Satrio Piningit

download artikel

SATRIO PININGIT TELAH MUNCUL

 

About these ads

209 thoughts on “Satrio Piningit

  1. Alhamdulillah. Puji Tuhan. Admin ucapkan terimakasih kepada Bang Tri atas penyampaian legal opinion. Admin menilai yg abang sampaikan ini masih sebatas “kata pengantar”. Bang Tri terkesan sangat hati-hati dalam menyampaikan pokok-pokok fikirannya. Beda halnya dengan Satriopanulis yg masuk ke blog ini dgn kesan sok benar, sok tahu dan sok menggurui kita semua.

    Admin meminta perhatian dan pengertian semua warga setia dan pengunjung blog yth ini bila ada hal-hal yang ingin ditanyakan atau ditanggapi berkaitan dengan apa yg di sampaikan oleh ABANG, kiranya dapat ditahan dulu sampai abang mengahiri tulisannya. Warga harus menghargai Admin yg telah berupaya membujuk dan meminta Abang untuk mengisi kekosongan kita sebagai anak-anak yg telah ditinggalkan pergi oleh orang tua yg sangat kita hormati dan muliakan itu.
    Admin sangat menghargai dan berterimakasih kepada ABANG atas kecerdasannya menggiring dan menjebak Satriopanulis sebagaimana yg kita saksikan bersama. Tanpa ABANG, blog yang sudah tertata bagus ini, ibarat ladang yang sudah dibersihkan oleh orang tua kita akan kembali dipenuhi alang-alang liar dan tumbuhan semak berduri lainnya.

    Admin TEGASKAN, segala pertanyaan dan tanggapan yang berkaitan dengan apa yang disampaikan oleh abang bila diposting maka admin akan tangguhkan pemuatannya. Postingan anda akan ditampilkan setelah abang selesai menyampaikan pokok2 fikirannya. Terimakasih atas perhatiannya. Wassalam.

  2. Assalamualaikum. Salam sejahtera bagi kita semua. Bang Admin, saya sudah memenuhi permintaan dan harapan admin untuk menyampaikan Legal Opinion guna mengisi kekosongan warga setia blog yth ini yang ditinggal pergi oleh orang tua kita guru agung Al Bughury dan Sinuhun Cahyo Nayaswara, agar tidak disusupi oleh orang-orang yang ingin menyebarkan ajaran sesat dan menyesatkan dengan menunggangi blog yth ini, sebagaimana yang telah dilakukan Satriopanulis yang telah berusaha mencoba menyebarkan faham Ahmadiyah atau Nachly yang telah berusaha mengajak dan mengajarkan ajaran-ajaran spiritual dalam kegelapan rohani. Mudah-mudahan Legal Opinion Bagian Pertama ini tidak mengecewakan admin dan seluruh warga setia blog yth ini serta pembaca lainnya oleh karena hanya seperti ini saja kemampuan yang kami miliki yang dapat kami persembahkan secara tulus dengan rasa suka cita yang didasari oleh niat suci kami bahwa apa yang kami lakukan ini semata-mata karena Allah SWT.

    Sekiranya apa yang kami sampaikan ini ternyata salah maka benarkanlah. Jika dianggap kurang maka cukupkanlah. Seandainya benar maka ikutilah. Karena kamilah, dalam kedudukan kami sebagai penyampai Legal Opini ini, kelak yang akan dimintai pertanggungjawaban dihadapan Tuhan sebagai mahkamah pengadilan tertinggi ummat manusia mengingat apa yg kami sampaikan ini melibatkan Tuhan dengan segala kompilasi hukum-hukumNya, dengan segala implikasi hukum-hukumNya yang berkaitan dengan Rencana dan PenciptaanNya terhadap manusia dan problematika kehidupannya. Admin dan warga blog yth ini tentu akan saya libatkan juga sebagai saksi sy karena Admin dan warga melihat betapa hati-hatinya saya menulis dan memposting legal opinion ini.

    Admin dan warga tidak usah takut ataupun ragu-ragu menjadi saksi saya dihadapan Tuhan yah, karena sebagai orang hukum, sebagai orang yang memiliki kantor hukum dengan segudang reputasi, saya sudah membuat payung hukum buat perlindungan kita semua dengan kalimat-kalimat merendah hati seperti berikut ini : ” jika apa yang saya sampaikan ini salah maka benarkanlah, jika kurang maka cukupkanlah, seandainya benar maka ikutilah “. Payung hukum diatas bukan hanya melindungi diri saya tapi juga diri Admin dan warga setia blog yth ini.

    Membedah kasus-kasus hukum dengan mendudukkan Tuhan sebagai Perencana dan Pencipta untuk dimasukkan kedalam para pihak adalah sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya oleh para ahli-ahli hukum. Mungkin saja mereka tahu tapi mereka takut melakukannya ataukah ragu-ragu mengingat besarnya resiko hukum yang dapat timbul yang akan menimpa dirinya dan keluarganya (anak-istrinya) jika apa yg disampaikannya tidak benar. Mungkin juga dengan sebab lain misalnya Tuhan dengan sengaja menutup hati dan fikiran para ahli-ahli hukum tersebut. Entahlah!.

    Pertanyaan selanjutnya adalah; apakah Legal Opinion ini kita lanjutkan terus atau kita hentikan sementara untuk memberi kesempatan kepada warga blog yth bertanya atau berdiskusi-ria?. Mohon keputusan bang admin. Wassalam.

    • Waalaikumussalam Bapa. Admin tidak mampu mengambil keputusan apakah Legal Opinion ini dilanjutkan atau dihentikan sementara. Biarlah warga setia blog yth ini yg memutuskan. Mohon maaf, kalau Admin juga belum mampu memberi saran kepada warga dan pembaca.

      Ketidakmampuan Admin itu disebabkan karena adanya gangguan psikologis yang di rasakan Admin. Sepertinya ada sesuatu yg belum atau tidak “match” antara Admin dengan bapa yg menulis Legal Opinion ini. Bapa menyapa Admin dgn panggilan Bang Admin (abang admin), rasanya sapaan ini sudah “match”. Tapi yang tidak pantas dan tidak patut kalau admin atau pembaca blog yth ini menyapa bapa dengan sapaan “abang”. Semua ini disebabkan gara-gara kelancangan seorang Admin sampai-sampai bapa merubah identitas nama dan email dari trinity ke abang. Seharusnya admin tidak terlalu jauh memasuki wilayah privacy bapa. Seharusnya admin membiarkan bapa menggunakan trinity saja.

      Hambatan psikologis ini cukup menganggu Admin. Pada kesempatan ini Admin memohon kepada bapa agar memaafkan Admin karena semua itu terjadi diluar kesengajaan Admin. Semua itu disebabkan karena Admin turut larut dalam euforia kemenangan bersama warga blog yth ini setelah berhasil mengeksekusi satriopanulis.

      Untuk menebus kesalahan ini, Admin menyarankan (meski tidak harus diikuti) kepada bapa untuk merubah abang dengan identitas CAKRANINGRAT. Sepertinya identitas ini lebih “match” buat bapa.Cakraningrat bukan sapaan bukan pula gelar bangsawan dan bukan kedudukan atau simbol status sosial seseorang.

      Dalam memberi Legal Opinion bapa menjadikan alquran dan alkitab sebagai dasar hukum, dimana bapa menyampaikan sebuah teori yg sangat baru kami dengar yaitu “GOD’S COMPILATION OF LAWS” (KUMPULAN HUKUM-HUKUM TUHAN) yaitu hukum Tuhan dikompilasi kehukum alam dan hukum alam dikompilasi kehukum manusia. Hukum alam mengatakan bumi ini berputar pada porosnya. Hukum Tuhan berlaku sejak Adam dan Hawa hingga kita sekarang ini dan generasi yang akan datang. Hukum Tuhan berputar mengikuti hukum alam, karena hukum alam adalah hukum Tuhan juga. Menurut penafsiran kami atas teori bapa bahwa hukum Tuhan berputar seperti roda, dari Tuhan kembali kepada Tuhan sbg Perencana dan Pencipta. Makna secara harfiah kata CAKRANINGRAT adalah RODA HUKUM. Mudah-mudahan bapa berkenan menerima istilah ini, agar menjadi obat penenang buat jiwa kami. Tanpa ketenangan jiwa rasanya sulit buat Admin untuk menjadi moderator yang baik sebagaimana yang telah diamanahkan oleh orang tua yg kami muliakan Guru Agung Al Bughuri dan Sinuhun Cahyo Nayaswara.

      Demikian tanggapan dan permohon Admin kepada bapa. Lebih dan kurangnya mohon dimaafkan. Terimakasìh. Wassalam : Admin.

  3. Puji Tuhan, Puji Tuhan, Puji Tuhan.. Haleluyah.
    Tiada kata yang dapat sy ucapkan, tiada kalimat yg dapat sy ungkapkan. Darah ditubuh ini terasa berhenti mengalir, energi terkuras habis. Sy hanya bisa tertunduk dan menangis. SUNGGUH TERPUJILAH ENGKAU TUHAN BAPA KAMI DENGAN SEGALA RAHASIA PENCIPTAANMU.
    Ijinkanlah sy, istri dan anak -anak kami menghaturkan hormat yang sebesar2nya kepada Bapa Trinity,. Trimakasih Bapa. Kami semua menjadi saksi yang menyaksikan bahwa apa yang Bapa sampaikan melalui Legal Opinion yg sungguh sangat terhormat ini telah membuka cakrawala berfikir kami untuk membenarkan secara logika, begitu Maha Pintar dan Maha SuciNya TUHAN kami dalam Merencanakan Proses Penciptaan nenek moyang kami Adam dan Hawa sampai kepada kami sekarang ini. Sekali lagi Terima Kasih Bapa. Apa yang Bapa sampaikan telah membuka Tabir Misteri dan Rahasia yang sangat lama terpendam dan selama ini hanya kami yakini kebenarannya. Hari ini, minggu tgl 27-1-2013 sy Petrus telah menerima dan membenarkan secara logika melalui akal dan pikiranku, semua apa yang telah Bapa sampaikan. Puji Tuhan, Puji Tuhan, Puji Tuhan.
    Semoga Bapa sekeluarga, tetap dalam lindungan dan Kasih Tuhan selalu menyertai. Amin, amin, amin.

  4. TRAGEDI PEMBUNUHAN PERTAMA DI MUKA BUMI

    Qabil (Kain) membunuh Habil (Habel)

    Dalam alkitab : 1. Kemudian manusia itu bersetubuh dengan Hawa, isterinya, dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Kain; maka kata perempuan itu: “Aku telah mendapat seorang anak laki-laki dengan pertolongan TUHAN.” 2. Selanjutnya dilahirkannyalah Habel, adik Kain; dan Habel menjadi gembala kambing domba, Kain menjadi petani. (Kejadian 4 : 1 – 2)

    Firman Tuhan telah dengan tegas menyebut kata “bersetubuh” beda halnya dengan firman- firman sebelumnya yang menggunakan kata- kata kiasan saja. Meskipun Hawa memiliki birahi namun jika pohon kehidupan tidak berdiri tegak (ereksi) maka mustahil persetubuhan dapat terlaksana. Firman Tuhan : “tetapi pohon pengetahuan yang baik dan jahat itu, janganlah kau makan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.” (Kej. 2 : 17). Maksudnya, alat kelamin laki- laki yang ereksi (pohon kehidupan/pohon pengetahuan tentang yang baik dan jahat) setelah selesai digunakan (dimakan buahnya) maka alat itu langsung mati (tidak ereksi lagi). Hidup dan matinya alat itu juga direncanakan dan diciptakan Tuhan sebagaimana firmanNya : Berfirmanlah TUHAN Allah: “Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya.” (Kej. 3 : 22)

    Ada dua pesan yang Tuhan ingin sampaikan kepada manusia yaitu:
    pertama : “sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita”. Firman diatas secara tegas menyebut bahwa Tuhan tidak sendiri. Siapakah yang menemani Tuhan?, Kenapa Tuhan mengatakan “salah satu dari Kita?”.

    Logika hukum saya berpendapat bahwa “Kita” adalah kata jamak, bukan kata tunggal. Kata “kita” dapat bermakna lebih dari satu tapi yang kedua itu bagian yang tidak terpisahkan dari yang pertama. Secara sederhana dapat dianalogikan antara diri anda dengan nafas anda yang keluar masuk itu. Bisakah anda katakan anda dengan nafas anda terpisah?. Anda pasti katakan tidak terpisahkan!. Jawaban anda dapat dikatakan benar. Tapi logika hukum dapat membuktikan bahwa anda dengan nafas anda sesungguhnya adalah “dua” tapi menyatu dalam diri anda dan menjadi satu. Hukum akan membuktikan bahwa anda dua yang menjadi satu saat ajal anda sudah tiba. Anda mati. Nafas ( roh Allah ) berpisah dengan diri anda. Roh keluar dari diri anda. Anda yang sudah terbujur kaku tinggal menunggu waktu untuk ditanam. Setelah ditanam engkau kembali lagi menjadi tanah karena dari situlah engkau diambil (diciptakan); sebab engkau debu dan engkau kembali menjadi debu. Yang dimaksud dengan “debu” adalah roh Allah. Nafas anda yang keluar masuk itu adalah roh Allah. Roh Allah akan kembali kepada Allah bila anda sudah mati. Alquran menyebut “inna lillahi wa inna ilaihi rojiun” (dari Allah kembali kepada Allah) alkitab mengatakan “kembali kerumah BAPA di syurga”. Alquran dan Alkitab memiliki terminologi yang sama. Yang kembali kepada Allah, yang kembali kerumah BAPA adalah roh Allah dan bukan diri anda. Kemanakah diri anda setelah jasad anda kembali kepada tanah?. Pertanyaan ini akan dibahas di bagian lain.

    Makna “salah satu dari Kita” adalah Tuhan dengan AllahNya. Tuhan dan manusia diantarai oleh AllahNya. Tuhan dengan semua ciptaanNya diantarai oleh Allah. Tuhan berwujud nyata. Semua ciptaanNya juga berwujud dan nyata akan tetapi Allah tidak berwujud. Allah hanya ada dan hidup akan tetapi tidak memiliki wujud. Sebagaimana nafas, nafas itu ada, diketahui dan dirasakan akan tetapi nafas tidak memiliki wujud.

    Dalam alquran Tuhan berfirman (50:16) Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.

    Sebagaimana kata “Kita” kata “Kami” juga adalah kata jamak namun bermakna “tunggal”. Yang dimaksud “Kami” pada ayat diatas adalah Tuhan dengan AllahNya. Makna “lebih dekat kepadanya dari urat leher” adalah “nafas” dimana urat leher adalah jalur pelintasan masuk dan Keluarnya nafas. Jika manusia sudah mati maka tentu saja Allah sudah sangat jauh darinya karena manusia itu sudah tidak memiliki nafas (roh Allah). Nafas hanya salah satu bagian daripada bagian yang terkecil Allah.

    Alquran mendefenisikan Allah sebagaimana ayat 24: 35. Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

    Allah adalah cahaya. Cahaya Allah tidaklah sama dengan cahaya yang pernah dilihat atau diketahui manusia. Jika ada cahaya yang telah dilihat dengan cara apapun atau diketahui dengan cara bagaimanapun oleh siapapun maka hukum memastikan bahwa cahaya itu bukan cahaya Allah. Karena cahaya itu tidak ada yang mengetahuinya maka cahaya itu disebut sebagai Zat Allah. Untuk memposisikan Allah dan Tuhan, kita dapat melihat ayat 24:35 tersebut diatas dan bandingkan dengan ayat 2:163. Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

    Prinsip tauhid dalam alquran adalah “Lailaha Illallah” artinya Tidak ada Tuhan selain Allah. Prinsip tauhid dalam alkitab adalah Tuhan Allah. Pada hakekatnya terminologi kedua kitab tersebut secara hukum memiliki maksud dan tujuan yang sama yaitu : Tuhan adalah Tuhan. Allah adalah Allah. Tuhan adalah INTI-NYA Allah. Allah adalah bayanganNYA Tuhan. Tuhan berwujud sedang Allah tidak berwujud, tidak berbentuk akan tetapi Allah berada disemua yang hidup, wujud, bentuk, ruang dan waktu. Allah senantiasa mengantarai Tuhan dengan seluruh hamba- hambaNYA dan seluruh ciptaanNYA.

    Pesan yang kedua adalah; Tuhan ingin manusia tahu bahwa hidup itu hanya boleh satu kali saja, sebagaimana firmanNya : ….. “maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-selamanya”. Hukum Tuhan menetapkan Manusia hidup hanya boleh satu kali dan mati juga hanya satu kali. Semua manusia yang hidup akan merasakan mati. Dalam alquran Tuhan berfirman.

    21 : 35. Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.

    Bagaimana Tuhan mau menguji manusia dengan keburukan (jahat) dan kebaikan (baik) kalau Tuhan tidak pernah membekali manusia pengetahuan baik dan jahat?. Logika hukum kita dengan jelas memahami bahwa firman di alkitab dengan firman di alquran berasal dari SATU TUHAN YANG SAMA. Dikatakan sama karena dalil hukumnya saling melengkapi dan tidak ditemukan adanya pertentangan hukum didalamnya.

    Firman Tuhan selanjutnya : Ia menghalau manusia itu dan disebelah timur taman Eden ditempatkan-Nyalah beberapa kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar, untuk menjaga Jalan ke pohon kehidupan. (Kej. 3 : 24).

    Logika hukum saya mempertanyakan pesan apakah yang ingin disampaikan firman Tuhan di atas buat kita semua?. Sepertinya ada sesuatu yang “sengaja” ingin DIRAHASIAKAN TUHAN buat seluruh ummat manusia dan seluruh bangsa-bangsa yang ada dimuka bumi ini.

    Firman menggunakan kata “KERUB DENGAN PEDANG YANG BERNYALA-NYALA”. Kata ini sangat asing ditelinga kita. Saya tidak faham apa makna kata ini yang sebenarnya. Yang saya ketahui adalah kata “kerubian” (kata dasar) yang bermakna malaikat atau dewa. Jika kerubian yang dimaksudkan kenapa firman menggunakan kata kerub dengan pedang bernyala-nyala. Apakah firman salah?, logika hukum saya mengatakan MUSTAHIL. Logika hukum saya juga menolak kalau diartikan sebagai malaikat dengan pedang yang bernyala-nyala, lebih-lebih saya tolak lagi kalau diartikan sebagai dewa.

    Logika hukum MENOLAK TEGAS SEGALA YANG RAHASIA. Sebagai contoh kasus “pencabulan”, atau “perzinaan” kasus-kasus itu sangat rahasia, apakah karena alasan kerahasiaannya yang menyebabkan kasus itu tidak dapat disidik untuk dituntut didepan pengadilan?. Tidak ada hal yang bersifat RAHASIA didepan hukum.

    Sebagai orang hukum saya tidak mengerti dan tidak faham jika ditanya tentang artikel SPTM. Tapi sebagai orang hukum saya mempertanyakan apa yang dijadikan dasar hukum oleh Yaman Al Bughuri sehingga sangat meyakini kalau penulis artikel SPTM adalah SATRIO PININGIT YANG SEJATI. Pernyataan ini diulang-ulang dan terus diulang oleh Yaman Al Bughuri.
    Sebagai orang hukum, saya tidak mungkin latah dan ikut-ikutan dengan apa yang diyakini oleh orang lain.
    Sebagai orang hukum saya tidak mudah membenarkan siapapun tanpa dasar hukum yang sah, meyakinkan, dan dapat dipertanggungjawabkan dimuka hukum.
    Sebagai orang hukum dalam menjalankan tuntutan profesi saya memiliki keberanian untuk mengatakan yang benar itu benar dan yang salah itu salah.

    Dengan mempelajari cara-cara dan metode serta argumentasi Al Bughuri meyakinkan kita saya dapat menemukan jawaban untuk mengungkap RAHASIA firman Tuhan “…di sebelah timur taman Eden ditempatkanNyalah beberapa kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar….”

    Jawaban itu terdapat dalam artikel SPTM bahwa yang dimaksud sebelah timur Eden adalah Indonesia dan kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar adalah letusan gunung krakatau yang pertama. Artikel SPTM hal. 12 sbb :
    “Dalam ramalan Joyoboyo disebutkan bahwa Satrio Piningit akan menyelamatkan org jawa yang baik, orang jawa yang jahat dikasih makan jin dan setan. Orang jawa yang baik maksudnya adalah bani Israil yang diselamatkan. Orang Israil (yahudi) mengetahui dan meyakini bahwa leluhur mereka adalah orang Jawa, asal leluhur mereka adalah jawa. Leluhur mereka berjalan meninggalkan pulau jawa untuk menyelamatkan diri dari bencana maha dahsyat berupa letusan gunung krakatau yang pertama disusul dengan letusan gunung toba di Sumatera yang menyebabkan terciptanya danau toba dan bukit barisan disusul dengan gempa bumi maha dahsyat susul menyusul yang menyebabkan syurga dunia yang disebut benua atlantis menjadi hilang. Orang jawa yang dulunya mendiami atlantis yang luas daratannya mencakup seluruh daratan India sampai kebenua Afrika, menyebar menyelamatkan diri dan melahirkan suku- suku bangsa sebagaimana yang kita kenal sekarang ini”.

    Logika hukum kita tentu mempertanyakan apakah leluhur orang Israil yang berjalan meninggalkan Pulau Jawa (Indonesia) akibat letusan gunung berapi tersebut memiliki dasar hukum yang kuat dengan kata lain firman Tuhan?. Jika tidak difirmankan maka artikel SPTM patut diragukan kebenarannya akan tetapi bila terdapat didalam firman maka artikel SPTM wajib hukumnya untuk diimani sebagai sebuah KEBENARAN MUTLAK.

    Dalam alkitab * Ketika manusia itu mulai bertambah banyak jumlahnya di muka bumi, dan bagi mereka lahir anak-anak perempuan, * maka anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka. * Berfirmanlah TUHAN: “Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja.” * Pada waktu itu orang-orang raksasa ada di bumi, dan juga pada waktu sesudahnya, ketika anak-anak Allah menghampiri anak-anak perempuan manusia, dan perempuan-perempuan itu melahirkan anak bagi mereka; inilah orang-orang yang gagah perkasa di zaman purbakala, orang-orang yang kenamaan. (Kej. 6: 1-4) Logika hukum kita tentu saja akan mempertanyakan apakah yang dimaksudkan firman Tuhan “Pada waktu itu orang- orang raksasa ada di bumi, dan juga pada waktu sesudahnya”. Siapakah yang dimaksud raksasa itu?.

    Ada dua pesan penting namun sangat rahasia yang Tuhan ingin sampaikan kepada kita semua yaitu : pertama; sebelum Adam (manusia) dan Hawa diciptakan syurga Eden (atlantis) sudah dihuni lebih dulu oleh mahluk ciptaan Tuhan. Mahluk itu belum dapat dikatakan manusia. Mahluk itulah yang alkitab sebut dengan kata “raksasa”. Mahluk itu punah ketika bumi tenggelam dimasa Nuh.

    Kedua; raksasa itu tidak mengawini perempuan- perempuan cantik dari anak- anak manusia, yang boleh mengawini perempuan-perempuan cantik itu hanya anak-anak Allah saja. Yang dimaksud anak-anak Allah adalah anak-anak laki-laki Adam, sedang anak-anak perempuan manusia adalah anak perempuan Adam. Firman menggunakan kata anak-anak Allah dan anak-anak perempuan manusia untuk mempertegas bahwa raksasa itu adalah “mahluk” yang belum boleh disebut manusia. Mahluk tidak boleh mengawini perempuan cantik anak manusia. Mahluk (raksasa) itulah yang dimaksud dalam artikel SPTM sebagai leluhur orang Israil yang berasal dari tanah jawa (syurga atlantis) yang melarikan diri akibat letusan gunung krakatau yang pertama. Mahluk itulah yang menyebut-menyebut kata YAH-WEH yang berarti JA-WA.

    Keyakinan Al Bughuri bahwa artikel SPTM (selanjutnya kami sebut artikel saja) ditulis oleh SATRIO PININGIT YANG SEJATI adalah keyakinan yang benar. Saya sependapat dengan Al Bughuri bahwa artikel itu memang ditulis oleh Satrio Piningit yang Sejati dengan pertimbangan hukum sbb:

    a. ALKITAB

    (Kej. 3 : 24) Ia menghalau manusia itu dan disebelah timur taman Eden ditempatkan-Nyalah beberapa kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar, untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan.

    Kerub (cherub) dalam islam disebut “kerubun” diartikan sebagai mahluk bersayap syurgawi Allah. Kerub termasuk diantara para malaikat yang bertugas memuji-muji Allah (bertasbih). Mereka tinggal dibagian syurga yang tidak dapat diakses oleh iblis. Dalam Alkitab bahasa Ibrani cherub dimaknai sebagai pembawa tahta Allah. Mereka membuat berbagai macam rekaan gambar yang macam-macam dengan berbagai macam penafsiran. Jika Kerub diartikan sebagai malaikat maka itu berarti TUHAN tidak sendiri dalam Mencipta dengan kata lain ada pihak lain yang membantunya atau menjadi saksi atas diri Nya. Jika memang seperti itu kejadiannya maka secara hukum sifat Tuhan Yang Maha Esa, dinyatakan BATAL demi hukum, sebab Tuhan memiliki sekutu yang bernama kerub.

    Artikel dengan jelas dan tegas menyebutkan bahwa yang dimaksud KERUB adalah KRAKATAU. Hanya Satrio Piningit yang sejati sajalah yang tahu makna kerub yang sebenar-benarnya bahwa Kerub adalah Letusan gunung krakatau yang pertama. Magmanya seperti pedang yang menyala-nyala, lava dan lahar panasnya menyambar- nyambar. Letusan Krakatau (kerub) yang pertama itulah yang menenggelamkan benua atlantis atau taman Eden (menurut alkitab) atau syurga Adam dan Hawa (menurut alquran).

    Alkitab menyebutkan “beberapa kerub atau beberapa krakatau” artinya kerub (krakatau) selalu meletus. Sejarah mencatat Erupsi terahir kerub (krakatau) terjadi pada tgl 26-27 Agustus 1883 yang menewaskan 36 ribu jiwa. Suaranya terdengar sampai ke Australia dan Afrika. Hemburan debunya sampai dilangit Norwegia dan New York. Langit Eropa menjadi gelap oleh debu itu. Kekuatan daya ledaknya 30 ribu kali bom atom yang pernah meluluhlantakkan Nagasaki dan Hirosima. Setelah kerub (krakatau) meletus dan menenggelamkan dirinya, pada thn 1927, kerub (krakatau) muncul lagi di permukaan laut dan orang menamakannya “anak krakatau (kerub)”. Dan silahkan anda membayangkan sendiri bagaimana dahsyatnya letusan kerub yang pertama kali, yang dapat menenggelamkan sebuah benua yang bernama atlantis.

    Artikel dengan tegas mengatakan sebelum kerub meletus, benua Atlantis (taman Eden) telah dihuni oleh mahluk yang belum boleh dikatakan manusia. Alkitab menamakan mahluk itu sebagai raksasa. Setelah kerub meletus, bumi dan langit terpisah. Yang ikut tenggelam bersama atlantis disebut Nyi Roro Kidul dan yang naik keatas adalah mahluk yang disebut UFO(alien), sedangkan yang selamat disebut raksasa yang ahirnya dipunahkan juga oleh banjir bandang pada masa Nuh.

    b. ALQURAN

    Artikel hal. 13 menuliskan; “Langit dan bumi yang dulunya bersatu adalah atlantis. Syurga yang ditempati Adam dan Hawa bukan di langit akan tetapi syurga yang dimaksudkan adalah Atlantis. Karena larangan Tuhan dilanggar maka Tuhan murka. Murka Tuhan menyebabkan bencana dahsyat yang sangat besar, berupa letusan gunung Krakatau yang pertama. Murka Tuhan menyebabkan langit dan bumi terpisah. Murka Tuhan menyebabkan atlantis tenggelam”.

    Alquran mendukung kebenaran artikel, sebagaimana firman Tuhan 21: 30. Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?
    Prinsip ayat tersebut adalah langit dan bumi awalnya bersatu kemudian Tuhan memisahkannya.

    Benua atlantis atau taman Eden (syurga) letaknya di bumi atau daratan tanah Jawa yang dikelilingi laut dan sungai-sungai besar. Dimasa itu singgasana kerajaan Tuhan (arasy) tempat Tuhan bertahta awalnya masih berada di atas air. Alquran 11: 7. Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan adalah singgasana-Nya (sebelum itu) di atas air, agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya, dan jika kamu berkata (kepada penduduk Mekah): “Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan sesudah mati”, niscaya orang-orang yang kafir itu akan berkata: “Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata.”

    Setelah Kerub (Krakatau) meletus yang magmanya seperti pedang menyala-nyala, lava dan lahar panasnya menyambar-nyambar. Asapnya membubung tinggi. Kemudian Tuhan kita menuju pada Penciptaan langit dimana saat itu langit masih berbentuk asap. FirmanNYA 41 : 11. Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: “Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa.” Keduanya menjawab: “Kami datang dengan suka hati.”
    .

    Tuhan Allah menciptakan langit dan bumi beserta seluruh isinya hanya dalam waktu enam hari, sebagaimana firmanNya 32: 4. Allah lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Tidak ada bagi kamu selain dari padaNya seorang penolongpun dan tidak (pula) seorang pemberi syafa’at. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?

    KEBENARAN artikel tidak perlu lagi diragukan. Hukum telah membuktikan secara sah dan meyakinkan serta dapat dipertanggungjawabkan bahwa artikel itu ditulis oleh Satrio Piningit yang sejati.

    Kehadiran Al Bughuri dan Cahyo Nayaswara di blog ini sangat membantu warga dan pembaca lainnya dalam menyikapi dan menerima artikel yang sangat penting tersebut. Kedua orang tua yang mulia itu telah bersinergi dan bersatupadu tanpa kenal waktu dan merasa lelah membimbing dan mencerahkan kita agar kita dapat menerima artikel itu dengan keyakinan yang kuat berdasarkan logika akal sehat kita masing-masing. Meskipun saya terlambat, tapi saya merasa sangat dimudahkan dan diuntungkan dengan keterlambatan itu karena dengan begitu saya merasa leluasa dan bebas melakukan analisis dengan pendekatan ilmu hukum. Saya menggunakan alquran karena saya mengikuti jejak langkah guru agung Al Bughuri di blog ini, dan saya menggunakan alkitab karena saya diterangi oleh Sinuhun Cahyo Nayaswara. Saya berpendapat beliau adalah “dua” yang sengaja dipersatukan Tuhan sebagaimana diri kita dan nafas kita. Untuk mengetahui misteri rahasia Tuhan maka kita harus menggunakan alquran dan alkitab sebagaimana yang diajarkan oleh orang tua kita Al Bughuri dan Cahyo Nayaswara. Beliau telah memberi hikmah dan pelajaran besar buat diri saya sehingga saya dapat masuk dengan cara masuk yang baik di blog yth ini melalui penyampaian Legal Opinion.

    Saya sudah terlanjur masuk dan rasanya susah buat diri saya untuk keluar lagi. Saya merasa seperti ada kekuatan lain diluar diri saya yang saya tafsirkan sebagai izin Tuhan (ridha Ilahi) yang menginginkan saya untuk terus masuk dan menulis di blog ini. Terkadang saya duduk merenung dan bertanya-tanya dalam diri saya “wajarkah yang saya lakukan ini?. Benarkah yang saya kerjakan ini?”. Pertanyaan-pertanyaan itu sering menggelayut dibenak saya. Rasanya saya ingin berhenti menulis tapi saya tidak kuasa untuk menghentikan diri ini. “Apakah ini sebuah takdir buat diri saya?”. Saya juga tidak mampu menjawabnya. Jika ini memang sudah takdir yang tidak bisa saya elaki maka saya akan menjalaninya dengan enjoy meskipun itu tidak mudah dan sangat melelahkan!

    Saya katakan: “saya ingin berhenti menulis kapan saja saya mau dan tidak ada yang bisa melarang saya”. Saya ingin melakukan itu, saya ingin berhenti menulis tapi saya tidak mampu berhenti karena diri saya mengatakan: bukankah kamu sendiri yang mau mengejar Cahyo Nayaswara?. Kejarlah dan kejar terus! Buka dan buka terus alkitab kemudian pertemukan alkitab dengan alquran maka kamu akan berjumpa dengan Cahyo Nayaswara. Itulah suara yang menerangi. Suara itu adalah Firman Tuhan.

    SUBHANALLAH… (MAHA SUCI ALLAH)

    Warga setia dan pembaca blog yth ini, dengan segala kerendahan hati perkenankanlah saya dan izinkanlah saya melanjutkan penyampaian Legal Opinion ini guna menuntaskan pembahasan kasus “pembunuhan” dua kakak beradik Qabil (Kain) dan Habil (Habel).

    • Dalam alquran Tuhan berfirman : Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan korban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil): “Aku pasti membunuhmu!.” Berkata Habil: “Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa.” (5 : 27)

      Selanjutnya dalam alkitab dikisahkan sbb :

      *Setelah beberapa waktu lamanya, maka Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah itu kepada TUHAN sebagai korban persembahan; *Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu, *tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan-Nya. Lalu hati Kain menjadi sangat panas, dan mukanya muram. (Kejadian 4 : 3 – 5)

      Tentang duduk perkaranya : Tuhan memerintahkan kepada kakak beradik, Qabil (Kain) dan Habil (Habel) putra-putra Adam itu untuk melaksanakan korban persembahan dengan mengeluarkan sebahagian hasil yang mereka peroleh dari apa yang mereka usahakan. Qabil (Kain) yang bertani mengorbankan hasil pertaniannya (dalam islam disebut zakat pertanian) dan Habil (Habel) mengorbankan hasil ternaknya (zakat peternakan)

      Kenapa Tuhan menginginkan korban persembahan dari apa yang diusahakan manusia?. Karena Tuhan memiliki hak. Tuhan yang menciptakan tanah untuk ditanami oleh manusia, kemudian Tuhan yang menumbuhkan tanaman itu sampai menghasilkan buah untuk dipetik hasilnya.

      Dalam alquran Tuhan berfirman : Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon korma, tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak sama (rasanya). Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan disedekahkan kepada fakir miskin); dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan. (6:141)

      Demikian pula terhadap hewan ternak. Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (24:45) “Dan Dia telah menciptakan binatang ternak untuk kamu; padanya ada (bulu) yang menghangatkan dan berbagai-bagai manfaat, dan sebahagiannya kamu makan. (16 : 5).

      Tuhan meminta korban persembahan, karena Dia ingin mendapatkan hakNya. Hak Tuhan adalah Dia menginginkan manusia mengingat Dia. Hak itu diimplemantasikan dalam bentuk penyisihan dari sebagian hasil usaha yang telah dikerjakan manusia. Jika manusia menyisihkan hasil usahanya dengan benar berarti manusia mengingat peran penting Tuhan dalam hasil usaha manusia tersebut sebaliknya jika manusia tidak menyisihkan sebagian dari hasil usahanya maka manusia secara tidak langsung dianggap mengingkari peran penting Tuhan. Korban yang dipersembahkan harus dengan perhitungan yang benar dan harus yang terbaik, tidak boleh asal-asalan dan harus dipersembahkan secara tulus dan ihlas.

      Qabil (Kain) mengorbankan hasil pertaniannya seperti buah-buahan sedangkan Habil (Habel) menyerahkan korban persembahannya yaitu anak sulung kambing dombanya yakni lemak-lemaknya. Korban yang dipersembahkan Habil (Habel) diindahkan Tuhan, sedang korban yang dipersembahkan Kain (Qabil) tidak diindahkanNya. Hati Kain menjadi panas dan mukanya muram.

      *Firman TUHAN kepada Kain: “Mengapa hatimu panas dan mukamu muram? *Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya.” *Kata Kain kepada Habel, adiknya: “Marilah kita pergi ke padang.” Ketika mereka ada di padang, tiba-tiba Kain memukul Habel, adiknya itu, lalu membunuh dia. *Firman TUHAN kepada Kain: “Di mana Habel, adikmu itu?” Jawabnya: “Aku tidak tahu! Apakah aku penjaga adikku?” *Firman-Nya: “Apakah yang telah kauperbuat ini? Darah adikmu itu berteriak kepada-Ku dari tanah. *Maka sekarang, terkutuklah engkau, terbuang jauh dari tanah yang mengangakan mulutnya untuk menerima darah adikmu itu dari tanganmu. *Apabila engkau mengusahakan tanah itu, maka tanah itu tidak akan memberikan hasil sepenuhnya lagi kepadamu; engkau menjadi seorang pelarian dan pengembara di bumi.” *Kata Kain kepada TUHAN: “Hukumanku itu lebih besar dari pada yang dapat kutanggung. *Engkau menghalau aku sekarang dari tanah ini dan aku akan tersembunyi dari hadapan-Mu, seorang pelarian dan pengembara di bumi; maka barangsiapa yang akan bertemu dengan aku, tentulah akan membunuh aku.” *Firman TUHAN kepadanya: “Sekali-kali tidak! Barangsiapa yang membunuh Kain akan dibalaskan kepadanya tujuh kali lipat.” Kemudian TUHAN menaruh tanda pada Kain, supaya ia jangan dibunuh oleh barangsiapapun yang bertemu dengan dia. *Lalu Kain pergi dari hadapan TUHAN dan ia menetap di tanah Nod, di sebelah timur Eden. (Kejadian 4 : 6-16)

      Dalam alquran dikisahkan: * “Sungguh kalau kamu menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku sekali-kali tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan seru sekalian alam.” *”Sesungguhnya aku ingin agar kamu kembali dengan (membawa) dosa (membunuh)ku dan dosamu sendiri, maka kamu akan menjadi penghuni neraka, dan yang demikian itulah pembalasan bagi orang-orang yang zalim.” *Maka hawa nafsu Qabil menjadikannya menganggap mudah membunuh saudaranya, sebab itu dibunuhnyalah, maka jadilah ia seorang diantara orang-orang yang merugi. *Kemudian Allah menyuruh seekor burung gagak menggali-gali di bumi untuk memperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana seharusnya menguburkan mayat saudaranya. Berkata Qabil: “Aduhai celaka aku, mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, lalu aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini?” Karena itu jadilah dia seorang diantara orang-orang yang menyesal. (5 :28-31)

      Legal Opinion ini memberi pendapat hukum sbb :

      Kain (Qabil) adalah saksi pelaku dalam perkara pembunuhan ini. Habel (Habil) adalah korban. Dalam perkara ini Tuhan dapat ditempatkan sebagai saksi tunggal atau saksi kunci dan satu-satunya saksi. Hukum mempersyaratkan sekurang-kurangnya harus dua saksi yang diperhadapkan untuk dimintai keterangannya dimuka hukum. Karena saksi hanya SATU dan saksi itu hanya SENDIRI maka keteranganNYA didalam alkitab dan alquran terhadap perkara ini harus diambil untuk memenuhi persyaratan materil tentang duduknya perkara ini. Keterangan saksi dalam alkitab dan alquran dianggap cukup dan memenuhi syarat untuk mewakili diriNya.

      Dalam Legal Opinion ini kami berpendapat bahwa saksi kunci tidak terlibat dalam PERENCANAAN pembunuhan ini. Adalah menjadi hak prerogatif saksi kunci dalam kedudukanNya sebagai Tuhan untuk menerima dan menolak korban persembahan yang diberikan oleh hamba-hambaNya. Saksi kunci juga tidak dapat dianggap terlibat dalam pembunuhan itu oleh karena saksi kunci telah melaksanakan kewajibanNya sebagai Tuhan dengan menasehati pelaku sebelum pelaku melaksanakan perbuatan jahatnya. Tidak terdapat alibi kalau saksi kunci berada ditempat kejadian perkara saat pembunuhan itu terjadi. Saksi kunci mengetahui bahwa telah terjadi suatu peristiwa pembunuhan karena saksi mendengar darah korban berteriak dari dalam tanah kemudian bertanya kepada pelaku “apakah yang telah kau perbuat ini ? Darah adikmu itu berteriak kepada-Ku dari tanah”. Dihadapan Tuhan pelaku mengakui perbuatannya kemudian Tuhan menjatuhkan kutukan terhadap pelaku.

      Hukum mempertanyakan kenapa peristiwa itu harus terjadi?. Kalau bukan Tuhan yang merencanakan, lantas siapakah yang merencanakan pembunuhan itu? Jika Kain (Qabil) yang merencanakannya dimanakah peran dan kedudukan Tuhan sebagai satu-satunya PERENCANA?. Apakah benar darah korban bisa berteriak dari dalam tanah? Kenapa Tuhan menyuruh pelaku melarikan diri menjauhi tanah tempat kejadian perkara kemudian Tuhan melindungi dan menjamin keselamatan diri pelaku?

      Logika hukum saya menolak sangkaan jika pembunuhan itu dikategorikan sebagai pembunuhan terencana. Pembunuhan itu terjadi secara spontanitas disebabkan karena “korban” yang telah dipersembahkan oleh Kain ternyata ditolak oleh Tuhan sehingga membuat hati Kain jadi panas dan mukanya muram. Hati Kain MARAH kepada Tuhan. Kain telah melakukan perbuatan melawan hukum dengan cara MELAWAN TUHAN. Perlawanan Kain terhadap Tuhan diimplementasikan dengan cara “membunuh Habel”.

      Logika hukum saya berpendapat bahwa tragedi pembunuhan ini terjadi hanya sebagai akibat dengan kata lain terdapat hubungan “causal” antara kejadian ini dengan kejadian sebelumnya dimana Tuhan ingin berpesan kepada kita. Pesan Tuhan dibalik tragedi pembunuhan ini ada dua yaitu pertama; Dia ingin manusia mengetahui bukti-bukti nyata akan ciptaanNya yang telah Dia ciptakan sebelumnya dan yang kedua adalah; Dia ingin manusia mengetahui bagaimana Dia melanjutkan penciptaan-penciptaan berikutnya.

      1. Kejadian penciptaan sebelumnya.

      Dalam alkitab; *Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: “Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?” *Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: “Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan, *tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati.” *Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: “Sekali-kali kamu tidak akan mati, *tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat.” (Kejadian 3 : 1-5)

      Pada bagian 1 Legal Opinion ini telah disampaikan bahwa interaksi antara ular dan hawa hasilnya adalah terciptanya NAFSU BIRAHI. Unsur ular dalam birahi manusia tetap ada hingga saat ini dan saat yang akan datang. ” Kemudian manusia itu bersetubuh dengan Hawa, isterinya, dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Kain; maka kata perempuan itu: “Aku telah mendapatkan anak laki-laki dengan pertolongan TUHAN” (Kej. 4 : 1). Perkataan Hawa diabadikan dalam alkitab karena Tuhan ingin berpesan bahwa Kain (Qabil) sesungguhnya adalah anaknya Hawa yaitu HAWA-NAFSU. Itulah yang menjadi penyebab sehingga Tuhan menolak korban persembahan Kain karena Tuhan memandang Kain sebagai HAWA NAFSU yang telah Dia ciptakan. Karena korban persembahannya ditolak menyebabkan hati Kain panas dan mukanya muram. Kain marah!. Dengan marahnya Kain kepada Tuhan maka terciptalah NAFSU AMARAH. Firman Tuhan kepada Kain: “Mengapa hatimu panas dan mukamu muram? Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip didepan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya”. Kain tidak menghiraukan pesan Tuhan. Kain tidak mampu menguasai amarahnya tapi amarahnya-lah yang menguasai dirinya sehingga Kain membunuh Habel. Karena Kain melawan Tuhan maka terciptalah SIFAT MELAWAN. Sifat melawan Tuhan adalah bentuk kejahatan yang paling utama. Kejahatan hanya dilakukan oleh orang yang berperilaku JAHAT.

      FirmanNya: “Apakah yang telah kauperbuat ini? Darah adikmu itu berteriak kepada-Ku dari tanah” (Kej. 4:10)

      Firman menyebut darah Habel dari dalam tanah yang berteriak kepada Tuhan. Pesan apakah yang ingin disampaikan Tuhan dibalik firmanNya itu?

      Logika hukum saya berpendapat bahwa pesan Tuhan berkaitan dengan sifat yang dimiliki Habel. Sifat Habel adalah MENURUT. Sifat menurut ini sama dengan sifat yang dimiliki oleh tanah.

      Perkataan Habil dalam alquran “Sungguh kalau kamu menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku sekali- kali tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu, sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan seru sekalian alam”. (5:28)

      Berbeda halnya dengan Kain yang hatinya “panas”. Panas adalah sifat yang dimiliki api. Api memiliki sifat MELAWAN sedangkan tanah memiliki sifat MENURUT. Sifat menurut yang dimiliki Habil diwarisi secara sempurnah dari Adam, bapa-nya. Sifat menurut kepada Tuhan adalah sifat yang akan membawa kepada kebaikan. Kebaikan hanya dimiliki oleh orang-orang yang bersifat BAIK.

      Berbeda dengan Kain (Qabil) yang memiliki sifat melawan, sifat itu dia warisi dari Hawa dan ular (nafsu). Kain (Qabil) adalah personifikasi HAWA NAFSU. Menuruti Hawa nafsu hanya akan membawa kepada berbuat kejahatan. Kejahatan itu hanya akan dilakukan oleh orang-orang yang JAHAT.

      2. Kejadian penciptaan sesudahnya

      Setelah peristiwa pembunuhan itu terjadi, alquran mengisahkan: Kemudian Allah menyuruh seekor burung gagak menggali-gali di bumi untuk memperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana seharusnya menguburkan mayat saudaranya. Berkata Qabil: “Aduhai celaka aku, mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, lalu aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini?” Karena itu jadilah dia seorang diantara orang-orang yang menyesal. ( 5:31 ).
      Pesan apakah yang ingin disampaikan Tuhan dengan kehadiran seekor burung gagak?.

      Logika hukum saya mengatakan bahwa kehadiran burung gagak untuk membuktikan kebenaran firman Tuhan dalam alkitab yaitu tentang “Pohon Pengetahuan yang Baik dan Jahat”.

      Jika Kain (Qabil) adalah JAHAT dan Habel (Habil) adalah BAIK maka burung gagak itu adalah PENGETAHUAN. Dikatakan “pengetahuan” karena Kain (Qabil) mendapatkan pengetahuan dari burung gagak bagaimana cara menguburkan saudaranya. Burung gagak itu terbangnya diangkasa raya kemudian turun kebumi lalu menggali-gali tanah, Kain terinspirasi kemudian melakukan hal serupa lalu mengubur saudaranya. Terbuktilah kebenaran firman Tuhan ” dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu”. (Kej. 3:19)

      Warga setia dan pembaca blog yth ini, yang saya muliakan. God’s Compilation of Laws adalah sebuah bentuk teori baru dalam ilmu hukum yang saya temukan tanpa disengaja saat menyampaikan Legal Opinion ini. Teori baru ini akan saya pertahankan secara permanen sampai manusia menerima dan membenarkannya bahwa “Hukum Tuhan dikompilasi ke hukum alam, kemudian hukum alam dikompilasi ke hukum manusia untuk di laksanakan dalam kehidupan sehari-sehari secara nyata tanpa disadari”.

      Logika hukum saya berpendapat bahwa tragedi pembunuhan Kain (Qabil) dan Habel (Habil) adalah PERENCANAAN TUHAN yang berkaitan langsung dgn PENCIPTAAN- NYA. Ada 3 obyek pelaku dalam tragedi itu yaitu, Kain (Qabil), Habel (Habil) dan burung gagak. Ketiga objek tsb dipersatukan kedalam salah satu hukum yang kita jalani sampai hari ini diluar kesadaran kita. Hal ini dapat kami contohkan sbb :

      Asumsikan diri anda sebagai orang tua atau anda sebagai seorang anak dari orang tua anda :

      Setiap anak, lahir dalam keadaan bayi. Sel-sel dari bayi masih terus beregenerasi dengan sangat cepatnya sampai bayi bisa duduk, berdiri dan berjalan, bersekolah dst. Seiring dengan Perkembangan fisik sibayi, pengetahuannya juga bertambah dan terus bertambah secara perlahan-lahan. Orang tua adalah pemberi ajaran atau pengetahuan yang pertama buat sianak. Anak menangkap perolehan pengetahuan itu dengan imajinasinya. Imajinasi asalnya dari angkasa. Kemudian orang tua memberi contoh-contoh benda untuk menyesuaikan dengan imajinasi anak. IMAJINASI anak sama dengan cerita burung gagak yang turun kebumi lalu menggali tanah untuk dijadikan contoh oleh Kain. Imajinasi adalah perolehan pengetahuan bagi anak. Semua orang tua akan memberi yang terbaik buat anaknya. Orang tua mengajarkan anaknya yang baik-baik tentang etika dan norma, menanamkan budi pekerti yang baik, memberinya pendidikan yang layak dsb dengan harapan kelak anaknya menjadi anak yang baik.

      Pada dasarnya setiap anak yang lahir kedunia ini memiliki sifat dasar menurut, akan tetapi sifat ini tertanam jauh didalam diri anak atau didalam otak bawah sadar anak. Kenapa? Karena Habel (Habil) tertanam didalam tanah atau dibawah tanah. Firman Tuhan mengatakan “darah adikmu berteriak kepada-Ku dari dalam tanah”. Kata “darah” menandakan bahwa sifat menurut itu tetap tertanam didalam darah manusia yang hidup.

      Kain tidak dihukum Tuhan atas perbuatannya membunuh Habel. Tuhan membiarkan Kain tetap hidup sampai memiliki keturunan yang banyak. Itu artinya Tuhan membiarkan sifat melawan itu tetap ada dan tetap hidup terus dalam diri manusia sejak lahir sampai ajalnya tiba. Dunia bisa tumbuh dan berkembang hingga seperti sekarang ini karena adanya karunia Tuhan berupa sifat melawan.

      Sifat melawan harus digenapi dengan pengetahuan. Anak yang tadinya tidak tahu apa – apa harus diajarkan bagaimana “melawan” keadaan. Jika lapar lawanlah dengan makan agar kenyang. Jika haus lawan dengan minum agar dahagamu hilang. Jika sakit lawanlah dengan obat agar kamu sembuh. Jika bodoh lawan dengan belajar agar pintar. Jika ingin menjadi sarjana lawan dengan bersekolah. Jika ingin hidup layak lawan dengan keuletan bekerja dan berusaha. Dsb. Dsb.

      Tuhan menolak korban persembahan Kain yaitu hasil-hasil tanaman karena Tuhan tidak mau manusia seperti “tanaman”. Tanaman tidak memiliki sifat “melawan” karena itu tanaman tidak bisa mengurus dan mengatur dirinya sendiri. Contoh; bila tanaman berbuah dan buah itu tidak dipetik oleh manusia maka buah itu akan busuk dan jatuh sendiri dengan sia – sia. Benalu yang tumbuh dipohon, jika tidak disiangi oleh manusia maka pohon itu membiarkan dirinya mati oleh karena benalu tersebut. Korban persembahan habel yaitu anak sulung kambing dombanya (binatang) diterima oleh Tuhan karena binatang memiliki sifat melawan. Jika binatang lapar maka dia akan melawan dgn pergi mencari makan sendiri. Jika anda usir maka dia akan melawan anda dengan cara menjauh dari diri anda … dst.

      Dalam alquran Tuhan berfirman “Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri” (13:11).

      Firman diatas adalah perintah tersirat dari Tuhan agar manusia merubah (melawan) keadaan dirinya atau nasibnya. Manusia tidak boleh berpangku tangan dan bermalas-malasan sebab Tuhan telah mengatur masa-masa kejayaan seseorang sebagaimana firmanNya: “Masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran)”. (3:140).

      Dalam menjalani hidup dan kehidupan ini banyak masalah yang datang silih berganti kadang datangnya bertubi-tubi. Hadapilah masalah itu dan lawan!. Jangan takut. Tuhan pasti membantu anda karena Tuhan yang memerintahkan anda melawan. Jika anda takut menghadapi masalah maka masalah itu akan mengejar anda kemudian melilit dan membelenggu anda sampai anda “putus asa”. Jika anda berputus asa maka anda sudah tidak lagi berada dijalan Tuhan. Dalam alquran difirmankan: Ibrahim berkata : ” Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhannya, kecuali orang-orang yang sesat “. (15 : 56 ).
      Sifat MELAWAN yang digenapi oleh PENGETAHUAN harus MENURUT sesuai batasan-batasan yang dikehendaki Tuhan. Batasan-batasan yang dimaksud adalah sifat melawan yang sesuai dengan batasan-batasan etika dan norma yang berlaku dimasyarakat, dan tidak bertentangan dengan ajaran agama yang anda anut, tidak melanggar hukum positif dan peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam satu negara dimana manusia itu hidup. Sifat melawan jika menurut pada apa yang dikehendaki Tuhan akan membawa kebaikan buat manusia. Kebaikan hanya bisa didapatkan oleh orang-orang yang baik.

      Sebaliknya, Sifat melawan yang tidak digenapi oleh pengetahuan atau digenapi pengetahuan tapi tidak menurut pada batasan-batasan yang dikehendaki Tuhan maka sifat melawan itu telah dianggap melampaui batas. Sifat melawan yang melampaui batas akan menimbulkan kejahatan. Kejahatan itu hanya dilakukan oleh orang-orang yang jahat.

      Sifat melawan yang melampaui batas adalah sifat melawan yang dilakukan dengan dorongan hawa nafsu atau pada tingkatan yang lebìh tinggi dilakukan dengan dorongan nafsu birahi. Sifat melawan yang dilakukan karena dorongan hawa nafsu dan atau nafsu birahi adalah sifat MELAWAN TUHAN. Orang yang melakukan perbuatan melawan Tuhan adalah orang yang melakukan perbuatan melawan hukum.

      Dalam artikel dituliskan bahwa orang Jawa (manusia) dibagi atas dua golongan yaitu golongan orang baik dan orang jahat. Orang baik akan diurapi oleh Satrio Piningit dan orang jahat akan dikasih makan jin dan syetan.

      Legal Opinion ini berpendapat bahwa artikel itu ditulis sendiri oleh Satrio Piningit yang sejati. Artikel tidak membagi manusia berdasarkan agama karena semua agama mengajarkan manusia agar menjadi orang yang baik.

      Logika hukum saya dapat membuktikan secara sah dan meyakinkan serta dapat dipertanggungjawabkan bahwa artikel tersebut ditulis oleh Satrio Piningit yang sejati berdasarkan firman Tuhan dalam alquran dan alkitab.

    • Admin memberi nama atau judul Legal Opinion ini sebagai CAKRA NINGRAT.

      Apa yang saya sampaikan dalam Legal Opinion ini memang sesuatu yang baru, yang belum pernah diketahui manusia sebelumnya. Originalitasnya terjamin dan murni dari saya sendiri tanpa mengutip atau mengambil pendapat siapapun. Demi Tuhan, Saya baru mengenal alkitab. Saya membaca alkitab dimulai saat saya menulis Legal Opinion ini. Logikanya sederhana; karena saya muslim “untuk apa saya membaca alkitab”. Pikiran-pikiran saya yang murni ini akan terus saya tulis dengan sangat hati-hati dan perlahan-lahan agar tidak dikooptasi oleh unsur-unsur lain yang justru hanya akan menodai nilai-nilai kebenaran dan originalitasnya. Tulisan-tulisan itu tetap akan saya posting diblog yth ini. Saya menulis dan menyampaikan Legal Opinion ini bukan untuk mencari popularitas murahan. Saya exist diblog ini karena semua warga setia blog yth ini saya anggap sebagai saudara saya sendiri. Kita lahir dari rahim ibu yang berbeda akan tetapi BAPA kita SAMA !!!.

      Legal Opinion ini masih sebatas pokok-pokok pikiran. Tematif pada setiap bagiannya akan saya kembangkan agar lebih mudah difahami. Saya akan merangkumnya dalam sebuah buku dan buku itu akan saya beri judul CAKRA NINGRAT. Buku itu nantinya akan diterbitkan oleh penerbit buku terkenal dengan segmen pembacanya adalah masyarakat umum.

      Saya merasa senang menggunakan CAKRA NINGRAT sebagai judul buku saya nanti karena luasnya cakupan arti dan maknanya.Cakra dapat diartikan sebagai “roda”.Cakra terbuat dari besi pipih bentuknya bundar dan bergerigi biasa digunakan sebagai senjata. Penggunaan senjata tersebut dilakukan dengan satu cara yaitu melempar/dilemparkan. Dalam dunia pewayangan cakra digunakan oleh dewa wisnu sebagai senjata sakti yang mematikan segala yang hidup yang mau menentangnya.Sedangkan “ningrat” dapat diartikan sebagai golongan mulia atau bangsawan atau borjuis.”Hukum memiliki kedudukan tertinggi dalam keningratan (kemuliaan) karena “hukum” tidak memandang seseorang dari sisi kebangsawanannya atau keningratannya.Seseorang dinyatakan “salah” atau “benar” tidak ditentukan apakah orang itu ningrat atau rakyat jelata.Hukum memandang seseorang hanya berdasarkan perbuatannya.

      CAKRA NINGRAT artinya RODA HUKUM. Cakra Ningrat memiliki dua makna yaitu makna filosofis dan makna tersirat (implisit) yang dapat kami uraikan sbb ;

      A. Filosofis

      Semua orang memiliki hak dan kedudukan yang sama di depan hukum. Hukum yang tertinggi adalah hukum Tuhan kemudian hukum Tuhan dikompilasi (dikaitkan) ke hukum alam lalu hukum alam dikompilasi kedalam hukum yang dibuat oleh manusia yang peruntukannya husus untuk manusia.”GOD’S COMPILATION OF LAWS”.Polisi memiliki tugas menjaga keamanan dan ketertiban hukum. Bila seseorang terindikasi bersalah, maka polisi akan melakukan penyelidikan dan penyidikan. Jaksa bertugas melakukan penyelidikan dan mengajukan tuntutan hukum.Hakim bertugas memutuskan dan menetapkan hukum.Lembaga peradilan memiliki tiga tingkatan; pengadilan negeri, pengadilan tinggi dan mahkamah agung.Manusia membuat sangat banyak aturan-aturan hukum demi untuk mencapai rasa keadilan antar sesama manusia selaku hamba Tuhan.Dalam penyelenggaraan hukum ternyata banyak orang yang salah dibenarkan, ada juga yang benar tapi disalahkan.Banyak juga orang salah tapi kesalahannya didiamkan atau tidak diungkap karena alasan belum cukup bukti. Melihat penyelenggaran “hukum” yang diterapkan oleh manusia seperti itu maka Sinuhun Cahyo Nayaswara menyenandungkannya dalam bait puisi bahwa “hukum” hanya sebagai permainan petak-umpet antara ayat-ayat, dalil dan pasal-pasal.

      Benar, apa yang dikatakan oleh Sinuhun. Manusia bermain petak-umpet dengan hukum oleh karena beragamnya kepentingan. Keberagaman kepentingan dipersatukan oleh kebutuhan manusia terhadap “uang”. PEDANG HUKUM jadi tumpul karena adanya unsur-unsur uang yang menumpulkannya bahkan dalam banyak kasus pedang itu dipatahkan oleh uang.

      Manusia bisa saja lepas dari hukum manusia, karena dalam kompilasi hukum Tuhan, hukum yang dibuat dan dijalankan oleh manusia berada pada tingkat “peradilan” yang paling rendah. Peradilan pada tingkat banding dalam kompilasi hukum Tuhan di sebut “hukum alam”.Hukum Alam bersifat suci dan bersih.Tidak ada unsur-unsur kepentingan uang yang bisa menodainya.Hukum “karma” yang diimani oleh ummat Hindu adalah hukum alam yang diberlakukan terhadap seluruh manusia, apapun agama dan kepercayaannya. Hukum karma tidak bersifat permanen.Masa hukumannya hanya terbatas sampai tujuh keturunan saja. Jika karma anda “baik” maka karma baik itulah yang anda turunkan sebaliknya jika karma anda “jahat” maka jahat jugalah yang akan anda turunkan pada garis keturunan anda. Batas maksimal hukuman hanya “tujuh” turunan saja.

      B. Implisit

      Secara implisit (tersirat) Cakra Ningrat dapat dimaknai sebagai senjata yang menyiksa batin para pelanggar hukum. Manusia mengenal salah satu bentuk hukuman berupa kurungan badan (penjara). Bagaimanakah perasaan si terhukum?.Nah, senjata yang tak terlihat oleh mata, senjata yang terbuat dari besi pipih, yang bentuknya bundar seperti roda dan bergerigi inilah yang menyiksa siterhukum.Tidak semua orang dapat dikenai kurungan badan akan tetapi senjata cakra dapat mengenai semua orang disetiap saat dengan atau tidak disertai hukuman badan. Sekecil apapun pelanggaran manusia terhadap hukum Tuhan yang telah dikompilasi ke hukum alam atau hukum alam yang sudah dikompilasi ke hukum manusia maka lemparan senjata cakra akan mengenai batin mereka. Lemparan cakra dapat mengenai siapapun tanpa memandang latar belakang agama dan status kedudukan sosial seseorang. Keras lemahnya lemparan cakra yang dirasakan seseorang semua itu ditentukan oleh kadar kesalahan orang itu. Secara filosofis Cakra Ningrat dapat dimaknai sebagai “roda” hukum dalam konteks God’s Compilation of Laws. Secara implisit (tersirat) dapat dimaknai sebagai “hukuman” hukum. Jika hukum manusia menggunakan “pedang” dengan dua sisi yang sama tajamnya sebagai SIMBOL maka hukum “alam” menggunakan “cakra” sebagai simbolnya. Hukum tidak pandang bulu, tidak pilih kasih. Hukum sifatnya hitam putih, salah adalah salah, benar adalah benar. Hukum, tidak samar-samar.Tidak abu-abu.Tidak juga ragu-ragu.

      Orang-orang berlomba-lomba ke mesjid, ke gereja, ke kuil, ke pure, ke vihara dan tempat-tempat ibadah lainnya karena orang ingin mendapatkan ketenangan batin dan kedamaian hati. Kenapa?Karena orang takut terkena lemparan cakra dari alam.Semua orang berusaha mendekatkan diri kepada Tuhan semata-mata karena menghindari cakra. Hanya itu satu-satunya cara yang efektif yang diketahui oleh manusia agar terhindar dari cakra, akan tetapi setelah beribadah, biasanya cakra datang lagi secara tak terduga untuk menyiksa batin kita. Logika hukum saya mengatakan masih ada sesuatu yang belum “match”.

      GOD’S COMPILATION OF LAWS adalah sebuah teori baru. Dikatakan baru karena manusia baru tahu dan baru mendengarnya padahal sesungguhnya kita sudah lama mengimplementasikan teori ini dalam kehidupan kita sehari-hari.

      Teori ini sangat sederhana.Teori ini menempatkan Tuhan, alam dan manusia pada proporsinya masing-masing agar manusia merasa aman, damai dan sejahtera. Keamanan, kedamaian dan kesejahteraan yang diharapkan manusia hanya dapat tercapai bilamana manusia tidak lagi BUTA TERHADAP HUKUM.
      Prinsip dasar teori ini adalah sbb :

      1. TUHAN.
      Teori ini menempatkan Tuhan pada tempat yang Tertinggi dan Maha Tinggi.Disebut Tertinggi dan Maha Tinggi karena kedudukan Tuhan dan Allah-NYA adalah Satu Kesatuan yang Menjadi Satu dan tidak terpisahkan.Tuhan adalah Perencana dan Pencipta. Sebagai Pencipta, Tuhan akan menempatkan diriNya sebagai Pemilik. Sebagai Pemilik, Tuhan akan mengatur segala milikNya dengan aturan-aturan hukum yang jelas, baku dan tidak berubah-ubah. Tuhan yang membuat hukum maka Tuhan juga disebut sebagai Pemilik hukum. DIA membuat hukum untuk menata, mengatur segala hak-hak kepemilikanNya agar semua berjalan sesuai dengan batasan-batasan yang DIA kehendaki selaku Pemilik.Sebagai Pemilik hukum, DIA berdiri di atas hukum.Tuhan memiliki sifat yang Terang Benderang dan Menerangi.

      2. ALAM
      Alam adalah ciptaan Tuhan. Tuhan mengatur ciptaanNya itu dengan aturan hukum yang jelas, baku dan tidak berubah-ubah yang disebut hukum alam.

      Alam itu sangat luas. Meskipun kamu berjalan seumur hidupmu maka kamu sekali-kali tidak akan dapat sampai keujung bumi. Alam itu sangat tinggi. Meskipun engkau sanggup keluar angkasa akan tetapi kamu sekali-kali tidak akan dapat menembus langit. Alam itu sangat dalam. Meskipun seluruh kandungan mineral yang ada didalam tanah dan laut kamu telah ketahui bahkan telah kamu kuras habis tapi kamu sekali-kali tidak akan dapat mencapai titik terdalamnya. Alam itu sangat gelap dan gulita.

      3. MANUSIA
      Manusia adalah ciptaan Tuhan yang paling bagus.Tuhan menciptakan manusia sebagaimana gambar dan rupaNya. Sebahagian sifat-sifat Tuhan juga DIA berikan kepada manusia, agar manusia dapat terus meningkatkan peradabannya, ilmu pengetahuannya dan teknologinya agar manusia dan bumi ini dapat berkembang sebagaimana yang dikehendaki oleh Tuhan selaku Pemilik Tunggal.
      Semua yang diciptakan Tuhan diserahkan kepada manusia agar manusia dapat mengatur, mengurus dan memanfaatkan semua ciptaan Tuhan yang ada di alam raya.Manusia adalah pengguna segala yang diciptakan Tuhan. Tuhan mengatur manusia selaku pengguna semua milikNya dengan aturan-aturan hukum yang jelas dan baku.

      Alam memiliki posisi central dalam praktek-praktek penyelenggaraan hukum- hukum Tuhan. Meski manusia memiliki hukumnya sendiri akan tetapi alam diberi hak dan kekuasan oleh Tuhan untuk menghukum manusia. Kenapa?Karena manusia juga telah diberi hak dan kekuasaan oleh Tuhan untuk mengolah dan memanfaatkan alam untuk sebesar-besar kepentingan manusia. Tuhan telah memperlakukan dengan cara yang adil terhadap alam dan manusia.

      Sebelum manusia diciptakan Tuhan, alam sudah lebih dulu dicipta.Alam itu adalah Taman Eden atau syurga Atlantis. Kemudian Tuhan menempatkan beberapa Kerub dengan pedang yang menyala-nyala dan menyambar-nyambar (letusan dahsyat gunung api Krakatau yang pertama) untuk menghancurkan alam tersebut. Kebenaran alkitab didukung oleh ilmu pengetahuan yang mengatakan bahwa bumi ini tercipta disebabkan karena adanya suatu ledakan besar.

      Kenapa alam harus dihancurkan?. Karena Tuhan ingin mengikat perjanjian dengan alam terhadap dua hal yang penting dan prinsip yaitu :

      Pertama ; alam harus tunduk pada manusia agar manusia bisa mengolah dan memanfaatkan hasil-hasil alam untuk sebesar-besarnya manfaat buat manusia.

      Kedua ; Tuhan menempatkan gunung-gunung berapi untuk menghancurkan alam tersebut bilamana alam tidak mau tunduk kepada manusia.

      Logika hukum saya berpendapat bahwa kekuatan Tuhan di alam ini ada pada gunung-gunung berapi yang bertebaran dibumi ini baik gunung berapi yang ada diatas tanah maupun gunung-gunung berapi yang ada dibawah dasar laut. Firman Tuhan mengatakan : “ditempatkanNyalah beberapa Kerub dengan pedang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar….”. Kerub adalah gunung api “krakatau”. Kita dapat membuktikan “anak” gunung api Krakatau masih ada sampai saat ini. Kerub mempersaksikan dirinya bahwa dialah “Kerub” yang dimaksud dalam alkitab.Kerub adalah hamba Tuhan sejak dulu, sekarang dan selamanya. Gunung api itu telah hancur yang terahirkalinya tahun 1883 kemudian muncul lagi dipermukaan laut dari dasar laut yang paling dalam thn 1927. Tuhan berfirman hanya sekali dan selama tidak ada lagi firmanNya yang Dia turunkan untuk menetralisir firman sebelumnya maka firman itu tetap berlaku sampai ahir zaman. Dengan bukti munculnya “anak” gunung api Krakatau dari dasar laut maka semua gunung-gunung berapi baik yang ada diatas tanah maupun dibawah dasar laut diseluruh bumi ini namanya dihadapan Tuhan hanya satu yaitu Kerub.

      Bahwa kekuatan Tuhan berada digunung-gunung untuk mengontrol alam dan manusia sebagaimana firmanNya dalam alquran :

      “Dan diantara gunung-gunung itu ada garis-garis putih dan merah yang beraneka macam warnahnya dan ada pula yang hitam pekat” (35:27).

      Firman mengatakan ada garis-garis putih dan ada pula yang hitam pekat.Ini adalah warnah hukum.Perhatikan jubah penegak hukum (hakim, jaksa, lawyer) jubahnya berwarnah hitam pekat dan ada garis putih dari leher sampai ke ulu hati menyerupai dasinya. Adapun kata “Dan diantara gunung-gunung itu ada garis-garis putih dan merah yang beraneka macam warnahnya” maknanya adalah gunung-gunung berapi karena api berwarnah merah. Itulah kerub, kekuatan Tuhan untuk menegakkan hukum Tuhan di alam.

      Diayat lain Tuhan berfirman “Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan? Dan gunung-gunung itu sebagai pasak (nya)? (78:6-7). Diayat lain firmanNya “Dia meletakkan gunung-gunung dibumi agar bumi tidak menggoncangkan kamu”. (31:10) diayat lain “Kami telah jadikan padanya gunung-gunung yang tinggi dan Kami beri minum kamu dengan air yang tawar (77:27)

      Rahasia kekuatan Tuhan “tersimpan” didalam kekuatan gunung yang diam sebagaimana firmanNya : “Engkau lihat gunung-gunung itu, engkau mengira ia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan seperti awan berjalan” (27:88).

      Gunung tidak diam tapi berjalan seperti awan berjalan. Ini adalah bahasa simbolik yang bermakna “gunung selalu berjalan karena melaksanakan fungsi kontrol terhadap pelaksanaan hukum-hukum Tuhan baik yang terdapat di alam maupun hukum Tuhan yang ada pada manusia”.

      Sebuah fenomena menarik yang terjadi sepuluh tahun terahir ini adalah terjadinya letusan-letusan gunung berapi yang ada di bumi ini hususnya yang terjadi di Indonesia. Ada kesan sepertinya gunung-gunung itu berbicara dan berpesan kepada kita untuk bersiap-siap dan waspada karena TUHAN akan turun ke bumi ini untuk mengadili sendiri semua perkara-perkara hukum selaku HAKIM TUNGGAL. Turunnya Tuhan pertanda akan hancurnya bumi ini. Kekuatan gunung yang selama ini dijadikan sebagai pasak bumi akan hancur dengan sendirinya karena tidak kuat menahan kekuatan Tuhan.

    • Dalam alkitab dan alquran dikisahkan bahwa Gunung Sinai (gunung thursina) pernah hancur, pecah dan luluh lantak saat Tuhan turun ke bumi karena hambaNya Musa ingin melihat diriNya.Melihat gunung Sinai hancur, Musa terjatuh dan pingsan dan setelah siuman tetap saja Musa tidak bisa melihat Tuhan.

      Jika Tuhan menyimpan kekuatanNya pada Kerub (semua gunung berapi baik yang ada diatas tanah maupun yang terdapat di bawah dasar laut) untuk menguatkan bumi dan menjaga hukum – hukum Tuhan yang ada di alam ini maka terhadap manusia Tuhan menyimpan kekuatanNya pada “logika, akal fikiran” manusia.Kekuatan itulah yang digunakan oleh manusia untuk mengolah dan memanfaatkan alam dengan mengembangkan ilmu pengetahuan, sains dan teknologi sehingga manusia dapat sampai kepada peradaban yang sangat modern seperti sekarang ini.

      Semua manusia mengetahui bahwa hand phone adalah alat komunikasi manusia baik dilakukan secara lisan maupun tertulis dan Gambar – gambar. Semua dapat dengan mudah dikirim atau dilakukan setiap saat kapanpun dan dimanapun.Setiap kejadian didunia ini dapat diketahui oleh manusia saat itu juga.Segalanya mudah diakses lewat jaringan internet.Segalanya dapat dilihat dan diketahui.Itu semua menandakan manusia telah sampai pada peradaban tertingginya bahkan tidak sedikit manusia, diluar kesadarannya telah berbuat dan memperlakukan dirinya sebagai tuhan-tuhan kecil dikehidupan ini.

      Saya tidak memiliki kecerdasan iptek. Orang -orang yang mengenal saya malah menyebut saya sebagai orang yang gaptek. Benar, saya memang gagap teknologi.Kegagapan saya bukan karna saya bodoh atau karena cepatnya perkembangan teknologi yang tidak mudah saya ikuti. Bukan itu, kegagapan saya adalah karena pengaruh hand phone atau telepon “genggam” itu sendiri. Sejak thn 1999 saya menggenggam handphone.Nomornya tidak pernah berganti-ganti hingga saat ini. Sudah empat belas tahun saya hidup dalam KEGAGAPAN saya sendiri, karena logika hukum saya memandang bahwa dengan massif penggunaan handphone, selain untuk kemudahan infokom juga ada pesan yang ingin Tuhan sampaikan kepada kita lewat alat telephon yang ada digenggaman kita.

      Warga setia dan pembaca blog yth ini. Anda semua memiliki hand phone. Anda semua “menggenggam” telpon. Anda menggenggamnya dengan lima jari anda yaitu: ibu jari, jari telunjuk, jari tengah, jari manis dan anak jari atau kelingking!. Kenapa anda tidak memiliki bapa jari?.

      Firman Tuhan mengatakan: “Manusia itu memberi nama Hawa kepada istrinya, sebab dialah yang menjadi ibu semua yang hidup”. (Kej. 3:20). Maksud ibu semua yang hidup adalah sebatas manusia masih hidup saja, karena hanya yang hidup saja yang memiliki hawa nafsu dan nafsu birahi. Ketika manusia yang hidup menemui kematiannya maka firman diatas tidak berlaku lagi/terputus, sebab Hawa tidak termasuk ibu dari yang sudah mati. Firman tidak menyebut Adam sebagai BAPA kita.Karena itulah kita tidak memiliki bapa jari. Jika semua manusia memiliki ibu jari yang sama meski sidik ibu jari kita tidak sama berarti terbuka peluang bagi kita untuk memiliki BAPA yang sama meski kita akui bahwa bapa biologis kita tidak sama. Lantas siapakah BAPA kita yang sama itu?. (hal ini akan dibahas dibag lain)

      Saya menangkap pesan yang tersirat dari pelajaran yang disampaikan oleh guru agung Al Bugury dan Sinuhun Cahyo Nayaswara bahwa sesungguhnya Tuhan ingin manusia datang lebih dulu kepadaNya. Tuhan berada ditempatNYA yang “terang benderang” datangilah ia diatas jalan yang “terang”. Jalan yang terang itu didasari oleh logika (dan dibenarkan oleh hukum). Kesampingkan dan campakkanlah perasaan dan keyakinanmu karena perasaan dan keyakinan itu adalah jalan yang gelap dan penuh keragu-raguan karena itulah perasaan dan keyakinan tidak dibenarkan oleh hukum, karena kebenarannya meragukan. Dengan mengetahui rahasia perencanaan dan penciptaanNya maka kamu telah datang mendekat kepada Tuhan. Kelak Tuhan akan datang kepada kamu dengan PENUH KASIH.

      Legal Opinion yang berjudul “Cakra Ningrat” ini hanya memfollowup pesan-pesan dan ajaran guru agung Al Bughuri dan Sinuhun Cahyo Nayaswara. Kami berusaha semampu-mampunya mendekati Tuhan dengan jalan pintas dengan cara mengungkap segala rahasia perencanaanNya, penciptaanNya dan hukum – hukum Nya dengan mengandalkan kekuatan yang Tuhan berikan kepada manusia yaitu kekuatan logika yang dibenarkan secara hukum.

      Paradigma saya sangat “pragmatis” yaitu bentuk pemikiran yang bersifat mengutamakan segi kepraktisan kegunaannya. Bahwa sebelum Tuhan turun ke bumi yang meyebabkan kehancuran segalanya, kenapa kita tidak menggunakan kekuatan yang ada pada kita yaitu LOGIKA HUKUM selagi waktu dan kesempatan masih ada guna mendekatkan diri kita kepadaNya?. Awalnya saya juga agak ragu mengingat apa yang saya tulis ini belum pernah dilakukan orang. Namun dengan dukungan dari bang Admin yang muslim dan Keluarga Petrus yang nasrani, membuat segala keraguan saya menjadi sirna. Dihadapan Tuhan; admin dan Petrus dianggap cukup untuk mewakili warga dan pembaca lain menerima kebenaran yang kami sampaikan.

      Jika anda hanya berpegang kepada alquran saja maka anda tidak akan mungkin mengetahui kelanjutan PERENCANAAN dan PENCIPTAAN Tuhan berikut nya. Anda harus membuka alkitab.Karena itu marilah kita membuka penggenapannya alquran yaitu alkitab.

      “Kain bersetubuh dengan isterinya dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Henokh; kemudian Kain mendirikan suatu kota dan dinamainya kota itu Henokh, menurut nama anaknya.Bagi Henokh lahirlah Irad, dan Irad itu memperanakkan Mehuyael dan Mehuyael memperanakkan Metusael, dan Metusael memperanakkan Lamekh. Lamekh mengambil isteri dua orang; yang satu namanya Ada, yang lain Zila. Ada itu melahirkan Yabal; dialah yang menjadi bapa orang yang diam dalam kemah dan memelihara ternak.Nama adiknya ialah Yubal; dialah yang menjadi bapa semua orang yang memainkan kecapi dan suling.Zila juga melahirkan anak, yakni Tubal-Kain, bapa semua tukang tembaga dan tukang besi.Adik perempuan Tubal-Kain ialah Naama. Berkatalah Lamekh kepada kedua isterinya itu: “Ada dan Zila, dengarkanlah suaraku: hai isteri-isteri Lamekh, pasanglah telingamu kepada perkataanku ini: Aku telah membunuh seorang laki-laki karena ia melukai aku, membunuh seorang muda karena ia memukul aku sampai bengkak; sebab jika Kain harus dibalaskan tujuh kali lipat, maka Lamekh tujuh puluh tujuh kali lipat.” (Kej. 4 : 17-24).

      Kisah di atas adalah Tuhan ingin menyampaikan pesanNya melalui firman tentang adanya hukuman karma sampai pada batas maksimal tujuh turunan. Generasi Kain sampai kepada tujuh turunan adalah: Kain, Henokh, Irad, Mehuyael, Metusael, Lamekh. Lamekh adalah generasi ke enam dari Kain, ternyata Lamekh mewarisi karma Kain.

      Kasusnya sangat sederhana. Seorang laki-laki muda memukul Lamekh sampai bengkak. Tuhan memakai laki-laki muda ini untuk membalas pemukulan yang pernah dilakukan Kain (Qabil) terhadap Habel (Habil), agar karma terbalaskan Inilah HUKUM KARMA. Dengan terbalaskannya karma Kain oleh garis keturunannya sendiri maka dosa Kain dalam kasus pembunuhan terhadap Hebel dinyatakan HAPUS demi hukum. Yang menjadi masalah adalah Lamekh mewarisi juga sifat Kain yang mudah dikuasai oleh hawa nafsu amarah. Lamekh berbuat melampaui batas.Lamekh justru membunuh laki-laki itu. Hawa nafsu amarah adalah DOSA MENURUN.Lamekh juga mewarisi BIRAHI Kain dengan memiliki dua orang istri yaitu Ada dan Zila.

      Setelah pembunuhan itu terjadi, Lamekh bukannya bertobat atau menyesal malah Lamekh semakin berang karena tidak setuju dengan ganjaran pembalasan yang bakalan dia terima nanti bersama keturunannya. Jika karma Kain hanya sebatas tujuh turunan maka Lamekh karmanya sampai tujuh puluh tujuh turunan. Ringannya hukuman Kain karena Kain menyesali perbuatannya dan pembunuhan itu dilakukan secara spontanitas tanpa direncanakan. Lamekh tidak menyesali perbuatannya dan Lamekh melakukan pembunuhan itu secara sadar dan terencana. Lamekh protes keras keputusan Tuhan!. Lamekh marah kepada Tuhan.Lamekh benci kepada Tuhan. Besarnya kemarahan Lamekh kepada Tuhan dan kebenciannya yang meletup-letup tidak mampu ia bendung sendiri. Lamekh merasa perlu untuk memberitahu kepada kedua istrinya.
      Berkatalah Lamekh kepada kedua istrinya itu: “Ada dan Zila, dengarkanlah suaraku: hai isteri-isteri Lamekh, pasanglah telingamu terhadap perkataanku ini: Aku telah membunuh seorang laki-laki karena ia melukai aku, membunuh seorang muda karena ia memukul aku sampai bengkak; Sebab jika Kain harus dibalaskan tujuh kali lipat, maka Lamekh tujuh puluh tujuh kali lipat” (Kej. 4:23-24)

      Logika hukum saya berpendapat makna kata “melukai” tidak berhubungan dengan badan Lamekh.Yang berkaitan dengan phisik Lamekh ada pada kalimat “memukul aku sampai bengkak”.Makna kata “melukai” berhubungan dengan PERASAAN Lamekh.Misalnya tersinggung atau merasa direndahkan harga dirinya.

      Logika hukum saya mempertanyakan: dimanakah TUHAN Allah-ku?. Kenapa Dia tidak berfirman dalam kisah si Lamekh?. Kenapa DIA tidak ceritakan kisah ini dalam alquran-Nya?. Ada apa? Misteri apakah sesungguhnya yang berada dibalik kisah si Lamekh?.

      Oleh karena kata “melukai” dimaknai sebagai kata yang berhubungan dengan PERASAAN maka semua perkataan-perkataan Lamekh saat bertutur dengan istri -istrinya maka hasil pembicaraan mereka berkaitan dengan PERASAAN – PERASAAN.

      Mendengar perkataan Lamekh, kedua istrinya, seharusnya mereka menenangkan amarah suaminya yang terjadi justru sebaliknya mereka malah memprovokasi suaminya sebagai bentuk dukungan terhadap Lamekh.Istrinya “Ada” merasa CEMBURU terhadap Kain.Istrinya “Zila” merasa IRI HATI kepada Kain. Mereka berdua cemburu dan iri hati kepada Kain karena Kain mendapatkan hukuman yang ringan sementara suaminya mendapat hukuman berat pada hal kasus mereka sama yaitu pembunuhan. Ada dan Zila merasa berkepentingan terhadap kasus Lamekh karena hukuman Lamek akan menimpa anak-anak mereka secara turun temurun sampai tujuh puluh tujuh turunan. Mendengar provokasi kedua istrinya maka Lamekh semakin benci dan marah kepada Tuhan.Kebencian dan kemarahan Lamekh membuatnya merasa DENGKI dan DENDAM kepada Tuhan. Lamekh bersama kedua istrinya bersepakat, bermufakat dan berserikat melakukan gerakan perlawanan terhadap Tuhan dengan didasari oleh perasaan cemburu, irihati, dengki dan dendam!!!.

      Hampir semua manusia yang hidup saat ini memiliki sifat-sifat Cemburu, Iri hati, Dengki dan Dendam. Jika anda memiliki sifat-sifat ini maka anda dianggap telah mewarisi DOSA MENURUN yang anda warisi dari Lamekh, Ada dan Zila.Anda harus menghapus sifat-sifat itu dari diri anda. Caranya?. Akan dibahas dibagian lain.

      Gerakan perlawanan terhadap Tuhan yang dilakukan oleh Lamekh, Ada dan Zila mengikut sertakan anak-anak mereka. Dari istrinya Ada, Lamekh memiliki dua orang putra, yaitu :

      1. Yabal. Dikemudian hari Yabal menjadi bapa dari orang yang diam dalam kemah dan memelihara ternak.

      2. Yubal, dia menjadi bapa dari orang yang memainkan kecapi dan suling.

      Dari istrinya Zila, Lamekh memiliki juga dua orang anak, seorang putra dan seorang putri yaitu:
      1. Tubal-Kain, bapa semua tukang tembaga dan tukang besi
      2. Naama, (perempuan).

      Lamekh, bersama istri dan anak-anaknya dipunahkan Tuhan pada waktu banjir di masa Nuh.

      Logika hukum saya mempertanyakan siapakah sesungguhnya keluarga Lamekh ini?.Apa sih kehebatannya? Kenapa ketiga putranya disebut sebagai “bapa”. Kenapa putrinya tidak digelari oleh alkitab?. Pertanyaan selanjutnya: Kenapa alquran tidak mengenal keluarga ini?.

      Logika hukum saya berpendapat : keluarga Lamekh adalah keluarga jahat. Keluarga ini telah melakukan perbuatan atau tindakan “perlawanan” terhadap Tuhan secara nyata dan terang-terangan, baik dilakukan sendiri-sendiri maupun bersama-sama.Mereka juga telah menghasut dan meprovokasi manusia, mereka dengan sengaja menebar fitnah dan memutarbalik fakta agar manusia mengikuti langkah-langkah mereka memusuhi Tuhan dan melakukan perlawanan terhadap Tuhan.

      Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata, maka menyesallah TUHAN, bahwa ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hatiNya (Kej. 6: 5-6).

      Subhanallah.Sungguh betapa Maha SabarNya Engkau wahai Tuhan-ku.

    • LEGAL OPINION ini memberi pendapat hukum sbb :

      1. Lamekh, Ada dan Zila adalah MANUSIA JAHAT “pertama” yang pernah hidup didunia ini yang berani melakukan perlawanan terhadap keputusan hukum yang telah ditetapkan Tuhan. Lamekh adalah generasi keenam dari Kain (Qabil), anak Adam dan Hawa yang pertama. Meski Lamekh adalah generasi ketujuh dari Adam, tapi Adam masih hidup disaat Lamekh dan kedua istrinya melakukan perlawanan terhadap keputusan hukum Tuhan. Dimasa-masa awal kehidupan, manusia memiliki usia yang sangat panjang. Adam saja berusia 930 tahun kemudian meninggal. Anak Adam yang pertama adalah Kain, lalu Habel kemudian Set. Dan masih banyak lagi anak-anak Adam setelah Set baik anak laki-laki maupun perempuan. Antara anak Adam yang laki-laki diperkawinkan dengan anak yang perempuan mengingat dimasa itu belum ada manusia lain. Set juga memiliki keturunan yang banyak sekali baik laki-laki maupun perempuan. Dari sekian banyak anak-anak Adam Fokus perhatian alkitab dan alquran hanya ketiga putra Adam diatas saja. Kain menurunkan generasi jahat yaitu Lamekh dan anak-anaknya. Lamekh adalah generasi keenam Kain dan anak-anak Lamekh adalah generasi Kain yang ketujuh kemudian punah sebagai “manusia”. Habel tidak memiliki generasi pelanjut karena terbunuh sementara Set menurunkan generasi yang baik. Garis menurun Adam dari putranya Set menurunkan generasi kedua bernama Enos, lalu Enos memperanakkan Kenan, kemudian Kenan memperanakkan Mahalaleel yang menurunkan Yared, selanjutnya Yared memperanakkan Henokh kemudian Henokh memperanakkan Metusalah. Dalam alquran Henokh inilah yang dimaksud sebagai Nabi Idris alaihissalam.

      Firman Tuhan: “Dan ceritakanlah kisah Idris di dalam alquran. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan dan seorang nabi. Dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi” (19 : 56-57).

      Dalam alkitab: “Dan Henokh hidup dan bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah (Kej. 5: 24).

      Henokh atau Idris adalah generasi keenam Set. Sebagai seorang nabi Henokh (Idris) dikenal sebagai orang pertama yang pandai menulis dengan menggunakan pasir. Pandai meramal dan orang pertama yang mengajarkan cara bercocok tanam kepada manusia kala itu.

      Selanjutnya putra Henokh yaitu Metusalah memperanakkan Lamekh. Lamekh adalah generasi kedelapan Set dan Lamekh memperanakkan seorang anak laki-laki bernama NUH. Kemudian Nuh memperanakkan tiga orang putra yaitu : Sam, Ham dan Yafet.

      2. Melihat fakta-fakta hukum yang ada bahwa Kain telah menurunkan GENERASI JAHAT dan Set telah menurunkan GENERASI BAIK maka Perjanjian Tuhan yang pertama antara diriNya dengan Adam tentang “Pohon Kehidupan dan Pohon Pengetahuan Baik dan Jahat” telah dapat dibuktikan secara sah dan meyakinkan sesuai hukum maka Tuhan membuat lagi PERJANJIAN yang mengikat antara diriNya dengan Nuh tentang akan datangnya banjir. Banjir akan mematikan semua yang hidup kecuali Nuh dan keluarganya akan diselamatkan untuk melanjutkan keturunan yang baik.

      Legal Opinion ini menganut teori GOD’S COMPILATION OF LAWS bahwa meskipun fakta-fakta hukum telah membuktikan Perjanjian Tuhan yang pertama telah dipenuhi namun perjanjian itu tidak akan pernah berahir karena perjanjian itu dikompilasi lagi kehukum alam untuk selanjutnya dikompilasi kehukum manusia agar perjanjian itu tetap mengikat sampai alam beserta seluruh isinya termasuk manusia hancur tak bersisa.

      Oleh karena banjir bandang Nuh masih menyisakan sedikit manusia yang hidup yaitu keluarga Nuh untuk melanjutkan karma baiknya maka keluarga Lamekh juga harus tetap hidup untuk memberi kesempatan Lamekh dan anak-anaknya dapat melanjutkan karma jahatnya.

      Nuh dan keluarganya menjalankan karma baiknya di dunia nyata ini dan keturunannya berkembangbiak, beranak-pinak sehingga manusia bisa menjadi sebanyak ini. Manusia yang pintar-pintar, gagah, cantik dan baik-baik semuanya adalah keturunan Nuh.

      Lamekh dan anak-anaknya tetap hidup untuk menjalankan karma jahatnya. Lamekh hidup dialam gaib. Alam ini nyata akan tetapi tidak dapat dilihat oleh mata bagi orang yang masih hidup. Lamekh melihat anda tapi anda tidak bisa melihat Lamekh Karena jasad Lamekh sudah tidak ada. Lamekh juga tidak bisa lagi berkembang biak, karena Lamekh sudah tidak lagi memiliki pohon kehidupan. Meskipun Lamekh tidak boleh lagi “bersetubuh” akan tetapi Lamekh bisa merasakan nikmatnya birahi.

      Dimasa hidupnya Lamekh hidup dengan dua istri. Setelah mereka mati akibat banjir Nuh, mereka yang tadinya tiga orang kembali menjadi satu saja. Istrinya Ada dan Zila menjadi tiada dan yang ada hanya Lamekh. Lamekh inilah yang dikenal oleh manusia dengan sebutan IBLIS.

      Tuhan sengaja merahasiakan jati diri “iblis” yang sesungguhnya, oleh karena Tuhan tidak mau membuka aib keluarga Lamekh dan anak-anaknya.Tuhan sengaja menutup rahasia ini serapat-rapatnya sampai ada kekuatan logika yang mampu mengungkap misteri ini dengan sebenar-benarnya.
      Dalam alquran hanya dikatakan bahwa iblis merasa lebih mulia dari Adam karena iblis diciptakan dari api. Api yang dimaksud disini adalah “nafsu amarah” Lamekh. Karena hatinya panas. Lamekh tidak mau tunduk kepada Adam maksudnya tunduk pada keputusan Tuhan yang disampaikan oleh Adam kepada Lamekh bahwa karena Lamekh membunuh orang muda tersebut maka Lamekh harus mendapatkan hukuman tujuh puluh tujuh kali lipat dari pada hukuman Kain yang membunuh Habel.

      Itulah sebabnya generasi keenam Kain tidak dikisahkan dalam alquran karena orang itu adalah Lamekh yang kelak akan menjadi IBLIS. Generasi keenam Set disebut dalam alquran karena orang itu adalah Henokh atau nabiullah Idris alaihissalam. Lamekh tidak tahu Tuhan. Lamekh tidak pernah bergaul dengan Allah. Lamekh tidak pernah berinteraksi dengan Tuhan. Lamekh marah kepada Tuhan kemudian melakukan perlawanan kepada Tuhan yang tidak pernah dia ketahui yang mengakibatkan Lamekh dijadikan IBLIS. Setelah menjadi iblis, Lamekh tetap juga tidak tahu bahwa dia adalah iblis. Yang dia ketahui bahwa dirinya adalah Lamekh yang mati waktu banjir Nuh kemudian dia tetap hidup dialam yang tidak membutuhkan jasad. Karena Lamekh tetap hidup dialam lain maka Tuhan menamakan Lamekh sebagai Iblis.

      Logika hukum saya menolak segala bentuk-bentuk imajinasi-imajinasi liar yang tidak memiliki dasar, atau hayalan-hayalan atau asumsi-asumsi manusia yang mengatakan iblis adalah malaikat yang melawan Tuhan atau malaikat yang membangkang, ataukah pendapat-pendapat yang meyakini bahwa iblis pernah hidup di langit atau di syurga!. Mustahil, Tuhan Yang Maha Cerdas mau menciptakan musuhNya yang pada ahirnya hanya akan menyusahkan diriNya Sendiri. Tuhan mengakui bahwa yang Dia Ciptakan adalah “pohon kehidupan dan pohon pengetahuan tentang yang baik dan jahat”. Hanya itu. Manusialah yang harus menggunakan akal fikirannya agar bisa membedakan mana yang baik dan mana yang jahat. Kalau semasa hidupnya manusia tidak tahu tentu setelah dia mati akan sama saja dengan Lamekh.

      Saya sarankan kepada anda semua agar berfikir pragmatis dalam menyikapi setiap permasalahan dalam hidup dan kehidupan ini. Maksud saya berfikir praktis berdasarkan kegunaannya saja. Ambilah contoh Legal Opinion ini. Ikuti sajalah. Jangan dikatakan salah jika anda tidak mampu membenarkannya dengan argumentasi yang lebih kuat. Jika saran ini dilanggar maka anda bersikap sombong. Sombong itu bersifat diatas atau api. Api itu akan menarik nafsu amarah masuk kedalam diri anda. Amarah akan menarik masuk salah satu sifat Lamekh yaitu cemburu, irihati, dengki dan dendam. Jika sifat ini masuk maka Lamekh akan masuk kedalam diri anda. Jika Lamekh ada didalam diri anda maka anda akan tersiksa karena alam akan menghujani anda dengan lemparan cakra-cakranya.

      Dimasa hidupnya Lamekh memiliki tiga anak laki-laki dan seorang anak perempuan. Semuanya mati akibat banjir Nuh. Lamekh menjadi iblis. Iblis yang digelari “raja” kegelapan atau penguasa kegelapan memiliki tiga pangeran muda yang kuat dan seorang putri yang gemulai. Ketiga pangeran tersebut dalam islam disebut sebagai jin dan sang putri gemulai disebut sebagai syetan. Ketiga pangeran tersebut adalah :

      1. YABAL; dialah yang menjadi bapa orang yang diam dalam kemah dan memelihara ternak. (Kej. 4: 20)

      Yang dimaksud dengan orang yang diam dalam kemah adalah orang yang diam didalam “kelambu”, yaitu semua orang-orang yang melakukan hubungan sexual yang menyimpang dari hukum Tuhan. Perbuatan-perbuatan perzinahan, pelacuran, sex bebas, perselingkuhan, homo sex, lesbian, animal sex tegasnya semua hubungan sex yang dilakukan manusia diluar ikatan pernikahan / perkawinan yang sah. Kesenangan manusia ini tetap berlangsung secara langgeng dari dulu sampai sekarang.Manusia-manusia yang melakukan perbuatan-perbuatan itu adalah ternak peliharaan Yabal, karena Yabal adalah bapa bagi orang yang mempertuhankan nafsu birahi.

      2. YUBAL; dialah yang menjadi bapa semua orang yang memainkan kecapi dan suling. (4:21)

      Seruling dan kecapi adalah bentuk kesenangan hidup yang memperturutkan keinginan hawa nafsu.Yubal adalah bapa bagi semua orang yang mempertuhankan hawa nafsunya yaitu semua orang yang menjalani hidup ini semata-mata untuk mengejar uang, hidup berfoya-foya, suka pesta-pesta glamour, menumpuk harta dan memamerkannya, mengejar jabatan untuk menindas sesama, dsb.dsb.

      3. TUBAL-KAIN, bapa semua tukang tembaga dan tukang besi … (4:22).

      Maksudnya adalah Tubal-Kain adalah bapa semua orang yang suka bermusuh-musuhan dan saling membunuh. Dari dulu sampai sekarang ini senjata yang umum digunakan oleh semua manusia untuk saling bunuh-membunuh termasuk senjata-senjata canggih sekalipun sekarang ini selalu mengandung unsur-unsur tembaga dan besi.

      4. Adik perempuan Tubal-Kain ialah Naama (Kej. 4 : 22). Naama adalah sang putri Iblis yang gemulai.

      Bahasa internasional adalah bahasa Inggris, bahasa itu menggunakan kata “name” yang dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai “nama”. Karena semua manusia memiliki nama maka terdapat akses atau terbuka pintu untuk dimasuki Naama, sang puteri gemulai iblis. Siapapun atau apapun yang menggunakan “nama” maka hukum MEMBERNARKAN jika Naama, masuk ke objek itu untuk memanfaatkannya, atau merayunya, membujuknya, menggodanya, menipunya, menyesatkannya dsb dsb untuk tujuan dan kepentingan Naama.Siapapun dan apapun, entah itu kucing, sepeda, kapal terbang, telepon, kaca mata, anda, ustaz, ulama, pendeta, pastor, suhu, bikkhu, bikkhuni, siapapun dan apapun.
      Hukum MEMBENARKAN jika Naama merasa memiliki hak atas objek itu.

      Jika Naama telah berkuasa atas diri anda maka Naama akan membawa anda kepada pangeran-pangerannya. Anda bisa diserahkan kepada ketiganya atau kepada salah satu diantara yang tiga itu. Jika pangeran telah berkuasa atas diri anda maka terbuka peluang anda berada didalam pelukan dan genggaman iblis atau si Lamekh yang mati tenggelam karena diterjang banjir bandang dimasa Nuh sekitar enam ribu tahun lalu.

      Hukum menjamin bahwa selama anda masih hidup anda masih memiliki kesempatan untuk melawan Naama dan pangeran-pangerannya. Andapun dijamin oleh hukum bila anda ingin melepaskan diri dari belenggu mereka. Hukum juga memperlakukan Lamekh dan anak-anaknya secara adil dan proporsional. Hukum tidak akan melarang mereka atau menghalang-halangi mereka dalam menjalankan atau menjalani karma jahatnya.

      Hukum akan menindak dengan tegas dan cakra akan dilemparkan bila ada manusia yang berani lagi mengatakan kehebatan-kehebatan yang dimiliki iblis seperti yang diasumsikan selama ini bahwa iblis berdialog dengan Tuhan pada proses penciptaan awal, atau iblis menggoda Adam dan Hawa disyurga atau iblis adalah malaikat yang melawan Allah. Hukum dengan tegas berpihak pada kebenaran alquran dan alkitab. Manusialah yang salah dan sangat berlebih-lebihan dalam menafsirkan alquran dan alkitab. Iblis adalah Lamekh. Lamekh adalah manusia biasa yang sudah mati karena diterjang banjir dimasa Nuh enam ribu tahun yang lalu. Lamekh tidak hebat. Lamekh tidak kuat. Manusialah yang menghebatkan dan menjadikan iblis atau si Lamekh jadi kuat karena menempatkan Lamekh secara tidak proporsional.
      Firman-firman Tuhan yang ada di dalam alquran yang menceriterakan kejadian awal bahwa ” Allah memerintahkan malaikat sujud kepada Adam dan malaikat mengikuti perintah Allah dengan bersujud kepada Adam kecuali iblis. Iblis tidak mau tunduk karena merasa lebih mulia sebab iblis diciptakan dari api sementara Adam diciptakan Allah dari tanah”. Firman ini menggunakan bahasa-bahasa kiasan yang perlu anda kaji secara logika. Jika apa yang disampaikan alquran HUSUSNYA pada kisah “kejadian awal” tersebut anda terima secara apa adanya maka tanpa anda sadari anda telah menjebak diri anda sendiri menjadi orang yang memuliakan iblis dan merendahkan Tuhan.

      Logika hukum saya berpendapat ; Iblis dan malaikat belum ada pada kejadian awal. Jika mereka sudah ada apalagi sampai bercakap-cakap dan berbantah-bantah kepada Tuhan maka gugurlah dengan sendirinya sifat Tuhan Yang Maha Suci. Semua ayat-ayat alquran hususnya pada kejadian awal yang menyebut malaikat harus dimaknai sebagai sifat “menurut” pada keputusan Tuhan dan semua sifat-sifat Tuhan yang menyebut iblis harus dimaknai sebagai sifat “melawan” keputusan Tuhan.

      Kain (Qabil) tidak bisa disebut melawan Tuhan, karena Tuhan memerintahkan Kain untuk memberi “korban persembahan” yaitu hasil tanamannya, Kain melaksanakannya dengan senang hati. Bahwa korban persembahan Kain tidak diterima oleh Tuhan, itu adalah masalah hak prerogatif Tuhan. Beda halnya dengan Lamekh, orang itu jelas-jelas melawan / memprotes keputusan Tuhan yang menghukum dia tujuh puluh tujuh kali lipat karena membunuh orang. Pembunuhan itu dilakukan Lamekh atas kemauannya sendiri, karena nafsu telah berkuasa atas dirinya.

      Demikian pula terhadap semua firman-firman Tuhan baik yang ada didalam alquran maupun didalam alkitab yang menceriterakan adanya dialog-dialog antara Tuhan dengan Adam dan Hawa, jika anda terima firman tersebut apa adanya maka tanpa anda sadari anda telah tergelincir ke dalam jurang gelap yang dalam. Logika hukum saya berpendapat tidak mungkin Tuhan dapat dilihat oleh hamba yang Dia ciptakan. Adam dan Hawa, Kain (Qabil) dan Habel (Habil) tidak pernah melihat Tuhan bahkan belum mengenal dan mengetahui adanya Tuhan, malaikat dan iblis juga belum ada. Semua dialog-dialog dalam kisah kejadian awal semata-mata hanya sebagai bahasa pengantar buat manusia untuk masuk dalam sebuah dimensi Perencanaan Penciptaan Tuhan. Andaikan Adam dan Hawa tahu Tuhan, dan pernah bercakap-cakap dengan Tuhan maka pastilah mereka berdua akan mengingatnya untuk selanjutnya pengetahuan Adam tersebut diajarkan kepada semua anak-anaknya. Tidak ada firman baik dalam alquran maupun alkitab yang menyebut Adam dan Hawa mengajarkan kepada putra putrinya tentang Tuhan.

      Contohnya sangat sederhana. Anda atau anak anda, apakah setelah lahir secara nyata didunia sudah mengetahui Tuhan?.Jangankan tahu tentang Tuhan, tahu diri sendiri saja, anda atau anak anda tidak tahu. Bicarapun tidak tahu. Anda atau anak anda mulai tahu tentang Tuhan pada umur tiga atau empat tahun. Semua anak diumur tiga-empat Tahun tersebut akan bertanya-tanya kepada orang tuanya tentang Tuhan. Ini adalah fakta hukum yang tidak mungkin bisa anda bantah!

      Dalam pencariannya akan Tuhan, terkadang pertanyaan-pertanyaan anak membuat orang tua kelabakan menjawabnya. Bisa dibayangkan jika seorang anak kecil yang baru pandai bicara bertanya “Tuhan itu baik. Mana Tuhan? Tinggal dimana Tuhan? Mana rumahNya”?. Jika anda sebagai orang tua bagaimana anda menjawab pertanyaan-pertanyaan anak yang masih suci dari dosa itu?.

    • Dalam alkitab diterangkan Adam bersetubuh pula dengan isterinya, lalu perempuan itu melahirkan seorang anak laki-laki dan menamainya Set, sebab katanya: “Allah telah mengaruniakan kepadaku anak yang lain sebagai ganti Habel; sebab Kain telah membunuhnya.” Set juga dan anak itu dinamainya Enos. Waktu itulah orang mulai memanggil nama Tuhan . (Kej. 4:25-26).

      Firman diatas itulah yang menguatkan dalil hukum saya untuk mengatakan bahwa Adam, Hawa, Kain (Qabil) dan Habel belum mengenal dan mengetahui Tuhan karena firman mengatakan nanti setelah anak Adam yang ketiga Set memperanakkan Enos barulah orang mulai memanggil nama Tuhan. Alquran juga merahasiakan keturunan Kain, dan merahasiakan anak Adam yang ketiga Set, tidak ada ayat alquran yang menjelaskan tentang kelanjutan kisah Qabil setelah menguburkan Habil dan tidak ada juga ayat yang menjelaskan tentang Set dan keturunan-keturunan Adam lainnya. Alkitab menerangkan kelanjutan silsilah keturunan Adam dengan sangat bagus akan tetapi tidak ada satupun kalimat-kalimat pernyataan Adam yang tertulis dalam alkitab. Hukum mempertanyakannya. Kenapa?. Apakah ada sesuatu yang bersifat Rahasia antara Tuhan dengan Adam?

      Dalam alquran dijelaskan : Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. Kami berfirman: “Turunlah kamu semuanya dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”(2:37 – 38).
      Jika anda bertanya kepada saya “kalimat” apa sajakah yang diterima Adam dari Tuhan? maka spontan saja saya akan jawab TIDAK TAHU. Tapi saya tidak akan megatakan “hanya AllahYang Maha Tahu”, karena jawaban itu adalah jawaban “klise” dan “gombal” untuk lari dari kebodohan!.

      Logika hukum saya berpendapat bahwa “kalimat” yang disampaikan atau diajarkan oleh Tuhan adalah kalimat yang berkaitan dengan kedudukan seorang saksi atau saksi-saksi yang menyaksikan fakta-fakta perbuatan hukum untuk mendukung kebenaran materil terhadap satu permasalahan hukum. Adam (dan istrinya) hanya sebagai saksi yang melakukan perbuatan persetubuhan (hukum) sehingga anak-anaknya lahir dan tumbuh, kemudian keturunannya berkembang biak. Adam (dan istrinya) tidak tahu akan jadi apa dan mau dijadikan apa anak-anak dan keturunannya itu selanjutnya. Semua itu menjadi urusan Tuhan selaku Perencana dan Pencipta.

      Jika beberapa “kalimat” Tuhan kepada Adam dikompilasi kepada anda, maka logika hukum saya mengatakan: ” anda (dan istri anda) hanya sebagai saksi yang melakukan persetubuhan kemudian istri anda mengandung dan melahirkan anak anda. Setelah anak anda lahir dan tumbuh apakah anda tahu atau dapat memastikan bagaimana kelak nasib anak anda?. Bagaimanakah perkembangbiakannya kelak? Anda tidak tahukan?. Bisa saja diantara anak-anak anda itu entah digenerasi yang keberapa kelak melahirkan penjahat kelas kakap sementara dari anak anda yang lain entah digenerasinya yang keberapa anak anda itu menurunkan generasi yang menjabat sebagai polisi yang menangkap dan memenjarakan penjahat kakap tersebut. Hukum membenarkan kalau anda tidak tahu semua itu karena bukan anda yang ciptakan anak itu. Anda hanya saksi bagaimana Tuhan menciptakan anak manusia. Segala sesuatunya menjadi urusan dan hak Tuhan selaku pencipta anak manusia tersebut dan untuk itu anda dibebaskan dari segala tuntutan dan akibat-akibat hukum.

      Demikianlah Adam, Adam (dan istrinya) juga tidak tahu bahwa dari keturunan mereka jugalah kelak Tuhan akan menciptakan IBLIS DAN MALAIKAT. Yah, malaikat. Anda tidak perlu kaget, tidak perlu heran dan tidak perlu membantah paradigma ini.

      Adam dan Hawa memiliki banyak anak laki-laki dan banyak anak perempuan. Anak Adam pertama, kedua dan ketiga semuanya laki-laki. Alquran fokus mengisahkan anak pertama dan kedua saja dalam tragedi pembunuhan itu. Logika hukum saya berpendapat bahwa tujuan Tuhan mematikan Habil agar dapat ditarik garis demargasi yang jelas dan tegas untuk memisahkan keturunan Adam dari anak pertamanya yaitu Kain dan keturunan Adam dari anak ketiganya yaitu Set. Anak kedua berfungsi sebagai PEMISAH atau batas demargasi karena generasi Kain tidak boleh bercampur dengan generasi Set. Alkitab dengan tegas menguraikan keturunan Adam melalui Kain dan keturunan Adam melalui Set, yaitu sbb :

      A. Dari garis keturunan Kain (Qabil) bin Adam yaitu : Adam, Kain, Henokh, Irad, Mehuyael, Metusael dan Lamekh , berarti Lamekh adalah generasi menurun ketujuh dari Adam, melalui putranya Kain (Qabil). Lamekh adalah cikal-bakal iblis. Lamekh memiliki putra tiga orang yaitu: Yabal, Yubal dan Tubal-Kain dan seorang putri bernama Naama. Anak-anak Lamekh adalah generasi kedelapan Adam. Jika Lamekh adalah cikal-bakal iblis, maka ketiga orang putranya adalah cikal-bakal jin dan putrinya adalah cikal-bakal syetan. Mereka masih disebut cikal-bakal karena belum menjadi iblis, jin maupun syetan. Mereka masih diberi kesempatan seluas-luasnya untuk berbuat kejahatan dan mengumbar nafsu sepuas-puasnya serta melakukan perlawanan semau-maunya terhadap Tuhan sampai kepada batas yang maksimal. Perbuatan-perbuatan yang melampaui batas yang mereka lakukan itulah yang dijadikan dasar hukum oleh Tuhan untuk menenggelamkan bumi dan mematikan mereka. Setelah mereka mati barulah mereka bisa disebut iblis, jin dan syetan.

      B. Dari garis keturunan Set Bin Adam (Set memiliki banyak anak laki-laki dan perempuan akan tetapi alkitab fokus pada garis keturunan Enos, anak Set yang pertama saja karena sejak Enos lahir, barulah manusia memanggil nama Tuhan) yaitu: Adam, Set, Enos, Kenan, Mahalaleel, Yared dan Henokh. Henokh adalah generasi “ketujuh” Adam dari garis keturunan Set.

      Dalam alkitab diceritakan : Setelah Henokh hidup enam puluh lima tahun, ia memperanakkan Metusalah. Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah selama tiga ratus tahun lagi, setelah ia memperanakkan Metusalah, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan. Jadi Henokh mencapai umur tiga ratus enam puluh lima tahun. Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah. (Kej. 5 : 21-24)

      HENOKH adalah nabi Allah dan Rasul Allah, IDRIS alaihissalam. Allah berfirman: Dan ceriterakanlah (hai Muhammad kepada mereka, kisah) Idris (yang tersebut) di dalam Al Qur’an. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan dan seorang nabi. Dan Kami mengangkatnya ke martabat yang tinggi. (19:56-57).

      Henokh (Idris) hidup selama tiga ratus enam puluh lima tahun. Selama hidupnya alkitab menyebut Henokh (Idris) “bergaul” dengan Allah. Alquran menyebut Idris (Henokh) “sangat membenarkan” dan seorang nabi. Alkitab tidak menyebut bahwa Henokh (Idris) mati, tapi alkitab menyebut “tidak ada lagi sebab ia telah diangkat oleh Allah”. Alquran menyebut ” Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi”.

      Jika anda bertanya kepada saya apa makna kalimat “diangkat oleh Allah” sebagaimana yang disebutkan dalam alkitab dan makna ayat dalam alquran “Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi”?. Tentu saja dengan spontan saya akan jawab TIDAK TAHU tapi saya tidak mau mengatakan hanya Allah Yang Tahu. Kenapa? Karena saya bukan anak kecil lagi, saya bukan anak ingusan yang bodoh dan tidak tahu apa-apa. Saya adalah intektual sejati yang berprofesi dibidang hukum, yang selalu memandang setiap permasalahan berdasarkan hukum yang jelas, tegas dan tidak ragu atau samar-samar.

      Logika hukum saya berpendapat bahwa makna “diangkat oleh Allah” (alkitab) “Dan Kami (Allah) telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi” (alquran) menunjukkan bahwa sesungguhnya Allah telah menjadikan Henokh (Idris) sebagai MALAIKAT ALLAH.

      Semasa Henokh (Idris) masih berinteraksi dengan anak-anaknya dan manusia lainnya dimasa itu maka hukum menempatkan dia sebagai NABI DAN RASUL dengan sifat-sifat utamanya yang menonjol adalah SANGAT MEMBENARKAN TUHAN. Karena Henokh memiliki sifat sangat membenarkan maka dengan sifat itu Henokh memiliki sifat SANGAT MENURUT kepada Tuhan. Hukum telah menempatkan Henokh (Idris) sebagai MALAIKAT setelah Tuhan mengangkatnya ke tempat yang memiliki martabat yang tinggi.

      Jika Tuhan menempatkan generasi ketujuh Adam dari garis keturunan anak pertamanya Kain (Qabil) yaitu Lamekh sebagai IBLIS maka Tuhan juga telah menempatkan generasi ketujuh Adam dari anak ketiganya Set yaitu Henokh sebagai MALAIKAT. Adapun keturunan Adam dari anak keduanya yaitu Habil diputuskan secara permanen dengan tujuan untuk difungsikan sebagai GARIS BATAS DEMARGASI. Garis ini sangat penting mengingat Kain dan Set beserta garis keturunannya masing-masing memiliki “darah” yang sama. Mereka semua adalah anak-anak keturunan Adam dan Hawa. Meskipun mereka semua berasal dari sumber yang sama tapi sifat-sifat mereka sangat bertolak belakang. Agar tidak terjadi kontaminasi keduanya maka garis demargasi yang memisahkan sifat-sifat tersebut sangat mutlak diperlukan.
      Hukum dapat membuktikan secara sah dan meyakinkan tentang Keadilan Tuhan dalam Perencanaan dan PenciptaanNya.

      Sebelum Henokh (Idris) diangkat ke martabat yang tinggi sebagai MALAIKAT, Henokh telah memiliki banyak anak laki-laki dan anak perempuan. Anak tertua Henokh bernama Metusalah, dan Metusalah memiliki anak yang bernama Lamekh.

      Lamekh ini adalah generasi ke sembilan Adam dari garis keturunan Seth. Lamekh ben Metusalah bin Henokh memiliki putra yang bernama Nuh. Dalam alkitab diterangkan : Setelah Lamekh hidup seratus delapan puluh dua tahun, ia memperanakkan seorang anak laki-laki dan memberi nama Nuh kepadanya, katanya : “Anak ini akan memberi kepada kita penghiburan dalam pekerjaan kita yang penuh susah payah di tanah yang terkutuk oleh TUHAN” (Kej. 5:28-29).

      Jika Lamekh dari generasi kesembilan Adam dari garis keturunan Seth melahirkan seorang tokoh besar dunia yang dikalangan islam dikenal sebagai NABI NUH Alaihissalam, maka Lamekh dari generasi ketujuh Adam dari garis keturunan Kain (Qabil) melahirkan anak-anak yang dikenal dalam islam sebagai JIN DAN SETAN.

      Hukum telah dapat membuktikan secara sah dan meyakinkan bahwa Tuhan telah berlaku adil terhadap dua orang yang sama-sama keturunan Adam, yang menggunakan nama yang sama yaitu LAMEKH. Meski sama-sama keturunan Adam dan menggunakan nama yang sama akan tetapi kedua orang itu berasal dari garis keturunan yang berbeda yang melahirkan generasi yang berbeda pula. Lamekh yang memperanakkan Nuh, dan Nuh yang memperanakkan Sem, Ham dan Yafet diperkenankan oleh Tuhan untuk melanjutkan generasinya menguasai dunia nyata ini. Kita semua yang hidup sekarang berasal dari salah satu putra-putra Nuh tersebut. Lamekh, yang memperanakkan Yabal, Yubal, Tubal-Kain dan Naama diputuskan generasinya oleh Tuhan. Mereka tidak boleh menurunkan generasi pelanjut secara nyata. Mereka tidak boleh tinggal didunia nyata. Mereka juga tidak boleh dilihat oleh mata. Untuk keadilan hamba-hamba ciptaanNya itu Tuhan menciptakan sebuah alam husus untuk menempatkan mereka. Alam itu berada di bumi ini juga. Alam itu tidak dapat dilihat oleh mata. Alam itu bernama alam gaib. Islam menamakannya sebagai ALAM BARZAH.

      Bagaimanakah cara Tuhan menciptakan alam itu? Untuk tujuan apakah alam itu diciptakan?.

      Legal Opinion ini akan kami lanjutkan pada bagian ketiga dengan judul BANJIR SEMESTA.
      Bang admin yang kami hormati dan warga setia blog yth ini yang kami kasihi serta para pembaca yang budiman. Jika anda ingin memberi tanggapan terhadap Legal Opinion ini silahkan diajukan kepada admin. Admin yang memiliki kewenangan memberi penilaian layak tidaknya tanggapan anda dimuat di blog yth ini.

  5. rav adil memang ada siapa yg gak percaya akan yesal.dia ada karena leluhurnya,namun dia gak akan pernah menyatakan dirinya seorang ratu adii..bersyukurlah dia yg pernah bertemu dan pernah di beri air suci darinya..dia orang biasa hidupnya terlunta dan terhina

    • Keberadaan ratu adil saat ini bukan karena leluhurnya, akan tetapi sebuah takdir dan kehendak Tuhan Yang Maha Esa. Bila Aminah mengatakan hidupnya terlunta dan terhina, berarti anda mengenalnya dong. Bagaimana mungkin orang yang anda kenal itu dapat memberi air suci, sementara orang tersebut terhina? Tentu saja air yang diberikan orang yang anda maksudkan itu telah membohongi ibu.

      Satrio Piningit yang bergelar ratu adil adalah seorang laki-laki sejati. Oleh karena beliau akan mewujudkan satu tatanan hidup yang damai dan sejahtera bagi ummat manusia, maka secara logika dapat disimpulkan bahwa hidup beliau penuh dengan kedamaian dan kesejahteraan yang dapat juga diartikan sebagai orang yang berkecukupan dalam hal sandang, pangan, dan papan sebagai sebuah tolok ukur akan kebenarannya. Mustahil beliau hidup sebagai seorang yang terlunta-lunta yang dapat diartikan sebagai pengemis atau seorang yang miskin papa. Bagaimana mungkin dia dapat membuat orang lain hidup sejahtera dan bahagia sementara dirinya saja hidup penuh dengan penderitaan dan kemiskinan.

      Satrio Piningit yang bergelar ratu adil penuh dengan Kasih dan Kemuliaan Tuhan. Siapa pun yang dimuliakan Tuhan maka dipastikan manusia akan ikut memuliakannya. Orang yang Ibu Sitti Aminah maksudkan sebagai orang “ terhina” sesungguhnya adalah almasih ad-Dajjal dan bukan ratu adil.

  6. Hormat saya yang paling dalam kepada penulis..
    Begitu banyak yang terpanggil untuk membaca,
    sedikit yang bisa memahami ..

    salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s