk sebelum adam diciptakan Allah telah menciptakan Malaikat dan bangsa JIN
    dan diantara JIN ada yang bernama Azazil
    dia dari golongan jin yang sangat patuh hingga amal ibadahnya melebihi malaikat yang senantiasa beribadah pada ALLAH
    namun Allah punya sekenario lain
    dia sang Azazil karena merasa paling tinggi ibadahnya lupa akan dirinya lalu diapun enggan untuk bersujud pada 
    pada Adam as
    karena Azazil merasa lebih baik dari sisi ciptaannya
    dia merasa lebih baik karena dicipta dari api sedangkan adam dari tanah hitam yang pekat
    malaikat bersujud memenuhi perintah Allah
    sedangkan azazil membangkang
    akhirnya dilaknat maka berubahlah wujudnya dan menjadi Iblis
    adam kemudian melahirkan putra putri yang terlahir kembar sejodoh
    diantara anak adam ada 1 anak yg terlahir tunggal yakni seith as/sanghyang ecis
    diantara keturunan seith maka terpecahlah menjadi 2 kubu
    yang sisi sayid anwas menurunkan idris nuh hud soleh ibrahim luth ismail ishak yakub yusuf musa harun sdaud sulaiman zakaria yahya dan isa disisi kiri dari ismail menurunkan muhammad saw
    dikubu satu lagi sayid anwar putra seith menurunkan para sanghyang
    karena sayid anwar adalah keturunan manusia dan jin
    keturunan nabi seith as dan azazil
    sayid anwar menjadi sanghyang nurasa menurunkan nurcaahya menurunkan wenang menurunkan tunggal menurunkan ismaya tejamantri dan manikmaya hingga ke sri ajijayabaya brawijaya mundingwangi
    dua kubu manusia antara manusia murni dan keturunan manusia dan jin atau para sanghyang
    semua itu jelas
    semua sekenario Tuhan
    sekenario tuhan menjadikan azazil menjadi iblis
    itu kehendak Tuhan
    jika iblis tidak mengganggu adam dan hawa
    maka niscaya ceritanya tidak akaan ada turunan manusia hingga ke anda yang sedang membaca tulisan ini
    iblis jin manusia malaikat itu semua adalah sekenario tuhan
    lalu mengapa tuhan menciptakan iblis
    menciptakan kegelapan
    tanya sendiri aja pada Tuhan
    Tiada Tuhan selain Allah
    jangan pernah mengaatakan Allah itu bukan Tuhan
    antara Allah dan Tuhan berbeda
    itu adalah bisikan setan dan Iblis yang amat sangat terhalus
    sehingga anda merasa Tuhan bukan Allah
    Allah bukan Tuhan
    Naudzubillah
    Astagfirulloh
    Allah itu Tuhan
    Tiada Tuhan di alam semesta ini Keculai Allah
    hati hati iblis was wes wos dihatimu
    ditempat ruhmu berkumpul
    di DADA
    Huwal Awwalu Wal akhiru Waddohiru Walbhatin Wahuwa bikulli Syaiin Alym
    suroh Allohunurrusamawati wal ard
    itu adalah gambaran bahwa Allah adalah Cahaya diatas Cahaya
    Allah tetap Tuhan Yang Esa
    iblis berkata
    Allah itu bukan Tuhan…masa gak bisa merasakan bisikan itu
    Istighfar
    jika kamu ditanya siapa Tuhanmu? Allah Swt
    Allah itu siapa ? Tuhanku
    jadi yang mengatakan Allah bukan Tuhan ….segera istigfar

    tidak ada alasan apapun atau karena apapun yang menciptakan alam semesta iniYa Allah Ya Tuhan Yang maha Esa
    Lailla Haillallah
    Tiada tuhan selain Allah
    dari jaman nabi adam hingga Muhammad saw hingga kini
    ketauhidan atas Allah adalah TIADA TUHAN SELAIN ALLAH
    bukan berarti tidak ada tuhan selain Allah tetapi …
    TIDAK ADA TUHAN YANG LAIN DIALAM SEMESTA INI HANYA ALLAH KECUALI ALLAH…ALLAH adalah Tuhan Yang Esa
    jangan sesatkan sesuatu dengan pemahaman yang DANGKAL karena keterbatasan POLA PIKIR ANDA…
    gutak gatuk bahasa bukan untuk merasa paling benar dan ujngnya pengen dihargai atau dihormati
    cakra ningrat sama kusuma jaya denengrat….berat mana?
    belajarlah dengan landasan yang benar
    hati hati karena iblis menusukmu hingga dadamu KACAU
    Otak manusia hanya akan menjadi kedangkalan hati
    jika tidak dilandasi kejernihan hati
    semuga tuhan MELINDUNGI IMAN ISLAM KITA SEMUA
    iblis berkata
    ALLAH ITU BUKAN TUHAN….
    coba renungkan supaya anda yakin bahwa Allah bukan Tuhan
    maka MATILAH HATIMU…..karena iblis menyesatkan dari segala penjuru..
    jangan tertipu dengan nickname cakra kusuma mahaguru..
    pelajari bahasanya masa segitu aja masih bisa tertipu..
    JANGAN DIDELETE ADMIN tulisan ini..JIKA ANDA BENAR BENAR MANUSIA yang tak luput dari khilaf dan dosa..kecuali kalau anda JIN ATAU MALAIKAT…silahkan delete comment ini

    biar pada tau penyesatan iblis datang DARI SEGALA ARAH…

    • Yang saya hormati
      Raden Kusuma Jaya Denengrat

      Assalamu Alaikum
      Salam sejahtera untuk kita sekalian

      Pertama-tama saya ucapkan selamat datang dan selamat bergabung kepada Raden Kusuma Jaya Denengrat di blog yang mulia ini.
      Cakra Ningrat merasa berkewajiban untuk menyampaikan dan mengingatkan kepada setiap pendatang baru termasuk Pak Raden tentunya bahwa blog ini telah didiami oleh para warga setia yang cerdas-cerdas. Keimanan dan ketakwaannya telah teruji selama kurang lebih setahun. Warga setia blog ini tidak gila hormat karena memang mereka adalah orang-orang yang terhormat dan mulia.

      Orang-orang biasa adalah orang yang tidak mengenal siapa dirinya yang sesungguhnya. Orang seperti itu kerap menggunakan gelar kebangsawanannya; semisal Raden demi mengharapkan penghormatan dari orang lain. Orang seperti itu kadang memperlihatkan atraksi intlektualnya yang membuat orang lain tertawa dan muak sebab dalil-dalil yang dikemukakan tidak lebih dari sebuah pendapat yang SOK TAHU dan SOK PINTAR. Seseorang yang memiliki perilaku sok tahu dan sok pintar dipastikan juga memiliki tabiat yang SOK MENGGURUI.

      Raden Kusuma Jaya Denengrat bukan orang pertama yang menampilkan atraksi intlektual yang menggelikan sekaligus membuat warga setia blog yth ini muak. Sebelumnya masih banyak yang lebih hebat dari Pak Raden. Orang-orang itu memiliki nasib yang sama TERDEPAK dengan sendirinya dari blog yang mulia ini.

      PENANGKIS JURUS-JURUS PAK RADEN

      1. Saya dan Pak Raden sama-sama muslim. Saya dan Pak Raden sama-sama tahu bahwa yang pertama diciptakan Allah adalah NUR MUHAMMAD, karena sejak kecil kita diajarkan oleh guru-guru kita di Sekolah Dasar, madrasah, pesantren dan pengajian-pengajian di kampung baik oleh guru agama, ustas, kiyai dan ulama. BEDANYA Pak Raden menerima ajaran itu sebagai kebenaran sementara saya menolak kebenaran itu karena bersifat subyektif. Sebuah kebenaran harus bersifat mutlak tanpa celah sedikitpun. Karena itu, sebuah kebenaran harus obyektif dan mengandung nilai-nilai universal. NUR MUHAMMAD hanya dikenal dan diyakini oleh orang islam, ummat lain tidak mengenal apalagi meyakini NUR MUHAMMAD. Oleh karena NUR MUHAMMAD tidak dikenal dan diyakini oleh ummat lain maka seluruh pendapat yang mengatakan bahwa Yang Pertama diciptakan Allah adalah NUR MUHAMMAD bukan sebuah kebenaran.
      Oleh karena subtansi NUR MUHAMMAD tidak dibenarkan oleh ummat lain selain ummat islam sendiri maka seluruh dalil-dalil yang berkaitan dengan eksistensi NUR MUHAMMAD akan gugur dengan sendirinya dan tidak dapat dikatakan sebagai sebuah kebenaran.

      2. Saya dan Pak Raden sama-sama muslim. Sama-sama membaca dan meyakini kebenaran alqur’an. BEDANYA saya memahami sementara Pak Raden Tidak memahaminya. Alqur’an itu bacaan mulia den! Hanya orang yang diberi Al-Hikmah oleh Allah yang dapat memahami arti dan ataupun makna yang sebenarnya. Jujur saya akui Yang Mulia Guru Agung Yaman Al Bughury dan Sinuhun Cahyo Nayaswara adalah orang-orang yang telah mendapatkan Al-Hikmah. Beliau-beliau itu pernah mampir membimbing warga setia blog yth ini. Sayang Pak Raden belum ada waktu itu yah!.
      Saya dan Pak Raden sama-sama membaca alqur’an akan tetapi tidak ada satupun ayat didalam alqur’an yang mengatakan “Yang pertamakali diciptakan Allah adalah Nur Muhammad kemudian dari Nur itu Allah menciptakan Arasy Lauhul Maffudz dan pena dari satu bagian yang lain kemudian Allah menciptakan alam semesta”. Semua ini hanyalah omong kosong dari seseorang yang bernama Raden Kusuma Jaya Denengrat.

      Saya dan Pak Raden sama-sama membaca alqur’an akan tetapi tidak ada satupun ayat yang menyebut bahwa Allah pernah menciptakan Jin yang bernama Azazil. Disebabkan karena Azazil membangkang karena tidak mau sujud pada Adam maka Azazil berubah wujud menjadi Iblis. Ini semua cerita yang mengada-ada dari seorang Pak Raden. Kami bukan si Unyil yang gampang dibodohi oleh Pak Raden. Ha… Ha… Ha……

      Dari mana Pak Raden tahu kalau anak ketiga Adam bernama Seith (tulisan yang benar adalah Set). Tentu Pak Raden mengatakan karena membaca buku. Jika saya tanya “siapa yang menulis buku itu”?. Pak Raden akan menjawab “penulisnya adalah ulama”. Lalu saya Kejar Pak Raden dengan pertanyaan “dari mana ulama tahu bahwa anak ketiga Adam bernama Set?. Setahu saya tidak ada satupun ayat dalam alqur’an yang menyebut nama Set!”. Tentu saja Pak Raden bingung menjawab pertanyaan saya. Ketahuilah Den, bahwa ulama mengetahui anak ketiga Adam bernama Set dari kitab Allah yang kita kenal sebagai PERJANJIAN LAMA. Generasi ketujuh Set bernama Henokh. Alqur’an menamakannya sebagai nabiullah Idris alaihissalam. Cakra Ningrat akan menguraikan secara detail pada artikel yang akan datang.

      3. Raden Kusuma Jaya Denengrat mengatakan “dikubu satu lagi sayid Anwar putra Seith menurunkan para sanghyang karena sayid Anwar adalah keturunan manusia dan Jin keturunan nabi Seith as dan Azazil. Sayid Anwar menjadi sanghyang nurasa menurunkan nurcahaya menurunkan wenang menurunkan tunggal menurunkan ismaya tejamantri dan manikmaya hingga ke sri aji Jayabaya munding wangi. Dua kubu manusia antara manusia murni dan keturunan manusia dan jin atau para sanghyang”

      Apa yang Aden katakan sebagaimana diatas sama sekali tidak ada dasarnya den!. Tidak ada ayatnya dalam alqur’an, juga tidak ada Hadits nabi Muhammad maupun jumhur ulama. Semua yang Aden katakan itu adalah OMOMG KOSONG!

      Boleh tahu den, dari manakah sesungguhnya Aden mendengar atau mendapatkan cerita omomg kosong itu!. Jangan-jangan Aden diajari oleh Azazil/Iblis. Istighfar-lah Den!.

      JURUS MELAWAN AZAZIL/IBLIS/PAK RADEN

      1. Doktrin ketauhidan dalam keyakinan islam adalah LAA ILAHA ILLALLAH yang artinya TIDAK ADA TUHAN SELAIN ALLAH. Seluruh ummat islam yang ada dimuka bumi ini (termasuk Pak Raden Kusuma Jaya Denengrat) akan memegang teguh prinsip tersebut. Jujur saya akui saya juga dulunya sama dengan Pak Raden yaitu ketika saya masih kanak-kanak dengan kata lain waktu saya belum disunnat den!.

      Ketika beranjak dewasa, saat dimana segala perbuatan saya sudah menjadi tanggungjawab pribadi saya dengan kata lain bukan lagi tanggungjawab orang tua, maka saya melakukan kajian kritis terhadap konsep tersebut. Saya meyakini; dan saya yakin keyakinan saya ini sama dengan keyakinan Pak Raden bahwa Allah adalah Tuhan akan tetapi logika saya mempertanyakan; Jika Allah adalah Tuhan, mengapa hanya ummat islam saja yang mau menerimaNya?. Ummat manusia lainnya menolaknya den!. Ummat kristiani mengenal Allah dalam konsep yang berbeda dengan iman islam. Apakah ummat lain salah?. Belum tentu den!. Alqur’an membenarkan mereka juga. Ada ayatnya den!.

      TIDAK ADA TUHAN SELAIN ALLAH adalah sebuah kalimat den!. Kalimat itu terdiri atas dua frasa. Frasa pertama adalah TIDAK ADA TUHAN dan Frasa kedua adalah SELAIN ALLAH. Frasa pertama adalah sebuah “pernyataan” dan frasa kedua adalah solusi atau jawaban atas pernyataan. Frasa pertama menyatakan TIDAK ADA TUHAN. Pernyataan ini dapat dimaknai sebagai PENIADAAN TUHAN atau TUHAN TIDAK ADA. Frasa kedua SELAIN ALLAH adalah solusi atau jawaban atas pernyataan frasa pertama yang dapat dimakanai bahwa TUHAN HANYA ADA DI DALAM ALLAH dengan kata lain INTI ALLAH adalah TUHAN.

      Allah mencakup seluruh alam semesta beserta isinya. Alqur’an mengatakan tak selembarpun daun yang jatuh kemuka bumi ini melainkan atas sepengetahuan Allah. Cakupan Allah sangat luas den!. Termasuk nafas manusia yang dihirup masuk itu menyebut AL dan nafas yang dihembuskan keluar menyebut LAH. Tuhan menciptakan sebutan AL-LAH pada nafas manusia yang keluar masuk itu diera nabi Yunus alaihissalam. Bagaimanakah cara Tuhan menciptakanNya?. Misteri itu akan diungkap dalam artikel ‘PERJANJIAN TUHAN DENGAN YUNUS”.

      2. Tanpa bermaksud menganggap Raden Kusuma Jaya Denengrat sebagai anak kecil atau anak ingusan saya hanya ingin menyampaikan kebiasaan saya mengajarkan kepada anak-anak saya perumpamaan antara bola lampu dan cahaya lampu. Cahaya lampu menerangi akan tetapi tak berwujud. Cahaya lampu tidak bisa dipegang. Cahaya lampu memiliki sumber. Sumber itu berwujud. Wujud itu bernama bola lampu.
      Allah adalah cahaya yang berlapis-lapis cahaya. Cahaya itu memiliki sumber atau inti atau pemilik. Dia itulah yang disebut dengan Tuhan.

      Jika Aden ingin mengetahui defenisi Allah silahkan buka sendiri alqur’an surah An-Nur ayat 35. Dan jika ingin membaca pernyataan Allah bahwa Allah bukan Tuhan silahkan buka sendiri alqur’an surah Al-Imran ayat 18.

      3. Saya ingin menyampaikan pesan kepada kita semua terutama kepada pak Raden agar tidak lagi melakukan intimidasi terhadap Admin. Admin itu bukan hanya satu orang akan tetapi beberapa orang. Mereka itu adalah orang-orang cerdas dan pakar-pakar di bidangnya. Mereka telah teruji den!. Mereka muak dengan komentar Aden.

      Admin tidak bisa diintimidasi dan diprovokasi. Mereka sudah melewati masa-masa berat dan kritis. Mereka tampilkan komentar Aden bukan karena mengikuti keinginan Aden akan tetapi mereka ingin tahu bagaimana piawainya Cakra Ningrat memainkan jurus-jurus silatnya untuk mengunci Aden.
      Awalnya saya juga tidak tertarik menjawab komentar Aden. Dari apa yang Aden tulis sangat jelas ilmu Aden sangat dangkal. Barangkali lebih tepat jika saya katakan Aden anak picisan atau anak ingusan yang tidak tahu persoalan kemudian berkomentar. Aden orangnya bertemperamen, memiliki sikap tergesa-gesa dan sombong.

      DEMI ALLAH, saya tidak marah dan benci sama Aden. Saya hanya marah dan benci sama Azazil. Nama Azazil tidak dikenal dalam Alqur’an dan juga tidak pernah disebut dalam hadits nabi. Saya baru mendengarnya dari Aden. Dalam pemahaman saya Azazil terdiri atas dua suku kata yaitu azaz dan il. Dalam bahasa Indonesia kata “azaz” bermakna “dasar”. Dalam bahasa Ibrani kata “il” bermakna “Tuhan”. Jika kedua suku kata ini disatukan maka “Azazil” bermakna “dasar Tuhan”.

      Dalam uraiannya Aden mengatakan “Azazil membangkang ahirnya dilaknat maka berubah wujudnya dan menjadi iblis”. Cakra Ningrat berpendapat kalimat Aden ini sangat berbahaya. Kalimat Aden dapat bermakna didalam wujud iblis ada Azazil (dasar Tuhan). Dalam uraiannya Aden beberapa kali menggunakan kalimat “skenario Tuhan”. Apakah kalimat itu sebagai bentuk pelarian bahwa ilmu Aden dangkal, picisan atau ada sesuatu missi yang Aden sembunyikan?

      Apapun argumentasi Aden; Cakra Ningrat memberi pendapat hukum bahwa pemahaman anda keliru dan tidak memiliki landasan hukum yang dapat dipertanggungjawabkan secara qur’ani dan alkitabiah. Pemahaman anda sesat dan menyesatkan. Anda adalah seorang spritualis hitam.
      Cakra Ningrat meminta kepada Tim Admin untuk tidak lagi mengakomodir komentar Raden Kusuma Jaya Denengrat. Jangan takut dengan gertakan dan hasutan Azazil, iblis melalui jasad raga orang dekil yang menyandang nama Raden Kusuma Jaya Denengrat. Biarkan dia berurusan dengan Sang Pengendali Cakra Ningrat!. Roda Hukum akan menggilasnya.

      Jakarta, 26 September 2013

  4. Yang sangat kami muliakan Bapak Cakra Ningrat
    Yang kami kasihi seluruh warga setia

    Assalamu Alaikum Wr. Wb.

    Andaikan saja Guru Agung Yaman Al Bughury (penulis artikel Trisula Wedha) masih berada ditengah-tengah kita tentu saja beliau akan menuliskan komentar: Raden Kusuma Jaya Denengrat tidak mungkin bisa mengalahkan Cakra Ningrat meskipun dia bersekutu dan berkomplot dengan seluruh raden-raden setanah Jawa. Ini disebabkan karena Cakra Ningrat memiliki pengetahuan yang sangat tinggi. Ilmunya sakti Mandraguna. Bersenjatakan TRISULA WEDHA. Perhatikan saja jurus-jurus yang dia mainkan. Tiga poin (trisula) jurus penangkis dan tiga poin (trisula) jurus menyerang (melawan). Serangannya sungguh mematikan!. Kita semua dibuatnya senang terkagum-kagum. Duh Gusti Allah, siapakah sebenarnya Cakra Ningrat itu?.

    Andaikan saja Sinuhun Cahyo Nayaswara masih berada ditengah-tengah kita tentu saja beliau akan menuliskan syair-syairnya yang indah serta menyanyikan kidung-kidung pujian kepada Tuhan karena Sinuhun terkagum-kagum melihat ketangkasan, kecerdasan dan kehebatan anak asuhnya memainkan senjata sakti TRISULA WEDHA miliknya. Sinuhun akan membuka secara terang benderang bahwa “Akulah yang menulis dan mengungkap misteri Ashabul Kahfi”. Dia yang bangkit dihari ketiga. Dan sekarang aku akan buka misteri dan jati diri Cakra Ningrat bahwa dialah anak asuhku. Dialah Sang Pangeran Perang. Dia akan muncul bersama perwira-perwira perangnya di tengah-tengah kalian. Mereka akan datang layaknya sebagai SahabaT yang telah lama dinantikan.

    Sekiranya saja Sabdo Palon Naya Genggong dapat hadir ditengah-tengah kebingungan masyarakat Indonesia tentu saja beliau akan menyampaikan maklumat bahwa SUDAH TIBA WAKTUNYA AKU BUKTIKAN KEBENARAN SUMPAHKU.

    Bapak Cakra Ningrat dan warga setia yang kami hormati.

    Setelah membaca tanggapan Cakra Ningrat atas komentar Raden Kusuma Jaya Denengrat, seperti biasanya Tim Admin berhimpun dan berkumpul di satu tempat. Rencana awalnya ingin mendiskusikan tanggapan Bapak Cakra Ningrat akan tetapi Tim tidak melihat celah sedikitpun yang patut untuk dibicarakan atau didiskusikan.

    Agar waktu tidak terbuang percuma, sambil menyeruput kopi panas dan makan pisang goreng mentega masing-masing Tim Admin menyampaikan PANDANGAN IMAJINATIFNYA. Sebagian kami tulis sebagaimana tersebut di atas. Pandangan imajinatif lainnya masih kami simpan sambil melihat moment yang tepat untuk kami sampaikan. Meskipun hanya imajinasi intlektual saja akan tetapi bukan tidak mungkin imajinasi itu mengandung nilai-nilai kebenaran sebab disampaikan oleh orang-orang yang telah SADAR DAN TERCERAHKAN. Biarkanlah waktu yang akan mengungkap kebenaran imajinatif kami ini. Semoga.

    Hendaknya menjadi pelajaran bagi kita semua terutama kepada para pembaca atau pengunjung yang baru masuk ke blog ini agar lebih berhati-hati dan waspada untuk berkomentar. Cakra Ningrat adalah nara sumber utama dan satu-satunya di blog ini. Untuk memahami fikiran-fikaran beliau, fahamilah artikel-artikel yang beliau tulis secara berurutan yaitu:
    1. Yang “Sadar” dan “Tercerahkan” adalah Budha
    2. Perjanjian Tuhan dengan Adam
    3. Perjanjian Tuhan dengan Kain/Qabil (bagian pertama)

    Bila ada yang tidak difahami pada artikel bagian pertama maka bersabarlah. Boleh jadi apa yang akan anda tanyakan itu akan beliau tulis pada Bagian yang kedua. Sebagaimana yang berulang kali beliau katakan bahwa beliau akan menulis banyak artikel untuk dipajang di blog ini. Pemikiran beliau sangat originil dan belum pernah kita dengar ada orang yang memiliki pemikiran seperti beliau. Hanya orang-orang yang Sadar dan Tercerahkan yang dapat menerima pemikiran beliau.

    Semoga Tuhan memberkati kita semua. Amin.

    Wassalam,

    Admin and Team

  5. saya suka baca diblog ini…. terima kasih atas artikelnya ditunggu artikel barunya… salam rahayu buat semua terima kasih.

  6. Kepada Admin YTH, mohon pencerahannya dengan kata2 ini :
    “Dan sekarang aku akan buka misteri dan jati diri Cakra Ningrat bahwa dialah anak asuhku. Dialah Sang Pangeran Perang. Dia akan muncul bersama perwira-perwira perangnya di tengah-tengah kalian. Mereka akan datang layaknya sebagai SahabaT yang telah lama dinantikan.

    Sekiranya saja Sabdo Palon Naya Genggong dapat hadir ditengah-tengah kebingungan masyarakat Indonesia tentu saja beliau akan menyampaikan maklumat bahwa SUDAH TIBA WAKTUNYA AKU BUKTIKAN KEBENARAN SUMPAHKU.

    • Tidak ada yang perlu Admin jelaskan pada Sdr. Fadli, Admin menilai Sdr Fadli tidak cerdas menganalisis dan menyimak tulisan Admin. Justru Admin perlu mengajukan komplain dan mempertanyakan kenapa Saudara Fadli memenggal-menggal tulisan Admin yang dapat menimbulkan kesalahan persepsi pembaca, baik terhadap Admin, utamanya terhadap Bapa Cakra Ningrat.

      Tulisan Admin yang dipertanyakan oleh Saudara Fadli adalah komentar Admin yang telah diposting di blog ini pada tanggal 28 September 2013. Tulisan itu adalah diskusi imajinatif Tim Admin yang berlangsung di warung kopi sebagai bentuk apresiasi Admin terhadap Cakra Ningrat yang begitu cerdas dan piawai membalas serangan Raden Kusuma Jaya Denengrat yang telah merendahkan dirinya karena menganggap Cakra Ningrat bukan seorang Raden. Untuk mencegah timbulnya persepsi yang keliru di kalangan warga dan pembaca lainnya, ada baiknya tulisan Admin dimuat secara utuh untuk kita simak bersama.
      == == == ==
      Yang sangat kami muliakan Bapak Cakra Ningrat
      Yang kami kasihi seluruh warga setia
      Assalamu Alaikum Wr. Wb.

      Andaikan saja Guru Agung Yaman Al Bughury (penulis artikel Trisula Wedha) masih berada ditengah-tengah kita tentu saja beliau akan menuliskan komentar: Raden Kusuma Jaya Denengrat tidak mungkin bisa mengalahkan Cakra Ningrat meskipun dia bersekutu dan berkomplot dengan seluruh raden-raden setanah Jawa. Ini disebabkan karena Cakra Ningrat memiliki pengetahuan yang sangat tinggi. Ilmunya sakti Mandraguna. Bersenjatakan TRISULA WEDHA. Perhatikan saja jurus-jurus yang dia mainkan. Tiga poin (trisula) jurus penangkis dan tiga poin (trisula) jurus menyerang (melawan). Serangannya sungguh mematikan!. Kita semua dibuatnya senang terkagum-kagum. Duh Gusti Allah, siapakah sebenarnya Cakra Ningrat itu?.

      Andaikan saja Sinuhun Cahyo Nayaswara masih berada ditengah-tengah kita tentu saja beliau akan menuliskan syair-syairnya yang indah serta menyanyikan kidung-kidung pujian kepada Tuhan karena Sinuhun terkagum-kagum melihat ketangkasan, kecerdasan dan kehebatan anak asuhnya memainkan senjata sakti TRISULA WEDHA miliknya. Sinuhun akan membuka secara terang benderang bahwa “Akulah yang menulis dan mengungkap misteri Ashabul Kahfi”. Dia yang bangkit dihari ketiga. Dan sekarang aku akan buka misteri dan jati diri Cakra Ningrat bahwa dialah anak asuhku. Dialah Sang Pangeran Perang. Dia akan muncul bersama perwira-perwira perangnya di tengah-tengah kalian. Mereka akan datang layaknya sebagai SahabaT yang telah lama dinantikan.

      Sekiranya saja Sabdo Palon Naya Genggong dapat hadir ditengah-tengah kebingungan masyarakat Indonesia tentu saja beliau akan menyampaikan maklumat bahwa SUDAH TIBA WAKTUNYA AKU BUKTIKAN KEBENARAN SUMPAHKU.

      Bapak Cakra Ningrat dan warga setia yang kami hormati.

      Setelah membaca tanggapan Cakra Ningrat atas komentar Raden Kusuma Jaya Denengrat, seperti biasanya Tim Admin berhimpun dan berkumpul di satu tempat. Rencana awalnya ingin mendiskusikan tanggapan Bapak Cakra Ningrat akan tetapi Tim tidak melihat celah sedikitpun yang patut untuk dibicarakan atau didiskusikan.

      Agar waktu tidak terbuang percuma, sambil menyeruput kopi panas dan makan pisang goreng mentega masing-masing Tim Admin menyampaikan PANDANGAN IMAJINATIFNYA. Sebagian kami tulis sebagaimana tersebut di atas. Pandangan imajinatif lainnya masih kami simpan sambil melihat moment yang tepat untuk kami sampaikan. Meskipun hanya imajinasi intlektual saja akan tetapi bukan tidak mungkin imajinasi itu mengandung nilai-nilai kebenaran sebab disampaikan oleh orang-orang yang telah SADAR DAN TERCERAHKAN. Biarkanlah waktu yang akan mengungkap kebenaran imajinatif kami ini. Semoga.

      Hendaknya menjadi pelajaran bagi kita semua terutama kepada para pembaca atau pengunjung yang baru masuk ke blog ini agar lebih berhati-hati dan waspada untuk berkomentar. Cakra Ningrat adalah nara sumber utama dan satu-satunya di blog ini. Untuk memahami fikiran-fikaran beliau, fahamilah artikel-artikel yang beliau tulis secara berurutan yaitu:
      1. Yang “Sadar” dan “Tercerahkan” adalah Budha
      2. Perjanjian Tuhan dengan Adam
      3. Perjanjian Tuhan dengan Kain/Qabil (bagian pertama)

      Bila ada yang tidak difahami pada artikel bagian pertama maka bersabarlah. Boleh jadi apa yang akan anda tanyakan itu akan beliau tulis pada Bagian yang kedua. Sebagaimana yang berulang kali beliau katakan bahwa beliau akan menulis banyak artikel untuk dipajang di blog ini. Pemikiran beliau sangat originil dan belum pernah kita dengar ada orang yang memiliki pemikiran seperti beliau. Hanya orang-orang yang Sadar dan Tercerahkan yang dapat menerima pemikiran beliau.

      Semoga Tuhan memberkati kita semua. Amin.

      Wassalam,

      Admin and Team

      == == == ==

      Demikian penjelasan Admin, semoga Anda tercerahkan. Andaikan saja Sdr. Fadli pandai menyimak dan menganalisis, tentu anda tidak perlu repot-repot mengajukan pertanyaan. Semoga kejadian ini dapat membawa hikmah yang positif bagi kita semua. Admin dan seluruh warga SPTM menyampaikan maaf kepada Bapa Cakra Ningrat atas kejadian yang tidak mengenakkan ini.

      Perlu diketahui oleh Sdr. Fadli bahwa blog ini pernah dikunjungi oleh dua orang tua yang amat sangat dimuliakan oleh Tim Admin dan warga yaitu Yaman Al Bhuguri dan Cahyo Nayaswara. Kedua orang tua inilah yang paling berjasa dalam penataan blog SPTM ini di penghujung tahun 2012. Kepergian beliau sungguh meninggalkan duka yang sangat mendalam buat Admin dan seluruh warga. Apa pun yang Admin lakukan dalam menjaga dan mengawal blog ini semata-mata hanya menjalankan amanah beliau berdua. Sekian dan terima kasih.

  7. Saya baru membaca artikel ini. Memang sulit memahami dan menerima dalam waktu singkat hal yg terkait hukum dan filsafat.
    Tapi akhirnya artikel ini sangat membantu saya untuk lebih terbuka dan toleran akan realita di dunia ini, tanpa kehilangan pijakan dan pegangan kepada Yesus Kristus Sang Juru Selamat.

    Salut untuk bapak Cakra Ningrat yang dapat berpikir universal dan mencerahkan.

  8. Mau nanya, bagaimana dengan kisah perpisahan nabi adam dan hawa selama beribu tahun.? Sampai mereka dipertemukan setelah nabi adam memohon taubat? Atas kesalahan apa sehingga nabi adam bertaubat? Jikalau bersetubuh bukanlah sebuah kesalahan. Itu pun ada ayatnya.

  9. Yth Bpk.Cakra
    Salam hormat dari saya
    Saya penanti setia tulisan yg mencerahkan dari bpk. Tapi mohon ijin bpk, sudi kiranya bpk memberikan pencerahan kepada kami tentang Qur’an surat Al-Ihklas jika dikaitkan dengan Allah adalah cahaya dan bayangan Tuhan.
    Terima kasih atas berkenannya bpk dalam membalas pertanyaan kami.

    • Yth. Zie83, Admin dan warga setia blog SPTM.
      Assalamu Alaikum WR.Wb.

      Untuk diketahui bersama, saat ini saya sedang merampungkan penulisan artikel terbaru saya yang berjudul “Hakikat Tuhan dan Eksistensinya” (1). Artikel ini murni pemikiran Cakra Ningrat yang original, berani, tegas, dan tanpa ragu dalam menyampaikan pandangannya. Jawaban atas pertanyaan Zie83 dapat ditemukan dalam artikel tersebut.

      Masalah agama adalah masalah keyakinan. Keyakinan itu berada di dalam diri manusia. Di hati dan sanubari. Ibarat tanaman, meski keyakinan tumbuh di lahan yang subur namun tetap membutuhkan penjagaan dan pemeliharaan. Sadar atau tidak, selama ini kita dibelenggu oleh doktrin dan dogma agama kita masing-masing sehingga kita terkurung dalam kebenaran subjektif yang imanen, yang rapuh, tak mendasar dan membahayakan diri sendiri. Ketika doktrin dan dogma dipaksakan untuk diterima sebagai sebuah kebenaran maka hasil akhirnya adalah ketidakbenaran.

      Kebenaran hanya dapat dicapai ketika anda mau dan mampu melepaskan diri anda dari belenggu doktrin dan dogma autoritatif agama anda. kebenaran dapat dicapai bila anda dapat melampaui batas keyakinan agama anda sendiri. Cakra Ningrat tidak ingin mengubah keyakinan anda, tapi melalui tulisan-tulisannya Cakra Ningrat akan berjalan bersama anda, membimbing anda hingga dapat melampaui batasan-batasan agama-agama. Anda akan mengetahui sendiri bahwa doktrin dan dogma agama sesungguhnya hanya untuk kepentingan dunia semata. Tanpa doktrin dan dogma hidup dan kehidupan manusia di dunia akan kacau tanpa arah sebab manusia dapat saja berpindah-pindah agama setiap saat dan kapan saja. Saya memastikan doktrin dan dogma tidak akan memberi keselamatan buat diri anda. Yang dapat menyelamatkan anda adalah diri anda sendiri, apabila anda memahami Hakikat Tuhan dan Eksistensi-Nya. Alih-alih selamat, saya bisa memastikan tak satu pun yang mengetahui Hakikat Tuhan dan Eksistensi-Nya secara akurat, benar, dan objektif.

      Untuk kepentingan itulah, dengan segala kerendahan hati Cakra Ningrat menulis artikelnya agar dapat berjalan bersama anda, menjadi suluh penerang dan yang memandu.

      Selamat menjalankan ibadah puasa bagi muslim yang melaksanakannya.

      Wasalam
      Cakra Ningrat.

      • Assalamu’alaikum WR.WB
        Mungkin kita tidak sabar menunggu tulisan selanjutnya tentang “Hakikat Tuhan dan Eksistensinya”

        Dari berbagai tulisan yang saya simak Bapak Cakra Ningrat memilki pandangan dari berbagaj sisi dan sudut, hukum permasalahan hidup sekarang ini memang tumpang tindih secara kenyataan.

        Saya kemukakan alur kehidupan tanpa dalil untuk memperingkas, bila diperlukan ada di posting dan halaman akun ini.

        Istri dan anak Nabi Nuh termasuk orang yg tidak diselamatkan.

        Setelah Nabi Nuh, Ajaran selanjutnya dipinpim oleh nabi Ibrahim.

        Ayah nabi Ibrahim termasuk penyembah berhala, dan dinyatakan ingkar termasuk penentang Allah, sekalipun nabi Ibrahim memintakan ampunan.

        Nabi Yakub dan Yusuf adalah anak cucu nabi Ibrahim, Riwayat nabi Yusuf akan dibunuh oleh saudara2nya. Dan hanya Bunyamin yang membelanya sehingga hanya di buang ke sumur, dan ada yang memungut sebagai budak.

        Singkat cerita di tanah mesir setelah berbagai cobaan sampai dipenjara, akhirnya mendapat kedudukan dan ketika saudara2nya meminta bantuan dia berikan tanpa dendam, dan ayahnya Nabi Yakub tinggal bersama di Mesir.

        Keturunan nabi Yakub setelah menjadi banyak ketika Mesir dikuasai Fira’un disebut Bani Israil tertindas, diselamatkan oleh nabi Musa, namun keingkaran tetap terjadi.

        Setelah nabi Musa wafat Bani Israil menginginkan Khalifah (peminpin) nya, dan nabi Daud bersama Thalut yang terpilih, lalu diteruskan oleh nabi Sulaiman.

        Sampai lahirnya nabi Isa. Bani Israil selalu ingkar dan selalu mencoba membunuh utusan Allah.

        Sampai datangnya nabi Muhammad pun keingkaran bukan hanya dari Bani Israil saja, termasuk Kaum Quraisy dan Nasrani.

        Sekarang Bani Israil masih ada. Itulah kerurunan nabi Ibrahim juga dari nabi Yakub, tapi anak nabi Ibrahim ada Ismail dan Ishak.

        Nabi Ibrahim menbangun pondasi Ka’bah di Mekkah, dan Qiblat dikembalikan sewaktu kenabian Muhammad dari Masjidil Aqsa ke Masjidil Harram.

        Allah menghukum langsung umatnya jika ingkar, namun selalu diberi kesempatan dulu untuk bertobat.

        Vonis Allah dengan memerintahkan Alam Dunia ini, yang menjadi dasar bahan manusia hidup.

        Jika dilihat ramalan dalam Al-Qur’an maka Bani Israil akan dua kali melakukan kerusakan. Yaitu mengusir bangsa Saudaranya di Palestina. Keadaan ini sudah terjadi beberala puluh tahun yang lalu dan konfliknya sampai sekarang

  10. Salam sejahtera,
    Mau bertanya mengenai pendapat penulis bagaimana jika dalil hukum ini dikemukakan.

    Kami telah menetapkan bagi mereka di dalamnya (Taurat) bahwa nyawa (dibalas) dengan nyawa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka-luka (pun) ada qisasnya (balasan yang sama). Barang siapa melepaskan (hak qisas)nya, maka itu (menjadi) penebus dosa baginya. Barang siapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang zalim.
    [QS. Al-Ma’idah: Ayat 45]

    TAURAT adalah kitab hukum yang pernah ada sejak jaman nabi Musa, dan sampai sekarang pun masih diimani oleh Yahudi, Nasrani, dan Muslim.

    Perdebatan dan sering menjadi fitnah kepada Islam yang mau menegakannya.

    Khususnya di Nusantara ini. Muslim mengalah dan tunduk pada Hukum Negara yang dibuat pemerintah, kecuali Hukum Syariat, seperti perkawinan pelaksanaan sumber Hukumnya terpisah.

    Bagaimanakah sumber Hukum dari Tuhan itu?

    Hukum Dasarnya berbunyi:
    Menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya. Bukankah pelaksana hukum mengikuti sumpah?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s